Terima Kasih, Anda sudah mengunjungi blog Pecinta Rasulullah SAW, semoga Allah selalu Menanamkan Rasa Cinta dan Rindu kepada Allah SWT dan Sayyidina Muhammad SAW kepada Diri kita Hingga kita Wafat dalam Khusnul Khotimah AAMIIN.........
kritik dan saran : mufe.majelis@gmail.com_____Alamat lengkap Majelis Rasulullah SAW: jl. Cikoko Barat V, RT 03/05, NO 66, Kelurahan Cikoko, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan (12770),

Sabtu, 17 April 2010

Cerita Mistis Makam Mbah Priok

PDF Print
SocialTwist Tell-a-Friend
ditulis oleh: inilah.com
sabtu, 17 april 2010

Cerita Mistis Makam Mbah Priok
sabtu, 17 april 2010

Cerita Mistis Makam Mbah Priok (1)



Salah satunya adalah 'dihadangnya' pasukan Satpol PP oleh makhluk halus di makam Mbah Priok. Ceritanya sekitar pukul 10.30 WIB lebih dari seribu anggota Satpol PP sudah tiba di kompleks pemakaman Mbah Priok.
Begitu turun dari mobil, rombongan Satpol langsung bergerak menuju makam. Wush! Mereka berhasil melewati gerbang makam.
Tapi, saat akan melangkah menuju makam Mbah Priok, langkah mereka terhenti. Stop! Mereka tak dapat
melanjutkan langkah menuju. Padahal saat itu, mereka hanya berhadapan dengan sekitar 50 warga yang sejak pagi bertugas mengamankan makam.
"Saya yakin pasukan Satpol PP itu dihadang makhluk halus yang dikirim Allah untuk mengamankan makam," ujar seorang ustad yang biasa berziarah ke makam Mbah Priok.
Karena langkah pasukan Satpol PP yang jumlahnya ribuan itu terhenti, dan jumlah warga yang ada di situ hanya sekitar 50-an, maka tak ada perlawanan.
Warga pun kemudian pulang karena takut menghadapi petugas yang jumlahnya sangat tidak seimbang. Setelah warga pulang untuk makan siang dan sholat zuhur, lalu datang lagi dengan jumlah yang lebih banyak. Bentrokan pun tak dapat dihindari.
Kesaksian seorang ustad mengenai makhluk halus yang 'menghadang' Satpol PP ini diperkuat dengan fakta bawha usaha penggusuran makam Mbah Priok selalu gagal.
Ustad ini pun meyakini bahwa Allah akan membela warga dan ahli waris dalam mempertahankan makam Mbah Priok yang dikenal sebagai wali dan ulama.
Cerita Mistis Makam Mbah Priok (2)


Sebenarnya jumlah Satpol PP yang bertugas mengamankan eksekusi lebih banyak daripada jumlah warga yang melakukan perlawanan.
Mereka jumlahnya ribuan dan dilengkapi dengan pentungan dan tameng.Tapi, jumlah korban yang tewas justru dari pihak Satpol PP.
Faktanya tiga orang yang menjadi korban jiwa justru dari pihak aparat. Seorang petugas Sapol mengaku heran dengan kekuatan yang dimiliki warga di sekitar makam Mbah Priok.
Dalam menghadapi aparat, masih menurut petugsa Satpol PP itu, warga tidak taku. "Seperti punya kekuatan gaib," ujar anggota Satpol. Larinya kencang, tidak punya rasa takut, dan panang menyerah.
Ia melihat banyak warga yang sudah dalam keadaan luka parah masih terus melakukan perlawanan. 'Belum pernah saya menghadapi orang seperti ini.
Biasanya kalau mereka sudah terluka dan menghadapi aparat dalam jumlah besar, langsung mundur. Ini tidak," lanjut anggota Satgas PP yang mengaku sudah bekerja selama 10 tahun menjadi satgas.
Seorang petugas Palang Merah Iindonesia (PMI) Jakarta Utara juga mengaku salut atas keberanian warga menghadapi petugas.
"Kalau menurut hitungan akal sehat tak mungkin warga bisa menghadapi aparat yang jumlahnya ribuan," papar petugas PMI yang tak bersedia disebutkan jatidirinya.
Benarkah warga di sekitar makam Mbah Priok memiliki tenaga gaib? Jawabannya bisa benar, bisa juga tidak.
Namun yang pasti, keberanian mereka melakukan perlawanan itu dirorong oleh rasa cinta mereka kepada almarhum Mbah Priok. Mbah Priok yang bernama lengkap Al Imam Al Arif Billah Sayyidina Al Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad Husain Ass Syafi'i Sunnira ini diakui sebagai wali. Dan memang,
Mbah Priok amat berjasa dalam penyebaran agama Islam. Karenanya, makam Mbah Priok dianggap sebagai makam keramat.
Setiap hari ada saja yang datang untuk berziarah. Dan setiap diadakan acara khaul setahun sekali yang datang belasan ribu orang.
Bagi mereka mempertahankan eksistensi makam Mbah Priok adalah membela wali dan membela agama. Jika itu cara berpikirnya, apapun akan mereka hadapi.

