Terima Kasih, Anda sudah mengunjungi blog Pecinta Rasulullah SAW, semoga Allah selalu Menanamkan Rasa Cinta dan Rindu kepada Allah SWT dan Sayyidina Muhammad SAW kepada Diri kita Hingga kita Wafat dalam Khusnul Khotimah AAMIIN.........
kritik dan saran : mufe.majelis@gmail.com_____Alamat lengkap Majelis Rasulullah SAW: jl. Cikoko Barat V, RT 03/05, NO 66, Kelurahan Cikoko, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan (12770),
Tampilkan postingan dengan label rindu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rindu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Oktober 2013

RINDU DENGAN RASULULLAH SAW

Di riwayatkan seorang ibu – ibu tua lanjut usia,
ketika Sayyidina Umar bin Khattab radhiyallahu'an
hu lewat, Khalifah di masa lalu, pemimpin di masa
lalu malam tidak tidur, keliling kerumah – rumah
fuqara, keliling ke rumah – rumah dhu’afa, ke
rumah – rumah orang susah , kerumah anak yatim
barangkali ada rintihan tangis, barangkali ada yang
kelaparan, barangkali ada yang kebutuhan maka
dia lewat, rumah – rumah itu di ketahui, satu
rumah di lewati Sayyidina Umar bin Khattab tau di
situ ada seorang ibu – ibu lanjut usia yang sendiri
sebatang kara tidak ada orang bersamanya di
lewati oleh Sayyidina Umar bin Khattab mau di
lihat apakah pelitanya hidup atau barangkali perlu
di bantu untuk menghidupkan pelitanya, Khalifah
Umar bin Khattab radhiyallahu'anhum, maka di
malam hari itu ia mendengar senandung do’a
munajat dan tangis dari ibu tua itu, maka
Sayyidina Umar mendekatkan telinganya “ jangan –
jangan ibu – ibu ini lapar, kurang makanannya, aku
harus membantunya”
Maka ia mendekatkan telinganya apa yang di
rintihkan ibu itu, ternyata ibu itu sedang berdo’a :
“wahai Allah kau telah pisahkan aku dari Nabi
Muhammad di dunia, jangan pisahkan lagi aku
dengan Muhammad di akhirat, di dunia sudah kau
buat Rasul wafat sebelumku, jangan sampai di
akhirat aku tidak jumpa lagi”
Jatuh roboh Sayyidina Umar bin Khattab
radhiyallahu'anhu mendengar ibu itu, hingga tidak
bisa lututnya menahan tubuhnya, dia jatuh berlutut
dan menangis dari rindunya kepada Rasul
shallallahu 'alaihi wasallam dan dari harunya atas
do’a ibu yang sudah lanjut usia itu yang masih
terus sedih dengan wafatnya Nabi shallallahu
'alaihi wasallam, sehingga berkata :

“wahai Allah kau telah wafatkan dan pisahkan aku
dengan Nabi Muhammad di dunia, jangan pisahkan
aku dengan Nabi Muhammad di akhirat” Demikian
do’a ibu itu, Sayyidina Umar
radhiyallahu'anhu menangis.

"Wahai Allah kau telah wafatkan dan pisahkan aku
dengan Nabi Muhammad dan guru ku Habibana
Munzir Almusawa, jangan pisahkan aku dengan
Nabi Muhammad dan guru ku di akhirat kelak".


Sabtu, 12 Oktober 2013

GELAR YANG DI BERIKAN ALHABIB UMAR BIN HAFIDH UNTUK HABIBANA MUNZIR ALMUSAWA

TAUSIYAH GURU MULIA ALHABIB UMAR BIN
HAFIDH TENTANG SULTHONUL QULUB
ALMAGHFURLAH ALHABIB MUNZIR BIN FUAD
ALMUSAWA
VIDEO DAPAT DILIHAT DI
www.majelisrasulullah.org

Sesungguhnya kota Tarim telah menyaksikan
duduknya Munzir bin Fuad AlMusawa Alaihi
Rahmatullah selama 5 tahun dan setiap mata pun
menyaksikan bahwa ia bersungguh sungguh dalam
menuntut ilmu,bersungguh sungguh didalam
kembali kepada Allah swt, siang dan malam pun
menyaksikannya.

