Terima Kasih, Anda sudah mengunjungi blog Pecinta Rasulullah SAW, semoga Allah selalu Menanamkan Rasa Cinta dan Rindu kepada Allah SWT dan Sayyidina Muhammad SAW kepada Diri kita Hingga kita Wafat dalam Khusnul Khotimah AAMIIN.........
kritik dan saran : mufe.majelis@gmail.com_____Alamat lengkap Majelis Rasulullah SAW: jl. Cikoko Barat V, RT 03/05, NO 66, Kelurahan Cikoko, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan (12770),
Tampilkan postingan dengan label gempa di sumatra barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gempa di sumatra barat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Oktober 2009

Gempa 7,6 SR Guncang Sumbar
Kenapa Gempa Bertubi-tubi Guncang Indonesia
Dalam satu bulan terakhir tercatat lebih dari 30 kali gempa bumi di wilayah Indonesia.
Kamis, 1 Oktober 2009, 15:12 WIB
Heri Susanto
Peta Gempa Sumatra (esdm.go.id)
VIVAnews - Masalah gempa yang terjadi 2 September di Tasikmalaya, Jawa Barat tuntas. Namun, belum genap satu bulan gempa besar sudah mengguncang lagi di Padang Pariaman, Sumatera Barat hingga menewaskan 467 orang (untuk sementara).
Gempa di Sumatera Barat ini merupakan salah satu dari rentetan gempa bumi dengan kekuatan cukup besar yang mengguncang Indonesia. Bahkan, selama September 2009 saja, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat lebih dari 30 kali gempa bumi di wilayah Indonesia dengan kekuatan di atas 5 SR.
Beberapa gempa yang terbesar di antaranya mengguncang Tasikmalaya (7,3 SR), Yogyakarta (6,8 SR), Tolitoli (6,0 SR), Nusa Dua (6,4 SR), dan Ternate (6,4 SR) dan Padang Pariaman (7,6 SR).

"Gempa di Sumatera Barat terjadi akibat penunjaman lempeng tektonik Samudera Hindia di bawah lempeng Asia di Pantai Barat Sumatera," ujar Kepala Badan Geologi, Departemen Energi, R. Sukhyar dalam penjelasannya di website Menteri Energi, 1 Oktober 2009.

Menurut keterangan Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, gempa bumi yang terjadi di wilayah Indonesia dalam beberapa bulan terakhir terjadi akibat dinamika pada lapisan bumi.

Badan Geologi mencatat banyaknya gempa yang terjadi diakibatkan kondisi geografi Indonesia berada dalam pertemuan sejumlah lempeng tektonik besar yang aktif bergerak dimana setiap pergerakan lempeng berpotensi mengakibatkan gempa bumi.

Tataan geologi wilayah Indonesia saat ini terjadi sebagai akibat interaksi 3 lempeng utama dunia, yaitu Lempeng Samudra Pasifik yang bergerak ke arah barat - barat laut dengan kecepatan sekitar 10 cm per tahun, Lempeng Samudra India - Benua Australia (Indo-Australia) yang bergerak ke utara - timur laut dengan kecepatan sekitar 7 cm per tahun, serta Lempeng Benua Eurasia yang relatif diam, namun resultante sistem kinematiknya menunjukkan gerakan ke arah baratdaya dengan kecepatan mencapai 13 cm per tahun.

Hasil interaksi lempeng-lempeng tersebut menyebabkan terjadinya berbagai peristiwa geologi, salah satunya kegiatan magmatik dan terbentuknya zona-zona kegempaan dengan intensitas tinggi.

Selain dikarenakan pergerakan antar lempeng, terjadinya gempa juga berkaitan dengan keberadaan sesar aktif yang membentang di beberapa wilayah, di antaranya sesar Sumatera, sesar Palu, sesar di Papua, atau sesar yang lebih kecil seperti sesar Cimandiri, Jawa Barat.


Gedung-gedung Retak Akibat Gempa Sumbar
Masih terjadi gempa susulan.
Minggu, 16 Agustus 2009, 15:28 WIB
Siswanto
  (portal.vsi.esdm.go.id)
VIVAnews – Gempa 6.9 SR di Pulau Siberut, Kabupaten Mentawai, Sumatera Barat, Minggu 16 Agustus 2009 pukul 14:38:22 WIB, mengakibatkan sebagian dinding gedung-gedung tinggi di wilayah itu retak.

Misalnya gedung Bank Nagari yang terletak di depan pusat perbelanjaan Plaza Andalas. Dinding bank retak-retak di beberapa bagian setelah digoyang gempa.

Dinding Plaza Andalas yang berlantai empat juga mengalami keretakan. Pengelola gedung itu langsung meminta seluruh pengunjung dan karyawan keluar ketika gempa terjadi.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kejadian buruk akibat gempa yang masuk kategori besar itu. Plaza Andalas pada 2007 juga pernah rusak akibat gempa.

Sementara itu di daerah lalin, seperti di Padang, penduduk mengalami kepanikan hebat. Seperti yang terlihat di Kompleks Blimbing Permai. Warga keluar rumah semua. Mereka sangat takut akan terjadi gempa lebih besar.

Di daerah itu, sekarang ini masih terjadi gempa susulan.
Badan  Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mengumumkan lokasi gempa di 1.64 Lintang Selatan 99.12 BT atau berjarak 43 kilometer Tenggara Pulau Siberut, Kabupaten Mentawai, Sumatera Barat.
Badan  Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mengatakan titik gempa berada di kedalaman 32 kilometer.


Peduli Acara MAJELIS RASULULLAH SAW Bank syariah mandiri 061-7121-494 a/n Munzir Almusawa_______Majelis Nisa di seketariat MAJELIS RASULULLAH SAW, setiap hari minggu pkl 14.00 WIB s/d selesai. Tausiah akan disampaikan langsung oleh AL ALAMAH ALHABIB MUNZIR BIN FUAD ALMUSAWA. majelis kusus nisa/WANITA
Related Posts with Thumbnails
Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More