| | | |
| Ditulis Oleh: Munzir Almusawa | |
| Saturday, 03 April 2010 | |
Senin, 29 Maret 2010 كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَمَرَهُمْ أَمَرَهُمْ مِنَ اْلَأعْمَالِ بِمَا يُطِيْقُوْنَ قَالُوْا إِنَّا لَسْنَا كَهَيْئَتِكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّ اللهَ قَدْ غَفَرَ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ فَيَغْضَبُ حَتَّى يُعْرَفَ اْلغَضَبُ فِي وَجْهِهِ ثُمَّ يَقُوْلُ إِنَّ أَتْقَاكُمْ وَأَعْلَمَكُمْ بِاللهِ أَنَا ( صحيح البخاري ) " Bahwa Rasulullah Saw jika memerintahkan mereka ( para sahabat dan ummat beliau Saw ) maka beliau memerintahkan perbuatan-perbuatan menurut kemampuan mereka, maka para sahabat berkata: " Kami bukan seperti keadaanmu wahai Rasulullah, sungguh Allah telah mengampuni dosamu yang lalu dan yang akan datang ( mestinya kami lebih banyak ibadah darimu ), maka murkalah Rasul Saw hingga terlihat jelas di wajah beliau Saw, seraya bersabda: " Sungguh yang paling bertakwa diantara kalian dan yang paling berilmu diantara kalian adalah aku". ( Shahih Al Bukhari ) |
02.07
Unknown
Posted in


