Terima Kasih, Anda sudah mengunjungi blog Pecinta Rasulullah SAW, semoga Allah selalu Menanamkan Rasa Cinta dan Rindu kepada Allah SWT dan Sayyidina Muhammad SAW kepada Diri kita Hingga kita Wafat dalam Khusnul Khotimah AAMIIN.........
kritik dan saran : mufe.majelis@gmail.com_____Alamat lengkap Majelis Rasulullah SAW: jl. Cikoko Barat V, RT 03/05, NO 66, Kelurahan Cikoko, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan (12770),
Tampilkan postingan dengan label munzir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label munzir. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 November 2013

PERBANYAK MENGUCAP KALIMAT LÀAILLAHAILALLAH ,.

Pada Senin malam, 21 Muharram 1435 H/ 25
November 2013, Lapangan Monas Jakarta penuh
sesak dengan lautan manusia yang berpakaian
serba putih-putih dan berjaket Majelis Rasulullah
SAW. Gelombang ratusan ribu umat Islam datang
dari berbagai pelosok tanah air dan luar negeri ke
Monas Jakarta untuk menghadiri puncak acara
Tabligh Akbar Majelis Rasulullah SAW yang
bersama Guru Mulia Alhabib Umar bin Hafidz.

Gema dzikir, sholawat, dan maulid serta lantunan
al-Qur’an tiada henti-hentinya menggema
mengguncang jagat raya. Tidak ketinggalan
tausiah-tausiah yang dibawakan oleh para ulama,
habaib dan kyai melengkapi puncak acara tabligh
akbar. Terlebih lagi tausiah yang disampaikan
oleh sang kekasih Allah dan Rasul-Nya, Alhabib
Umar bin Hafidz.

Dalam tausiahnya beliau menyampaikan bahwa
sesungguhnya akhir hayat kita semua tergantung
dari apa yang ada di dalam hati kita dan dari apa
yang dilakukan oleh anggota tubuh kita. Kita
sudah sering dikumpulkan bersama Habibana
Munzir Almusawa sebelum beliau wafat.

Ingatlah bahwa beliau tidaklah meninggal tapi
hanya jasad beliau yang wafat sesuai janji Allah
kepada Orang-orang yang sholeh.
Ingatlah bahwa orang-orang yang berjaya karena
dunia mereka akan menyesal akhirat karena telah
menyia-nyiakan majelis-majelis mulia seperti
malam ini, Allah senantiasa menatap apa yang
tersembunyi didalam hati dan pikiran kita.

Alhabib Umar bin Hafidz berpesan, sungguh nafsu
dan syaitan lebih pantas untuk dilanggar daripada
melanggar perintah Allah, semoga kita diwafatkan
dalam keadaan taat kepada Allah, maka
bersungguh-sungguhlah dalam munajat kepada
Allah, bersihkanlah hati dan pikiranmu agar
terhindar dari bujukan musuh-musuh Allah.

Di saat kita mencintai ketaatan dan membenci
kemaksiatan maka segala rencana orang-orang
yg akan menghancurkan Islam akan musnah
dengan sendirinya.

Janganlah kita berdoa hanya untuk diri kita
sendiri saja, maka perluaslah kepada saudara-
saudara kita karena hal itu disukai Allah SWT.

Keberkahan majelis ini akan membuka pintu
Hidayah Allah kepada orang-orang yang nantinya
akan masuk Islam karena majelis ini. Hanyalah
Allah yang mampu membuat apa yang tidak
mungkin menjadi mungkin.

“Ketahuilah Laa ilaha illallah adalah ucapan
paling afdhal yang pernah diucapkan oleh nabi-
nabi sebelum Rasulullah, perbaharui iman kalian
dengan selalu membaca kalimat Laa ilaha illallah.
Ucapkan dengan penuh rasa khusyu’, tawaddhu’
dan pengharapan. Ini adalah cara dzikir para salaf
terdahulu. Ajarkan ini pada keluarga, sahabat dan
orang di sekitar kita agar diangkat segala adzab
dan kesulitan kita serta derajat kita diangkat oleh
Allah SWT”, lanjut Habib Umar bin Hafidz.

Selanjutnya beliau meminta mengulurkan tangan
kita, mengangkat tangan kita, meminta kepada
Allah, mengemislah kepada-Nya. dan ucapkan
“YAA ALLAH…YAA ALLAH…YAA ALLAH.

Ya Allah, jangan Engkau putuskan harapan kami
pada-Mu karena Engkau adalah Yang Maha
Pendengar dan Maha Dermawan. Ya Allah, jangan
Kau campakkan kami di hari kiamat. Ya Allah,
pertemukanlah kami dengan kekasih kami Nabi
Muhammad SAW di hari kiamat. Amiin..”

(Ditulis oleh Majelis Ta’lim Darusshofa /

Img: ﺍﻟﺤﺒﻴﺐ ﻋﻤﺮ ﺑﻦ ﺣﻔﻴﻆ – Habib Omar)


Rabu, 30 Oktober 2013

NASEHAT HATI SANG SULTHONUL QULUB ALHABIB MUNZIR ALMUSAWA

Nasehat Hati Sang Sulthonul Qulub Habib Munzir
Al Musawa.

Habibana berkata :
Saudaraku yang ku muliakan,
Hidup kita bahagia, tenang dan damai dengan
tuntunan Sayyidina Muhammad SAW .

Sebagaimana diriwayatkan di dalam Shahih Al
Bukhari, Rasul SAW bersabda :
ﻣَﻦْ ﻟَﺎ ﻳَﺮْﺣَﻢُ ﻟَﺎﻳُﺮْﺣَﻢُ

“ Barangsiapa yang tidak mengasihani, maka ia
tidak dikasihani “

Jadi semakin kita bengis kepada orang lain, hati-
hati takdir Allah semakin bengis kepada kita.

