Terima Kasih, Anda sudah mengunjungi blog Pecinta Rasulullah SAW, semoga Allah selalu Menanamkan Rasa Cinta dan Rindu kepada Allah SWT dan Sayyidina Muhammad SAW kepada Diri kita Hingga kita Wafat dalam Khusnul Khotimah AAMIIN.........
kritik dan saran : mufe.majelis@gmail.com_____Alamat lengkap Majelis Rasulullah SAW: jl. Cikoko Barat V, RT 03/05, NO 66, Kelurahan Cikoko, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan (12770),
Tampilkan postingan dengan label makna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makna. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 November 2013

Obat Penyakit Hati,.

Obat Penyakit Hati !

Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz menjelaskan

bahwa penyakit hati ingin dipuji orang lain adalah
tidak akan bisa terobati tanpa tuntunan seorang
guru, kalau hanya membaca (buku) saja ia akan
sulit jalani (mengobatinya). Karena guru itu tidak
hanya berbicara tetapi melimpahi cahaya
keberkahan tuntunan itu yang membuatnya mampu
untuk meninggalkan hal-hal yang hina dalam niat-
niat di hati.

Dan salah satu kejadian salah seorang muridnya
masalah ingin dipuji seseorang itu masalah
gampang aku bisa perbuat dan tak perlu repot-
repot.mancing, maka oleh sebab itu ia pun banyak
membantu orang lain, mensedekahi setiap orang yg
datang dan butuh, kemudian datang lgi kemudian ia
bantu lgi. Setelah itu ia merasa gembira dan
merasa bangga atau sangat bangga dgn
perbuatannya dan ingin menyampaikan kpd
gurunya bahwa ia telah banyak bantu orang.

Lalu ia masuk dan duduk dgn gurunya dan mulai
mengarah (pembicaraanya) bahwa ia telah banyak
bantu org. Ia berkata :"Zaman sekarang banyak
orang susah yah, (gurunya dia dan faham akan
maksudnya) sampai banyak yg meminta-minta
(gurunya jawab betul), sampai asa orang yg sma
dtg kepadaku meminta dan aku membantunya.

(Maka gurunya tertawa) dan berkata taukah kau
orang itu aku yang menyuruhnya untuk mengujimu
sebagaimana kau berfikir bahwa kau bisa berbuat
baik dgn niat2 yg suci krn Allah Subhanahu-Wata'
Ala tetapi buktinya kau ingin menyampaikannya
bahwa kau telah berbuat ini dan itu. Nauzubillah
min dzalik

Pesan Habibana Munzir Al Musawa perihal ini : oleh
sebab itu duduklah bersama para guru utk
mengobati penyakit hati, krn kita tak akan mampu
dgn hanya membaca saja, krn kita butuh cahaya yg
menerangi jiwa hingga sifat-sifat hina kita itu
sirnah, jika sifat hina itu diobati dgn hanya buku
dgn kefahaman otak kita dan pemikiran kita, maka
otak dan fikiran kita sudah tertipu dan terjebak
oleh sifat hina di hati kita, lalu bagaimana kita mau
mengobati hati kita? Dgn membaca atau lainnya?
Tapi kalau dengan cahaya itulah akan membuat
hati kita suci dan terhindar dari penyakit dan sifat
hina.


Sabtu, 26 Oktober 2013

SYAIR QASIDAH GUBAHAN ISTRI TERCINTA

Syair Qasidah Gubahan Sang Istri tercinta

Kabulkanlah bagi kami segala permohonan dengan
keberkahan sebaik-baik Hamba ( Rasulullah SAW )

Kabulkanlah bagi kami segala permohonan dengan
keberkahan Munzir Fuad

Wahai Tuhan kami sesungguhnya Engkau lebih
mengetahui Akan kesedihan dan musibah kami dan
apa-apa yg ada didalam hati kami dari kekeruhan
dan keresahan.

Atas perpisahan dengan kekasih kami Sayyid
Munzir Fuad, Beliau Guru kami dan penyambung
disini ( dunia ) dan kelak di hari kiamat.

Maka hati - hati kami sedih dan menangis dan
pedihnya sakit ini ada dalam sanubari - sanubari
kami dan kami ridho terhadap ketentuan-Mu dan
keridhoan-Mu Ɣªήğ kami harapkan.