Kadang di beberapa malam aku pulang dengan
terlambat dan dia sedang berdiri dengan tenang
sebagaimana keadannya ketika sholat, ketika
majelis majelis dan berjuang dan bersungguh
sungguh dan bertawadhu serta mendengarkan
nasehat nasehat dan berusaha menerapkannya
didalam dirinya dan bersungguh sungguh dirinya
untuk melaksanakan nasehat tersebut sampai
akhirnya Allah SWT menunjukkannya kepada
ummat sehingga ia memegang bendera dari panji
daakwah Ilallah dengan izin dan petunjuk dari Allah
swt sehingga Allah memberikan hidayah melaluinya

kepada banyak hamba hambaNya
Dibentuknya majelis majelis yang mengingatkan
dan memperingati untuk men eruskan mereka yang
telah lalu (para shalihin) di negeri tersebut dari
mereka
Dan mereka ahlil akhlak sehingga berkumpul 20
ribu,30 ribu,40 ribu dan berkumpul di beberapa
perayaan100 ribu, 200 ribu dan aku telah hadir di
beberapa perkumpulanketika kunjunganku kecuali
untuk perkumpulan pemerintahan dan lapangan
tersebut penuh dengan jamaah yang tidak mungkin
jumlahnya tersebut berkumpul pada perkumpulan
pemerintahan atau lainnya

Akan tetapisang raja dari sanubari (SULTHONUL
QULUB-SEBUTAN DARI GURU MULIA KEPADA
HABIB MUNZIR) dengan cahaya keimanan
mengajak hati sanubari yang lain sehingga mereka
menyambut
Banyak diantara mereka yang sebelumnya tidak
pernah sholat menjadi orang yang menjaga sholat
ditambah lagi dengan berjamaah dan sholat sunnah
rawatib

Dan banyak diantara mereka dahulunya sering
bermabuk mabukan dan menjadi orang yang jauh
dari hal tersebut,dan menjadi orang yang
mengharapkan cangkir-cangkir dari dzikir kepada
Allah swt, dan cangkir-cangkir hubungan kepada
Nabi Muhammad SAW, menyebut nama beliau
dengan bersholawat kepada beliau SAW,dan
merindukan perjumpaan dengan beliau diantara
mereka ada , yang menangis , ada yang pingsan,
ada yang khusyu’ , ada yang bertaubat , ada yang
mengamalkan nasehat-nasehat, ada yang
bergetar , ada yang berdiri , ada yang duduk, dan
aku telah menyaksikan apa yang kusaksikan dari
mereka

Dan Allah memilihnya untuk kembali kepadaNya
pada umur 40 tahun dan insya Allah telah masuk
kedalam kelompok orang yang diridhoi Allah, dan
masuk ke dalam kumpulan mereka dan ini
merupakan perkara jika dihitung di dalam umur-
umur panjang atau pendeknya, akan tetapi hal yang
terpenting adalah keadaan di tempat pembangkitan
kelak dan keadaan ketika menghadap kepada Yang
Maha Tunggal dan Maha Besar


BESARNYA HARAPAN DAN MUNAJAT AKAN MENGHAPUS DOSA-DODA,.


BESARNYA HARAPAN DAN MUNAJAT, AKAN
MENGHAPUS DOSA-DOSA KITA

Sulthanu Qulub Habibana Munzir Bin Fuad
Almusawa Allah Yarham Berkata:
Allah SWT berfirman : “Boleh jadi kamu membenci
sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh
jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia
amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang
kamu tidak mengetahui.” ( QS. Al Baqarah : 216 )

Rahasia keluhuran dari kelembutan ketentuan Ilahi
ditunjukkan disini Agar kita memahami apa-apa
yang telah kita mohonkan kepada Allah SWT,
namun belum Allah SWT kabulkan maka barangkali
hal itu belum baik untuk kita saat ini, dan Pastilah
Allah akan memberikan yang lebih baik dari yang
kita minta.