Cerita Mistis Makam Mbah Priok (3)
Kawiyan


Mbah Priok adalah sebutan bagi Habib Hasan Al Haddad. Ia adalah wali yang menyebarkan agama dari Palembang, Sumatera Utara sampai Jawa.
Ceritanya, dalam rangka menjalankan misi penyebaran agama Islam, Habib Hasan al Hadad pergi meninggalkan tanah Sumatera. Dengan menggunakan kapal laut, Habib Hasan Al Haddad bersama seorang temannya, menempuh perjalanan laut selama dua bulan.
Selama perjalanan di laut, Habib mendapatkan banyak rintangan. Salah satunya adalah dihadang armada Belanda yang bersenjatakan lengkap. Kapal Habib pun dihujani meriam. Namun, meriam milik pasukan Belanda itu tak satupun mengenai kapal Habib.
Selamat dari kejaran Belanda, kapal Habib ditabrak ombak besar. Semua perlengkapan di kapal hanyut bersama gelombang. Yang tersisa hanya alat penanak nasi dan beberapa liter beras yang berserakan.
Selanjutnya, ombak lebih besar datang menghantam lebih keras dan membuat kapal terbalik. Kedua ulama itu terseret hingga ombak.
Habib Hasan Al Haddad ditemukan warga dalam keadaan sudah meninggal. Di samping jenazah Habib terdapat periuk dan sebuah dayung. Warga memakamkan jenazah Habib Hasan tak jauh dari tempatnya ditemukan. Sebagai tanda, makam Habib diberi nisan berupa dayung, serta diletakkan periuk di sisi makam.
Al kisah, dayung yang dijadikan nisan itu tumbuh menjadi pohon 'tanjung'. Sedangkan periuk yang diletakkan di sisi makam terseret arus ombak hingga ke tengah laut. Selama tiga hingga empat tahun setelah pemakaman itu, warga melihat periuk yang terbawa ombak kembali menghampiri makam Mbah Priok.
Sebagian masyarakat meyakini nama daerah Tanjung Priok diambil dari cerita periuk dan tajung yang ada di makam Habib. Jika cerita mengenai nama Tanjung Priok boleh diperdebatkan, tetapi keberadaan jenazah Habib di situ semuanya sudah sepakat.


0 komentar:

Posting Komentar

Peduli Acara MAJELIS RASULULLAH SAW Bank syariah mandiri 061-7121-494 a/n Munzir Almusawa_______Majelis Nisa di seketariat MAJELIS RASULULLAH SAW, setiap hari minggu pkl 14.00 WIB s/d selesai. Tausiah akan disampaikan langsung oleh AL ALAMAH ALHABIB MUNZIR BIN FUAD ALMUSAWA. majelis kusus nisa/WANITA
Related Posts with Thumbnails
Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More