Maka perbaiki kami untuk menjadi sebaik khalifah
( penerus ) bagi beliau, Wahai Tuhan kami bersama
anak - anak beliau dan orang - orang yg mencintai
beliau Ɣªήğ mencari dan mengharapkan anugerah-
Mu.

Kekuatan dan kekuasaan adalah Milik-Mu. Wahai
Ɣªήğ Maha Tinggi lagi Dermawan kekasih kami
telah berjalan sebagaimana jejak kakek - kakek
beliau.

Dan bagi Majelis Rasulullah, beliau telah
membangunnya, beliau mengajarkan kami cinta
terhadap Musthofa SAW, sebelum cinta kepada
keluarga dan anak - anak kami.

Beliau menyinari sanubari kami dan menyinari
seluruh kota dengan nasihat dan kelembutan serta
cinta bagi mereka yg berhati keras dan bercerai
berai ( pun disinari oleh beliau )
Kemuliaan dan kedermawanan dari beliau telah
meluas pada setiap saat, memberi dan berinfaq
senantiasa tanpa membatasi ataupun menghitung.

Dan dengan senyuman beliau mengajarkan kami
beliau berikan (senyuman) bagi mereka yg cinta
maupun mereka yg hasad (dengki) dan dengan
Lafadz Jallah "Ya Allah" kami semua bersandar
pada beliau.

Dan Habib Umar adalah gurunya, Wahai Tuhanku
tambahkanlah anugerah pada beliau ( Al Habib
Umar ), secara zohir dan bathin senantiasa , Wahai
Tuhan kami berikanlah pertolongan dengannya ( Al
Habib Umar ).

Dan kumpulkanlah kami bersama dengan beliau,
Wahai Tuhan Wahai Ɣªήğ Maha Mulia, senantiasa
disetiap saat, saat ini ( didunia ) dan kelak di hari
kiamat.

Wahai kesedihan hatiku dan kerinduanku terhadap
Sayyid Munzir Fuad dengan Rahmat-Mu Ya Allah
sayangi beliau, kekasih kami yg berada dalam
sanubari kami.

Dan tinggikanlah kedudukan beliau dan jadikanlah
beliau pendampig sebaik-baik hamba ( Rasulullah
saw ) dan tempatilah beliau dalam tenda
perkumpulan Sang Thaha, Niscaya kebahagiaan
beliau akan bertambah
Betapa beruntungnya engkau Wahai Sayyidi telah
kau raih, derajat yg tinggi dalam cinta dan
kesedihan, kelelahan dan keresahan telah menjauh
darimu wahai Sayyidi.

Ya Rabb limpahkanlah sholawat dan salam tanpa
batas maupun hitungan atas Sayyidina Musthofa
saw dan keluarga beliau dan sahabat - sahabat
beliau serta bagi putera Fuad ( Al Habib Munzir bin
Fuad Almusawa).


Minggu, 29 September 2013

Rahasia Di Balik Musibah


Habib Munzir bin Fuad Almusawa :

Saudaraku yg kumuliakan,
Kematian bagi muslimin jika ia terjebak dalam
musibah adalah syahid,

sebagaimana sabda Nabi
saw : “kelompok yg mati syahid adalah mereka yg
wafat tenggelam (termasuk banjir), terbakar,
terkena rerobohan (longsor), terbunuh (dibunuh,
kecelakaan lalu lintas), sakit dibagian perutnya
(yaitu meninggal karena penyakit yg diantara leher
hingga bawah perut, seperti ginjal, jantung, liver,
lambung, paru paru), dan mereka yg wafat di jalan
Allah” (shahihain Bukhari dan Muslim).

Sampai disini kita fahami bahwa kematian bagi
mereka diatas adalah rahmat Nya swt karena
mereka digolongkan para syuhada, walaupun di
dunia dihukumi tetap sebagai jenazah biasa, yaitu
dishalatkan, dimandikan dll, namun di akhirat
mereka bersama syuhada. Tak ada hisab bagi
mereka kelak, langsung menuju sorga Allah swt.
Tidak ada azab dalam ummat Muhammad saw,
karena bagi mereka hanyalah Rahmat Nya swt, dan
dunia bagi kita adalah tempat beramal dan bukan
tempat pembalasan, dan tempat pembalasan
adalah setelah kematian dan di hari kiamat.
Wafat dalam musibah tentunya keberuntungan
besar sebagaimana hadits diatas, dan bagi mereka
yg hidup itu adalah penghapusan dosa,

sebagaimana sabda Rasul saw bahwa semua
musibah yg menimpa ummat beliau adalah
penghapusan dosa, maka bertanya Aisyah ra
Ummulmukminin : Lalu kalau kita tertusuk duri itu
apakah juga ada penghapusan dosanya?, Rasul
saw menjawab : “Betul, bahkan gundah dihati pun
merupakan penghapusan dosa” (Shahihain Bukhari
dan Muslim).

