Terima Kasih, Anda sudah mengunjungi blog Pecinta Rasulullah SAW, semoga Allah selalu Menanamkan Rasa Cinta dan Rindu kepada Allah SWT dan Sayyidina Muhammad SAW kepada Diri kita Hingga kita Wafat dalam Khusnul Khotimah AAMIIN.........
kritik dan saran : mufe.majelis@gmail.com_____Alamat lengkap Majelis Rasulullah SAW: jl. Cikoko Barat V, RT 03/05, NO 66, Kelurahan Cikoko, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan (12770),
Tampilkan postingan dengan label kenikmatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kenikmatan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 November 2013

TIADA SATUPUN UCAPAN YANG KELUAR DARI LISAN KITA KECUALI DARI KASIH SAYANG ALLAH


Jika kau renungkan tiadalah satu ucapan huruf
bisa kita sebutkan terkecuali itu datang dari kasih
sayang Allah. Tiadalah kita bisa melihat,
mendengar, bergerak dan hidup diatas bumi ini
yang milik Allah terkecuali dari Kasih Sayang Illahi.
Pengingkaran, kekufuran dan dosa dosa terus
mengalir tetapi Dia (Allah Swt) Maha Bersabar
siang dan malam.

Sebagaimana kita dengar munajat yang dibaca dan
dilantunkan dari Hujjatul Islam wabarakatul anam
Al Imam Abdullah bin Alawi Al Haddad. Ya Illahi wa
Maliki anta ta’lam kaifa haliy (Wahai penciptaku,
yang memiliki diriku, Kau Maha Tahu akan
keadaanku), Wa bima qad halla qalby min humumi
wasytighaliy (dari apa yang mengguncang jiwaku
dari kegundahan dan dari kealpaan dan dari hal hal
yang lainnya), Kau Yang Maha Tahu Wahai Yang
Memiliki diriku, Sang Pemilik dari setiap yang
hidup, Dialah Allah Swt. Sang Penguasa bagi
mereka yang ada di bentangan alam semesta
adalah Allah Jalla wa Alla, Maha Sempurna dan
Maha Abadi.

Setiap gerak gerik kenikmatan yang kita lakukan
sampai setiap nafas kita, inilah ciri Kasih Sayang
Allah kepada kita yang tidak akan diberikan dan
tidak mampu diberikan oleh makhluk satu sama
lainnya terkecuali Allah Sang Maha Pencipta.

Beruntung jiwa yang mengingat Allah, beruntung
bibir yang menyebut Nama Allah, beruntung alam
pemikiran yang memikirkan keagungan Ilahi.


Rabu, 13 November 2013

KASIH SAYANG ALLAH DALAM KENIKMATAN DAN KESULITAN


Alhabib Umar Bin Hafidz :

Wahai Para Hamba.. Kasih sayang Tuhan Kita
dalam kenikmatan dan kesulitan, selalu ada bagi
mereka yang mempunyai perasaan dan akal sehat,
selalu ada bagi mereka yang memiliki kesungguhan
dalam beramal, mereka yang bersyukur atas
kenikmatan - kenikmatan Nya, dan kembali
mengadu kepada Nya dalam musibah dan
kesulitan, dan tersingkir dari mereka khayalan dan
sangkaan untuk bertumpu kepada selain Nya, maka
mereka bersungguh - sungguh dalam beribadah
kepada Nya, maka dia akan menerima, maka Dia
memaafkan, dan menghapus catatan dosa mereka
dengan gantian tumpukan pahala, Dia Tidak
Membutuhkan kita, dan Kita sangat Membutuhkan
Bantuan Nya dalam segala hal, namun Dia berlaku
kepada kita dengan kebaikan kebaikan ini semua..
maka bahkan bila datang perbuatan dosa dari
hamba Nya dan ia mau memohon ampunan dosa,
maka dosanya itu dirubahnya menjadi tumpukan
pahala, Sungguh dia adalah Maha Pengasih..,
Sungguh Dia adalah Maha Memberi.., Sungguh
Dialah Maha Dermawan.., Sungguh dialah Allah..,

Celakalah mata, yang diharamkan dari melihat
wajah Muhammad.., Celakalah mata yang terdapat
terhalang antaranya dengan Bentuk Muhammad
(saw), Demi Allah.. mata itu yang diharamkan dari
melihat wajah Muhammad (saw) dihari
kiamat..diharamkan dari melihat sorga, diharamkan
dari melihat Allah.. selama - lama Nya.., tempat
mereka adalah api, akan kembali kepada Api, puri -
puri kehinaan, Celakalah mata yang diharamkan
dari melihat wajah Muhammad (saw), celakalah
atasnya.. celakalah atasnya.. celakalah atasnya..,
Wahai Allah janganlah kau jadikan pada kami mata
yang diharamkan dari melihat wajah Nabi Mu
(saw), juga pada keluarga kami, istri - istri kami,
anak - anak kami, kerabat kami, putra - putri kami,
sahabat - sahabat kami, murid - murid kami, dan
para pecinta kami Wahai Rabbul 'alamiin.............,
Yaa Arhamarrahimiin..., Yaa Arhamarrahimiin...,
Yaa Arhamarrahimiin...,


Jumat, 25 Oktober 2013

Sungguh Kau akan berpisah dengannya tanpa peduli,.

Demi Allah, Pencipta hidup dan mati, berkehendak
mencegah dan memberi, memuliakan atau
menghinakan diri, melimpahkan kekuasaan atau
mencabutnya tanpa kompromi, cintailah siapa yang
ingin kau cintai, sesungguhnya kau akan berpisah
dengannya tanpa peduli.
Akhir-akhir ini, kematian membangunkanku dari
mimpi, memecutku berkali-kali. Berapa banyak
tetesan air mata berderai, mengantarkan setiap
mayat yang terkulai. Sungguh kusaksikan
ketidakberdayaan di setiap sisi. Wahai manusia,
kemanakah kau akan pergi? Apakah yang kau cari?
Puaskah kau dengan megahnya rumah di bumi?
Banggakah kau dengan tunggangan yang kau beli?
Muliakah kau dengan jabatan duniawi? Amankah
kau dengan sahabat, kerabat, anak dan istri?
Berapa banyak manusia wanita dan lelaki, dulu
hidup tegak berdiri, dan memiliki jati diri. Saat ini,
hilang ditebas mati. Terkubur dalam tanah yang
gelap dan sunyi, sempit dan sepi.
Berapa banyak manusia yang dulu gagah dan
berotot besi, namun menggigil gelisah dan lemah
lunglai, saat terdengar denting maut berbunyi.
Berapa banyak mereka yang dulu dielu-elukan,
dipuja dan dipuji, lalu menjadi hina tak berarti, saat
dijemput mati.
Maha Tinggi Allah, lagi Maha Suci. Anak, sahabat,
istri, dan dokter tak mampu menolong atau
memberi. Tangan mereka sangat lemah untuk
menarik kembali umur yang telah dilalui, atau
menambahnya walau hanya sehari. Mati akan
membawanya pergi, tanpa ada yang menemani.
Maut akan menjerumuskannya ke perut bumi
sendiri.
Mereka yang hidup beramal baik dan menghindari
segala duri, akan kembali dengan indah lagi
berseri. Namun yang berhati busuk dan lalai,
berada dalam siksa, pedih, sakit yang tak pernah
berhenti.
Kembali ….. kembali ke jalan Sang Pembawa
Wahyu yang Suci, Muhammad yang berbudi.
Allahumma Shalli `ala sayyidinaa Muhammad wa
`alaa aalihi wa shahbihi.

HABIB HUSIN NABIL.


Selasa, 15 Oktober 2013

ALLAH MAHA MAMPU MERUBAH KEADAAN


Sulthonul Qulub Al Habib Munzir Al Musawa:

Allah mampu mencabut kenikmatan yang ada pada
manusia, baik itu kenikmatan secara zhahir atau
bathin, namun Allah tidak terburu-buru untuk
melakukan hal itu. Kita melihat banyak orang yang
pendosa semakin hari keadaannya bertambah
makmur, mereka yang tidak mau bersyahadat
justru keadaannya semakin dimudahkan, namun
ingat Allah Maha Mampu mencabut semua
kenikmatan atau kebaikan yang ada pada mereka,
akan tetapi Allah biarkan mereka tetap lalai dan
bermain-main dalam kebathilan hingga datang hari
yang telah dijanjikan Allah untuk mereka, sehingga
keadilan akan ditegakkan di hari itu. Jadi jangan
cemburu dengan pendosa yang banyak maksiat
namun dilimpahi kenikmatan berupa keluasan rizki,
karena di hari yang telah dijanjikan kelak akan
berlaku keadilan yang sesungguhnya. Beruntunglah
orang-orang yang hadir di majelis dzikir, karena
kelak keadaan akan berbeda dengan keadaan
sekarang. Sekarang banyak orang yang
meremehkan dan mentertawakan orang-orang yang
hadir di majelis dzikir, namun kelak di hari kiamat
orang-orang yang yang dahulu selama di dunia
menertawakan orang-orang muslim, seperti orang
yang berkata : “ngapain hadir terus di majelis
dzikir, dzikir dan dzikir aja, kapan mau maju!!”
misalnya , maka orang yang seperti itu kelak akan
ditertawakan di hari kiamat. Tentunya sungguh
beruntung orang-orang yang mempunyai
kepedulian kepada saudara sesama, teman,
tetangga, jika kita melihat orang tua kita belum
mau mengerjakan shalat, maka jangan dibenci,
namun dibimbing dan diajak untuk melakukan
shalat, dengan berbuat baik kepada mereka dengan
cara apapun misalnya dengan membawakan
makanan atau minuman kesukaannya, jika mereka
memarahi atau mencaci maka perlakukan mereka
dengan lebih baik lagi, jangan justru ditegur dengan
kasar, misalnya dengan berkata : “malu punya
bapak ngga mau shalat”, maka hal yang seperti ini
akan semakin membuatnya enggan dan lebih jauh,
maka berilah peringatan tapi Jangan sampai
membuat orang semakin jauh, peringati dengan
cara yang baik, misalnya dengan membawakan
makanan kesukaan ayahnya lalu beranjakklah
untuk shalat, dan ketika ditanya : “kamu ngga
makan?”, maka jawab : “ saya shalat dulu ayah”,
maka hal yang seperti itu tanpa kita sadari hal itu
adalah cara yang baik untuk member peringatan
kepada orang tua kita untuk shalat. Maka semua
yang ada disekitar kita, keluarga, anak, istri, suami,
saudara dan yang lainnya semua itu adalah tangga
untuk kita mencapai keluhuran, sebagai pewaris
dan penerus sayyidina Muhammad shallallahu
‘alaihi wasallam. Jika rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam ada bersama kita, maka beliau yang
akan mendakwahi keluarga kita, namun beliau telah
mengembankan tugas kepada kita, sebagaimana
sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam :

ﺑَﻠِّﻐُﻮْﺍ ﻋَﻨِّﻲْ ﻭَﻟَﻮْ ﺁﻳَﺔً

“ Sampaikanlah (apa-apa) dariku walaupun satu
ayat ”


Sabtu, 12 Oktober 2013

BESARNYA HARAPAN DAN MUNAJAT AKAN MENGHAPUS DOSA-DODA,.


BESARNYA HARAPAN DAN MUNAJAT, AKAN
MENGHAPUS DOSA-DOSA KITA

Sulthanu Qulub Habibana Munzir Bin Fuad
Almusawa Allah Yarham Berkata:
Allah SWT berfirman : “Boleh jadi kamu membenci
sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh
jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia
amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang
kamu tidak mengetahui.” ( QS. Al Baqarah : 216 )

Rahasia keluhuran dari kelembutan ketentuan Ilahi
ditunjukkan disini Agar kita memahami apa-apa
yang telah kita mohonkan kepada Allah SWT,
namun belum Allah SWT kabulkan maka barangkali
hal itu belum baik untuk kita saat ini, dan Pastilah
Allah akan memberikan yang lebih baik dari yang
kita minta.

Allah tidak pernah memberi sesuatu yang sama
seperti yang diminta oleh hamba-Nya, Allah pasti
akan memberi hajatnya dan ditambah lagi
pahalanya atau diberi penghapusan dosa sebab dia
berdoa, sebagaimana firman-Nya dalam hadits
qudsi:
" WAHAI KETURUNAN ADAM , JIKA ENGKAU
BERDOA DAN BERHARAP KEPADAKU NISCAYA
KUAMPUNI DOSA-DOSA KALIAN TANPA
KUPERTANYAKAN LAGI. " (HR Musnad Ahmad).

Maka ketahuilah bahwa mengampuni dosa adalah
sesuatu yang mudah dan remeh bagi Allah
subhanahu wata’ala, namun jangan kita
meremehkannya, karena jika hal itu terjadi bisa
saja Allah SWT tidak mau mengampuni dosa-
dosanya.

Jika kita meremehkan dengan berfikir bahwa Allah
SWT pasti mengampuni dosa sehingga timbul
dalam fikiran kita untuk tidak perlu menjalankan
perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka hal
yang seperti itu bukanlah merupakan harapan atau
prasangka baik terhadap Allah SWT, Akan tetapi
merupakan penghinaan makhluk terhadap Allah
Subhanahu wata’ala.


BESARNYA HARAPAN DAN MUNAJAT AKAN MENGHAPUS DOSA-DODA,.


BESARNYA HARAPAN DAN MUNAJAT, AKAN
MENGHAPUS DOSA-DOSA KITA

Sulthanu Qulub Habibana Munzir Bin Fuad
Almusawa Allah Yarham Berkata:
Allah SWT berfirman : “Boleh jadi kamu membenci
sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh
jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia
amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang
kamu tidak mengetahui.” ( QS. Al Baqarah : 216 )

Rahasia keluhuran dari kelembutan ketentuan Ilahi
ditunjukkan disini Agar kita memahami apa-apa
yang telah kita mohonkan kepada Allah SWT,
namun belum Allah SWT kabulkan maka barangkali
hal itu belum baik untuk kita saat ini, dan Pastilah
Allah akan memberikan yang lebih baik dari yang
kita minta.

Allah tidak pernah memberi sesuatu yang sama
seperti yang diminta oleh hamba-Nya, Allah pasti
akan memberi hajatnya dan ditambah lagi
pahalanya atau diberi penghapusan dosa sebab dia
berdoa, sebagaimana firman-Nya dalam hadits
qudsi:
" WAHAI KETURUNAN ADAM , JIKA ENGKAU
BERDOA DAN BERHARAP KEPADAKU NISCAYA
KUAMPUNI DOSA-DOSA KALIAN TANPA
KUPERTANYAKAN LAGI. " (HR Musnad Ahmad).

Maka ketahuilah bahwa mengampuni dosa adalah
sesuatu yang mudah dan remeh bagi Allah
subhanahu wata’ala, namun jangan kita
meremehkannya, karena jika hal itu terjadi bisa
saja Allah SWT tidak mau mengampuni dosa-
dosanya.

Jika kita meremehkan dengan berfikir bahwa Allah
SWT pasti mengampuni dosa sehingga timbul
dalam fikiran kita untuk tidak perlu menjalankan
perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka hal
yang seperti itu bukanlah merupakan harapan atau
prasangka baik terhadap Allah SWT, Akan tetapi
merupakan penghinaan makhluk terhadap Allah
Subhanahu wata’ala.