Allah tidak pernah memberi sesuatu yang sama
seperti yang diminta oleh hamba-Nya, Allah pasti
akan memberi hajatnya dan ditambah lagi
pahalanya atau diberi penghapusan dosa sebab dia
berdoa, sebagaimana firman-Nya dalam hadits
qudsi:
" WAHAI KETURUNAN ADAM , JIKA ENGKAU
BERDOA DAN BERHARAP KEPADAKU NISCAYA
KUAMPUNI DOSA-DOSA KALIAN TANPA
KUPERTANYAKAN LAGI. " (HR Musnad Ahmad).

Maka ketahuilah bahwa mengampuni dosa adalah
sesuatu yang mudah dan remeh bagi Allah
subhanahu wata’ala, namun jangan kita
meremehkannya, karena jika hal itu terjadi bisa
saja Allah SWT tidak mau mengampuni dosa-
dosanya.

Jika kita meremehkan dengan berfikir bahwa Allah
SWT pasti mengampuni dosa sehingga timbul
dalam fikiran kita untuk tidak perlu menjalankan
perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka hal
yang seperti itu bukanlah merupakan harapan atau
prasangka baik terhadap Allah SWT, Akan tetapi
merupakan penghinaan makhluk terhadap Allah
Subhanahu wata’ala.


BESARNYA HARAPAN DAN MUNAJAT AKAN MENGHAPUS DOSA-DODA,.


BESARNYA HARAPAN DAN MUNAJAT, AKAN
MENGHAPUS DOSA-DOSA KITA

Sulthanu Qulub Habibana Munzir Bin Fuad
Almusawa Allah Yarham Berkata:
Allah SWT berfirman : “Boleh jadi kamu membenci
sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh
jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia
amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang
kamu tidak mengetahui.” ( QS. Al Baqarah : 216 )

Rahasia keluhuran dari kelembutan ketentuan Ilahi
ditunjukkan disini Agar kita memahami apa-apa
yang telah kita mohonkan kepada Allah SWT,
namun belum Allah SWT kabulkan maka barangkali
hal itu belum baik untuk kita saat ini, dan Pastilah
Allah akan memberikan yang lebih baik dari yang
kita minta.

Allah tidak pernah memberi sesuatu yang sama
seperti yang diminta oleh hamba-Nya, Allah pasti
akan memberi hajatnya dan ditambah lagi
pahalanya atau diberi penghapusan dosa sebab dia
berdoa, sebagaimana firman-Nya dalam hadits
qudsi:
" WAHAI KETURUNAN ADAM , JIKA ENGKAU
BERDOA DAN BERHARAP KEPADAKU NISCAYA
KUAMPUNI DOSA-DOSA KALIAN TANPA
KUPERTANYAKAN LAGI. " (HR Musnad Ahmad).

Maka ketahuilah bahwa mengampuni dosa adalah
sesuatu yang mudah dan remeh bagi Allah
subhanahu wata’ala, namun jangan kita
meremehkannya, karena jika hal itu terjadi bisa
saja Allah SWT tidak mau mengampuni dosa-
dosanya.

Jika kita meremehkan dengan berfikir bahwa Allah
SWT pasti mengampuni dosa sehingga timbul
dalam fikiran kita untuk tidak perlu menjalankan
perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka hal
yang seperti itu bukanlah merupakan harapan atau
prasangka baik terhadap Allah SWT, Akan tetapi
merupakan penghinaan makhluk terhadap Allah
Subhanahu wata’ala.


Rabu, 09 Oktober 2013

CURAHAN HATI HABIBANA BEBERAPA TAHUN YANG LALU


Tahukah kalian bagaimana dengan keadaan sehari-hari guru kita Habib Munzir Al Musawa ???

baca tulisan berikut ini :

Curahan Hati Habibana Munzir beberapa tahun yg
lalu yg sempat beliau tulis...