Bahkan dalam riwayat lain Rasul saw bersabda :
“Tiada henti hentinya musibah menimpa seorang
muslim atau muslimah, pada dirinya, pada
hartanya, pada keluarganya, hingga ia menemui
Allah swt kelak tak membawa dosa sedikitpun.

Dalam riwayat lainnya dijelaskan bahwa musibah
mengangkat derajat kita, maka demikian kasih
sayang Nya Allah swt yg mengangkat derajat
Hamba hamba Nya swt tanpa mereka sadari.
Mengenai orang shalih atau bukan shalih, selama ia
muslim dan tidak dalam keadaan mabuk, dan tidak
pula sedang niat berbuat jahat maka bila ia wafat
kecelakaan atau dibunuh maka ia wafat sebagai
syahid sebagaimana hadits diatas.


Senin, 09 Mei 2011

Makna Kata Sayyidi & Maulay


Image Makna Kata Sayyidi & Maulay




قَالَ رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَا يَقُلْ أَحَدُكُمْ، أَطْعِمْ رَبَّكَ، وَضِّئْ رَبَّكَ، اسْقِ رَبَّكَ، وَلْيَقُلْ: سَيِّدِي مَوْلَايَ، وَلَا يَقُلْ أَحَدُكُمْ، عَبْدِي، أَمَتِي، وَلْيَقُلْ فَتَايَ، وَفَتَاتِي، وَغُلَامِي.
(صحيح البخاري)
Sabda Rasulullah saw : “Jangan diantara kalian berkata (dizaman perbudakan tuan berkata pada budaknya) : Bawakan makanan untuk Pemilikmu, dan atau bawakan air wudhu untuk pemilikmu, bawakan air untuk pemilikmu, namun hendaknya budak berkata pada majikannya : Tuanku Majikanku, (Sayyidy Maulay), dan jangan berkata (pada budak kalian) : wahai budakku kacungku, namun hendaknya katakan : adikku atau anakku” (Shahih Bukhari)
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبـَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِي هَذَا الشَّهْرِ اْلعَظِيْمِ وَفِي الْجَلْسَةِ الْعَظِيْمَةِ نَوَّرَ اللهُ قُلُوْبَنَا وَإِيَّاكُمْ بِنُوْرِ مَحَبَّةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَخِدْمَةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَاْلعَمَلِ بِشَرِيْعَةِ وَسُنَّةِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata’ala Yang Maha Suci dan Maha melimpahkan kesucian kepada hamba-hamba-Nya yang diawalinya dengan ketenangan jiwa, dengan ketenangan hati maka terbitlah kesucian, kesucian membuat terhapusnya segala keinginan yang hina dan terbitnya keinginan yang luhur, dan kesucian itulah cahaya Rabbul ‘alamin subhanahu wata’ala, dan seluruh alam semesta tidak bercahaya terkecuali dengan cahaya-Nya, dan sungguh bulan purnama itu pun telah mengambil bagian dari keindahan cahaya Allah, matahari mendapat bagian dari cahaya keindahan Allah, demikian pula seluruh jutaan planet yang ada di antariksa di alam semesta, ribuan galaksi yang berpadu dan gugusan-gugusan bintang di langit dan semua yang bercahaya di alam semesta ini berawal dan diberi cahaya oleh Sang pemilik cahaya, Allah subhanahu wata’ala. Namun Sang Maha Bercahaya dan Maha membagi-bagikan cahaya Yang Maha Tunggal ini menyiapkan cahaya yang lebih luhur dari cahaya yang ada di alam semesta yang tidak untuk selain manusia, telah disiapkan untuk kita cahaya iman, yaitu cahaya yang menuntun pada kedekatan kehadirat Allah dan cinta Allah kepada kita untuk mencapai kebahagiaan yang kekal.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Kebahagiaan yang kekal ditawarkan kepada kita, dan disiapkan surga yang telah dibangun dengan megah dan mewahnya, namun ikutilah tuntunan cahaya terluhur dan terindah, sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, kekasih yang paling mulia untuk dijadikan kekasih dan idola, hamba yang paling luhur budi pekertinya, hamba yang paling ramah dan paling berlemah lembut kepada semua makhluk, beliau lah (saw) yang paling berkasih sayang dari semua ciptaan Allah (swt), beliau adalah hamba Allah yang diutus Allah namun beliau dijadikan oleh Allah sebaga pintu cinta Allah subhanahu wata’ala sehingga yang mengikuti beliau akan menjadi orang yang dicintai Allah. Semakin seseorang mengikuti sang nabi maka ia akan semakin dicintai Allah subhanahu wata’ala. Aku dan kalian di malam hari ini di dalam perkumpulan luhur, dalam naungan para pengikut cahaya sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, yang Allah gelari beliau dengan sebutan “ Siraajan Muniiraa”, pelita yang terang benderang.