Maka
semakin kita berlemah lembut kepada orang lain,
Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang makin
berlemah lembut kepada kita.
Maka berlemah lembutlah kepada orang lain
semampunya , dan berusahalah jika orang-orang
berbuat jahat kepada kita doakan agar dia diberi
hidayah, karena banyak dari teman dan saudara
kita itu berbuat kemungkaran karena dijebak oleh
syaitan, hatinya tidak mau, hatinya ingin baik,
mungkin ia melihat kalian hadir ke majelis hatinya
terpanggil walaupun dia sedang dalam keadaan
mungkar dan dosa , (si pendosa berkata dalam
hatinya) “aku ingin seperti dia hadir ke majelis”
namun dikalahkan oleh kekuatan syetan,,”ah nanti
saja lain waktu”, nah hal seperti ini yang perlu
dikasihani, hidayah ada di hatinya tapi ia
dikalahkan oleh kekuatan syetan maka perlu
dikasihani, diseru dengan kelembutan dan diajak
kepada keluhuran.

Warisi perjuangan Nabi kita Muhammad SAW
dalam hari-hari kita, bukan berarti harus menjadi
Da’i semua namun jadilah penyeru ke jalan
keluhuran di rumah, di tetangga, di pekerjaan, di
sekolahan, kenalkan budi pekerti yang baik pada
ayah bunda,
“kenapa ayah ibu saya selalu kasar pada saya?”
Kalau kau berlemah lembut pada mereka sekali,dua
kali, tiga kali, seminggu dua minggu, belum satu
bulan engkau berlemah lembut pada ayah ibu mu,
kau akan menjadi orang kesayangannya, dan kau
tidak akan disakiti perasaanmu karena kau menjadi
anak yang di banggakan, kenapa ? karena sangat
berlemah lembut pada Ayah Bunda nya.

Hampir semua orang yang bengis kepada orang
lain, kalau ia di lemah lembut maka ia akan
berubah menjadi baik, kenapa? Karena, pedang
akhlak dan budi pekerti itu adalah pedang cahaya,
kalau pedang besi hanya bisa merobek dada atau
jantung, membunuh…, paling banyaknya tidak bisa
lebih dari itu,
tapi pedang cahaya itu bisa menembus sanubari ,
merubah hati yang keras menjadi hati yang lembut
penuh cahaya, membuat orang yang bengis menjadi
orang yang sangat sering menangis, membuat
orang yang selalu berbuat jahat menjadi orang
yang selalu berbuat baik, membuat musuh terjahat
menjadi teman tersetia, itulah pedang cahaya
akhlak Sayyidina Muhammad SAW .

Demikian banyak saya tidak bisa sebutkan satu
persatu, riwayat Shahih Bukhari dan lainnya ; orang
yang berkata kepada Nabi Muhammad SAW tidak
ada orang yang lebih kubenci dari Muhammad
SAW, tapi setelah keramahan beliau berubah
menjadi orang yang paling dicintainya adalah
Sayyidina Muhammad SAW .

Demikian nasehat dari Sulthonul Qulub Habib
Munzir Al Musawa.
Semoga bermanfaat.


NASEHAT HATI SANG SULTHONUL QULUB ALHABIB MUNZIR ALMUSAWA

Nasehat Hati Sang Sulthonul Qulub Habib Munzir
Al Musawa.

Habibana berkata :
Saudaraku yang ku muliakan,
Hidup kita bahagia, tenang dan damai dengan
tuntunan Sayyidina Muhammad SAW .

Sebagaimana diriwayatkan di dalam Shahih Al
Bukhari, Rasul SAW bersabda :
ﻣَﻦْ ﻟَﺎ ﻳَﺮْﺣَﻢُ ﻟَﺎﻳُﺮْﺣَﻢُ

“ Barangsiapa yang tidak mengasihani, maka ia
tidak dikasihani “

Jadi semakin kita bengis kepada orang lain, hati-
hati takdir Allah semakin bengis kepada kita.

Maka
semakin kita berlemah lembut kepada orang lain,
Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang makin
berlemah lembut kepada kita.
Maka berlemah lembutlah kepada orang lain
semampunya , dan berusahalah jika orang-orang
berbuat jahat kepada kita doakan agar dia diberi
hidayah, karena banyak dari teman dan saudara
kita itu berbuat kemungkaran karena dijebak oleh
syaitan, hatinya tidak mau, hatinya ingin baik,
mungkin ia melihat kalian hadir ke majelis hatinya
terpanggil walaupun dia sedang dalam keadaan
mungkar dan dosa , (si pendosa berkata dalam
hatinya) “aku ingin seperti dia hadir ke majelis”
namun dikalahkan oleh kekuatan syetan,,”ah nanti
saja lain waktu”, nah hal seperti ini yang perlu
dikasihani, hidayah ada di hatinya tapi ia
dikalahkan oleh kekuatan syetan maka perlu
dikasihani, diseru dengan kelembutan dan diajak
kepada keluhuran.

Warisi perjuangan Nabi kita Muhammad SAW
dalam hari-hari kita, bukan berarti harus menjadi
Da’i semua namun jadilah penyeru ke jalan
keluhuran di rumah, di tetangga, di pekerjaan, di
sekolahan, kenalkan budi pekerti yang baik pada
ayah bunda,
“kenapa ayah ibu saya selalu kasar pada saya?”
Kalau kau berlemah lembut pada mereka sekali,dua
kali, tiga kali, seminggu dua minggu, belum satu
bulan engkau berlemah lembut pada ayah ibu mu,
kau akan menjadi orang kesayangannya, dan kau
tidak akan disakiti perasaanmu karena kau menjadi
anak yang di banggakan, kenapa ? karena sangat
berlemah lembut pada Ayah Bunda nya.

Hampir semua orang yang bengis kepada orang
lain, kalau ia di lemah lembut maka ia akan
berubah menjadi baik, kenapa? Karena, pedang
akhlak dan budi pekerti itu adalah pedang cahaya,
kalau pedang besi hanya bisa merobek dada atau
jantung, membunuh…, paling banyaknya tidak bisa
lebih dari itu,
tapi pedang cahaya itu bisa menembus sanubari ,
merubah hati yang keras menjadi hati yang lembut
penuh cahaya, membuat orang yang bengis menjadi
orang yang sangat sering menangis, membuat
orang yang selalu berbuat jahat menjadi orang
yang selalu berbuat baik, membuat musuh terjahat
menjadi teman tersetia, itulah pedang cahaya
akhlak Sayyidina Muhammad SAW .