Selasa, 08 Oktober 2013

PEDANG KELEMBUTAN

Habib Munzir Al Musawa:

Warisi perjuangan Nabi kita

Muhammad SAW
dalam hari-hari kita, bukan berarti harus menjadi
Da’i semua namun jadilah penyeru ke jalan
keluhuran di rumah, di tetangga, di pekerjaan, di
sekolahan, kenalkan budi pekerti yang baik pada
ayah bunda,

“kenapa ayah ibu saya selalu kasar pada saya?”
Kalau kau berlemah lembut pada mereka sekali,dua
kali, tiga kali, seminggu dua minggu, belum satu
bulan engkau berlemah lembut pada ayah ibu mu,
kau akan menjadi orang kesayangannya, dan kau
tidak akan disakiti perasaanmu karena kau menjadi
anak yang di banggakan, kenapa ? karena sangat
berlemah lembut pada Ayah Bunda nya.

Hampir semua orang yang bengis kepada orang
lain, kalau ia di lemah lembuti maka ia akan
berubah menjadi baik, kenapa? Karena, pedang
akhlak dan budi pekerti itu adalah pedang cahaya,
kalau pedang besi hanya bisa merobek dada atau
jantung, membunuh…, paling banyaknya tidak bisa
lebih dari itu,
tapi pedang cahaya itu bisa menembus sanubari ,
merubah hati yang keras menjadi hati yang lembut
penuh cahaya, membuat orang yang bengis menjadi
orang yang sangat sering menangis, membuat
orang yang selalu berbuat jahat menjadi orang
yang selalu berbuat baik, membuat musuh terjahat
menjadi teman tersetia, itulah pedang cahaya
Sayyidina Muhammad SAW .

Demikian banyak saya
tidak bisa sebutkan satu persatu, riwayat Shahih
Bukhari dan lainnya ; orang yang berkata kepada
Nabi Muhammad SAW tidak ada orang yang lebih
kubenci dari Muhammad SAW, tapi setelah
keramahan beliau berubah menjadi orang yang
paling dicintainya adalah Sayyidina Muhammad
SAW .


PEDANG KELEMBUTAN

Habib Munzir Al Musawa:

Warisi perjuangan Nabi kita

Muhammad SAW
dalam hari-hari kita, bukan berarti harus menjadi
Da’i semua namun jadilah penyeru ke jalan
keluhuran di rumah, di tetangga, di pekerjaan, di
sekolahan, kenalkan budi pekerti yang baik pada
ayah bunda,

“kenapa ayah ibu saya selalu kasar pada saya?”
Kalau kau berlemah lembut pada mereka sekali,dua
kali, tiga kali, seminggu dua minggu, belum satu
bulan engkau berlemah lembut pada ayah ibu mu,
kau akan menjadi orang kesayangannya, dan kau
tidak akan disakiti perasaanmu karena kau menjadi
anak yang di banggakan, kenapa ? karena sangat
berlemah lembut pada Ayah Bunda nya.

Hampir semua orang yang bengis kepada orang
lain, kalau ia di lemah lembuti maka ia akan
berubah menjadi baik, kenapa? Karena, pedang
akhlak dan budi pekerti itu adalah pedang cahaya,
kalau pedang besi hanya bisa merobek dada atau
jantung, membunuh…, paling banyaknya tidak bisa
lebih dari itu,
tapi pedang cahaya itu bisa menembus sanubari ,
merubah hati yang keras menjadi hati yang lembut
penuh cahaya, membuat orang yang bengis menjadi
orang yang sangat sering menangis, membuat
orang yang selalu berbuat jahat menjadi orang
yang selalu berbuat baik, membuat musuh terjahat
menjadi teman tersetia, itulah pedang cahaya
Sayyidina Muhammad SAW .

Demikian banyak saya
tidak bisa sebutkan satu persatu, riwayat Shahih
Bukhari dan lainnya ; orang yang berkata kepada
Nabi Muhammad SAW tidak ada orang yang lebih
kubenci dari Muhammad SAW, tapi setelah
keramahan beliau berubah menjadi orang yang
paling dicintainya adalah Sayyidina Muhammad
SAW .


Sabtu, 05 Oktober 2013

KALAM CINTA HABIBANA


"Tiadalah kehidupan pasti menemui kematian,
tiadalah perkumpulan pasti menemui perpisahan"

"Satu hembusan nafasmu , ialah selangkah
menuju ajal"

"Beruntunglah dan tiada yang lebih beruntung
kecuali para Pecinta Sayyidina Muhammad
Shalallahu 'Alaihi Wasallam"

"Tiadalah yang lebih ditakuti Syaiton , para Jin,
dan Iblis melebihi hati yang berdzikir. Ketika hati
sedang ingat Allah , itulah yang paling ditakuti
oleh Syaithon"

"Tak ada yang lebih cepat mendatangkan
keridhoan Allah SWT. Melainkan bakti kepada
Ayah dan Ibunda"

"Sunnguh tiada Hadiah yang lebih Agung dari
doa"

"Ketahuilah bahwa peristiwa yang disebut
(Kematian) justru itulah Hakikat kehidupan yang
abadi"

"Ketahuilah bahwa cinta Allah , Allah titipkan
kepada Sesosok Manusia yang bernama
Sayyidina Muhammad Saw."

"Ketahuilah bahwa tuntunan terindah ialah
tuntunan Nabi ku dan Nabi kita semua yaitu
(Sayyidina Muhammad Saw)."

"Perindahlah siang-siang hari kita pada bulan
Ramadhan dengan puasa dan ibadah lainnya,
serta hiasilah dan sempurnakan malam-
malamnya dengan memperbanyak shalat tarawih
dan membaca Al qur’an."

"Do'a kita pun kepada Saudara/i kita adalah
sedekah, sebagaimana yang disabdakan Oleh
Sayyidina Muhammad Saw : "Semua yang baik
adalah sedekah".

"Getarkanlah bibirmu ketika menyebut nama
Yang Maha Agung (Fukullu Jami'an Ya
Allah...Ya Allah...Ya Allah)"

"Jadikanlah mulai saat ini Dzikir menjadi sebuah
kebutuhan kita, sebagaimana kita membutuhkan
makan."

"Nabi shallallahu'alaihi wasallam bersabda
riwayat shahih Muslim...

"Tiada akan datang
hari kiamat selama masih ada di muka bumi
yang memanggil nama ALLAH, ALLAH" (Shahih
Muslim)

"Kematian adalah guru terbaik dalam kehidupan,
sedikit saja kita lalai dari mengingat kematian
maka kita akan kehilangan guru terbaik dalam
kehidupan… Dia datang dengan tiba-tiba tanpa
kenal permisi.. Apakah kita siap menyambut
kedatangan sang malaikat maut ? adakah kita
siap menyongsong malam pertama di alam
kubur?…."

"Kita bangkit dengan kelembutan , bukan dengan
kekerasan."

"Jadikan sabar dan do'a sebagai senjata
terdahsyat dalam kehidupan ku dan kalian."

''Bila semua yang dialam semesta ini
membenciku , Demi ke Agungan-Mu asalkan
Engkau tidak murka kepadaku, makaaku tidak
perduli".


KISAH DUA ORANG YANG CINTA KARENA ALLAH


KISAH DUA ORANG YG CINTA KARENA ALLAH
TA`ALA

Oleh : Adda`i Ilallah Sayyid Munzir Al Musawa rhm

sebagian ulama besar mengatakan bahwa ada 2
orang yang saling mencintai karena Allah, mereka
bersepakat untuk saling membantu di dunia dalam
mencapai ridha Allah, dan untuk menyebarkan
ajaran Rasulullah shallallahu 'alihi wasallam, dan
menampakkan akhlak rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam selama mereka dalam kehidupan dunia.
Maka kedua orang shalih ini setuju untuk
mengamalkan sunnah-sunnah nabi Muhammad
dan menyebarkan ajaran beliau hingga mereka
wafat, dan mereka berkesinambungan dalam hal
itu, mereka saling membantu dalam menyebarkan
dakwah nabi Muhammad, mereka mengajarkan
sunnah-sunnah nabi Muhammad kepada manusia
dengan kasih kelembutan dan kasih sayang dan
akhlak yang mulia, dan mereka terus mengamalkan
sunnah-sunnah nabi Muhammad shallallahu 'alaihi
wasallam, yang mana hal itu adalah sunnah-
sunnah yang sangat sederhana dan kita semua
mengetahuinya, diantaranya sunnah ketika makan,
ketika tidur, ketika keluar dan masuk rumah. Kita
menganggapnya sesuatu yang kecil padahal hal itu
sangat agung di sisi Allah.

Dan setelah beberapa tahun kedua orang ini
mengamalkan sunnah-sunnah Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam, maka salah seorang
diantara mereka meninggal. Maka orang ini selalu
mendoakan temannya yang meninggal, dan
memintakan ampunan kepada Allah untuknya. Dan
suatu saat ia berjumpa dengan temannya di dalam
mimpi, dan ia menanyakan keadaannya setelah
meninggal, dan apa yang terjadi setelah ia wafat.

Kita mengetahui bahwa mimpi-mimpi baik itu
adalah benar dan datangnya dari Allah,dan
sebagian mimpi yang lainnya adalah dari syaitan.

Lihatlah pada indahnya tuntunan sayyidina
Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, maka
berkatalah saudaranya yang meninggal itu:
" Ketika aku wafat dan berpindah dari kehidupan
dunia ini, sungguh aku tidak merasakan kematian
sama sekali, orang-orang memandikanku,
mengkafaniku, dan membawaku ke dalam kubur,
tetapi aku mengira diriku dalam mimpi, sehingga
datang 2 malaikat ke dalam kuburku, dan berkata
kepadaku : "duduklah wahai Abdullah", dan ketika
aku duduk di kuburku aku merasa bahwa diriku
baru bangun dari tidur, dan dahulu ketika aku
masih hidup di dunia aku selalu menjaga 2 sunnah
nabi yaitu ketika akan tidur dan ketika bangun
tidur, yang pertama adalah sunnah siwak, ketika
aku bangun tidur aku selalu mengambil siwak dan
bersiwak dengannya, dan yang kedua adalah ketika
aku bangun tidur aku selalu membaca doa:

ﺍﻟﺤﻤﺪﻟﻠﻪ ﺍﻟﺬﻱ ﺃﺣﻴﺎﻧﺎ ﺑﻌﺪﻣﺎ ﺃﻣﺎﺗﻨﺎ ﻭﺇﻟﻴﻪ ﺍﻟﻨﺸﻮﺭ

" Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan
kami kembali, dan kepada-Nya lah kami akan
kembali".

Adapun balasan dari sunnah yang pertama aku
tidak merasakan sakitnya kematian bahkan aku
mengira bahwa aku sedang dalam mimpi,

sehingga
malaikat berkata kepadaku: "duduklah wahai
Abdullah" mereka ingin menanyakan aku di dalam
kubur, dan ketika aku bangun dari kuburku aku
mengira bahwa aku bangun dari tidur, dan aku
mulai mencari siwak dan aku mengulang-ulang doa
bangun tidur, dan ketika itu aku memanggil anakku
dan aku berkata: "wahai fulan, dimana siwakku,
siapa yang yang telah mengambil siwak?",

maka
malaikat yang berada di hadapanku berkata:

"Wahai Abdullah, siwak apa yang engkau cari dan
siapa yang orang yang engkau panggil itu?, apakah
engkau mengira bahwa engkau sedang tidur di
tempat tidurmu?, engkau sekarang adalah mayyit
di dalam kuburmu, dan kami adalah malaikat yang
akan bertanya kepadamu", maka aku menjadi risau
dan aku sadar bahwa aku telah berada di alam
kubur, dan aku pun mengulang-ulang doa bangun
tidur, maka malaikat itu berkata: "engkau adalah
hamba yang shalih, engkau telah dikuatkan dengan
ucapan yang kuat, maka tiada lagi pertanyaan
untukmu di kubur dan di hari kiamat, maka tidurlah
seperti tidurnya pengantin sampai tiba hari
kiamat".

Maka ia berkata kepada temannya di dalam mimpi,
sungguh Allah subhanahu wata'ala telah
menyelamatkanku dari pedihnya kematian, dan dari
pertanyaan 2 malaikat di alam kubur dikarenakan
aku mengamlakan dua sunnah Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam yang sangat mudah
dan sederhana itu. Maka bagaimana jika kita
mengamalkan 5 dari sunnah nabi Muhammad
shallallahu 'alaihi wasallam, dan bagaimana jika
kita menjaga 10 sunnah dari sunnah-sunnah nabi
Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Setiap
sunnah Rasulullah yang engkau amalkan akan
membawa manfaat untukmu, dan orang ini telah
melewati 1 tahap yaitu selamat di alam kuburnya,
ia akan selamat dari kubur kemudian mencapai ke
surga, dan dari surga ia akan mencapai kepada
puncak kenikmatan di surga yaitu memandang
keindahan dzat Allah subhanahu wata'ala.

Demikianlah Allah subhanahu wata'ala memberi
balasan kepada orang-orang yang beriman di dunia,
karena mereka beriman kepada Allah subhanahu
wata'ala walaupun mereka tidak melihat-Nya, dan
mereka menyembah-Nya padahal mereka tidak
melihat-Nya, dan mereka melakukan shalat karena
Allah subhanahu wata'ala sedangkan mereka tidak
melihat-Nya. Jika mereka telah sampai kepada
ketetapan rahmat Allah, maka mereka akan melihat
Allah subhanahu wata'ala, dan Allah akan
menyingkirkan dari mereka tabir yang menghalangi
mereka dengan Allah.
Wallahu`alam

Allahumma shalli alaa ruuhi sayyidina
muhammadin fil arwah, wa 'ala Jasadihi filjasad,
wa alaa Qabrihi filqubuur"
Artinya

(wahai Allah limpahkan shalawat pada Ruh
Sayyidina Muhammad di alam arwah, dan
limpahkan pula pada Jasadnya di alam Jasad, dan
pada kuburnya di alam kubur

“Allahumma shalli wa sallim ‘ala Sayyidina
Muhammad nuuri-kas saari wa madaadikal jaari
wajma’nii bihi fi kulli athwaari wa ‘ala alihi wa
shahbihi yannuur”

dan jangan Lupa membaca Al-qur'an, jangan
lewatkan seharipun tanpa membaca Al-qur'an
jadikan bacaan yg paling anda senangi,

berkata Imam Ahmad bin Hanbal,
Cinta Allah besar pada
pecinta Alqur'an, dengan memahamainya atau tidak
dg memahaminya


Kamis, 03 Oktober 2013

Catatan Syeikh Khalil Amerika untuk Habib Munzir Almusawa

catatan seorang mualaf amerika syekh khalil Untuk Sayyidi Syarif Alhabib Munzir Almusawa ...tarim

"Segala puji kepada Allah SWT, Tuhan dari semesta
alam . Shalawat dan salam kepada nabi
Muhammad SAW , keluarga dan sahabat .
Saya ingat pertama kali saya memandang Habib
Munzir al - Musawa . Saat itu sekitar 3 tahun yang
lalu . Saya baru saja belajar tentang habaib dari
seorang teman , dan menghabiskan waktu saya
mencari gambar Habib Umar dan Habib Kadhim di
internet . Aku ingat melihat Habib Munzir . Senyum
berseri-seri , sambil memegang rida. saya jatuh
hati kepadanya sebagai orang yang memancarkan
keindahan dan cinta . Hatiku sangat ingin bertemu
dengannya suatu hari nanti .