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Terdapat banyak cahaya Allah, diantaranya cahaya bulan, matahari , bintang dan lainnya, namun ada cahaya Allah yang sangat indah yang kekal dan abadi. Kekal dan abadi itu hanya milik Allah. Manusia juga ada yang kekal di surga dan ada pula yang kekal di neraka?!, iya betul namun kekekalannya adalah milik Allah, Allah Yang memberinya. Demikian kekekalan dan keabadian hanya milik Allah dan diberikan untuk kita kelak ketika kita di akhirat, semoga kebahagiaan yang abadi untuk aku dan kalian yang hadir di mejelis ini tiada satu pun diantara kita kecuali akan berkumpul di dalam surga yang kekal dan abadi bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para pengikut beliau yang luhur dari zaman ke zaman. Walaupun kita bukan termasuk hamba-hamba yang shalih yang mampu untuk berbuat seperti para sahabat atau para shalihin yang sangat taat kepada Allah, yang hari-harinya berlalu dalam ketaatan, jangankan berbuat dosa, lintasan untuk berbuat dosa pun tidak pernah ada dalam sanubarinya, kita tidak mampu berbuat seperti itu namun kita selalu berusaha untuk mencintai mereka, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :
اَلْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ
“ Seseorang bersama dengan orang yang dicintainya”
Semoga kita selalu diberi jalan untuk semakin cinta kepada sang nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, semakin hari cinta itu semakin tinggi dan cinta kepada nabi itu menuntun kita kepada kesempurnaan iman, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ
" Tidaklah beriman kalian sampai aku lebih dicintai oleh kalian dari pada orang tua, anak, dan segenap manusia"
Cinta kepada nabi Muhammad adalah bentuk cinta kepada Allah subhanahu wata’ala, karena nabi adalah ciptaan Allah dan yang mencintai Allah pastilah ia mencintai orang yang paling dicintai Allah, yaitu nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Sampailah kita pada hadits mulia ini, dimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan pengajaran kepada kita, beliau menjelaskan dimana di zaman itu masih ada perbudakan, namun zaman sekarang tidak ada perbudakan, namun kenapa kita masih membahas hadits ini? karena masih banyak faidah yang tersimpan di dalamnya. Ketika itu Rasulullah melarang seorang majikan yang memiliki budak untuk mengatakan : “berilah makan atau minum untuk pemilikmu”, meskipun budak itu adalah miliknya namun hal yang demikian bukanlah adab yang baik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan adab itu kepada kita. Dan jangan pula seorang budak mengatakan kepada tuan atau majikannya dengan ucapan : “wahai pemilikku”, akan tetapi katakanlah : “wahai tuanku atau majikanku” dan hal itu diperbolehkan. Maka hadits ini menjadi dalil diperbolehkannya bahkan sunnah untuk mengucapkan “ sayyidina atau maulana Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam”, karena telah dijelaskan oleh para ulama’ kita jika seorang budak boleh memanggil majikannya dengan sebutan Sayyidi atau Maulaya, maka adakah orang atau majikan yang lebih pantas untuk kita muliakan daripada sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam?, tentunya tidak demikian. Satu-satunya makhluk yang paling mulia, nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau lah yang paling berhak untuk dipanggil dengan sebutan “sayyidina wamaulana” daripada majikan. oleh sebab itu sering kita dengar dalam shalawat “Allahumma shalli ‘alaa sayyidina Muhammad”, “ Allahumma shalli ‘alaa sayyidina wamaulana Muhammad”, maka hal itu bukanlah kultus , sebagaimana yang dijelaskan oleh Al Imam Ibn Hajar Al asqalani dalam Fathul Bari bisyarh Shahih Al Bukhari bahwa Allah tidak pernah menamakan Dzat-Nya dengan “Sayyid” di dalam Al qur’an. Adapun mengenai kalimat “maulaa” itu memiliki makna hamba sahaya atau tuan, karena sayyidina Anas bin Malik disebut Mawla Rasulillah shallallahu ‘alaihi wasallam, yaitu yang diasuh atau yang dibesarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan djelaskan oleh Al Imam An Nawawi dalam Syarah Nawaiyyah ‘ala