Demikian banyak saya tidak bisa sebutkan satu
persatu, riwayat Shahih Bukhari dan lainnya ; orang
yang berkata kepada Nabi Muhammad SAW tidak
ada orang yang lebih kubenci dari Muhammad
SAW, tapi setelah keramahan beliau berubah
menjadi orang yang paling dicintainya adalah
Sayyidina Muhammad SAW .

Demikian nasehat dari Sulthonul Qulub Habib
Munzir Al Musawa.
Semoga bermanfaat.


Selasa, 08 Oktober 2013

SEMAKIN SEMPURNA JIWA YANG MENGENAL SAYYIDINA MUHAMMAD SAW


Habib Munzir Al Musawa:

Semakin seseorang dekat dan mengamalkan
sunnah Sang Nabi saw, dia akan semakin
sempurna dan demikian pula masyarakat. Semakin
meluas ajaran sunnah Nabi Muhammad Saw maka
akan semakin damai masyarakatnya. Beberapa
waktu yang silam diwilayah Shibam di Hadramaut
ada seorang qadhi (hakim). Di Shibam kebanyakan
ulama, shalihin banyak disitu. Qadhi (hakim) itu 20
tahun bertugas menjadi hakim di wilayah Shibam.
Setelah selesai jabatannya ia kembalikan semua
penghasilan bulanannya, karena hakim kan ada
gajinya, ada bulanannya dikembalikan yang selama
20 tahun. Dikembalikan kepada amir (pemimpin).
“Kenapa dikembalikan?” Hakim menjawab “saya
tidak bekerja. 20 tahun saya jadi hakim tidak ada 1
kasus pun”. Selama 20 tahun ia menjadi qadhi
(hakim), tidak satu pun ada pengaduan kepada
hakim.

Demikianlah masyarakat yang nabawiy, kalau
sudah masyarakatnya asyik dengan sunnah Nabi
Muhammad Saw tidak ada lagi hal – hal yang
bersifat munkar. Ada satu yang mencaci temannya
yang lain memaafkan, yang satu berbuat dholimi
yang lain menasehati. “Tidak ada 1 kasus pun”,
kata sang hakim. “20 tahun aku disini, tapi aku
makan penghasilan tiap bulan makan dikasih, aku
tidak mau memakannya karena aku tidak bekerja
sebagai hakim, aku ditunjuk jadi hakim selama 20
tahun disini tidak ada kasus 1 pun yang datang
kepadaku”. Demikian hadirin – hadirat, sampai ia
selesai dari jabatannya dan tidak ada 1 kasus pun
di wilayah itu, demikian indahnya masyarakat kalau
sudah berjalan dengan sunnah Nabi Muhammad
Saw. Allah berikan keberkahan, Allah berikan
keluasan.

Demikian hadirin – hadirat yang dimulaikan Allah,
Saya pernah berkunjung ke Pulau Bengkalis
diwilayah Riau. Pulau ini pulau yang kaya raya,
Sampai ditempat pertama kali yang saya Tanya
“bagaimana keadaan pulau ini?” mereka berkata
“Habib, di pulau ini tidak ada bar, tidak ada
diskotik, tidak ada café, tidak ada perjudian, tidak
ada tempat zina, tidak ada itu semua.” Kenapa?
Masyarakatnya tidak mau. Pernah buka disini bar,
diskotik tapi tidak laku, tutup sendiri karena
masyarakatnya tidak mau itu. Masjid ramai,
pesantren ramai, majelis taklim ramai. Ada orang
buka bar, buka diskotik tutup sendiri karena tidak
laku. Jadi Habib disini tidak ada tempat maksiat
karena masyarakatnya tidak mau. Subhanallah!!

Kaya raya, Allah limpahkan keberkahan
sebagaimana firman Allah “walaw anna ahlalqura
amanu wattaqa lafatahnaa a’laihim barakaati
minassamaai wal ardh” QS. Al A’raf : 76 (kalau
seandainya masyarakat itu beriman dan bertaqwa,
Allah limpahkan keberkahan dari langit dan bumi).


PEDANG KELEMBUTAN

Habib Munzir Al Musawa:

Warisi perjuangan Nabi kita

Muhammad SAW
dalam hari-hari kita, bukan berarti harus menjadi
Da’i semua namun jadilah penyeru ke jalan
keluhuran di rumah, di tetangga, di pekerjaan, di
sekolahan, kenalkan budi pekerti yang baik pada
ayah bunda,

“kenapa ayah ibu saya selalu kasar pada saya?”
Kalau kau berlemah lembut pada mereka sekali,dua
kali, tiga kali, seminggu dua minggu, belum satu
bulan engkau berlemah lembut pada ayah ibu mu,
kau akan menjadi orang kesayangannya, dan kau
tidak akan disakiti perasaanmu karena kau menjadi
anak yang di banggakan, kenapa ? karena sangat
berlemah lembut pada Ayah Bunda nya.

Hampir semua orang yang bengis kepada orang
lain, kalau ia di lemah lembuti maka ia akan
berubah menjadi baik, kenapa? Karena, pedang
akhlak dan budi pekerti itu adalah pedang cahaya,
kalau pedang besi hanya bisa merobek dada atau
jantung, membunuh…, paling banyaknya tidak bisa
lebih dari itu,
tapi pedang cahaya itu bisa menembus sanubari ,
merubah hati yang keras menjadi hati yang lembut
penuh cahaya, membuat orang yang bengis menjadi
orang yang sangat sering menangis, membuat
orang yang selalu berbuat jahat menjadi orang
yang selalu berbuat baik, membuat musuh terjahat
menjadi teman tersetia, itulah pedang cahaya
Sayyidina Muhammad SAW .