Habibana Menulis :
Forwardkan pada kekasih kekasihku di milis....
Malam ini aku tersandar di pembaringan dan
terpaku bertafakkur…, airmata terus mengalir,
alangkah lemahnya hamba ini menghadapi
gelombak ombak… Dihadapanku acara esok malam
di monas, sedangkan acara malam minggu
membuat dadaku pecah, ketika sakit dikepala
belakangku kambuh, dan sakitnya terasa seluruh
urat panas membara sampai ke kuku dan tulang…
dan puncak sakitnya adalah di kepala bagian
belakang…
Malam minggu biasanya kutemui 15-20 ribu
muslimin, namun tubuh yg sudah rapuh ini terus
merangkak menuju majelis yg kukira akan menemui
jamaah yg lebih banyak.. Ternyata yg kutemui
hanya sekitar 300 orang saja, serasa meledak
dadaku karena sedih dan menahan sakit, ingin
rasanya kujatuhkan tubuhku dipangggung dan
terserah apa yg akan terjadi..
Dg tubuh yg terus menahan sakit aku bertahan,
mataku nanar dan panas, wajah dan telinga serasa
menjadi tebal bagai ditampar berkali kali.. keluhan
sakit adalah sebab peradangan otak yg terus
menjadi jadi Aku terus menoleh kekiri dan kanan,
berharap para kekasihku datang berbondong
bondong meramaikan acara, namun hanya
beberapa puluh saja duduk di shaf, dan sisanya
belasan orang berdiri disekitar panggung…,
gelombang jamaah tidak tiba juga, tak lama tiba
konvoi pun mungkin hanya 50 orang saja Aku
terhenyak, kepalaku semakin sakit, seluruh tubuhku
seakan berteriak kesakitan tak kuasa menahan
sakitnya.. Allah.. Allah,..Allah… wahai tubuh penuh
dosa kau harus bertahan…
Ceramah selesai ,, acara ditutup, aku melangkah ke
mobil dg lemah dan ingin kuteriakkan pada semua
orang jangan satupun menyentuh kulitku karena
sangat terasa sakitnya.. namun aku harus
menerima nasibku untuk dikerubuti, mereka datang
dan setia padaku.., mereka orang orang berjiwa
Muhammad saw, aku tak boleh kecewakan mereka
Aku membatin memandangi jumlah yg sangat
sedikit dihadapan panggung besar dan lapangan
bola ini……….. 12 tahun aku berdakwah, inilah hasil
dakwahku, sisanya adalah buih di lautan..
Sampai dimarkas kerebahkan tubuh penuh derita dg
hati yg hancur, ketika mata hampir terlelap maka
aku terhentak bagai dibentak syaitan, esok malam
acara monas, bagaimana nasibmu munzir….!,
adakah akan seperti ini ini…????, hujan akan turun
dank au terpaku kecewa dihadapan guru mulia..???
Aku bagai tersengat stroom tegangan tinggi,
menangis sekeras kerasnya… sakit dikepalaku
sudah tak tertahan, jika kuhantamkan kepala ini ke
tembok hingga kepala ini hancur tdak akan terasa
sakitnya karena sudah dikalahkan oleh sakit yg
jaub lebih berat.. Tubuhku gemetar, lalu aku
berkata : ainiy, bantu aku membuka jubah dan
sorbanku dan gamisku, bantu aku rebah, ini sudah
larut malam, makanan apa yg ada ainiy?, saya
lapar, dan perlu makan sedikit untuk makan obat,
ia berkata : jam segini wahai habib sudah tdk ada
apa2, banyak restoran padang dan penjual
makanana masih tutup pula karena liburan
panjang..,
Baiklah, buatkan indomi saja, sekedar pengganjal
untuk makan obat.. Prof sudah mengatakan, jika
sakit di kepala tak mau hilang dg obat penahan
sakit yg saya berikan, habib harus segera ke rscm
untuk suntik otak…
Berkali kali memang ia menembuskan jarum
sepanjang hampir 15cm itu kedalam otakku
sedalam dalamnya.. ah,,, tidak ada waktu untuk
opname.. aku harus bertahan…
Dihadapankau acara monas,pasrah pada Allah..
lalu saat mata hampir terpejam pikiranku
dihentakkan lagi dg beban berikutnya, 12 rabiul
awal pada 26 februari…., bulan depan…!!!, lalu
kedatangan guru mulia pada sekitar maret….!!,
mestilah ada acara akbar pula..!, lalu 27 rajab isra
mikraj..!, lalu nisfu sya;ban..!!, lalu badr pada
pertengahan ramadhan..!!, lalu habisnya massa
kontrak markas MR dibulan juni…