Shahih Muslim bahwa kalimat “Maulaa” mempunyai 16 makna, namun makna yang ringkas adalah majikan, junjungan atau tuan. Begitupula kalimat “sayyid” yang pertama bermakna yang banyak pengikutnya, kedua adalah yang dijadikan rujukan saat dalam kesulitan, dan yang ketiga adalah yang menjadi pemimpin dalam suatu kaum, dan ketiga makna ini bersatu pada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam beliau adalah orang yang paling banyak pengikutnya, orang yang dijadikan rujukan dalm setiap permasalahan adalah sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dan di hari kiamat Allah berikan hak syafaat kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dan yang menjadi pemimpin tertinggi diantara semua makhluk Allah adalah sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau telah bersabda dalam riwayat Shahih Al Bukhari :
أَنَا سَيِّدُ النَّاسِ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ
" Aku pemimpin manusia di hari kiamat "
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Telah dibuktikan secara Ilmiah oleh para Ilmuwan bahwa grafitasi bumi yang terkuat di segala penjuru bumi adalah di Madinah Al Munawwarah, mengapa? karena ada jasad sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, maka gaya grafitasi bumi yang sangat kuat berada di Madinah Al Munawwarah sampai-sampai jika ada mobil yang tidak direm, hanya dilepas saja begitu pula koplingnya dalam keadaan terlepas dan mobil itu hanya diam saja namun mengarah ke Madianh maka ia akan berjalan lurus dengan sendirinya menuju ke Madinah karena disana terdapat grafitasi yang sangat besar secara zhahir, dan secara bathin grafitasi terbesar di seluruh makhluk Allah adalah sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Di segala penjuru barat dan timur mengikuti tuntunan beliau, sehingga beliau lah yang dipilih Allah untuk menjadi pemimpin yang terbesar, belisu adalah hamba yang paling indah budi pekertinya, kasih sayangnya, dan budi baiknya. Diriwayatkan dalam riwayat yang tsiqah bahwa ketika Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam wafat, sayyidina Umar bin Khattab bertanya kepada sayyidah Aisyah Ra : “wahai sayyidah Aisyah, kebiasaan apa yang biasa dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan sekarang tidak lagi atau belum ada yang melakukannya?”, maka sayyidah Aisyah berkata : “Setiap pagi hari Rasulullah keluar ke pasar disana ada seorang Yahudi yang tua renta dan buta, kemudian Rasulullah mendatanginya lalu menyuapinya”, orang yang tua renta, buta dan tidak memiliki keluarga yang memperhatikannya dan setelah Rasulullah wafat tidak ada lagi yang menyuapinya, maka sayyidina Umar pun pergi membawa makanan dan menyuapi orang tua itu, maka ketika tiba dan sayyidina Umar mulai menyuapinya, orang tua itu berkata : “tanganmu berbeda dengan tangan yang biasa menyuapi saya” maka sayyidina Umar bin Khattab berkata : “ iya, karena orang yang biasa menyuapimu telah wafat”, diriwayatkan oleh sayyidina Anas bin Malik RA :
مَا مَسَسْتُ حَرِيْرًا وَلَا دِيْبَاجًا أَلْيَنُ مِنْ كَفِّ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
“Aku tidak pernah menyentuh sutera dan pakaian sutera yg lebih lembut daripada telapak tangan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam”
Maka setelah mendengar ucapan sayyidina Umar bin Khattab, orang tua itu menangis kemudian ia pun bertanya kepada sayyidina Umar tentang namanya, maka beliau menjawab : “ Nama saya adalah Umar bin Khattab pengikut Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam”, maka orang tua itu memuntahkan makanan dari mulutnya dan berkata : “sungguh tidak pantas aku memakan makanan dari tangan Umar bin Khattab pengikut Muhammad, karena orang yang paling kubenci adalah Muhammad”, mendengar ucapan itu sayyidina Umar bin Khattab sedikit marah maka sayyidina Umar berkata : “wahai orang tua, siapakah orang yang paling kau cintai?”, maka orang tua itu berkata : “orang yang paling aku cintai adalah orang yang selalu menyuapi aku, karena dia adalah yang paling baik dan paling memperhatikan aku, padahal semua keluarga