Demikian banyak saya
tidak bisa sebutkan satu persatu, riwayat Shahih
Bukhari dan lainnya ; orang yang berkata kepada
Nabi Muhammad SAW tidak ada orang yang lebih
kubenci dari Muhammad SAW, tapi setelah
keramahan beliau berubah menjadi orang yang
paling dicintainya adalah Sayyidina Muhammad
SAW .


PEDANG KELEMBUTAN

Habib Munzir Al Musawa:

Warisi perjuangan Nabi kita

Muhammad SAW
dalam hari-hari kita, bukan berarti harus menjadi
Da’i semua namun jadilah penyeru ke jalan
keluhuran di rumah, di tetangga, di pekerjaan, di
sekolahan, kenalkan budi pekerti yang baik pada
ayah bunda,

“kenapa ayah ibu saya selalu kasar pada saya?”
Kalau kau berlemah lembut pada mereka sekali,dua
kali, tiga kali, seminggu dua minggu, belum satu
bulan engkau berlemah lembut pada ayah ibu mu,
kau akan menjadi orang kesayangannya, dan kau
tidak akan disakiti perasaanmu karena kau menjadi
anak yang di banggakan, kenapa ? karena sangat
berlemah lembut pada Ayah Bunda nya.

Hampir semua orang yang bengis kepada orang
lain, kalau ia di lemah lembuti maka ia akan
berubah menjadi baik, kenapa? Karena, pedang
akhlak dan budi pekerti itu adalah pedang cahaya,
kalau pedang besi hanya bisa merobek dada atau
jantung, membunuh…, paling banyaknya tidak bisa
lebih dari itu,
tapi pedang cahaya itu bisa menembus sanubari ,
merubah hati yang keras menjadi hati yang lembut
penuh cahaya, membuat orang yang bengis menjadi
orang yang sangat sering menangis, membuat
orang yang selalu berbuat jahat menjadi orang
yang selalu berbuat baik, membuat musuh terjahat
menjadi teman tersetia, itulah pedang cahaya
Sayyidina Muhammad SAW .

Demikian banyak saya
tidak bisa sebutkan satu persatu, riwayat Shahih
Bukhari dan lainnya ; orang yang berkata kepada
Nabi Muhammad SAW tidak ada orang yang lebih
kubenci dari Muhammad SAW, tapi setelah
keramahan beliau berubah menjadi orang yang
paling dicintainya adalah Sayyidina Muhammad
SAW .


Sabtu, 05 Oktober 2013

KALAM CINTA HABIBANA


"Tiadalah kehidupan pasti menemui kematian,
tiadalah perkumpulan pasti menemui perpisahan"

"Satu hembusan nafasmu , ialah selangkah
menuju ajal"

"Beruntunglah dan tiada yang lebih beruntung
kecuali para Pecinta Sayyidina Muhammad
Shalallahu 'Alaihi Wasallam"

"Tiadalah yang lebih ditakuti Syaiton , para Jin,
dan Iblis melebihi hati yang berdzikir. Ketika hati
sedang ingat Allah , itulah yang paling ditakuti
oleh Syaithon"

"Tak ada yang lebih cepat mendatangkan
keridhoan Allah SWT. Melainkan bakti kepada
Ayah dan Ibunda"

"Sunnguh tiada Hadiah yang lebih Agung dari
doa"

"Ketahuilah bahwa peristiwa yang disebut
(Kematian) justru itulah Hakikat kehidupan yang
abadi"

"Ketahuilah bahwa cinta Allah , Allah titipkan
kepada Sesosok Manusia yang bernama
Sayyidina Muhammad Saw."

"Ketahuilah bahwa tuntunan terindah ialah
tuntunan Nabi ku dan Nabi kita semua yaitu
(Sayyidina Muhammad Saw)."

"Perindahlah siang-siang hari kita pada bulan
Ramadhan dengan puasa dan ibadah lainnya,
serta hiasilah dan sempurnakan malam-
malamnya dengan memperbanyak shalat tarawih
dan membaca Al qur’an."

"Do'a kita pun kepada Saudara/i kita adalah
sedekah, sebagaimana yang disabdakan Oleh
Sayyidina Muhammad Saw : "Semua yang baik
adalah sedekah".

"Getarkanlah bibirmu ketika menyebut nama
Yang Maha Agung (Fukullu Jami'an Ya
Allah...Ya Allah...Ya Allah)"

"Jadikanlah mulai saat ini Dzikir menjadi sebuah
kebutuhan kita, sebagaimana kita membutuhkan
makan."

"Nabi shallallahu'alaihi wasallam bersabda
riwayat shahih Muslim...

"Tiada akan datang
hari kiamat selama masih ada di muka bumi
yang memanggil nama ALLAH, ALLAH" (Shahih
Muslim)

"Kematian adalah guru terbaik dalam kehidupan,
sedikit saja kita lalai dari mengingat kematian
maka kita akan kehilangan guru terbaik dalam
kehidupan… Dia datang dengan tiba-tiba tanpa
kenal permisi.. Apakah kita siap menyambut
kedatangan sang malaikat maut ? adakah kita
siap menyongsong malam pertama di alam
kubur?…."

"Kita bangkit dengan kelembutan , bukan dengan
kekerasan."

"Jadikan sabar dan do'a sebagai senjata
terdahsyat dalam kehidupan ku dan kalian."

''Bila semua yang dialam semesta ini
membenciku , Demi ke Agungan-Mu asalkan
Engkau tidak murka kepadaku, makaaku tidak
perduli".