Pada bulan Desember 2012, Habib Umar
mengundang saya untuk pergi ke Indonesia
dengannya . Sebagai seorang Amerika , saya
memiliki waktu yang lama(sult) untuk
menyesuaikan kehidupan baru saya di Tarim dan
saya pikir Habib ingin aku melihat lebih banyak dari
umat dan menghabiskan waktu bersamanya . Saya
sangat bersemangat untuk melihat Indonesia dan
Jakarta . Aku bertanya-tanya apakah mungkin aku
bisa bisa bertemu Habib Munzir . Perjalanan ke
Indonesia akan menjadi pengalaman hidup
mengubah hidup.

Setelah hari kedua saya di Indonesia , aku bangun
untuk shalat subuh di rumah Sayyid Muhsin Al-
Hamid(cidodol) . Setelah fajar , beberapa orang
tinggal di sekitar. Di antara mereka adalah Habib
Munzir bin Fuad al - Musawa . Hatiku melompat
kegirangan . Aku berlari ke arahnya dan menyapa
dia dan mengatakan kepadanya betapa bahagianya
aku akhirnya bertemu dengannya .

Senyumnya
lebih besar daripada kehidupan itu sendiri . Saat
aku membungkuk untuk mencium tangannya, ia
mengejutkan saya dengan meraih tanganku dan
menciumnya terlebih dahulu . Aku ingat bau Attar
(harum) nya begitu manis . Aku tahu dia istimewa ,
aku hanya tidak tahu bagaimana benar-benar
khusus beliau pada saat itu ....
Bulan Maulid Rasulullah ( SAW ) adalah minggu
itu , dan saya kagum untuk melihat lebih
100.000-200.000 orang berkumpul untuk nabi kita
tercinta, Nabi Muhammad ( SAW ) . Saat di
Amerika , mendapatkan kunjungan 50-100 orang
bahkan dianggap sebagai maulid besar . Mataku
penuh dengan kejutan dan hati saya kewalahan .

Saat aku duduk di panggung dengan syaikh dan
habaib , merasa benar-benar tidak pantas , teman
saya datang kepada saya dan berkata " Habib ingin
Anda untuk berbicara . " Aku bertanya habib yang
mana, katanya "keduanya. " Saya menduga mereka
berarti menginginkan saya ceramah minggu depan
setelah shalat Jum'at , jadi aku santai bertanya "
kapan? " Saya shock dan ketakutan , teman saya
Khalid mengatakan " sekarang , sehingga Anda
lebih baik memikirkan sesuatu yang cepat , dalam
5 menit . " Aku sangat gugup , aku berkata "
Apakah Anda yakin ! ? " ia kemudian memberi
isyarat dengan kepala mengangguk. Aku
membungkuk dan melihat Habib Umar dan Habib
Munzir dengan senyum terbesar menganggukkan
kepala mereka pada saya . Saya pikir saya akan
pingsan .
Ketika tiba saatnya bagi saya untuk berbicara ,
Habib Munzir memperkenalkan saya sebagai Syekh
Khalil dari Amerika . Saya berpikir " Oh tidak , dia
pikir saya orang terpelajar ! " Aku sangat malu .

Melihat sekerumunan besar orang, mereka berpikir
saya adalah seorang syekh . Saya hanya seorang
santri yg baru belajar . Kembali ke rumah , saya
adalah seorang guru sekolah dari Dunia dan
Sejarah Amerika , tentu bukan salah satu yang akan
diberikan gelar Syaikh. Berbicara di depan 20 siswa
dibandingkan dengan 100.000 orang lebih akan
menjadi tantangan besar saya berpikir .. Aku
melihat wajah saya di monitor dalam tampilan
yang besar dan juga bahwa Habib Umar serta
Habib Munzir tersenyum seperti ayah yg bangga.
Aku merasa tenang , tapi itu tidak lama sebelum
saya mulai kehabisan kata-kata , saya mencoba
untuk mengungkapkan apa yang ada di hati saya
pada sensasi luar biasa berada di sebuah
pertemuan yg diberkahi . Saya ingat pernah
mengatakan bahwa Habib Umar , Habib Ali al -
Jufri , dan Habib Kadhim AsSeggaf, semua pernah
mengunjungi Amerika dan Kanada dan mengatakan
bahwa " Insya Allah , Habib Munzir Anda akan
mengunjungi juga. " Reaksi lebih dari 100.000
orang bersukacita dalam diriku menginginkan Habib
Munzir untuk mengunjungi dan membuat dakwah
di Amerika membuat saya tersenyum karena saya
melihat cinta yang sangat besar yang mereka
punya untuk Habib Munzir .

Saya ingat wajah
Habib Umar pada saat itu . Aku ingat Habib Munzir
juga. Bagaimana mungkin aku bisa melupakan
wajah yg sangat mulia.
Kemudian seminggu setelah Habib Umar kembali ke
Tarim, saya masih memiliki tiga hari yang tersisa
di Jakarta . Saya sangat bersemangat untuk
berbicara dengan Habib Munzir di kantornya . Dia
mengatakan kepada saya betapa bahagianya dia
aku datang dan ingin saya untuk tinggal selama 6
bulan dan belajar di Majelis Rasulullah . Dia akan
menelepon Habib Umar di Tarim untuk minta izin.
Saat Habib Umar ditelpon , Habib Munzir beranjak
dari kursinya dan jatuh berlutut dengan tangan di
udara dan berkata " Ya Maulana, bagaimana saya
bisa melayani Anda. " Aku tertegun pada adab
Habib Munzir kepada guru. Dia menyebut Habib
Umar, Maulana.., Tuan.. . Dia menelepon untuk
minta izin tapi pertama bertanya bagaimana dia
bisa melayani Habib Umar . Aku tidak akan pernah
melupakan saat itu selama aku hidup . Aku belum
pernah melihat cinta dan pengabdian tersebut . Itu
Habib Munzir . Seorang pria yg penuh cinta murni
dan pengabdian kepada gurunya .
Habib Umar berkata saya mungkin melakukannya
tapi saya akan melewatkan belajar bahasa arab di
darul mustafa . Habib Munzir segera berkata saya
tidak bisa melewatkan mendalami bahasa Arab dan
bertanya apakah saya dapat kembali pada bulan
Januari untuk maulid nabi . Izin diberikan dan saya
akan kembali ke tarim untuk waktu yg pendek,
sepuluh hari atau lebih sebelum kembali ke
Jakarta . Hari-hari di Tarim merasa begitu lama,
aku rindu kembali berjumpa Habib Munzir , Habib
Muhammad al - Junayd dan semua yang saya
telah temui .
Kembali ke Jakarta selama 5 minggu hanya
meningkatkan cinta saya untuk Habib Munzir .

Sementara saya tidak melihat dia setiap hari, saya
merasa kehadirannya kemana-mana aku pergi .
Aku melihat baliho dan tanda-tanda untuk Majelis
Rasulullah , aku melihat wajahnya di mana-mana
aku pergi . Ketika kami bepergian aku melihat
wajahnya di pikiran saya . Ia bersama saya di
mana-mana aku pergi . Ketika aku bersamanya , ia
akan selalu membuat saya duduk di sampingnya .
Aku sangat malu . Inilah aku , seorang mualaf
Amerika yg baru menganut agama Islam , 32
tahun , bukanlah sarjana , bukan seorang syekh ,
namun Habib Munzir selalu membuat saya duduk
di sampingnya , dan juga untuk berbicara di maulid
maulid . Saya ingat menanggalkan imamah saya di
satu hari dan Habib Munzir bertanya mengapa
saya melakukannya , dan saya mengatakan
kepadanya bahwa saya merasa saya tidak layak
memakai imamah, bukanlah seorang syekh dan
hanya seorang santri yg baru belajar . Dia bilang
aku harus memakainya , itu adalah sunnah dan
ketika Indonesia melihat orang Barat , khususnya
orang Amerika , memakai imamah , itu adalah
pengingat nabi Muhammad ( SAW ) dan mengikuti
jalannya, dan bukan dari dunia . Aku memakai nya
kembali untuk sisa perjalanan saya , dan
melakukannya dengan perasaan mewakili Sang
Nabi tercinta ( SAW ). Saya melakukan perjalanan
ke Pulau Sulawesi dengan Habib Muhammad al -
Junayd dan Sayyid Hilmi al - Kaf untuk dakwah .
Aku rindu Habib Munzir dan ingin berada di
Jakarta , tapi dia ingin aku bertemu orang-orang
dan memanggil mereka kembali ke Islam. Bahwa
perjalanan dakwah adalah unik dan indah dalam
banyak cara .
Akhirnya , ketika tiba saatnya bagi saya untuk
kembali ke Tarim , saya bertemu dengan dia di
kantornya . Aku ingat kesedihan di wajahnya . di
hadapan ku adalah seorang pria , cucu dari Nabi
( SAW ) , yang bukan hanya Jakarta , tetapi berat
seluruh Indonesia di pundaknya .

Meskipun ada
begitu banyak organisasi dan habaib di Indonesia ,
tidak ada yang memiliki seperti dampak dan
pengaruh seperti Habib Munzir , terutama ketika
datang untuk pemuda . Melihat begitu banyak pria
dan wanita muda , anak-anak berkumpul di bawah
bendera Majelis Rasulullah , senyum dan cinta di
wajah mereka . pemuda Jakarta lagi-lagi
memanggil-manggil kepada Allah dan Rasul-Nya
( SAW ) . Dimanapun Habib Munzir pergi , senyum
dan kebahagiaan ada di sana . Itulah yang Habib
Munzir selalu membawa bersamanya : senyum dan
cinta .
Mengucapkan selamat tinggal adalah saat yg
sangat sulit bagi saya . Aku ingat bagaimana dia
akan selalu mencium tanganku saat aku mencium
nya setiap kali kita melihat satu sama lain. Aku
ingat pelukan hangat yg diberikan kepada saya .
Aku ingat setiap kali aku berbicara dia selalu
menatapku dengan sukacita , itu adalah tampilan
ayah memberi ketika dia bangga akan anaknya .

Saya menyaksikan bagaimana dia dengan orang-
orang . Begitu lembut , begitu perhatian . Pelukan
ini adalah jauh lebih lama dan intens . Aku ingat
perjumpaan mata kita , aku ingat untuk tidak
pernah ingin pernah membiarkan pergi. Aku melihat
ke Habib Munzir dengan begitu banyak cinta dan
kekaguman . Dia hanya 8 tahun lebih tua dari ku,
tapi aku melihat dia seperti sosok ayah . Itu
bagaimana dia membawa diri , jauh lebih tua ,
hikmat dan cerdas.
Pengabdian masyarakat untuk dia begitu kuat . Di
mana saja Habib pergi , orang-orang menghargai
dan menghormatinya . Cara dia membawa emosi
jamaahnya, kekuatan do'a saat mereka berseru
bagi Allah . Saya tidak pernah merasa sangat
kuat , kekuatan positif . Ini memberi saya harapan
bagi umat . Orang-orang seperti Habib Munzir
adalah apa yg umat ini rindukan . Orang-orang
Indonesia memiliki ikatan yang unik dan mendalam
untuk Habaib tersebut . Mereka mencintai habaib
dengan cara yg tidak ada orang lain di dunia
lakukan, tapi Habib Munzir adalah Habib mereka.
Putra asli mereka, pendakwah Islam di Indonesia .
Berada di sekitar mereka , saya merasa bahwa
terikat batin kepadanya . Dalam waktu singkat ,
cinta saya untuk Habib Munzir seperti itu dari
masyarakat Jakarta dan Indonesia . Aku merasa
seperti dia adalah " Habib saya. "
Kembali di Tarim saya merasa terjebak dan hilang .
Saya telah menghabiskan tahun sebelumnya tanpa
kelas bahasa arab karena tingkat saya bahasa Arab
terlalu rendah untuk dimasukkan ke dalam kelas .

Aku punya guru untuk mempersiapkan saya untuk
tahun mendatang . Tapi aku tidak punya dorongan
atau ambisi . Aku merasa begitu kehilangan dan
putus asa . waktu belajar baru dimulai hanya
beberapa minggu yang lalu , dan aku merasa
terisolasi . Motivasi saya hilang dari sangat sedikit
untuk benar-benar padam . Aku telah kehilangan
semua motivasi pada belajar dan belajar . Himmah
saya hilang . Namun , saya selalu teringat Habib
Munzir dalam semua Do'a saya. Setiap malam
sebelum aku pergi ke tempat tidur saya akan
membuat Do'a untuk Habib Munzir , untuk sukses
dan pemulihan sehatnya .
Ketika saya diberitahu Habib Munzir wafat, saya
tidak akan percaya , seperti sahabat Umar ( RA )
setelah mendengar meninggalnya Nabi Muhammad
( SAW ) . Aku segera mengirim pesan teks keluarga
Habib Munzir dan mereka segera menelepon saya
kembali. Saat aku mendengar mereka menangis
melalui telepon , aku tahu itu benar . Hatiku hancur
berkeping-keping . Dunia saya runtuh di sekitar
saya . Itu perasaan yang sama saya rasakan ketika
ayahku sendiri meninggal beberapa tahun yang lalu
ketika saya berusia 17 tahun . Aku berlari keluar
dari Darul Mustafa dan menangis sejadi-jadinya.

Aku tidak tahu apa yang harus kupikirkan atau
merasa apa. Habib Munzir telah pergi.....
Saat pergantian hari, air mata saya hanya terus
meningkat dan aku merasa sangat kehilangan . Aku
tidak bisa pergi ke kelas . Aku tidak bisa makan
atau minum . Aku menangis dalam salat. Saya
tidak bisa berlama-lama dalam beberapa menit
tanpa rasa kehilangan nya masuk ke dalam hati
dan pikiran saya . Teman menghibur saya tapi
tidak bisa menghentikan air mata dan rasa sakit .

Saya menulis ini sehari setelah Habib Munzir ( RA )
meninggalkan dunia ini dan kembali kepada Allah
SWT . Seperti yang saya katakan sebelumnya ,
hanya beberapa minggu yang lalu semester baru
dimulai dan aku merasa kehilangan dengan tidak
ada motivasi untuk belajar dan belajar. Saya
menulis ini hari ini dengan semangat baru untuk
belajar . Hal ini karena berlalunya Habib Munzir,
dimana himmah saya telah kembali ke saya ,
motivasi dan ambisi telah kembali . Saya percaya
Habib Munzir mengawasi saya , dan saya ingin
membuatnya bahagia . Aku berniat dalam waktu
dekat untuk memenuhi harapan saya itu belajar di
Majelis Rasulullah .

Habib Munzir adalah saudaraku dalam Islam ,
serta sesama murid dari Habib Umar . Dia adalah
Syaikh saya, dan dia adalah teman saya.
Sementara berurusan dengan kematiannya
kemarin , seorang teman saya mengatakan kepada
saya tentang hadits yang diriwayatkan oleh ibu kita
syaidatuna Aisyah (RA) jiwa tertentu yang
terhubung erat sebelum penciptaan . Aku
merasakan kenyamanan besar dalam mempelajari
hadits ini . Sementara aku hanya menghabiskan
enam minggu di Jakarta , saya merasa seolah-olah
saya telah tumbuh di bawah tatapan penuh kasih
Habib Munzir ini .