Aku teringat mimpiku beberapa minggu yg lalu, aku
berdiri dg pakaian lusuh bagai kuli yg bekerja
sepanjang hari, dihadapanku Rasulullah saw berdiri
di pintu kemah besar dan megah, seraya bersabda :
“semua orang tak tega melihat kau kelelahan wahai
munzir, aku lebih tak tega lagi…,
kembalilah padaku, masuklah kedalam kemahku
dan istirahatlah… Ku jenguk dalam kemah mewah
itu ada guru mulia, seraya berkata :kalau aku bisa
keluar dan masuk kesini kapan saja, tapi engkau
wahai munzir jika masuk kemah ini kau tak akan
kembali ke dunia..
Maka Rasul saw terus mengajakku masuk,
“masuklah.. kau sudah kelelahan.., kau tak punya
rumah di dunia(memang saya hingga saat ini
masih belum punya rumah) , tak ada rumah
untukmu di dunia, karena rumahmu adalah disini
bersamaku.., serumah denganku.., seatap dg ku…,
makan dan mium bersamaku .. masuklah,,, Lalu
aku berkata : lalu bagaimana dg Fatah Jakarta?
(Fatah tegaknya panji kedamaian Rasul saw), maka
beberapa orang menjawab dibelakangku : wafatmu
akan membangkitkan ribuan hati utk meneruskan
cita citamu,..!!, masuklah,,,! Lalu malaikat Izrail as
menggenggamku dari belakang, ia memegang dua
pundakku, terasa seluruh uratku sudah
digenggamannya, seraya berkata : mari… kuantar
kau masuk.. mari… Maka kutepis tangannnya, dan
aku berkata, saya masih mau membantu guru
mulia saya…, maka Rasul saw memerintahkan
Izrail as untuk melepaskanku.. Aku terbangun…
Semalam ketika aku rebah dalam kegelapan kulihat
dua tamu bertubuh cahaya, namun wajahnya tidak
bertentuk kecuali hanya cahaya, ia memperkenalkan
bahwa ia adalah Izrail as.. Kukatakan padanya :
belum… belum.. aku masih ingin bakti pada guru
muliaku.. pergilah dulu, maka ia pun menghilang
raib begitu saja.
Tahun 1993 aku bermimpi berlutut dikaki Rasul
saw, menangis rindu tak kuat untuk ingin jumpa,
maka Sang Nabi saw menepu pundakku… tenang
dan sabarlah..sebelum usiamu mencapaii 40 tahun
kau sudah kumpul bersamaku” Usia saya kini 37
tahuh pada 23 feb 73, dan usia saya 38 tahun pada
19 muharram ini.

Peradangan otak ini adalah penyakit terakhirku, aku
senang wafat dg penyakit ini, karena Rasul saw
beberapa bulan sebelum wafatnya terus
mengeluhkan sakit kepala...
Salam rinduku untuk kalian semua jamaah Majelis
Rasulullah saw kelak, jika terjadi sesuatu padaku
maka teruskan perjuanganku.. ampuni
kesalahanku.., kita akan jumpa kelak dg
perjumpaan yg abadi.. Amiin..

Sekarang Allah Yarham telah beristirahat tenang
bersama Rasulullah saw, sirna sudah segala
keluhan yg selalu beliau rasakan,

PERLU DI KETAHUI OLEH SEMUA, HABIBANA
MUNZIR WAFAT DALAM KEADAAN TERSENYUM,
DAN PADA SAAT PEMAKAMAN BELIAU SEBAGIAN
BESAR WILAYAH INDONESIA DALAM KEADAAN
GERIMIS...


CURAHAN HATI HABIBANA BEBERAPA TAHUN YANG LALU


Tahukah kalian bagaimana dengan keadaan sehari-hari guru kita Habib Munzir Al Musawa ???

baca tulisan berikut ini :

Curahan Hati Habibana Munzir beberapa tahun yg
lalu yg sempat beliau tulis...