Senin, 21 Maret 2011

Perjalanan Kerinduan Safar Mahabbah

Perjalanan Kerinduan Safar Mahabbah



ImageMajelis induk bagi Majelis Dzikir dan dakwah Majelis Rasulullah saw, yaitu yang diadakan setiap minggunya pada Senin malam di Masjid Raya Almunawar, Jalan Raya Pasar Minggu Pancoran, Jakarta Selatan, malam ini dipenuhi jamaah berkisar lima puluh ribu muslimin muslimat, dan sebagaimana biasa acara majelis dimulai pada 20.30 wib dan berakhir pada 22.00 wib.
Sekilas hamba menyampaikan tausiyah mengenai kemuliaan anugerah Rasul saw dari Allah swt berupa Telaga alkautsar, dengan menukil sabda beliau saw riwayat shahih Bukhari yang memperjelas hal tersebut.
Majelis hening dan khidmat dari awal hingga akhirnya, dan di penghujung majelis hamba mengumumkan dan mohon doa, untuk pamitan meninggalkan Jakarta beberapa hari untuk menghadap Guru Mulia Almusnid Al Arif billah Alhabib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidh di Dubai, lalu menuju Kairo, lalu menuju Jeddah untuk Umrah dan Ziarah Rasul saw di Madinah Almunawarah.
Sebenarnya tujuan hamba adalah berjumpa dengan guru mulia di Tarim, Hadramaut Yaman, namun karena beliau berencana bepergian ke Kairo, lalu Maroko, dan akan terus melanjutkan perjalanan menuju Amerika Serikat, Spanyol dan negeri negeri Eropa, Afrika dan Australia, lalu dikabarkan baru akan pulang pada Mei 2011, maka sungguh hati ini tidak mampu menahan rindu dan menatap wajah yang paling kucintai dimuka bumi ini, dan belum pernah hamba temukan seorangpun yang lebih lembut, ramah, dan berwajah sejuk seperti beliau, tatapan mata yang teduh dan memancarkan aura kedamaian yang menyelimuti jiwa, belum lagi beberapa hal penting yang mesti dimusyawarahkan dengan beliau untuk mendapat jawaban akan langkah langkah apa yang mesti diambil dalam menghadapi hal hal tersebut
Maka dikarenakan beliau akan meninggalkan kediaman beliau di kota Tarim pada senin malam waktu setempat (minus 4 jam dengan wib), beliau akan menuju Bandara Mukalla insya Allah dengan kendaraan dengan jarak tempuh sekitar 4 – 5 jam , dan lalu menuju Bandara Dubai, insya Allah dijadwalkan tiba di Dubai pada Selasa 8 Februari 2011 pukul 13.00 waktu Dubai (minus 3 jam dengan wib). Lalu insya Allah dijadwalkan akan menuju Kairo pada pukul 15.35 waktu Dubai, untuk transit beberapa jam di Kairo lalu meneruskan ke Maroko.
Image Maka hamba tak tahan menanti hingga bulan Mei, hamba pun tak bisa menunda lagi karena jika tak safar secepatnya maka beliau telah ke wilayah yang semakin jauh, maka hamba segera mengambil inisiatif untuk menghadap beliau di Dubai, walau beberapa menit, sekedar menikmati memandang wajah sejuk beliau, mencium tangan yang hampir tak pernah berhenti berdoa, dan memohon wejangan wejangan atas hal hal yang dihadapi, lalu hamba akan melanjutkan ke Saudi Arabia untuk Ziarah Rasul saw di Madinah dan Umrah di Makkah, lalu berziarah ke kota Tarim, Hadramaut.
Namun sungguh hal yang membuat hamba kecewa, bandara Dubai sangat luas, Guru Mulia akan masuk di terminal 1, dan berangkat ke Kairo juga dari terminal 1, sedangkan penerbangan hamba yaitu Emirate Air, yang akan mendarat di terminal 3, dan tidak diizinkan untuk bisa masuk ke terminal 1, karena luasnya bandara, hamba tidak bisa ke terminal 1 kecuali memiliki tiket penerbangan keluar dubai dengan penerbangan yang berangkat dari terminal 1 pula, maka hamba memilih penerbangan yang sama dengan guru mulia, dan insya Allah bersama beliau dalam pesawat yang sama menuju Kairo, dan dai Kairo beliau akan menuju Maroko, sedangkan hamba akan menuju Jeddah.
Sebenarnya hal ini merupakan hal yang musykil (rumit dan sulit), sebab penerbangan Dubai – Jeddah, jauh lebih dekat daripada Dubai – Kairo – Jeddah, penerbangan dubai jeddah akan memakan waktu 2 jam saja, sedangkan penerbangan Dubai- Kairo – jeddah kami diskedulkan berangkat 15.35 dan baru akan tiba di Jeddah pd 02,30 dinihari rabu 9 maret 2011.
Namun walau cara ini membuat perjalanan semakin jauh dan melelahkan, namun itu tiada berarti dibandingkan duduk berdampingan dengan Guru Mulia nan luhur dan lembut penuh kasih sayang dalam perjalanan antara Dubai – Kairo.
Maka hamba memilih demikian..
Hamba menulis catatan ini sedangkan kami di penerbangan emirate air, dengan ketinggian 32.000 kaki atau 9.700 meter diudara, dengan kecepatan 950 km / jam. Pesawat ini melaju, hamba melirik jam tangan yang menunjukkan pk 02.20 dinihari dengan masih mengikuti waktu jakarta, kami meninggalkan Majelis di masjid raya almunawar pk 22.00wib dan menuju bandara, dan kami lepas landas pada pk 00.15wib, perjalanan akan ditempuh dalam waktu berkisar 7 jam dan 30 menit. Dan Insya Allah akan tiba di Bandara Dubai pd pk 5.30 waktu Dubai.
Kerinduan terus membara, menghadap sang Guru yang tak henti henti bayangan senyum dan kelembutannya menerangi jiwa, membangkitkan semangat, dan menguras airmata.
Duhai.. Maha Suci Engkau wahai Allah swt yang mengizinkan hamba pendosa ini kembali bertatap muka, mendapat wejangan, bahkan 1 pesawat dengan beliau dengan kesempatan berbincang yang cukup lama.
Lalu hamba akan menghadap pula hamba yang paling kau cintai, Sayyidina Muhammad saw, kota Madinah yang penuh sejarah keluhuran, berziarah dan mendekatkan tubuh ini hingga berjarak beberapa meter saja dari Jasad Rasul saw, Jasad Sayyidina Abubakar Shiddiq ra, Jasad Sayyidina Umar ra, lalu menuju pemakaman Baqi’ yang selalu sering diziarahi Rasul saw dimasa hidup beliau saw, yang dimakamkan banyak para sahabat dari Muhajirin dan Anshar, bahkan Putri Rasul saw tercinta, Sayyidah Fatimah Azzahra ra. Juga banyak jasad Ahlu Badr dan Ahlul Uhud.
Kami tiba tiba di Bandara Dubai pukul 05.30 waktu Dubai, kami menuju Terminal Lalu menuju Miiqat dan menggunakan Ihram, untuk menunaikan ibadah Umrah di Makkah Almukarramah, dengan tawaf, melewati langkah langkah Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as ketika keduanya membangun ka’bah, lalu sa'i dari bukit Shafa menuju Marwa sebanyak tujuh kali hingga berakhir di Shafa, mengikuti langkah Siti Hajar as, yang bersabar atas perintah Allah swt untuk menjaga putranya yang masih kecil ditengah lembah Makkkah yang belum dihuni siapapun, ditinggalkan oleh suaminya yaitu Nabi Ibrahim as yang diperintahkan menuju Palestina, lalu sekembalinnya Nabi Ibrahim as ke Makkah, putranya yaitu nabi Ismail as sudah dewasa, dan Siti Sarah as sudah lama wafat.
Lalu tahallul, menggunting sedikit rambut, lalu bersiap siap meninggalkan Makkah menuju Jeddah, dan menuju kota Tarim Hadramaut, berziarah pd Imam Ahmad Almuhajir, Imam Faihil Muqaddam, Imam Abdurrahman Assegaf bin Muhammad Mauladdawiilah, Imam Abdullah bin Alwi Alhaddad, imam Abdullah alaidrus, Imam Fakhrul Wujud Abubakar bin salim, dan para imam imam arif billah disana. Lalu kembali ke indonesia.
Kami tiba tiba di Bandara Dubai pk 05.30 waktu dubai, kami melakukan shalat subuh berjamaah, lalu di bandara yang sangat luas itu kami terus menuju Terminal 1, dari posisi kedatangan kami di terminal 3, kami berjalan kaki sekitar 1 km dari jauhnya jarak, hingga kami sudah berada di pintu (Gate) 15, tempat penumpang Egypt Air akan boarding menuju pesawat tujuan Kairo.
Kami minum kopi dan makan makanan ringan sambil duduk menanti.., kami lelah, kantuk, namun tak satupun dari kami kecuali terus dalam hati penuh gembira menanti kedatangan Sang Guru Mulia, setelah 7 jam duduk menanti, pukul 12.30 waktu Dubai kami mulai menuju ruang boarding, dan kami melihat putra dari Guru Mulia sedang di meja boarding pula, habib salim bin Umar bin Hafidh, beliau tersenyum cerah melihat hamba, kami berpelukan, dan ia terheran heran dan berkata : Darimana kau datang dan akan kemana?, hamba katakan hamba dari Jakarta dan ingin jumpa ayahanda Guru mulia, lalu ke Kairo.
Habib salim tersenyum gembira, lalu berkata : "Ada acara apa di Kairo?", hamba katakan : "tidak ada acara apa apa, hanya ingin sepesawat dengan ayahannda guru mulia...", beliaupun tersenyum lagi dan berkata : "ayah di toilet disana, sebentar lagi beliau keluar, silahkan perbuat apa yang ingin kau perbuat...", habib salim tertawa canda dan meninggalkan hamba untuk kembali ke meja boarding, hamba langsung mengarahkan pandangan kearah toilet..,
Beberapa detik kemudian keluarlah Guru Mulia dari arah Toilet, dengan langkah cepat namun tidak terburu buru, bagai angin semilir yang berhembus indah.... Allahu Akbar... Guru Mulia kekasihku sudah dihadapanku.., dengan senyum penuh ramah dan kelembutan, mengalir ucapan lembutnya dengan suara sangat sangat lembut setengah berbisik.. “ahlan wa sahlan.., bagaimana kabarmu sayyid (tuan) munzir..”, seraya mengulurkan tangan beliau, hamba menyambut tangan itu dan menciuminya, tangan lembut nan mulia itu sudah basah dengan airmata hamba, kutumpahkan airmata rindu, cinta, gembira, dan ledakan haru.., beliau membiarkannya seakan tak tega untuk melepas tangan beliau dari wajah hamba.