Habib Munzir memiliki senyum yang berseri-seri,
menerangi setiap ruangan dia masuk . Suaranya
yang berat itu begitu kuat dan siapa mendengar dia
berbicara atau membuat Do'a terpesona oleh nya .
Dia baik hati dan lembut dengan orang-orang .
Ketika datang kepada Rasulullah kakeknya (SAW) ,
ia tidak pernah ragu-ragu dalam menyebarkan
pesannya . Semua yg Habib Munzir lakukan adalah
untuk Allah dan Rasul-Nya ( SAW ) dan Syaikh
kami . Dalam maulid, Habib Munzir begitu
terfokus , jadi terharu . Dia merasa dan melihat
Rasulullah (SAW) di setiap pertemuan . Masyarakat
Jakarta mencintainya . Mereka mengagumi dia ,
mereka akan mati untuknya . Saya juga merasakan
kekaguman yang mendalam dan cinta yang kuat
untuknya , dan aku akan mati tanpa ragu-ragu
untuk dia . Pikiran saya selalu kembali ke
pemikiran bagaimana jika saya telah belajar di
sana selama enam bulan, bukan kembali ke Tarim .
Dan Allah adalah yang terbaik dari Perencana .

Kita semua telah membaca cerita dari orang-orang
yang hanya menghabiskan beberapa saat dengan
habib Munzir , dan hati mereka terbuka dan mereka
merasa perubahan dalam hati, bukaan dan
rahasia . Saya seperti melihat cerita yg mustahil di
zaman sekarang ini .tidak sampai saya bertemu
Habib Munzir al - Musawa, saya menyadari betapa
saat-saat yang sejati . Hanya sesaat , tapi lebih
dari semua yang diperlukan . Sebuah tatapan dari
salah satu awliya mengubah segalanya . Tatapan
ini dapat terjadi dalam hidup mereka , atau di
akhirat. Aku merasa tatapan Habib Munzir itu pada
saya dan saya merasa sekarang dan lebih intim
dan intens setelah kematiannya .

Saya tidak pernah berpikir saya bisa sangat
mencintai seseorang sebanyak Habib Umar bin
Hafiz . Saya melihat Habib Umar sebagai ayah
angkat saya . Ketika saya melihat Habib Umar ,
aku merasa seperti Sayyidina Zaid (RA) kpd Rasul
SAW. Saya tidak pernah berpikir siapa pun bisa
memiliki dampak pada kehidupan saya seperti
Habib Umar . Ketika saya bertemu Habib Munzir ,
seluruh dunia saya berubah . Tidak ada yang bisa
memiliki cinta dan pengabdian untuk Syaikh
(guru)mereka dengan cara Habib Munzir untuk
Habib Umar . Aku belum pernah melihat
penyerahan dan kepercayaan tersebut . Itu seolah-
olah saya berada di antara Rumi dan Syams . Itu
adalah kekuatan dan cinta di balik hubungan
antara Habib Umar dan Habib Munzir . disana ada
ikatan khusus yang tidak ada orang yang benar-
benar bisa mengerti . Tanpa pertanyaan , Habib
Munzir adalah salah satu yang paling dicintai
Habib Umar , dan untuk Allah SWT dan Nabi
( SAW ) .
Sejak kepergiannya , begitu banyak telah datang
kepada saya menanyakan saya tentang Habib
Munzir . Seperti apa dia , cerita , kenangan . Itu
hanya sehari sejak ia meninggalkan kami , namun
rasanya seperti bertahun-tahun. Saya merasa
beruntung telah mengenalnya .

Meskipun waktu
yang terbatas saya habiskan bersamanya , saya
merasa lebih terhubung ke dia sebahagian . Saya
mengatakan tanpa kesombongan atau
keangkuhan . Allah SWT memberkati saya untuk
dihubungkan ke Habib Munzir . Aku tahu jiwaku
terhubung ke nya . Itulah salah satu karunia
terbesar yang pernah saya terima . Habib Umar
dan Habib Munzir adalah belahan jiwaku , dan
suatu hari saya berharap untuk berjalan dalam
bayangan mereka . Insya Allah Rahman .
Kepergian Habib disimpan tidak hanya dalam iman
saya kepada Allah dan Islam , itu menyelamatkan
hidup saya . Saya berdoa Habib Munzir diberikan
surga firdaus dan hubungan dekat dengan
kakeknya Rasulullah ( SAW ) . Saya berdoa untuk
kita semua berduka karena kehilangan seseorang
yang kita cintai begitu banyak dan begitu sayang .
Saya berdoa untuk anak-anaknya menjadi
perwujudan dan kesejukan ibu mereka di mata
ayahnya . Saya berdoa untuk keluarga dan orang-
orang yang mencintainya untuk melanjutkan
warisannya . Saya berharap dan saya berdoa .
Saya berdoa agar saya diberikan tawwasul Habib
Munzir di yaumul qiyamah . Saya berdoa untuk
harapan , untuk niat yang kuat dan iman . Karena
kau, Ya Maulana , saya berharap .... "
~ Syekh Khalil , Tarim


Rabu, 02 Oktober 2013

Kisah Unik Tentang sedekah sembunyi-sembunyi

Habib Munzir Al Musawa :

Cerita unik tentang sedekah sembunyi-sembunyi

Al habib Munzir Almusawa menjelaskan : ada 3
macam sedeqah, yaitu sedekah secara sembunyi-
sembunyi, sedekah secara-terang-terangan, dan
sedekah dengan maaf,.

Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari ketika salah
seorang yang mengumpulkan hartanya yang banyak
untuk bershadaqah sembunyi – sembunyi. Ia
kumpulkan uang sampai berjumlah sekian ribu
dinar dalam 1 tahun. Kerja khusus untuk
bershadaqah tapi sembunyi – sembunyi.

Sudah terkumpul, pergi keluar malam hari. Dilihat ada
seorang wanita tidur di jalanan. “Wah ini orang
susah”, kasih uang ia menutup wajahnya
memberikan bungkusan uang itu dan lari supaya
tidak diketahui wajahnya. Pagi hari gempar di
kampung. Ada pelacur diberi shadaqah oleh orang
sembunyi – sembunyi. Ia berkata “Subhanallah!!
Salah beri, aku kira wanita susah ternyata pelacur”,
“Ya Rabb aku setahun mengumpulkan uang untuk
dapat pahala shadaqah yang sembunyi – sembunyi
ternyata uangku untuk pelacur”.
Tapi ia tidak putus asa, ia kumpulkan lagi uang
sampai setahun yang jumlahnya sekian ribu dinar.

Sekarang aku tidak mau tertipu, pilih – pilih dulu.
Dilihatnya orang sedang duduk diam saja di satu
tempat yang gelap. “ini pasti orang susah”, diberi
padanya lalu lari. Paginya gempar lagi, pencuri
sedang ingin mencuri mendapat uang shadaqah
dengan jumlah uang yang besar. “Ya Rabb 2 tahun
aku bekerja khusus untuk memberi nafkah orang
yang susah dengan sembunyi – sembunyi. Tahun
pertama pelacur, tahun kedua pencuri”.
Ia tidak jera, kumpulkan lagi sampai 1 tahun. “Ya
Rabb ini yang terakhir, kalau sudah masih lagi
sampai shadaqah bukan kepada mustahiq, selesai
Ya Rabb aku tidak mampu lagi”.

Dia lihat orangtua
tengah malam jalan sendiri dengan tongkatnya
tertatih – tatih. “Wah ini orang yang pasti berhak,
malam – malam begini orangtua jalan malam -
malam dengan tongkat pasti orang susah”.
Dilemparnya uang itu “ini untukmu” dan ia pun
pergi. Pagi hari gempar lagi kampung, “ada kabar
apa?” orang paling kaya dan paling kikir dapat
uang semalam oleh orang yang shadaqah
sembunyi – sembunyi. “Ya Rabb yang pertama
pelacur, yang kedua pencuri, yang ketiga orang
paling kaya dan paling kikir di kampungnya.

Ya Rabb apa arti dari perbuatanku?”.
Ia pun diam, sekian tahun kemudian… 20 tahun
kemudian, Allah Swt sampaikan kabar padanya ada
dua orang ulama besar adik kakak. Muridnya
puluhan ribu dan ia termasuk orang yang asyik
dengan ulama itu. Ini ulama adik kakak dua –
duanya orang yang sangat luar biasa ilmunya luas,
pengikutnya puluhan ribu. Ia berkata “Subhanallah!!
ini ulama adik kakak siapa ayahnya?”. Kasak –
kusuk tanya kesana – kemari ternyata 2 orang
anak itu adalah ibunya seorang pelacur dulu tapi
tengah malam ada yang memberi shadaqah
sembunyi – sembunyi.

Ibunya itu melacur untuk
nafkah anaknya maka ia taubat dari pelacurannya
dan ia sekolahkan kedua anaknya dengan hartanya
itu. Allah jadikan dengan harta itu anak ini jadi
orang baik menjadi ulama besar dan pahalanya
kembali padanya. Airmatanya mengalir, ternyata
yang kuberikan 20 tahun yang lalu Allah
menjadikannya berlipat ganda sampai muncul 2
orang ulama shalih sampai puluhan ribu orang
yang beribadah mengikuti ilmunya dan pahalanya
untuk dia. Ini keikhlasan seseorang.
Tidak lama kemudian ia dengar lagi ada seorang
wali shalih wafat. Masya Allah ratusan ribu yang
mengantar jenazahnya.

Siapa orang itu? Orang itu
dulu pencuri, saat ia sedang mencuri ia berdoa
kepada Allah “Ya Rabb beri aku keluhuran kalau
aku dapat rizqi malam ini aku taubat”. Ada yang
melemparinya uang lantas ia bertaubat ia
bershadaqah, ia masuk ibadah dan ia tidak keluar
dari tempat ibadahnya sampai Allah angkat ia
menjadi orang yang shalih.
Lantas ia (orang ygersedekah yg terharu atas dua
kabar itu berkata) berdoa “Ya Rabb tinggal yang
ketiga, bagaimana dengan orangtua yang paling
kaya dan kikir di kampung kami”.

“oo orang itu
sudah wafat tapi ia pindah ke tempat lain
berwasiat mengirimkan seluruh hartanya untuk
membangun Baitul Maal bagi para anak yatim
sampai sekarang itu hartanya masih makmur”.
Kenapa? gara – gara dia malu tengah malam
katanya, dia yg kaya kikir, tengah malam ada yang
sedekahi.

Dia berkata “ini orang sedekah padaku,
sementara aku tidak pernah shadaqah. Aku
nafkahkan seluruh hartaku dan harta ini untuk
baitul maal” dan untungnya terus berlipat ganda
sampai 20 tahun tidak berhenti. Ini pelipatgandakan
di dunia dan pahalanya di hari kiamat dinaungi
oleh Allah Swt.

Rasulullah berdiri “siapa yang mau berinfak?”
sayyidina Utsman berdiri
“aku ya Rasulullah 100 ekor onta” (1 ekor onta itu
harganya 40 ekor kambing) 100 ekor onta sudah
dengan pelananya “Siap”, sayyidina Utsman bin
Affan ra,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata
“jazakallah khair ya Utsman” duduk Sayyidina
Utsman,
Rasul berdiri lagi,
“ada lagi yang mau berinfak?”
Sayyidina Utsman berdiri lagi
“ya Rasulullah, aku 200 ekor onta tambah yang
tadi 100 jadi 300”

Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam berkata
“cukup Utsman duduk, yang lain ada yang bantu?”
diri lagi Sayyidina Utsman
“ya Rasulullah 300 ekor onta tambah 300 yang tadi
200 pertama 100, 200, 300 jadi jumlahnya 600 ekor
onta dengan pelananya dengan perlengkapannya
fisabilillah”

Maka berkatalah Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam
“tidak ada lagi yang akan musibah menimpa
Utsman bin Affan setelah ini”
seluruh biaya menuju perang Tabuk ditanggung
Utsman bin Affan Ra.

Jika ingin dimaafkan dari dosa-dosa, maka
maafkan kesalahan orang lain kepadamu dan kau
akan dibebaskan dan mendapatkan cahaya maaf
dari Sang Maha Pemaaf, karena Sang Maha
Pemaaf malu jika tidak memaafkan hamba-Nya
yang pemaaf.

Sebagaimana sebuah doa yang
teriwayatkan dalam riwayat yang shahih:

ﺍَﻟﻠّﻬُﻢَّ ﺇِﻧَﻚَ ﻋَﻔُﻮٌّ ﺗُﺤِﺐُّ ﺍْﻟﻌَﻔْﻮَ ﻓَﺎﻋْﻒُ ﻋَﻨَّﺎ
“Wahai Allah, sesungguhya Engkau Maha pemaaf,
menyukai maaf maka maafkanlah kami”


Selasa, 08 Desember 2009

kemuliaan yg tersimpan dalam adzan dan sholat

PDF Print E-mail
SocialTwist Tell-a-Friend
Kontributor: Redaksi   
Wednesday, 28 January 2009
Kemuliaan Yang Tersimpan Dalam Adzan dan Shalat
Senin, 26 Januari 2009


قال رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : :
لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الْأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لَاسْتَهَمُوا وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي التَّهْجِيرِ لَاسْتَبَقُوا إِلَيْهِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي الْعَتَمَةِ وَالصُّبْحِ لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا (صحيح البخاري)

Sabda Rasulullah saw :
“Jika manusia itu tahu kemuliaan kemuliaan yang tersimpan pada Adzan & Iqamah dan shaf pertama (dlm shalat), dan mereka tak bisa mendapatkannya kecuali dengan harus diundi (bukan judi tentunya), maka mereka akan melakukan perundian untuk mendapatkannya, dan apabila mereka mengetahui apa yang tersimpan pada Tahjir (mendatangi shalat dhuhur saat panas terik), maka mereka akan berlomba2 melakukannya, dan jika mereka mengetahui apa yang tersimpan pada shalat isya dan shalat subuh (berjamaah), maka mereka akan mendatanginya walau dengan merangkak” (Shahih Bukhari)


ImageAssalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Limpahan Puji Kehadirat Allah Swt Yang Maha Menerbitkan matahari di permukaan bumi dan selalu dalam keadaan terbit berpindah dari tempat ke tempat lain. Terbit di wilayah ini dan terus terbit ke wilayah yang lebih Barat dan matahari terus terbit sepanjang waktu dan zaman. Akan tetapi di satu tempat matahari akan terbit dan akan terbenam menunjukkan kehidupan manusia yang akan hidup dan pasti akan wafat. Tiadalah matahari itu terbit dari kegelapan terkecuali sudah muncul kepastian ia akan terbenam. Berbeda dengan Sang Yang Maha Memiliki matahari, Yang Maha Menerbitkan matahari selalu terbit dan berputar di permukaan bumi dan bumi berputar yang menyebabkan matahari itu sebenarnya terus dalam keadaan terbit, berpindah dari tempat ke tempat. Menunjukkan dan melambangkan Raja Alam Semesta yang selalu terbit tiada pernah terbenam sepanjang waktu dan zaman.
Berbeda dengan manusia yang terikat dengan tempatnya. Maka ia tidak akan pernah menemukan matahari selalu terbit karena berada di tempatnya. Demikian juga kehidupan kita yang tidak bisa mengikuti satu generasi pada generasi lainnya.
Maha Suci Allah Swt Yang Maha Menerbitkan Cahaya Tauhid di dalam jiwa, Kasih Sayang dan Pengampunan dan Keridhoan Allah yang terbit dengan kalimat tauhid “Laailahailallah Muhammad Rasulullah Saw” yang kalimat itu membawa terbitnya berjuta matahari keridhoan Illahi. Matahari kemuliaan shalat, cahaya kemuliaan puasa, cahaya kemuliaan zakat, cahaya kemuliaan shadaqah, kemuliaan birrul walidain dan kemuliaan – kemuliaan lainnya. Yang kesemuanya itu merupakan matahari yang abadi, yang akan menerangimu ketika kau menghadap Rabbul Alamin. Sebagaimana di firmankan oleh Allah “yauma laa yukhzillaahunnabiy walladziina amanuu ma’ahuu nuuruhum yas’a baina aidiihim wa bi aimaanihim” (hari dimana Allah tidak akan mengecewakan Sang Nabi saw dan orang – orang yang bersama Sang Nabi saw dan cahaya mereka berada mengitari mereka di kanan kiri dan seluruh mereka, terang – benderang dengan cahaya yang bukan matahari karena matahari akan menemui terbenam di yaumal qiyamah).
Dan matahari ibadah, matahari ketaatan kepada Rabb tidak akan pernah padam karena itu adalah cahaya keridhoan Allah. Hadirin, dan cahaya itu akan menerangi mereka bersama sirajan muniira Sayyidina Muhammad Saw. Rabbiy pastikan kami selalu mendapatkan matahari hidayah. Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal ikram, jika ada diantara hadirin yang masih belum bakti pada ibunya pastikan mulai malam ini ia tidak akan lagi menyakiti ibu dan ayahnya. Ya Rabb cabut seluruh perbuatan buruk kami terhadap ibunda kami jika ada diantara kami ada yang memperbuatnya, cabut perbuatan tidak sopan kami terhadap ayah kami jika ada diantara kami yang masih memperbuatnya. Jadikan malam ini malam terbitnya cahaya birrul walidain kepada semua kami yang hadir Ya Rabb..
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Selanjutnya hadits minggu lalu yang belum kita lanjutkan adalah 3 hal yang tersisa dari 7 orang yang dinaungi oleh Allah Swt di hari tiada naungan kecuali naungan Allah. 7 hal, pertama imam yang adil, kedua pemuda yang tumbuh dengan ketaatan pada Allah, ketiga orang yang hatinya terikat selalu dengan masjid, keempat orang yang saling menyayangi karena Allah dan itu sudah kita bahas.
Yang kelima adalah pria yang diajak berzina oleh seorang wanita yang indah wajahnya dan mempunyai harta dan jabatan, ia menjawab “inniy akhafullah” (sesungguhnya aku takut pada Allah). Hadits ini Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani didalam Fathul Bari bisyarah Shahih Bukhari menjelaskan ini bukan khusus untuk pria tapi juga untuk wanita yang diajak berzina oleh pria yang memiliki jabatan dan harta. Orang yang diajak berzina lalu ia menolaknya dengan ucapan “inniy akhafullah” atau dengan bahasanya masing – masing “sungguh aku takut dan risau kepada Allah”. Orang yang menjawab ini kepada orang yang mengajak berzina, tidak dilupakan kalimat yang terucap dari bibir dan hatinya, Allah naungi ia di yaumal qiyamah di hari tiada naungan selain naungan Allah.
Hadirin – hadirat diriwayatkan didalam Mukasyafah Al Qulub yang juga riwayatnya teriwayatkan didalam Shahih Bukhari secara ringkas. Ketika seorang wanita tidak mempunyai kemampuan untuk menafkahi anak – anaknya sehingga ia terjebak kepada kebutuhan dan ia mengetuk pintu seorang penguasa. Seorang kaya – raya dan seorang kaya – raya membuka pintu “apa niatmu wahai wanita?” wanita itu berkata “aku butuh uang untuk anak - anakku” maka orang kaya itu berkata “kalau kau butuh uang padaku maka boleh saja tapi aku mau berzina denganmu dan berkumpul denganmu. Kuberikan apa yang kau mau”. Wanita itu menolak dan pulang, sampai dirumah melihat anaknya yang lapar. Minta kesana – kemari tidak ada yang memberi dan akhirnya ia putus asa dan kembali. Kembali kepada pria itu dan berkata “ya sudah kalau begitu, aku pasrah saja”. Pria itu berkata “aku akan bantu kau dengan lebih yang kau minta”. Tapi ketika ia sudah didekati oleh pria itu, bergetarlah wanita ini dengan gemetar yang dahsyat. “Kenapa kau ini”, kata pria itu. Wanita itu berkata “aku takut pada Allah”. Ucapan itu menggetarkan jiwa sang pria yang kaya – raya ini karena keluar dari hati yang penuh iman. Kalau hati yang penuh iman kau berucap menggetarkan orang lain. Maka wanita yang tidak berdaya dan miskin berkata “aku takut pada Allah”. Pria kaya ituberkata “kau ini sudah miskin, cobaanmu berat, sudah sulit hari – harimu, mau menjual dirimu tidak mau karena takut pada Allah. Sedangkan aku diberi kenikmatan yang banyak oleh Allah, aku mestinya lebih takut dan risau daripada engkau. Sudah ini uang aku berikan kau pulang dan aku taubat pada Allah”. Ini riwayat Shahih Bukhari.
Dalam riwayat lainnya Kitab Mukasyafah Al Qulub oleh Imam Al Ghazali, ketika seorang pria senang dengan seorang wanita. Ingin dekat dengannya dan ingin lebih dari itu. Diikutilah kemana wanita ini pergi. Sewaktu – waktu wanita ini ingin pergi ke tempat yang jauh (kalau zaman dahulu namanya kafilah) kalau sekarang pakai bus atau kereta api atau pesawat atau kapal laut. Ini dengan kafilah (rombongan), wanita ini ikut ia juga ikut. Satu malam sepi, banyak orang sudah tidur. Perempuan ini belum tidur, didekati olehnya. Kenalan, mulai hal yang lebih wanita itu berkata “sebentar – sebentar saudaraku sebelum kita teruskan kemauan kita”, kata sang wanita “lihat dulu apa semua orang sudah tidur”. Pria dengan senangnya kesana – kemari “semua sudah tidur”. Wanita berkata “apa ada yang melihat kita?”, “tidak ada yang melihat, semuanya sudah tidur”. Wanita itu berkata “apakah Allah tidur?”, pria itu kaget dan ia berkata “Allah tidak tidur”. Lalu wanita itu berkata “apakah Allah tidak melihat?”, pria semakin terdesak dan ia menjawab “Allah melihat”, “lalu kau mau terus berbuat dan Allah melihatmu?”. Pria itu menangis dan berkata “aku bertaubat pada Allah Swt”. Berapa minggu kemudian terdengar kabar oleh sang wanita bahwa pria itu wafat. Iamimpi didalam tidurnya jumpa dengan pria itu didalam kenikmatan. “Engkaukah pria yang jumpa di malam itu? hampir saja kita berbuat dosa dan tidak jadi”, “iya betul”. “Koq sekarang kau begitu mulanya setelah kau wafat?”, ia berkata “terima kasih wahai wanita yang sejak kau menegurku itu, aku bertaubat pada Allah dan Allah membimbingku pada kemuliaan”. Hadirin – hadirat, demikian indahnya taubat dan demikian Allah menaungi mereka.
Yang keenam adalah orang yang bershadaqah dengan sembunyi – sembunyi, kata Rasul saw sampai tangan kanannya memberi dan tangan kirinya tidak tahu. Maksudnya adalah ketika ia memberi itu sangat tersembunyi. Bagaimana contohnya? Contohnya ada orang fuqara berdagang (orang miskin / orang susah yang berdagang). Ini berapa harganya? misalnya Rp. 10.000,-. Tahu kita ini harganya Rp. 8.000,- bayarkan Rp. 10.000,-, kalau saya tawar harganya Rp. 8.000,- pasti diberi karena memang harganya Rp. 8.000,- misalnya. Ia langsung beli tanpa menawar. Maksudnya shadaqah untuk si penjual. Ini yang disedekahi pun tidak tahu bahwa ia disedekahi. Sang penjual tahunya ini orang tidak menawar langsung membeli, padahal sebenarnya ia mau bershadaqah. Ini jangankan orang lain tahu, namun bahkan yang disedekahi pun tidak tahu kalau ia sedang disedekahi. Orang yang seperti ini dinaungi oleh Allah Swt di hari tidak ada naungan kecuali naungan Allah Swt.
Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari ketika salah seorang yang mengumpulkan hartanya yang banyak untuk bershadaqah sembunyi – sembunyi. Ia kumpulkan uang sampai berjumlah sekian ribu dinar dalam 1 tahun. Kerja khusus untuk bershadaqah tapi sembunyi – sembunyi. Sudah terkumpul, pergi keluar malam hari. Dilihat ada seorang wanita tidur di jalanan. “Wah ini orang susah”, kasih uang ia menutup wajahnya memberikan bungkusan uang itu dan lari supaya tidak diketahui wajahnya. Pagi hari gempar di kampung. Ada pelacur diberi shadaqah oleh orang sembunyi – sembunyi. Ia berkata “Subhanallah!! Salah beri, aku kira wanita susah ternyata pelacur”, “Ya Rabb aku setahun mengumpulkan uang untuk dapat pahala shadaqah yang sembunyi – sembunyi ternyata uangku untuk pelacur”.
Tapi ia tidak putus asa, ia kumpulkan lagi uang sampai setahun yang jumlahnya sekian ribu dinar. Sekarang aku tidak mau tertipu, pilih – pilih dulu. Dilihatnya orang sedang duduk diam saja di satu tempat yang gelap. “ini pasti orang susah”, diberi padanya lalu lari. Paginya gempar lagi, pencuri sedang ingin mencuri mendapat uang shadaqah dengan jumlah uang yang besar. “Ya Rabb 2 tahun aku bekerja khusus untuk memberi nafkah orang yang susah dengan sembunyi – sembunyi. Tahun pertama pelacur, tahun kedua pencuri”.
Ia tidak jera, kumpulkan lagi sampai 1 tahun. “Ya Rabb ini yang terakhir, kalau sudah masih lagi sampai shadaqah bukan kepada mustahiq, selesai Ya Rabb aku tidak mampu lagi”. Dia lihat orangtua tengah malam jalan sendiri dengan tongkatnya tertatih – tatih. “Wah ini orang yang pasti berhak, malam – malam begini orangtua jalan malam - malam dengan tongkat pasti orang susah”. Dilemparnya uang itu “ini untukmu” dan ia pun pergi. Pagi hari gempar lagi kampung, “ada kabar apa?” orang paling kaya dan paling kikir dapat uang semalam oleh orang yang shadaqah sembunyi – sembunyi. “Ya Rabb yang pertama pelacur, yang kedua pencuri, yang ketiga orang paling kaya dan paling kikir di kampungnya. Ya Rabb apa arti dari perbuatanku?”.
Ia pun diam, sekian tahun kemudian... 20 tahun kemudian, Allah Swt sampaikan kabar padanya ada dua orang ulama besar adik kakak. Muridnya puluhan ribu dan ia termasuk orang yang asyik dengan ulama itu. Ini ulama adik kakak dua – duanya orang yang sangat luar biasa ilmunya luas, pengikutnya puluhan ribu. Ia berkata “Subhanallah!! ini ulama adik kakak siapa ayahnya?”. Kasak – kusuk tanya kesana – kemari ternyata 2 orang anak itu adalah ibunya seorang pelacur dulu tapi tengah malam ada yang memberi shadaqah sembunyi – sembunyi. Ibunya itu melacur untuk nafkah anaknya maka ia taubat dari pelacurannya dan ia sekolahkan kedua anaknya dengan hartanya itu. Allah jadikan dengan harta itu anak ini jadi orang baik menjadi ulama besar dan pahalanya kembali padanya. Airmatanya mengalir, ternyata yang kuberikan 20 tahun yang lalu Allah menjadikannya berlipat ganda sampai muncul 2 orang ulama shalih sampai puluhan ribu orang yang beribadah mengikuti ilmunya dan pahalanya untuk dia. Ini keikhlasan seseorang.
Tidak lama kemudian ia dengar lagi ada seorang wali shalih wafat. Masya Allah ratusan ribu yang mengantar jenazahnya. Siapa orang itu? Orang itu dulu pencuri, saat ia sedang mencuri ia berdoa kepada Allah “Ya Rabb beri aku keluhuran kalau aku dapat rizqi malam ini aku taubat”. Ada yang melemparinya uang lantas ia bertaubat ia bershadaqah, ia masuk ibadah dan ia tidak keluar dari tempat ibadahnya sampai Allah angkat ia menjadi orang yang shalih.
Lantas ia (orang ygersedekah yg terharu atas dua kabar itu berkata) berdoa “Ya Rabb tinggal yang ketiga, bagaimana dengan orangtua yang paling kaya dan kikir di kampung kami”. “oo orang itu sudah wafat tapi ia pindah ke tempat lain berwasiat mengirimkan seluruh hartanya untuk membangun Baitul Maal bagi para anak yatim sampai sekarang itu hartanya masih makmur”. Kenapa? gara – gara dia malu tengah malam katanya, dia yg kaya kikir, tengah malam ada yang sedekahi. Dia berkata “ini orang sedekah padaku, sementara aku tidak pernah shadaqah. Aku nafkahkan seluruh hartaku dan harta ini untuk baitul maal” dan untungnya terus berlipat ganda sampai 20 tahun tidak berhenti. Ini pelipatgandakan di dunia dan pahalanya di hari kiamat dinaungi oleh Allah Swt.
Yang ketujuh adalah pria yang mengingat Nama Allah, pria yang menyebut Nama Allah maka mengalirlah airmatanya. Entah karena rindu, entah karena doa, entah karena harapan, entah karena haru, entah karena risau akan dosa, entah karena besarnya harapan ingin masuk surga tapi ketika ia menyebut dan mengingat Nama Allah mengalir airmatany. Ternyata tetesan airmata dari perasaan seperti ini dilihat oleh Yang Maha Melihat dan membuat ia di nanungi oleh Allah di saat tidak ada naungan kecuali naungan Allah Swt. 7 kelompok diantaranya kelompok ini, kita berharap berada dikelompok yang ketujuh. Kelompok yang selalu mengingat Allah mengalir airmatanya.
Ini hadirin – hadirat hadits yang kita baca belum sempat kita jelaskan, waktu kita sempit. Kita bermunajat kepada Allah Swt dan sebelumnya saya ingin menyampaikan pertanyaan tentang orang yang melakukan pengobatan dengan menggunakan air dari 7 sumur, apakah itu syirik? Hadirin, hal itu sunnah, jadi jangan dikatakan syirik. Orang zaman sekarang tidak tahu hukum bicara syirik.
Mandi dengan 7 sumur diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, Rasul saw saat sakit beliau minta air dari 7 qirbah (7 wadah air yang berbeda). Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani didalam Fathul Bari bisyarah Shahih Bukhari menjelaskan bahwa riwayat ini menunjukkan bolehnya berobat dari 7 sumber air yang berbeda, Imam Ibn Hajar dalam Fathulk Baari juga menukil riwayat Imam Ath-Thabrani bahwa Rasul saw minta air pengobatan dari 7 sumur yang berbeda. Jadi hal itu bukan hal yang sesat justru itu sunnah Nabi Muhammad Saw. Zaman sekarang banyak hal – hal yang sunnah karena tidak dipahami sebagian saudara kita dibilang bid’ah. Sampai ziarah saja kepada Rasul saw dipersulit sampai orang tidak boleh berdoa menghadap ke makamnya Rasul saw. Apa salahnya makam Rasul? Kalau doa menghadap kandang kuda tidak dilarang, kenapa menghadap makam Rasul saw dilarang? Naudzubillah dari pelarangan seperti. Semoga Allah membenahi aqidah, khususnya di bumi Jakarta dan diseluruh wilayah muslimin.
Kita bermunajat kepada Allah, Rabbiy untuk saudara – saudara kami di Palestina. Mereka yang telah wafat, limpahkan kemuliaan syuhada bagi mereka bersama para syuhada di yaumal qiyamah. Mereka yang terkena musibah gantikan dengan keluasan rizqi di dunia dan di akhirat dan seluruh muslimin di wilayah Poso, Khasmir, Irian Jaya dan seluruh wilayah barat dan timur yang tertindas pecah – belahkan Rabbiy persatuan musuh – musuh Islam, persatukan muslimin- muslimat. Benahi aqidah kami, benahi masjidil aqsa, benahi baitul maqdis, benahi Makkah dan Madinah Al Munawwarah dari aqidah – aqidah yang tidak benar. Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal ikram bangkitkan para pecinta Nabi Muhammad Saw di bumi Jakarta dan di seluruh wilayah muslimin.
Ya Dzaljalali wal ikram Ya Dzaththauli wal in’am kami bermunajat untuk diri kami danuntuk ayahbunda kami dan untuk seluruh muslimin muslimat. Ya Allah Ya Dzaljalali wal ikram, inilah kami mengadukan dosa – dosa kami, kesalahan kami pada rumahtangga, pada ayahbunda, pada tetangga, anak istri, suami. Rabbiy maafkanlah dan benahilah keadaan kami. Ya Dzaljalali wal ikram Ya Dzaththauli wal in’am kami telah diajari oleh Nabi kami Muhammad Saw untuk mendoakan orang – orang yang pernah kami caci bahwa Rasul saw pernah berdoa “allahumma ayyumal mukmin sababtuhu fa ja’al dzalika lahu gurbatan ilaika yaumal-qiyamah (wahai Allah jika da di antara orang mukmin atau orang Islam yang sempat kucaci maka jadikan itu pahala dan kedekatan kepada-Mu di hari kiamat). Rabbiy kami berdoa dengan doa Nabi-Mu Muhammad Saw. Jangan jadikan lidah kami, lidah yang mencaci. Jadikan lidah kami lidah yang asyik memuji-Mu Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal ikram Ya Dzaththauli wal in’am, inilah kami hamba penuh dosa, inilah kami penuh kesalahan, inilah kami penuh kekurangan dalam menjalankan syari’ah dan perintah – perintahMu dan kamis elalu terjebak dalam larangan – laranganMu. Kami mengadukan kehadirat-Mu Rabbiy, kami mengadukan kepada Yang Maha Dekat kami mengadukan pada Yang Maha Mendengar.
Ya Rahman Ya Rahim wahai Yang Maha Mendengar getaran jiwa kami, wahai Yang Maha Mendengar kesedihan kami atas perbuatan dosa kami, wahai Yang Maha Melihat hati yang terharu dan terpanggil untuk taubat namun masih belum berani melakukannya. Ya Rahman Ya Rahim Kau melihat dosa – dosa kami, Kau melihat kesalahan kami, dan Kau Rabbiy yang menawarkan pengampunan maka ampunilah kami Ya Dzaljalali wal ikram Ya Dzaththauli wal in’am Ya Rahman Ya Rahim Kau melihat perbuatan dosa kami yang tidak mampu kami hindari, yang tidak mampu kami mundur dan mulai meninggalkannya atau perbuatan perintah-Mu yang belum mampu kami melakukannya. Kau melihat kami tidak mampu Rabbiy maka berikan kami kekuatan. Terbitkan matahari hidayah pada kami Rabbiy dengan terang – benderang, kami yang telah dalam ketaatan tambahkan ketaatannya. Yang dalam kehinaan angkat dalam kemuliaan, tambahkan kemuliaan diatas kemuliaan. Ya Rahman Ya Rahim diantara kami yang mempunyai permasalahan dalam rumah tanggganya, permasalahn didalam kehidupannya, didalam sekolahnya, didalam pekerjaannya dan dari segala kesuliatannya angkat segala kesulitan kami dan gantikan dengan kebahagiaan. Wahai Yang Maha Melimpahkan Kebahagiaan siang dan malam tanpa pernah bosan.
Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal ikram pastikan seluruh wajah ini tidak pernah melihat api neraka, pastikan seluruh kami semua yang hadir disini dan yang mendengar dilimpahi rahmat dan keberkahan. Ya Dzaljalali wal ikram
Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Ya Allah, Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah..
Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Laillahailallah Laillahailallah Laillahailallah Muhammadurrasulullah…
Hadirin – hadirat, sekaligus mohon doa dan kita ucapkan juga terima kasih untuk RASfm dan seluruh radio yang meliput kita mohon doanya karena kita telah meresmikan pesantren khusus untuk santri dan santriwati dari Irian Barat, di wilayah Nanggewer, Sentul Jawa Barat dengan nama “Darul Rasul”. Pesantren ini adalah dari perjuangan KH. Ahmad Baihaqi bersama Majelis Rasulullah yang selama ini masih di kediaman beliau di Manggarai. Tapi kita sudah meletakkan batu pertama di wilayah Nanggewer, Sentul diberi nama “Darul Rasul”. Inilah pesantern kita, pesantren Majelis Rasulullah Saw yang dikhususkan untuk santri dari Irian Barat dan pimpinan umumnya adalah saya sendiri dan penanggung jawabnya adalah KH. Ahmad Baihaqi. Dan demikian mohon doanya agar pesantren ini segera tegak dan terus kita mengambil santri dari Papua, Irian Barat dan menegakkan bendera dakwah Nabi Muhammad Saw di wilayah Irian Barat dan sekitarnya. Amin Allahumma Amin. Kita ucapkan fatihah untuk tegaknya pesantren mulia ini, semoga Allah Swt melimpahkan keberkahan. Wa illa hadratin Nabi Muhammad Saw Al Fatihah..
Washallallahu ala Sayyidina Muhammad Nabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Rabu, 23 September 2009