Habibana Menulis :
Forwardkan pada kekasih kekasihku di milis....
Malam ini aku tersandar di pembaringan dan
terpaku bertafakkur…, airmata terus mengalir,
alangkah lemahnya hamba ini menghadapi
gelombak ombak… Dihadapanku acara esok malam
di monas, sedangkan acara malam minggu
membuat dadaku pecah, ketika sakit dikepala
belakangku kambuh, dan sakitnya terasa seluruh
urat panas membara sampai ke kuku dan tulang…
dan puncak sakitnya adalah di kepala bagian
belakang…
Malam minggu biasanya kutemui 15-20 ribu
muslimin, namun tubuh yg sudah rapuh ini terus
merangkak menuju majelis yg kukira akan menemui
jamaah yg lebih banyak.. Ternyata yg kutemui
hanya sekitar 300 orang saja, serasa meledak
dadaku karena sedih dan menahan sakit, ingin
rasanya kujatuhkan tubuhku dipangggung dan
terserah apa yg akan terjadi..
Dg tubuh yg terus menahan sakit aku bertahan,
mataku nanar dan panas, wajah dan telinga serasa
menjadi tebal bagai ditampar berkali kali.. keluhan
sakit adalah sebab peradangan otak yg terus
menjadi jadi Aku terus menoleh kekiri dan kanan,
berharap para kekasihku datang berbondong
bondong meramaikan acara, namun hanya
beberapa puluh saja duduk di shaf, dan sisanya
belasan orang berdiri disekitar panggung…,
gelombang jamaah tidak tiba juga, tak lama tiba
konvoi pun mungkin hanya 50 orang saja Aku
terhenyak, kepalaku semakin sakit, seluruh tubuhku
seakan berteriak kesakitan tak kuasa menahan
sakitnya.. Allah.. Allah,..Allah… wahai tubuh penuh
dosa kau harus bertahan…
Ceramah selesai ,, acara ditutup, aku melangkah ke
mobil dg lemah dan ingin kuteriakkan pada semua
orang jangan satupun menyentuh kulitku karena
sangat terasa sakitnya.. namun aku harus
menerima nasibku untuk dikerubuti, mereka datang
dan setia padaku.., mereka orang orang berjiwa
Muhammad saw, aku tak boleh kecewakan mereka
Aku membatin memandangi jumlah yg sangat
sedikit dihadapan panggung besar dan lapangan
bola ini……….. 12 tahun aku berdakwah, inilah hasil
dakwahku, sisanya adalah buih di lautan..
Sampai dimarkas kerebahkan tubuh penuh derita dg
hati yg hancur, ketika mata hampir terlelap maka
aku terhentak bagai dibentak syaitan, esok malam
acara monas, bagaimana nasibmu munzir….!,
adakah akan seperti ini ini…????, hujan akan turun
dank au terpaku kecewa dihadapan guru mulia..???
Aku bagai tersengat stroom tegangan tinggi,
menangis sekeras kerasnya… sakit dikepalaku
sudah tak tertahan, jika kuhantamkan kepala ini ke
tembok hingga kepala ini hancur tdak akan terasa
sakitnya karena sudah dikalahkan oleh sakit yg
jaub lebih berat.. Tubuhku gemetar, lalu aku
berkata : ainiy, bantu aku membuka jubah dan
sorbanku dan gamisku, bantu aku rebah, ini sudah
larut malam, makanan apa yg ada ainiy?, saya
lapar, dan perlu makan sedikit untuk makan obat,
ia berkata : jam segini wahai habib sudah tdk ada
apa2, banyak restoran padang dan penjual
makanana masih tutup pula karena liburan
panjang..,
Baiklah, buatkan indomi saja, sekedar pengganjal
untuk makan obat.. Prof sudah mengatakan, jika
sakit di kepala tak mau hilang dg obat penahan
sakit yg saya berikan, habib harus segera ke rscm
untuk suntik otak…
Berkali kali memang ia menembuskan jarum
sepanjang hampir 15cm itu kedalam otakku
sedalam dalamnya.. ah,,, tidak ada waktu untuk
opname.. aku harus bertahan…
Dihadapankau acara monas,pasrah pada Allah..
lalu saat mata hampir terpejam pikiranku
dihentakkan lagi dg beban berikutnya, 12 rabiul
awal pada 26 februari…., bulan depan…!!!, lalu
kedatangan guru mulia pada sekitar maret….!!,
mestilah ada acara akbar pula..!, lalu 27 rajab isra
mikraj..!, lalu nisfu sya;ban..!!, lalu badr pada
pertengahan ramadhan..!!, lalu habisnya massa
kontrak markas MR dibulan juni…