ImageImageImage




Demikian akhlak Rasul saw, beliau saw tak pernah melepaskan tangan orang yang menyalaminya kecuali terus bersabar sampai orang tersebut yang melepaskannya, sampai hamba mundur dan melepasnya, tak tega mengotori tangan mulia itu dengan derasnya airmata, dan mempersilahkan beliau menuju tempat duduk, beliau duduk, lalu hamba diperintahkan duduk disebelah beliau, hamba tidak berani, dan hamba tetap berdiri, beliau mempersilahkan lagi, hamba tetap berdiri dan hanya menunduk.., kali ketiga beliau memerintahkan hamba duduk disebelahnya, maka hamba duduk, lalu beliau menerima hubungan telepon sambil menjulurkan kedua kaki, maka hamba melihat teman teman yang bersama hamba dari tim inti Majelis Rasulullah saw, hamba bisikkan untuk memijiti kaki Guru Mulia satu persatu, merekapun gembira dan terus memijiti kedua telapak kaki dan betis beliau bergantian, Lama kelamaan hamba mulai cemburu, hambapun ingin turun dari kursi untuk memijiti beliau pula, namun beliau bangkit berdiri dan menuju musholla agar kami shalat, tak ada orang lain dari jamaah di Dubai atau lainnya yang bersama beliau, kecuali kami, beliau, dan putra beliau, kami shalat bersama, jamak dhuhur dan ashar, lalu menuju ruang tunggu lounge VIP, untuk menanti keberangkatan menuju Kairo, kami sengaja duduk berjauhan, karena menurut putra beliau, beliau akan beristirahat/tidur sesaat, maka kamipun segera menjauh walau masih sama sama di Lounge VIP.
Hati hamba berfikir keras, menyesal tidak sempat memijiti kaki beliau, menyesal belum sempat bicara dan mengajukan pertanyaan dan meminta wejangan dan tuntunan dalam menghadapi masalah masalah hamba, namun hamba menghibur diri bahwa toh hamba sudah jumpa, dalam keadaan termenung, tiba tiba kami melihat beliau bangkit dari kursi diujung sana, dan berjalan bergegas tampak mengarah pada kami, kami kira beliau akan ketoilet karena toilet berada ditengah tengah, namun ternyata beliau memang benar benar mengarah pada kami, lalu dengan senyum cerah beliau duduk, kami semua berdiri, tak satupun berani duduk di sofa besar nan luas berbentuk segi empat itu, namun beliau mengatakan : “duduklah..”, maka hamba tak menyia nyiakan lagi, hamba berdiri dan membungkuk untuk berbicara dengan beliau, lalu mengambil kesempatan dengan terus bicara, hamba pelahan lahan merendahkan tubuh sedikit demi sedikit, tanpa beliau sadari hamba sudah duduk dilantai, bersimpuh, dihadapan kaki beliau, jika hamba langsung duduk dilantai kemungkinan besar beliau akan melarang hamba, namun hamba membuat sedikit strategi, dengan mulut terus bicara, namun tubuh pelahan pelahan turun dan akhirnya duduk bersimpuh dilantai, kedua tangan hamba langsung menjangkau telapak kaki beliau dan memijatnya dengan penuh cinta dan gembira.
Kami sama terdiam beberapa saat setelah terbentur hal yang rumit, hamba diam menanti jawaban, dan Guru Mulia nanlembut dan bijaksana merenungkan jalan keluar yang termudah dan tepat..
ImageImageImage