SocialTwist Tell-a-Friend
Ditulis Oleh: Munzir Almusawa   
Thursday, 17 September 2009
Dua Kenikmatan Yang Sering Dilupakan
Senin, 14 September 2009


قال رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
(صحيح البخاري)
Sabda Rasulullah saw :
“dua kenikmatan yg sering dilupakan banyak orang, kesehatan dan kelowongan waktu” (Shahih Bukhari)



Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Yang sama – sama kita muliakan Guru kita yang kita cintai fadhilatul sayyid ad da’i ilallah Al Habib Hud bin Muhammad Bagir Al Athas matta’Anallahu bihi, para ulama, para kyai, dan para tokoh masyarakat yang hadir, para sesepuh.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Limpahan puji kehadirat Allah, Maha Raja Tunggal dan Maha Abadi, Yang Maha Melimpahkan Rahmat dengan Kemuliaan-Nya sepanjang waktu dan zaman. Yang di malam mulia ini, di malam 25 Ramadhan, yang padanya terdapat sedemikian banyak hujan cahaya Rahmat Illahi, menghujani umat Nabi Muhammad Saw dengan tawaran – tawaran Illahi yang disampaikan kepada utusan Allah yang paling suci, Sayyidina Muhammad Saw.
“Taharraw lailatalqadri fil witri min al’asyril awakhiri min ramadhan”. Demikian riwayat Shahihain Bukhari dan Muslim. “Temuilah kemuliaan malam lailatulqadr di 10 malam terakhir di bulan Ramadhan, di malam ganjil”. Dan hadits lainnya “temuilah kemuliaan lailatulqadr di 7 malam terakhir, di malam ganjil di bulan Ramadhan”. Semoga malam ini, malam kemuliaan bagiku dan kalian dilimpahi cahaya kemuliaan lailatulqadr dan segala Anugerah-Nya. Di malam 25 Ramadhan, kita berkumpul di dalam cahaya Anugerah Ilahi, terang – benderang menghujani para tamu-Nya yang berdatangan ke Baitullah, berdatangan ke istana Keridhoan Allah ini dan tiadalah 1 orang tamu yang akan dikecewakan oleh Sang Maha Dermawan terkecuali semua tamu disambut dengan Anugerah Luhur, disambut dengan semulia – mulia Anugerah. Anugerah yang tidak bisa diberikan pada makhluk satu sama lainnya, Anugerah yang hanya dimiliki Allah berupa Anugerah yang kekal dan abadi, Kasih Sayang Allah ditumpah-ruahkan, dihujankan dan dihamparkan kepada para tamu – tamu Allah. Mereka yang berkumpul di dalam dzikir, berkumpul di dalam taklim, dan kemuliaan shalawat dan dzikir dzikir Nabawiy, semoga aku dan kalian selalu di dalam Kasih Sayang Rahmat Allah yang abadi dhahiran wa bathinan, dunia dan akhirat.
Hadirin – hadirat, Sang Nabi Saw bersabda “matsalulladzii yadzkurullah walladzii laa yadzkurullah matsalul-hayyi wal-mayyiti”, demikian diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari. “Perumpamaan orang – orang yang bedzikir mengingat Allah dengan orang yang tidak pernah mengingat Allah, bagaikan perumpamaan yang hidup dan yang mati”. Jiwanya padam dari Keluhuran Ilahi, ia makan dan minum melewati hari – harinya dan lepas dari Anugerah yang abadi. Di hadapan manusia, ia hidup, berbicara dan berbuat. Namun di hadapan Allah, tiada bedanya dengan yang mati, karena ia tidak mau mengingat Allah.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Beruntunglah kita yang hadir di majelis agung ini, semoga selalu dalam kemuliaan dzikir sepanjang hidup kita. Dalam pekerjaan, dalam aktifitas, dalam rumah tangga, dalam siang dan malam, semoga jiwa kita selalu diingatkan Allah dan digetarkan Allah pada Cahaya Kemuliaan Nama-Nya.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Oleh sebab itu di malam – malam terakhir ini khususnya, perbanyaklah dzikir dengan menyempurnakan shalat fardhu kita semampunya, dengan memperbanyak dan menambah khusyu’nya semampunya, menyempurnakan shalat tarawih semampunya, memperbanyak bacaan Alqur’an semampunya, meninggalkan segala dosa semampunya, melaksanakan hal – hal yang mulia semampunya. Sungguh teriwayatkan di dalam Shahih Muslim, ketika turunnya firman Allah Swt “Lillahi maa fissamaawaati wamaa fil ardh, wa in-tubduu maa fii anfusikum awtukhfuuhu yuhaasibkum bihillah, fayaghfiru liman yasyaa’ wa yu’addzibu man yasyaa, wallahu ‘alaa kulli syaiin qadiir”
Milik Allah seluruh langit dan bumi. Dan Allah Swt mengetahui semua apa yang tersembunyi dan semua yang terlihat. Semua perbuatan kita yang terlihat oleh makhluk atau perbuatan kita yang disembunyikan berupa dosa dan pahala, Allah Maha Melihatnya dan tiada yang tersembunyi bagi Allah. Maka Allah akan menghisab kalian, QS. Al Baqarah : 284). Demikian firman Allah Swt dan Mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan akan menurunkan siksa bagi yang dikehendaki-Nya.
Ketika ayat ini turun, berdatangan para sahabat kehadapan Sang Nabi Saw, mereka berlutut dan menangis di hadapan Rasulullah Saw, “Wahai Rasulullah, Allah sudah perintahkan shalat, puasa, zakat dan apa semampu kami, namun sekarang datang firman Allah, kami akan dihisab, bagaimana ini sungguh sangat berat?”, maka Nabi Saw bersabda sebagaimana riwayat Shahih Muslim “apakah kalian akan berkata sebagaimana orang – orang yahudi yang ketika diperintah mereka berkata “sami’na wa ashaynaa faquuluu sami’na wa atha’naa”.
Kalian ini jangan seperti orang yahudi, kata Rasul saw. Kenapa? Orang yahudi ketika diperintah Allah, ia berkata “kami dengar tapi kami tidak mau taat, katakan kami dengar dan kami taat”. Maka para sahabat menunduk, menghentikan tangisnya seraya berkata “sami’na wa atha’naa” kami dengar dan kami taat.
Demikian indahnya iman para sahabat radhiyallahu anhum. Dalam keadaan sunyi senyap, ketika para sahabat mengalah dan menerima apapun yang sangat berat yang mereka keluhkan pada Sang Nabi Saw, maka turunlah ayat “aamanarrasuulu bimaa unzila ilaihi min rabbihii wal mu’minuna kullu aamana billahi wa malaikatihii wa kutubihii wa rasulihii laa nufarriqu baina ahadin min rusulihii wa qaluu sami’na wa athanaa ghufranaka rabbana wa ilaikal mashir, laa yukallifullahu nafsan illa wus’ahaa lahaa maa kasabat wa ‘alaihaa maaktasabat..” sampai akhir ayat. Demikian indahnya Allah Swt.
Setelah mereka mengadu pada Sang Nabi saw, mereka tidak mampu jika harus melewati hisab setelah mereka berjuang dengan apa – apa yang mereka mampu. Lalu bagaimana dengan hisab dari apa – apa yang mereka tidak mampu? Allah menjawab “Allah tidak memaksa lebih dari kemampuan kalian”, mereka berkata “sami’na wa athanaa ghufranaka rabbana wa ilaikal mashir” kami dengar dan kami taat, pengampunan-Mu dan kepada-Mu kami akan kembali dan Allah tidak memaksa seseorang lebih dari kemampuannya. Demikian indahnya Allah.
Sekedar kemampuanmu, berbuatlah dan Allah tidak akan menghisab dengan yang lebih dari itu. Allah akan menghisab jika kita mampu tapi kita tidak melakukannya, itu yang akan dihisab oleh Allah Swt.
Bagaimana dengan hal – hal yang kita mampu dan kita masih melakukannya? Allah masih mengajarkan doa “rabbana laa tu-akhidznaa in-nasiinaa aw-akhthanaa” Wahai Allah ampuni kami, jika kami salah dan kami lupa. Allah yang ajarkan. Kalau bahasa logika kita, enak sekali sudah berbuat salah lalu minta pengampunan dosa? Allah yang ajari untuk memberi pengampunan-Nya kepada semua pendosa.
Mintalah kepada-Ku, “rabbana walaa tahmil ‘alainaa ishran kamaa hamaltahu ‘alalladziina min qablinaa” jangan bebani kami seperti umat – umat yang terdahulu beban yang berat, beri kami beban yang lebih ringan.
Memangnya boleh seperti itu? minta beban yang lebih ringan?. (sungguh telah) Diajari oleh Allah, agar kau mendapat beban hidup yang lebih ringan. Minta kepada Allah, “Rabbiy di zaman para sahabat bebannya berat sekali, aku tidak mampu berbuat seperti mereka”. Allah sudah ajari agar jangan dibebani umat seperti beban yang berat tapi beri kemuliaannya.
“Walaa tuhammilnaa maa laa thaaqata lanaa bihi” jangan bebani kami dari apa – apa yang kami tidak mampu.“Wa’fu ‘annaa waghfirlanaa warhamnaa anta mawlaanaa fanshurnaa ‘alal qaumilkafiriin” kasih sayangilah kami, maafkanlah kami, dan tolonglah kami dari orang – orang non muslim yang memusuhi kami.
Tolong agar mereka diberi hidayah, tolong agar mereka yang memusuhi diberi hidayah dan jika mereka memerangi, tolong diberi pertolongan agar kita menang. Demikian indahnya doa yang diajarkan oleh Allah Swt kepadaku dan kalian dan seluruh umat ini.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Rasul Saw bersabda “wallahi inniy la-astaghfirullah wa atubuilaihi fil yaumi aktsara min sab’ina marrah”.
Demikian riwayat Imam Bukhari didalam musnidnya. “Demi Allah, bahwa aku ini bertaubat dan beristighfar kepada Allah setiap hari lebih dari 70X”. Al Imam Ibn Hajar didalam Fathul Baari bisyarh Shahih Bukhari mensyarahkan makna hadits ini dengan syarah yang panjang, namun ringkasnya adalah Rasul Saw adalah orang yang paling mulia dan ma’shum. Bagaimana beliau bertaubat dan beristighfar atas apa? karena tidak ada dosanya. Maka dua pendapat yang paling kuat dikatakan oleh Al Imam Ibn Hajar, yang pertama adalah Rasul Saw beristighfar dari kemuliaan – kemuliaan yang lewat dari hari – harinya yang belum sempat beliau laksanakan.
Pendapat yang kedua adalah beliau beristighfar untuk seluruh umatnya, karena Rasul saw kalau berdoa tidak pernah untuk dirinya tapi selalu menyertakan umatnya. Beliau beristighfar dan bertaubat untuk umatnya pula, karena didalam riwayat yang tsigah didatangkan kepadaku amal – amal pahala kalian umatku setelah aku wafat dan apabila amal kalian baik, aku memuji Allah dan bila amal kalian buruk, aku beristighfar untuk kalian.
Inilah Sayyidina Nabi Muhammad Saw yang sudah diperintahkan Allah Swt, “fa’lam annnahu Laa ilaaha illallah, wastaghfir lizanbika walil mukminina wal mukminat” Allah sudah perintahkan kepada Nabi saw untuk beristighfar kepada mukminin dan mukminat, maka Rasul saw beristighfar lebih dari 70X dan bertaubat setiap harinya. Kalau yang tidak pernah berdosa saja seperti ini, bagaimana aku dan kalian?.
Hadirin – hadirat, taubat itu tidak sesulit yang kita bayangkan. Taubat itu adalah menyesali dosa kita dan berniat ingin meninggalkan apa yang telah kita perbuat dari dosa. Jika nanti berbuat lagi jangan difikirkan, itu adalah hari esokmu. Yang penting adalah dosamu yang lalu dan saat ini.
Bagaimana niatnya? Bila kau berniat “Rabbiy..Rabbiy.. (tuhanku.. tuhanku..) aku ini ingin meninggalkan dosa – dosaku dengan kesungguhan”, dan niat itu adalah taubat. Itu kemuliaan taubat tumpah padamu dan cinta-Nya Allah sangat memanjakan mereka – mereka yang bertaubat.
Hadirin – hadirat, semoga aku dan kalian di malam hari ini, di detik agung ini, di malam mulia ini, di majelis mulia ini, semua diterangi dengan cahaya kemuliaan taubat. Kita menyesal dan tidak senang dengan semua dosa yang pernah kita lakukan, semoga Allah beri kekuatan di hari esok untuk memberikan kekuatan bagi kita meninggalkan dosa – dosa kita.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Sebagian di hatinya berkata “aku ini terjebak dosa karena urusan – urusan nafkah” atau urusan lainnya, maka minta kepada Allah kemudahannya agar kau bisa lepas dari dosa itu. Kalau masalah nafkahnya membawa dosa, minta kepada Allah, berikan jalan padaku yang mudah agar mendapatkan nafkah yang lebih baik, atau dalam pekerjaan atau dalam rumah tangganya atau lainnya, adukan kepada Allah, “Rabbiy aku berbuat seperti ini bukan karena kemauanku tapi terjebak, maka tolonglah dengan kemudahan.
Hadirin – hadirat, Yang Maha Mendengar, mendengar semua getaran jiwamu siang dan malam.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, bagaimana indahnya Allah Swt berbuat kepada hamba – hamba yang dicintai-Nya. Semoga aku dan kalian dicintai Allah siang dan malam dan merindukan Allah, sebagaimana sabda Nabi saw “man ahabba liqa'iy ahbabtu liqa'ah” barangsiapa rindu jumpa dengan-Ku maka Aku pun rindu jumpa dengannya. (Shahih Bukhari), Sebagian orang berfikir kalau rindu jumpa dengan Allah, dirindukan Allah, cepat wafat dong??,
justru tidak, karena Allah Swt Maha Mampu Memanjangkan Usianya didalam kerinduannya kepada Allah agar semakin dahsyat rindunya, agar semakin dilimpahi kebahagiaan di dunianya, agar ia tahu bagaimana Allah memuliakan hamba – hamba yang rindu pada-Nya di dunia dan akhirat, karena Allah-lah Sang Pemilik dunia dan akhirat.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Kalau menyambung silaturahmi saja bisa meluaskan rezki kita, sebagaimana sabda Sang Nabi Saw riwayat Shahih Bukhari, Rasul saw bersabda “barangsiapa yang ingin diluaskan rezkinya maka ia menyambung silaturahminya”. Bagaimana orang yang menyambung silaturahmi cinta dengan Allah. Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, maka Allah akan luaskan rezkinya dhahiran wa bathinan, dunia wal akhirah. Semoga aku dan kalian di dalam kelompok orang yang rindu dan cinta kepada Allah Swt.
Hadirin – hadirat, diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, ketika Rasul saw berjalan bersama para sahabatnya (dalam riwayat yang tsigah) maka lewatlah merangkak seorang bocah kecil menyeberangi jalan maka dalam salah satu riwayat Rasul saw mengambilnya, dalam riwayat lain Sayyidina Umar yang mengambilnya, “apakah bayi ini punya ibu?” maka tak lama keluarlah ibunya dari sebuah kemah dan berkata “ibni..ibni”, (anakku.. anakku..) mengambil anak itu, memeluknya dan menyusuinya. Maka para sahabat menangis melihatnya, Rasul saw bertanya “kenapa kalian menangis?, apa yang membuat kalian menangis?”, para sahabat berkata “kelembutan ibu itu kepada anaknya, kami terharu dan menangis wahai Rasul, betapa cintanya ibu itu kepada anaknya”. Rasul saw bersabda “Inallah arham bi’ibaadihi min hadzihi liwaladihaa” Allah lebih cinta dan sayang kepada hamba-Nya daripada anak ini kepada ibunya, lalu Rasul Saw bertanya apakah mungkin ibu ini melemparkan bayinya ke api?, (para sahabat menjawab) mustahil wahai Rasullulah…!”,. Demikian pula Allah Swt kepada hamba – hambaNya yang dicintai-Nya, akan selalu dibela oleh Allah Swt.
Diriwayatkan di dalam Musnad Imam Ahmad bahwa ketika kejadian seperti ini seorang wanita melihat Rasul saw, ia sedang membenahi kayu dan bara api yang menyala, lalu ia mengangkat bayinya “wahai Rasul aku sungguh tidak akan mungkin melemparkan bayiku ke dalam api, apakah Allah akan melemparkan hamba – hambaNya yang cinta kepada-Nya ke dalam api?”, maka Rasul Saw menutup wajahnya, menunduk dan menangis, seraya berkata : “demi Allah, sungguh Allah tidak akan memberi siksaan dan kehinaan kepada mereka yang mengucap tiada Tuhan selain Allah”. Semakin sempurna kalimat ini di sakaratul maut kita, semakin lepas kita dari siksanya Allah Swt. Sebagaimana sabda Sang Nabi saw riwayat Shahih Bukhari “man qaala lailahailallah khaalishan min qalbihi haramahullahu alannaar” barangsiapa yang mengucap lailahailallah dari dasar hatinya dan ia wafat maka Allah haramkan ia dari api neraka. (Shahih Bukhari)
Hadirin – hadirat, semoga aku dan kalian dalam cahaya keagungan lailahailallah…
Diriwayatkan didalam riwayat yang tsigah (tsiqah : kuat), ketika seorang yang cinta kepada Allah di masa hidupnya tapi ia sudah terlanjur banyak berbuat dhalim kepada orang lain maka ketika didalam sidang akbar ia dihadapkan ke hadapan Allah Swt dan ditimbang amalnya, sebagaimana hadits yang telah saya sampaikan beberapa waktu yang lalu bahwa disana itu pertimbangan amal, bukan pertimbangan harta dan dinar dan dirham, jadi alat tukarnya pahala dan dosa. Orang yang pernah berbuat dosa dan belum sempat meminta maaf akan diambil pahalanya oleh orang yang pernah ia dhalimi. Kalau pahalanya sudah habis untuk membayar hutang – hutang dosanya pada makhluk, maka masih tersisa hutang – hutang dosa, diambil dosa orang itu ditangguhkan padanya sebesar dosanya. (Shahih Bukhari)