dan sahabatku telah meninggalkanku namun dia lah yang mengurusiku, dialah orang yang paling aku cintai namun sangat disayangkan karena aku tidak mengetahui namanya”, kemudian sayyidina Umar bin Khattab berkata : “lalu siapa orang yang paling engkau benci?”, ia menjawab : “ Muhammad adalah orang yang paling aku benci”, maka sayyidina Umar berkata : “orang yang biasa menyuapimu itu adalah sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam”. Sungguh indah akhlak sayyidina Muhammad, yang setiap harinya datang dan menyuapi orang tua itu kemudian mengenalkannya pada Islam, namun orang tua itu selalu menolak bahkan selalu mencaci Islam, kemudian di hari esoknya pun demikian. Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, idola kita serta orang yang sangat kita cintai. Sungguh beruntunglah di dunia dan akhirat orang yang mencintai beliau shallallahu ‘alaihiw wasallam. Hadirin hadirat, telah ditemukan saat ini bahwa orang yang pemaaf itu lebih cepat sembuh dari sakitnya daripada orang yang sulit memaafkan. Dikatakan oleh Prof. Harun Yahya berdasarkan penelitian bahwa orang yang menderita sakit yang tidak kunjung sembuh namun setelah diberi pelajaran untuk memaafkan kepada orang-orang yang dibencinya, mereka merasa kondisinya membaik setelah memaafkan orang yang dibencinya. Alangkah indahnya tuntunan sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dimana beliau adalah orang yang paling pemaaf.
Di saat Abu Jahal menggali lubang di depan pintu rumah sayyidina Muhammad agar beliau terjatuh ke dalamnya, sementara ia menggali lubang teman-temannya menunggunya dari kejauhan dan ketika nabi Muhammad keluar lantas mengagetkannya Abu Jahal sendiri yang terjatuh ke dalamnya, melihat kejadian itu teman-teman Abu Jahal lari karena melihat Abu Jahal yang terperangkap ke lubang itu, maka di saat itu siapakah yang menolong dan mengulurkan tangannya untuk membantu orang yang telah menggali lobang untuk mencelakakan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam ?, dia adalah sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, demikianlah akhlak sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang patut kita warisi, yang semakin hari akhlak mulia itu semakin hilang dan sirna, dan semakin seseorang kehilangan akhlak yang luhur maka ia tidak bisa membedakan antara kekuatan Allah dan kekuatan setan, kekuatan setan tidak berarti apa-apa namun kekuatan Allah lah yang hakiki, terkadang seseorang terombang-ambing dalam kelemahan, namun tetaplah selalu berdoa, berdasarkan sabda sang nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam :
أَعْجَزَ النَّاسِ مَنْ عَجَزَ عَنِ الدُّعَاءِ
“Manusia yang paling lemah adalah orang yang paling lemah dalam berdo’a”
Semakin banyak kita berdoa, maka semakin kuat dan tenang hati kita, dan jika tenang hati kita maka kita akan bisa menyelesaikan masalah-masalah yang ada dalam kehidupan kita, baik dalam keadaan kaya raya atau dalam kesusahan, dalam musibah atau dalam kenikmatan. Jiwa yang tenang akan menuntun kita, seorang yang kaya raya jika hatinya tidak tenang maka ia tidak akan merasa tenang di rumahnya atau dimana pun dia berada meskipun hartanya berlimpah, demikian pula orang yang memiliki jabatan tinggi dan banyak orang yang iri melihat jabatannya, namun jika hatinya tidak tenang maka dia akan merasa dirinya di dalam neraka. Hadirin hadirat, ketenangan adalah kenikmatan yang sangat berharga, dan hal itu telah diajarkan oleh Allah dengan firman-Nya :
الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
( الرعد : 28 )
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram” ( QS. Ar Ra’d : 28 )