Guru mulia mulai menanyakan kabar maulid Akbar Majelis Rasulullah saw, pada Selasa 12 Rabiul awal 1432 H / 15 Febuari 2011. Hamba melaporkan kehadiran Presiden Republik Indonesia dan Wakil Presiden dan 25 Kabinet Menteri, Kapolri dan Panglima TNI, juga para Ulama sepuh diantaranya Kyai Sepuh Idris Lirboyo, Kyai Abuya Abdullah Mukhtar Sukabumi, Kyai Muhyiddin Sumedang namun terlambat tiba, dan Kyai Abdullah Faqih Langitan yang sedang sakit dan undur diri dari hadir. Lalu hamba memperlihatkan trailer / cuplikan acara tersebut dari Handphone hamba, Guru mulia sangat gembira, memandangnya dengan tajam, bertakbir, mengucap Alhmadulillah, dan Laa ilaha illallah. Beliau terus mengulang ulang memuji Allah swt dan terus memandangi dengan teliti cuplikan acara tersebut dengan memegang HP hamba dengan waktu yang cukup lama. Hamba ditanyai lagi laporan dan kabar dakwah lainnya, beliau terus bertanya dan bertanya dan hamba terus memperjelas dan memperjelas, kemudian hamba mulai menumpahkan banyaknya kendala yang dihadapai yang dalam beberapa hal hamba masih ragu mengambil keputusan mana yang harus diambil, beliau menyimak dengan teliti dan terus mendalami seakan menembus perasaan hamba yang terdalam, dan menjawab .

Image


Hamba terus menyampaikan keluhan dan menghujani beliau dengan pertanyaan dan beliau dengan tenang menjawab dengan bijaksana, dan kedua tangan hamba tak menyia nyiakan kesempatan, kecuali terus memijiti telapak kaki beliau, dengan cinta, senang dan sangat menyayangi beliau dengan gelora yang dahsyat, jika hamba harus wafat berjumpa beliau maka bagi hal itu sangat remeh, dan 1000 nyawa hamba tak mampu menyaingi gembiranya memijiti kedua telapak kaki beliau, sampai hamba mulai merenggang dari pertanyaan, maka beliau bangkit dan meninggalkan kami ke toilet, lalu kami bersama sama menuju ruang boarding, dan menaiki pesawat egypt air menuju Kairo, kami satu pesawat dengan beliau, dan di pesawat hamba lebih banyak lagi diberi tugas dan wejangan untuk langkah langkah kedepan dari apa yang perlu dilakukan oleh Majelis Rasulullah saw, dan beliau sangat serius dalam hal yang satu ini,
dan kesimpulan dari wejangan dari instruksi beliau adalah tetap bertahan dengan kelembutan dan terus maju tanpa ragu, terus menyayangi dan menyeru hampa pendosa dan terus menembus hamba yang terjebak kedalam kehinaan, mulai mengarah kepada instruksi inststuksi berat yang membuat tenggorokan hamba kering, beban sangat berat dilimpahkan pada hamba untuk melanjutkan tugas dengan lebih berhati hati, lebih jeli, lebih perhatian, lebih awas,. Lebih lembut, lebih nabawiy, lebih tidak terpengaruh dengan mereka yang mengacau rencana dan perjuangan yang telah diinstruksikan beliau, dan dengan menjalankan apa apa yang diperintahkan maka insya Allah akan terbit cahaya limpahan kebaikan yang dahsyat dan hal hal yang sangat agung...
Tak lama Guru mulia bangkit dan izin untuk istirahat, kami melihat jam maka kami hanya saling lirik, bagaimana mau istirahat/tidur padahal waktu take off 20 menit lagi, namun beliau tetap merebahkan tubuh beliau di sofa dan tidur, tepat 15 menit beliau bangun dan dengan sigap menuju toilet dan kamipun bersama sama menuju pintu (Gate) 15 untuk menuju Kairo, dan kami satu pesawat dengan beliau, dan beribu syukur hamba mempunyai waktu kembali berbincang dengan beliau karena kebetulan duduk berdampingan, dan kini pembicaraan mulai lebih mendalam dan lebih serius, menuju pada strategi strategi dakwah nabawiy yang penuh ketelitian, penuh kejujuran, penuh tawakkal, dan sungguh sangat rentan dan lemah jika ditranslit kepada logika, namun salah satu contoh adalah Nabi saw.
Kami menanti di Kairo hingga pukul 23.30 waktu Kairo, lalu menuju jeddah dan tiba 2.30 dinihari waktu Jeddah, dan karena padatnya jamaah Umroh yang berdatangan maka hamba baru bisa keluar dari bandara King Abdul Aziz pada pukul 8.30 pagi, hamba kelelahan dan istirahat di Jeddah sampai pukul 02.00 dinihari, lalu menuju Madinah, lalu menuju Makkah dan Menuju Jeddah untuk berangkat dengan pesawat.
Sejuknya sunggguh menenangkan pancaran cahaya Madinah Almunawarah, dan hingga kini kesejukannya belum sirna, hamba berdoa untuk jamaah Majelis khususnya, dan muslimat muslimat di barat dan timur..
Hamba meneruskan perjalanan ke San’a dari Jeddah, lalu menuju Seiyun, kami berziarah pd Imam Faqihil Muqaddam, Imam Haddad, Imam Imam Al;aydrus, Imam Assegaf, Imam Fakhru Wujud, dan para imam lainnya.
Sabtu pukul 15.00 waktu Seiyun kami meluncur pulang dengan Yemenia Air menuju Jakarta, dengan transit di Dubai 2 jam, lalu transit di Kuala Lumpur 90 menit, lalu menuju Jakarta, kami tiba di Jakarta siang hari ahad.
Wahai pemilik Alam semesta, Kau perjalanankan kami dari kota mulia ke kota mulia, dengan waktu yang sangat singkat, maka perjalanankan kami menuju keluhuran demi keluhuran dalam waktu yang singkat, bagiku dan semua yang membaca risalah ini, amiin.
(Munzir almusawa)