Ketika seorang hamba yang mencintai Allah, berdiri di sidang akbar, ia banyak berbuat dhalim kepada orang dan belum sempat meminta maaf dan memohon ridho, namun Allah tidak membiarkan hamba yang mencintai-Nya ini masuk ke dalam neraka, Allah membelanya. “Hamba-Ku apa yang kau dapat dari mizan (timbangan), bagaimana timbangan amalmu?”, “habis Rabbiy, masih tersisa dosa – dosa orang ini yang ditumpahkan padaku, aku harus masuk neraka untuk menebusnya”. Allah bertanya kepada sang penuntut “engkau pernah didhalimi oleh orang yang cinta kepada-Ku ini?”, “betul wahai Allah”, “kenapa engkau tidak memaafkannya?”, “wahai Allah, kalau aku memaafkannya, aku pasti masuk neraka, karena aku pun mempunyai tunggakan dosa yang banyak. Tidak kumaafkan pun aku masih harus masuk neraka, apalagi kalau aku memaafkannya, makin lama aku di neraka”, maka Allah berkata “lihat ke atas”, lalu ia pun melihat ke atasnya, ia lihat istana cahaya yang megah dan mewah. Bergetar ia melihat istana itu dan berkata “Rabbiy, untuk siapa istana itu?”, Allah berkata “untukmu, kalau kau mau memaafkan hamba-Ku yang Ku-cintai”, Allah tidak mau hamba yang merindukan dan mencintai-Nya menyentuh neraka, Allah tebus dosanya, mudah bagi Allah memberikan surga kepada orang itu. “Ini untukmu kalau kau mau memaafkan hamba-Ku yang Ku-cintai”, “kumaafkan wahai Allah, kumaafkan, aku bebas dari neraka, Alhamdulillah aku mendapat surga yang demikian megahnya”. Maka Allah persilahkan hamba-Nya yang dicintai-Nya masuk ke dalam surga. Semoga Allah Swt menjadikanku dan kalian hamba yang dicintai-Nya dengan kebahagiaan dunia dan akhirat. Ya Rahman Ya Rahim.
Hadirin – hadirat, Idul Fitri telah dekat di hadapan kita. Tinggal kurang lebih 4 malam lagi ramadhan, sekitar 4 malam lagi, setelah itu selesai. Bagaimana dengan ramadhan kita yang lalu? Maafkan semua orang – orang yang pernah berbuat salah padamu, jangan jadikan jiwa kita mendendam, karena apa? karena dengan memaafkan dosa orang lain kepada kita, Allah akan pemaaf kepada kita. Jangan maafkan orang itu yang berbuat jahat padamu karena dia. Tapi maafkan karena Allah…., Aku memaafkannya bukan karena dia, tapi karena Allah, aku punya dosa kepada Allah dan punya salah kepada Allah, kalau aku tidak maafkan orang ini, bagaimana? aku malu minta maaf kepada Allah atas dosaku. Tapi sebaliknya, kalau kau melupakan orang yang pernah berbuat jahat padamu, tanpa menunggu ia meminta maaf, kau sudah maafkan atas nama Allah Swt dan dimaafkan. Allah Swt akan malu tidak memaafkan.
Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, ketika seorang yang selalu menghutangi orang lain, ia menghutangi harta, dihutangi oleh orang lain. Ia berkata kepada pembantunya “kalau orang yang susah, biar.., biar saja.., jangan ditagih hutangnya”. Di saat hari kiamat, dia ditagih oleh dosa – dosanya, maka Allah berkata “biarkan dia, biarkan, maafkan ia”. Di masa hidupnya ia pemaaf, maka di hari kiamat Allah malu untuk tidak memaafkannya.
Semoga Allah menerangi jiwaku dan jiwa kalian dengan sifat pemaaf. Orang yang dibenci, di fitnah dan di musuhi itu (misalnya aku, misalnya engkau) kita tidak mendendam, kita makin mulia di sisi Allah, dia makin hina disisi Allah. Kita dapat pahala tanpa beramal sudah ada tumpukan pahala karena memaafkan kesalahan orang pada kita. Orang jahat pada kita, dhalim pada kita, kita maafkan, kita makin diangkat oleh Allah dan dilimpahi keberkahan, dia makin hina disisi Allah. Maka apa ruginya kita memaafkan orang lain?, jika dengan itu kita mendapatkan anugerah dari kebahagiaan dunia dan akhirat.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, semoga Allah membersihkan jiwa kita dari sifat dendam dan sifat musuh kepada orang lain, terutama saudara – saudari kita muslimin – muslimat.
Sampailah kita kepada hadits mulia yang kita baca bersama – sama tadi. “Ni’mataani maghbubun fihima katsirun minannaas, ashshihatan walfaraaghu” Dua hal kenikmatan yang sering dilupakan oleh orang, kesehatan dan kekosongan waktu. Kesehatan sering dilupakan oleh orang, demikian pula kekosongan waktu. Ini dua kenikmatan besar dari Allah untuk kita mendapatkan kemuliaan, kebahagiaan, kesuksesan, kesejahteraan. Ini anugerah waktu diberi oleh Allah, kesehatan dan kekosongan waktu. Dipakai apa kekosongan waktu kita dan kesehatan kita?. Kalau sudah sakit, hadirin – hadirat sungguh kenikmatannya sehat baru terasa. Barangkali kalian juga sering merasakan sakit.
Saya pernah enam bulan di kursi roda, tidak bisa berdiri. Kata dokter perlu delapan tahun baru bisa berdiri. Tapi Alhamdulillah dengan doa Guru Mulia, beliau mendoakan dan selesai. Tapi enam bulan saya di kursi roda. Itu enam bulan hadirin.., melihat gelas di depan meja, saya tidak bisa berdiri mencapainya. Iri melihat orang yang bisa berjalan. Rabbiy alangkah nikmatnya berjalan... dua meter dihadapanku, aku tidak bisa mengambilnya, tidak bisa turun dari ranjang, harus nunggu ada yang membawakan kursi roda. Gelas di hadapan dua meter tidak bisa meraihnya, haus harus nunggu orang datang. Ini keadaan kenikmatan bagi mereka yang berjalan,terasa sekali nikmatnya. Betapa indahnya mereka bisa berjalan, kesana – kemari, bisa keluar rumah, bisa kemana – mana, Saya duduk di kursi..., Itu hadirin – hadirat, tentunya kita tidak menginginkan datangnya musibah tapi ingatlah kenikmatan dari Allah, kesehatan kita dan kelowongan waktu.
Kelowongan waktu itu, kalau ada waktu kosong gunakan untuk hal yang abadi, afdhol. Gunakan untuk hal yang mencari kemuliaan di dunia, jika niatnya baik maka akan baik. Namun untuk hal yang abadi, afdhol. Kalau cuma beberapa menit ambil wudhu, sudah, sepanjang kau belum batal (maka) jadi pahala. Duduk, berdiri, berjalan, keluar rumah, jadi pahala itu selama engkau masih dalam keadaan suci dan berwudhu. Berapa menit wudhu?, (sekitar 2 menit saja atau kurang) kosong waktu 2 menit, wudhulah (maka) sampai kau batal wudhu, kau dalam ibadah.
Hadirin – hadirat, demikian indahnya kekosongan waktu diberikan oleh Allah Swt maka sempurnakanlah. Akan datang masanya kita akan kehilangan semua waktu kita dan Rasul saw bersabda riwayat Imam Bukhari didalam Shahihnya. “jika datang waktu kosong di waktu sore, jangan menunggu waktu kosong besok pagi, apapun yang bisa kau perbuat dari kemuliaan, perbuatlah. Bisa silaturahmi, silaturahmi, tidak bisa dengan telpon, tidak bisa telepon, (maka) sms, tidak bisa sms, berdoa untuk muslimin – muslimat. Berbuat apapun, jangan sampai tunggu besok pagi, sekarang jalankan selama ada waktu yang kosong. Kalau sudah datang waktu sore, jangan menunggu (menunda berbuat baik) waktu pagi. Lakukan apa yang bisa kita lakukan pada waktunya. Ambil waktu sehatmu dari sebelum waktu sakitmu dan ambil kesempatan mulia di masa hidupmu sebelum engkau wafat.
Hadirin – hadirat, berlian – berlian kehidupan yang abadi diajarkan oleh Nabi kita Muhammad saw dan tentunya jangan lupa mencintai Rasulullah Saw. Manusia yang paling mencintai umatnya, paling mencintaiku dan kalian dunia dan akhirat. Dan ucapan ini merupakan firman Allah “laqad jaa-akum rasulun min anfusikum a’ziizun a’laihi maa a’nittum hariishun a’laikum bil mu’miniina raufurrahiim” datang kepada kalian seorang Rasul dari bangsa kalian, sangat berat memikirkan musibah kalian dan sangat menjaga kalian dan berlemah lembut kepada umatnya yaitu orang – orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. (QS. At Taubah : 128)
Cinta beliau abadi kepada umatnya, sebelum umatnya mencintai beliau saw.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Kerinduan Rasul saw pada orang yang rindu pada beliau sudah disampaikan di masa hidup beliau bahwa akan datang orang yang rindu kepada beliau setelah beliau wafat. Seraya bersabda sambil menangis “aku rindu pada saudara – saudaraku”, para sahabat berkata “kami saudaramu ya Rasulullah”, Rasul berkata “mereka itu adalah orang – orang yang hidup setelah aku wafat, mereka ikut agama Islam dan mereka itu rindu melihat wajahku lebih dari harta dan keluarganya”.(Shahih Muslim)
Maksudnya (diantaranya) perkumpulan seperti ini, kita meninggalkan harta dan keluarga kita. Rumah kita tinggal, harta kita tinggal, kesibukan tinggal, duduk disini.
Disini kita tidak melihat Rasulullah (saw), kalau kita melihat Rasul (saw) barangkali dari minggu lalu kita tidak keluar dari tempat ini untuk menunggu munculnya wajah Sayyidina Muhammad Saw. Semoga Allah memuliakanku dan kalian yang mencintai Nabi kita Muhammad Saw. Ada beberapa dari saudara – saudara kita, bukan satu orang yang bermimpikan disaat acara di Masjid At-Tiin bahwa Ahlulbadr bersama kita berjumpa dengan Rasulullah Saw. Semoga ini menjadi qabul bagi kita bersama Ahlulbadr di dunia dan akhirat. Di dunia dalam keberkahan Ahlulbadr, di akhirat bersama Ahlulbadr dan Imam Ahlulbadr Sayyidina Muhammad Saw dalam kedamaian. Ya Rahman Ya Rahim
Hadirin – hadirat, Al Imam Abul Abbas Muhammad bin Ishaq Atsaqafi alaihi rahmatullah, (atasnya Rahmat Allah swt) seorang Al hafidz dan seorang muhaddits yang meriwayatkan lebih dari 5000 hadits,. Abul Abbas Muhammad bin Ishaq Atsaqafi melakukan 7X pergi haji, pahalanya dihadiahkan untuk Rasulullah Saw. Dan ia menyembelih 12.000 ekor kambing, pahalanya untuk Rasulullah Saw. Dan ia berkata “aku meng-khatamkan 12.000X khatamul qur’an, kuhadiahkan untuk Rasulullah Saw”. Hadirin, siapa diantara kita berlomba – lomba mengirim hadiah untuk Sayyidina Muhammad Saw. Semoga acara di At-Tiin itu menjadi hadiah bagi Rasulullah Saw. Amin allahumma amin.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Beberapa hal yang perlu saya jelaskan sebelum saya menyelesaikan tausiyah dan doa. Banyak muncul pertanyaan tentang zakat profesi. Zakat profesi tidak diakui dalam seluruh madzhab. Zakat setiap bulan tidak diakui oleh seluruh madzhab. Bahwa semua madzhab, Imam Hambali, Hanafi, Syafi’i, Maliki tidak mengakui adanya zakat bulanan atau zakat penghasilan. Yang ada adalah zakat harta dan zakat tijarah (dagang). Zakat cuma ada 7, tidak ada lebih dari itu :
1. Zakat Ma’din (tambang emas, perak, besi atau lainnya) semua tambang itu ada zakatnya. Zakatnya begitu dapat langsung dikeluarkan zakatnya, bukan penghasilan tapi dari tambang bumi.
2. Zakat Rikaz (harta karun) pendaman harta kalau ditemukan ada zakatnya
3. Zakat Ni’am (hewan ternak) kalau memelihara hewan berupa kambing, unta, sapi, kerbau ada zakatnya
4. Zakat Tsimar (buah – buahan)
5. Zakat Maal (harta)
6. Zakat Tijarah (perdagangan)
7. Zakat Fitrah (badan)
Dan tidak ada lagi zakat penghasilan. Jadi sebagian orang yang mengada – adakan di masa sekarang ini sungguh bukan hal yang benar. Kalau disebut shadaqah penghasilan atau shadaqah profesi kita terima, Karena shadaqah hukumnya sunnah, boleh – boleh saja. Tapi kalau zakat, zakat itu fadhu a’in, tidak boleh ditambah – tambah fardhu a’in. Kalau sudah fardhu a’in tidak dilakukan, orang yang tidak mengeluarkan zakat, maka halal harta dan darahnya. Jadi tidak bisa zakat profesi diada – adakan sebagai zakat. Kalau shadaqah profesi / penghasilan setiap bulan mau shadaqah 2,5%, jangankan setiap bulan, mau setiap hari pun shadaqah merupakan sunnah Nabi saw. Tentukan setiap hari shadaqah, atau hari Jum’at shadaqah atau tiap bulan potong gaji, mau 2,5%, mau 10%, mau 20%, mau 50%, mau seluruhnya, silahkan tapi shadaqah…., jangan bicara zakat.
Kalau zakat adalah hal yang fardhu a’in dan tidak bisa ditambah atau dikurangi. Kalau alasan mereka zakat profesi katanya zaman sekarang banyak orang keluar dari Islam karena kemiskinannya, jadi harus ditambah. Kalau begitu banyak yang maksiat, shalat ditambah menjadi 7X setiap harinya??. Tidak bisa begitu tentunya, shalat fardhu tetap 5 waktu dalam jumlah 17 rakaat, tidak bisa ditambah lagi, kalau mau ditambah lagi dengan hal – hal yang sunnah maka afdhal.
Demikian pula zakat, tidak bisa ditambah lagi dan tidak ada dalilnya. Dalil yang dipegang oleh mereka yang mengatakan bahwa Khalifah Muawiyah bin Abu Sufyan ra menjalankan setiap bulan mengeluarkan zakat atau shadaqah, Dikatakan oleh para muhaddits kita bahwa itu untuk dirinya. Kalau untuk dirinya maka itu terserah yang mengeluarkan setiap bulannya. Misalnya saya atau kalian tiap bulan mengeluarkan sekian, terserah, tapi ia tidak memerintahkan untuk yang lainnya tapi untuk dirinya sendiri.
Dan dijelaskan oleh Hujjatul Islam wabarakatul anam Al Imam Nawawi menjawab tentang masalah ini bahwa orang – orang yang mengatakan adanya zakat selain haul dan nishob (haul : sempurna setahun, Nishab : batas minimal harta yg dikenai zakat) adalah mereka tidak memperhatikan hadits shahih riwayat Imam Malik dari Nafi’ dari ibn Umar yang ini dikatakan oleh Imam Bukhari sebagai silsilah Dzahabiyah (rantai sanad hadits tekuat), maksudnya silsilah perawi hadits yang paling shahih adalah dari Imam Malik dari Nafi dari Ibn Umar dari Rasulullah saw yang mengatakan tidak ada orang yang zakat harta kecuali melewati 1 tahun baru bisa dizakati kalau melewati nishob. Apa itu nishob? Nishob itu adalah batas minimal, kalau lebih dari itu maka wajib mengeluarkan zakat harta. Jadi (jika) mempunyai (gaji/penghasilan) bulanan, tidak ada kewajiban mengeluarkan zakat. Tapi kalau menaruh uang, terus disimpan sampai setahun dan tidak kurang dari nishob. Berapa nishob?, Nishob adalah harga 84gram emas murni. Jadi seharga 84gram emas murni itu berbeda – beda, setiap hari berbeda. Berapa 84gram emas murni itu? seandainya 84 juta (misalnya) berarti kalau mempunyai harta lebih dari 84 juta sampai setahun tidak kurang, kena zakatnya 2,5% itu zakat harta.
Tapi kalau profesi dan gaji tiap bulan tidak ada zakatnya. (mengada adakan zakat bulanan pada gaji dan profesi) Itu adalah bid’ah dhalalah yang diada – adakan dengan riwayat yang tidak shahih. Demikian hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah.
Kita bermunajat kepada Allah Swt, masih tersisa 4 malam dihadapan kita. Semoga Allah muliakan kita didalam keluhuran, di malam yang agung ini dan juga jangan lupa acara – acara kita masih di depan kita. Malam selasa yang akan datang, mereka yang sudah mudik semoga diberi keselamatan oleh Allah Swt, mereka yang ada di Jakarta, punya kesempatan hadir, majelis ini tidak pernah libur selama saya masih hidup, insya Allah majelis ini berlanjut walau malam lebaran.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Semoga Allah tidak mengurangi waktu kita untuk jumpa dengan Rasulullah Saw di surga firdaus kelak, amin allahumma amin. Dan juga malam sabtu yang akan datang, ziarah kubronya bukan malam mingu tapi malam sabtu karena malam 29 kita ziarah kubro ke luar batang dari majelisnya di masjid walikota depok. Dari sana konvoi ke luarbatang, insya Allah. Saya harapkan jamaah semuanya jangan mendahului ke makam, ikut duduk diacara bersama kemuliaan shalawat Rasul Saw di majelis, baru menghadap ziarah ke maqam Al Habib Husein bin Abibakar Alaydrus luar batang.
Demikian hadirin – hadirat, yang memiliki waktu malam sabtu yang akan datang.
(mengenai) Malam ahad, (yaitu) malam minggu, kita lihat keputusan, kalau malam lebaran ya takbiran malam minggu, atau malam senin (lebaran) kita lihat keputusannya.
Demikian hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah.
Kita bermunajat kepada Allah demi malam – malam agung nan mulia ini, Rabbiy jadikanlah malam ini malam termulia sepanjang usia kami, pastikanlah Kau menjawab segenap doa di malam mulia ini. Ya Rahman Ya Rahim, doa kami, munajat kami, harapan kami, kesusahan kami, keluh kesah kami, kami angkat detik ini dari semua perasaan dan kami tumpahkan di samudera keluasan-Mu. Rabbiy Rabbiy pastikan kami menjadi hamba yang paling Kau cintai dan jadikan kami bersama orang – orang yang Kau cintai, limpahi kami kebahagiaan dunia dan akhirat, limpahi kami kedamaian dunia dan akhirat, juga bagi ayahbunda kami, juga bagi masyarakat kami, bagi bumi Jakarta dan seluruh wilayah muslimin. Ini bangsa kita, bangsa muslimin terbesar di muka bumi, limpahi kemakmuran, tenangkan bumi dari musibah, tenangkan bumi dari gempanya, tenangkan lautan dari tsunami, tenangkan angin dari segala puyuhnya, tenangkan hujan dari segala banjirnya. Ya Rahman Ya Rahim, jadikanlah hari – hari kami dipenuhi Rahmat, jadikanlah siang dan malam kami dalam cahaya Rahmat, inilah doa di malam agung. Ya dzaljalali wal ikram, kabulkanlah dan pandang semua niat dan hajat semua hadirin – hadirat, pandang seluruh wajah dengan semua harapan mereka yang berpadu pada nama-Mu Yang Maha Luhur, semua hajat kami yang kami ketahui dan yang tidak kami ketahui, kabulkanlah Rabbiy
Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Ya Allah, Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah.. didalam nama-Mu tersimpan segenap anugerah, dalam nama-Mu tersimpan segala kenikmatan dan kebehagiaan, dalam nama-Mu tersimpan penciptaan dunia dan akhirat, Ya Allah, Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah.. didalam nama-Mu tersimpan takdir kami, ketentuan hidup kami dalan nama-Mu, Ya Allah, Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah.. Ya Rahman Ya Rahim

Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Laillahailallah Laillahailallah Laillahailallah Muhammadurrasulullah
Kita teruskan dengan munajat meminta kepada Allah disingkirkan segala musibah, kesusahan, dan kesulitan kita dengan bertawassul kepada Ahlulbadr. Ya tafadhol masykura.. Malam selasa depan sudah bulan syawal dan majelis mulai pukul 21.00 WIB. karena ramadhan (majelis dimulai) pukul 21.30 atau 21.15 WIB karena ada tarawih, jadi kalau selain ramadhan majelis mulai jam 9 malam.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, saya mohon doa karena tempat kita ini sudah semakin Allhamdulillah padat dan tidak mencukupi. Kita mau pindah juga, jamaah berat terutama masyarakat juga berat, sebagian besar jamaah juga berat bila pindah tempat. Lantas apa yang bisa kita perbuat?, Kita berharap dan saya mohon doa pada jamaah juga agar turut mendoakan tempat sebelah ini insya Allah akan kita bebaskan untuk memperluas Majelis Rasulullah Saw…, Semoga tempat sebelah ini bisa kita bebaskan dan menjadi tanah daripada majelis kita diperluas ke sebelah ini, jadi wilayahnya bisa dipadu majelisnya.. tanah sebelah bisa kita bebaskan untuk milik Majelis Rasulullah Saw (jika ada kemampuan).
Cukup luas tanah disebelah ini, bisa dibebaskan sekaligus untuk markas kita yang selama ini masih mengontrak dan ini niat hanya bergantung kepada Allah Swt dan menggantungkan dengan doa (belum ada kemampuan dananya), dengan amin, harapan kalian, semoga doa ini diijabah. Amin allahumma amin. Kita mintakan doa penutup (pada) Guru kita yang kita cintai Al Habib Hud bin Muhammad Bagir Al Attas tentunya dengan talqin, ya tafadhol masykura.
Washallallahu ala Sayyidina Muhammad Nabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Peduli Acara MAJELIS RASULULLAH SAW Bank syariah mandiri 061-7121-494 a/n Munzir Almusawa_______Majelis Nisa di seketariat MAJELIS RASULULLAH SAW, setiap hari minggu pkl 14.00 WIB s/d selesai. Tausiah akan disampaikan langsung oleh AL ALAMAH ALHABIB MUNZIR BIN FUAD ALMUSAWA. majelis kusus nisa/WANITA
Related Posts with Thumbnails
Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More