Aku teringat mimpiku beberapa minggu yg lalu, aku
berdiri dg pakaian lusuh bagai kuli yg bekerja
sepanjang hari, dihadapanku Rasulullah saw berdiri
di pintu kemah besar dan megah, seraya bersabda :
“semua orang tak tega melihat kau kelelahan wahai
munzir, aku lebih tak tega lagi…,
kembalilah padaku, masuklah kedalam kemahku
dan istirahatlah… Ku jenguk dalam kemah mewah
itu ada guru mulia, seraya berkata :kalau aku bisa
keluar dan masuk kesini kapan saja, tapi engkau
wahai munzir jika masuk kemah ini kau tak akan
kembali ke dunia..
Maka Rasul saw terus mengajakku masuk,
“masuklah.. kau sudah kelelahan.., kau tak punya
rumah di dunia(memang saya hingga saat ini
masih belum punya rumah) , tak ada rumah
untukmu di dunia, karena rumahmu adalah disini
bersamaku.., serumah denganku.., seatap dg ku…,
makan dan mium bersamaku .. masuklah,,, Lalu
aku berkata : lalu bagaimana dg Fatah Jakarta?
(Fatah tegaknya panji kedamaian Rasul saw), maka
beberapa orang menjawab dibelakangku : wafatmu
akan membangkitkan ribuan hati utk meneruskan
cita citamu,..!!, masuklah,,,! Lalu malaikat Izrail as
menggenggamku dari belakang, ia memegang dua
pundakku, terasa seluruh uratku sudah
digenggamannya, seraya berkata : mari… kuantar
kau masuk.. mari… Maka kutepis tangannnya, dan
aku berkata, saya masih mau membantu guru
mulia saya…, maka Rasul saw memerintahkan
Izrail as untuk melepaskanku.. Aku terbangun…
Semalam ketika aku rebah dalam kegelapan kulihat
dua tamu bertubuh cahaya, namun wajahnya tidak
bertentuk kecuali hanya cahaya, ia memperkenalkan
bahwa ia adalah Izrail as.. Kukatakan padanya :
belum… belum.. aku masih ingin bakti pada guru
muliaku.. pergilah dulu, maka ia pun menghilang
raib begitu saja.
Tahun 1993 aku bermimpi berlutut dikaki Rasul
saw, menangis rindu tak kuat untuk ingin jumpa,
maka Sang Nabi saw menepu pundakku… tenang
dan sabarlah..sebelum usiamu mencapaii 40 tahun
kau sudah kumpul bersamaku” Usia saya kini 37
tahuh pada 23 feb 73, dan usia saya 38 tahun pada
19 muharram ini.

Peradangan otak ini adalah penyakit terakhirku, aku
senang wafat dg penyakit ini, karena Rasul saw
beberapa bulan sebelum wafatnya terus
mengeluhkan sakit kepala...
Salam rinduku untuk kalian semua jamaah Majelis
Rasulullah saw kelak, jika terjadi sesuatu padaku
maka teruskan perjuanganku.. ampuni
kesalahanku.., kita akan jumpa kelak dg
perjumpaan yg abadi.. Amiin..

Sekarang Allah Yarham telah beristirahat tenang
bersama Rasulullah saw, sirna sudah segala
keluhan yg selalu beliau rasakan,

PERLU DI KETAHUI OLEH SEMUA, HABIBANA
MUNZIR WAFAT DALAM KEADAAN TERSENYUM,
DAN PADA SAAT PEMAKAMAN BELIAU SEBAGIAN
BESAR WILAYAH INDONESIA DALAM KEADAAN
GERIMIS...


Peduli Acara MAJELIS RASULULLAH SAW Bank syariah mandiri 061-7121-494 a/n Munzir Almusawa_______Majelis Nisa di seketariat MAJELIS RASULULLAH SAW, setiap hari minggu pkl 14.00 WIB s/d selesai. Tausiah akan disampaikan langsung oleh AL ALAMAH ALHABIB MUNZIR BIN FUAD ALMUSAWA. majelis kusus nisa/WANITA
Related Posts with Thumbnails
Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More