Selasa, 08 September 2009

Hadist diperbolehkannya shalat sunnah dengan cepat termasuk shalat tarawih

berikut haditsnya :

حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ عَنْ ابْنِ أَبِي لَيْلَى قَالَ
مَا أَخْبَرَنَا أَحَدٌ أَنَّهُ رَأَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى الضُّحَى غَيْرُ أُمِّ هَانِئٍ ذَكَرَتْ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ فَتْحِ مَكَّةَ اغْتَسَلَ فِي بَيْتِهَا فَصَلَّى ثَمَانِيَ رَكَعَاتٍ فَمَا رَأَيْتُهُ صَلَّى صَلَاةً أَخَفَّ مِنْهَا غَيْرَ أَنَّهُ يُتِمُّ الرُّكُوعَ وَالسُّجُودَ

bahwa Ummu Hani ra melihat Nabi saw melakukan shalat dhuha, beliau saw mandi di hari fatah makkah (saat itu) lalu shalat 8 rakaat, dan tidak pernah kulihat Rasul saw shalat secepat itu, namun beliau menyempurnakan rukuk dan sujud.
(Shahih Bukhari Bab Al Jum’ah). hadits yg sama teriwayatkan pada shahih Bukhari Bab Al Jum’at pula, hadits yg sama teriwayatkan pada Shahih Bukhari Bab Al Maghaziy.

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ أَخْبَرَتْنِي حَفْصَةُ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا اعْتَكَفَ الْمُؤَذِّنُ لِلصُّبْحِ وَبَدَا الصُّبْحُ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ تُقَامَ الصَّلَاةُ

dari Hafshah ra sungguh Rasul saw menanti muadzin untuk subuh, dan melakukan shalat qabliyah subuh dg ringan (cepat) sebelum shalat subuh
(Shahih Bukhari Bab Adzan.
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَمَّتِهِ عَمْرَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ح و حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى هُوَ ابْنُ سَعِيدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَمْرَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُخَفِّفُ الرَّكْعَتَيْنِ اللَّتَيْنِ قَبْلَ صَلَاةِ الصُّبْحِ حَتَّى إِنِّي لَأَقُولُ هَلْ قَرَأَ بِأُمِّ الْكِتَابِ

dari Aisyah ra berkata : Rasul saw sangat cepat melakukan shalat qabliyah subuh, hingga aku berkata dalam hati apakah beliau saw membaca fatihah atau tidak (dari cepatnya) Shahih Bukhari Bab Al Jum’ah).
hadits diatas dari aisyah ra yg menyaksikan shalat Nabi saw sedemikian seakan tidak membaca fatihah teriwayatkan pula pada shahih Muslim pada Bab shalatul musafirin wa qashriha), teriwayatkan dua hadits yg sama pada bab yg sama.
jelas sudah diperbolehkannya shalat sunnah dengan cepat, demikian teriwayatkan pula pada Jami’ul ulum walhikam oleh Ibn Rajab bahwa diantara ulama salaf melakukan shalat sunnah 1.000 rakaat, (Jami’ul ulum walhikam hadits kedua dan hadits no.50).
bagaimana seorang melakukan shalat 1000 rakaat ?, kecuali ia melakukannya dg cepat.
jelas sudah diperbolehkannya shalat sunnah dg cepat, namun yg dimaksud menyempurnakan rukuk dan sujud adalah tumaninah, kadar tumaninah adalah sekadar seorang membaca 1x subhanallah, (kurang dari 1 detik), maka jika seorang melakukan shalat, pada i’tidal, rukuk, duduk, dan sujud ia harus berdiam segenap tubuhnya sekadar minimal kadar diatas, jika kurang dari itu maka tidak sah shalatnya.
sebagaimana beberapa hadits shahih bahwa Rasul saw menegur orang yg shalat cepat dan mengatakan kau belum shalat, karena ia terus bergerak tanpa berhenti sekadar tumaninah.
Sumber Habib Munzir Al Musawwa


Peduli Acara MAJELIS RASULULLAH SAW Bank syariah mandiri 061-7121-494 a/n Munzir Almusawa_______Majelis Nisa di seketariat MAJELIS RASULULLAH SAW, setiap hari minggu pkl 14.00 WIB s/d selesai. Tausiah akan disampaikan langsung oleh AL ALAMAH ALHABIB MUNZIR BIN FUAD ALMUSAWA. majelis kusus nisa/WANITA
Related Posts with Thumbnails
Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More