Warisilah sifat-sifat mulia rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau memiliki sifat berani dan tidak ada orang yang lebih berani dari sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dan keberanian beliau menjadikan beliau orang yang sangat sabar, inilah makhluk yang paling sempurna, sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Jika hanya melihat semut kecil yang tidak mengganggu maka akan dibiarkan saja semut itu, karena ia sangat mampu untuk membunuh semut itu, namun jika melihat binatang yang besar meskipun tidak mengganggu mak kita akan berusaha menghindar dan lain sebagainya. Diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari ketika Rasulullah mendengar suara yang menggemuruh, maka orang-orang keluar dari rumah-rumah mereka dalam kebingungan, mereka saling bertanya satu sama lain akan suara aneh itu, suara gemuruh yang menakutkan itu, dan tidak lama kemudian rasulullah datang dan dengan tenang berkata : “ itu hanya suara gemuruh dari laut”, dan ketika para sahabat masih kebingungan, Rasulullah berjalan menuju keluar Madinah tanpa mengajak siapa-siapa, padahal orang lain akan menjauh dan takut dengan gemuruh itu namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang menghampirinya, demikian keberanian beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. Namun dengan keberanian yang seperti itu beliau juga adalah orang yang paling sabar, ketika beliau ditanya tentang keadaan beliau di awal-awal beliau berdakwah, beliau berkata : “hari yang sangat menyedihkan adalah ketika aku berdiri di hadapan orang banyak, lalu aku berkata kepada mereka : “ Wahai manusia ucapkanlah “Laa ilaaha illallah”, maka di saat itu mereka berdesakan mendekat kepadaku untuk meludahi wajahku dan memukuliku”. Demikianlah dakwah sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Di zaman sekarang orang berebutan mendekat untuk menyalami orang yang berdakwah, namun di saat itu manusia mendekat kepada Rasulullah untuk meludahi wajah beliau dan memukuli beliau. Bahkan disaat yang seperti itu manusia yang sangat berani ini mampu bersabar dan mendoakan mereka :
اَللّهُمَّ اهْدِ قَوْمِيْ فَإِنَّهُمْ لاَ يَعْلَمُوْنَ
" Ya Allah berilah hidayah kepada kaumku , sesungguhnya mereka tidak mengetahui "
Alangkah indahnya budi pekerti beliau, orang yang berbuat jahat kepada beliau disebut dengan sebutan “kaumku”. Maka beruntunglah kita hadir di majelis ini sehingga berita-berita luhur sampai ke telinga kita, semoga membawa kesucian pada sanubari kita. Kita berdzikir dan berdoa bersama, dalam berdoa hadirkanlah hati kita, menyesallah akan hal-hal yang pernah kita perbuat dari dosa-dosa kita, agar setelah kita berdiri dari majelis ini tidak satu pun dari kita yang keluar dari tempat ini kecuali seperti bayi yang baru dilahirkan, dan saudara-saudara kita yang menyaksikan dari kejauhan di penjuru barat dan timur semoga dilimpahi keluhuran, dan kita titipkan masa depan kita kepada Yang Maha Memiliki masa depan dunia dan akhirah agar dilimpahi kenikmatan, Dialah Yang Maha Mampu. Dan siswa siswi yang telah melewati ujian semoga diberi kelulusan dan kesuksesan, dan yang akan menghadapi ujian semoga diberi ketenangan, kelulusan dan kesuksesan dunia dan akhirah, jangan sampai lulus namun tidak sukses, dan tidak pula sebaliknya, kita semua berharap lulus dan sukses di dunia dan akhirah, amin. Maka selalu lah berdoa :
رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
(البقرة :201 )
" Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka" (QS. Al Baqarah: 201)
فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا ...
Ucapkanlah bersama-sama
يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم ...لاَإلهَ إلَّاالله...لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ اْلعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ...لاَ إِلهَ إِلَّا الله رَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِ...لاَ إِلهَ إلَّا اللهُ رَبُّ السَّموَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ اْلعَرْشِ اْلكَرِيْمِ...مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ،كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ.


Peduli Acara MAJELIS RASULULLAH SAW Bank syariah mandiri 061-7121-494 a/n Munzir Almusawa_______Majelis Nisa di seketariat MAJELIS RASULULLAH SAW, setiap hari minggu pkl 14.00 WIB s/d selesai. Tausiah akan disampaikan langsung oleh AL ALAMAH ALHABIB MUNZIR BIN FUAD ALMUSAWA. majelis kusus nisa/WANITA
Related Posts with Thumbnails
Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More