Terima Kasih, Anda sudah mengunjungi blog Pecinta Rasulullah SAW, semoga Allah selalu Menanamkan Rasa Cinta dan Rindu kepada Allah SWT dan Sayyidina Muhammad SAW kepada Diri kita Hingga kita Wafat dalam Khusnul Khotimah AAMIIN.........
kritik dan saran : mufe.majelis@gmail.com_____Alamat lengkap Majelis Rasulullah SAW: jl. Cikoko Barat V, RT 03/05, NO 66, Kelurahan Cikoko, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan (12770),
Tampilkan postingan dengan label cobaan dan anugrah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cobaan dan anugrah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 November 2013

KASIH SAYANG ALLAH DALAM KENIKMATAN DAN KESULITAN


Alhabib Umar Bin Hafidz :

Wahai Para Hamba.. Kasih sayang Tuhan Kita
dalam kenikmatan dan kesulitan, selalu ada bagi
mereka yang mempunyai perasaan dan akal sehat,
selalu ada bagi mereka yang memiliki kesungguhan
dalam beramal, mereka yang bersyukur atas
kenikmatan - kenikmatan Nya, dan kembali
mengadu kepada Nya dalam musibah dan
kesulitan, dan tersingkir dari mereka khayalan dan
sangkaan untuk bertumpu kepada selain Nya, maka
mereka bersungguh - sungguh dalam beribadah
kepada Nya, maka dia akan menerima, maka Dia
memaafkan, dan menghapus catatan dosa mereka
dengan gantian tumpukan pahala, Dia Tidak
Membutuhkan kita, dan Kita sangat Membutuhkan
Bantuan Nya dalam segala hal, namun Dia berlaku
kepada kita dengan kebaikan kebaikan ini semua..
maka bahkan bila datang perbuatan dosa dari
hamba Nya dan ia mau memohon ampunan dosa,
maka dosanya itu dirubahnya menjadi tumpukan
pahala, Sungguh dia adalah Maha Pengasih..,
Sungguh Dia adalah Maha Memberi.., Sungguh
Dialah Maha Dermawan.., Sungguh dialah Allah..,

Celakalah mata, yang diharamkan dari melihat
wajah Muhammad.., Celakalah mata yang terdapat
terhalang antaranya dengan Bentuk Muhammad
(saw), Demi Allah.. mata itu yang diharamkan dari
melihat wajah Muhammad (saw) dihari
kiamat..diharamkan dari melihat sorga, diharamkan
dari melihat Allah.. selama - lama Nya.., tempat
mereka adalah api, akan kembali kepada Api, puri -
puri kehinaan, Celakalah mata yang diharamkan
dari melihat wajah Muhammad (saw), celakalah
atasnya.. celakalah atasnya.. celakalah atasnya..,
Wahai Allah janganlah kau jadikan pada kami mata
yang diharamkan dari melihat wajah Nabi Mu
(saw), juga pada keluarga kami, istri - istri kami,
anak - anak kami, kerabat kami, putra - putri kami,
sahabat - sahabat kami, murid - murid kami, dan
para pecinta kami Wahai Rabbul 'alamiin.............,
Yaa Arhamarrahimiin..., Yaa Arhamarrahimiin...,
Yaa Arhamarrahimiin...,


Rabu, 09 Oktober 2013

CURAHAN HATI HABIBANA BEBERAPA TAHUN YANG LALU


Tahukah kalian bagaimana dengan keadaan sehari-hari guru kita Habib Munzir Al Musawa ???

baca tulisan berikut ini :

Curahan Hati Habibana Munzir beberapa tahun yg
lalu yg sempat beliau tulis...

Habibana Menulis :
Forwardkan pada kekasih kekasihku di milis....
Malam ini aku tersandar di pembaringan dan
terpaku bertafakkur…, airmata terus mengalir,
alangkah lemahnya hamba ini menghadapi
gelombak ombak… Dihadapanku acara esok malam
di monas, sedangkan acara malam minggu
membuat dadaku pecah, ketika sakit dikepala
belakangku kambuh, dan sakitnya terasa seluruh
urat panas membara sampai ke kuku dan tulang…
dan puncak sakitnya adalah di kepala bagian
belakang…
Malam minggu biasanya kutemui 15-20 ribu
muslimin, namun tubuh yg sudah rapuh ini terus
merangkak menuju majelis yg kukira akan menemui
jamaah yg lebih banyak.. Ternyata yg kutemui
hanya sekitar 300 orang saja, serasa meledak
dadaku karena sedih dan menahan sakit, ingin
rasanya kujatuhkan tubuhku dipangggung dan
terserah apa yg akan terjadi..
Dg tubuh yg terus menahan sakit aku bertahan,
mataku nanar dan panas, wajah dan telinga serasa
menjadi tebal bagai ditampar berkali kali.. keluhan
sakit adalah sebab peradangan otak yg terus
menjadi jadi Aku terus menoleh kekiri dan kanan,
berharap para kekasihku datang berbondong
bondong meramaikan acara, namun hanya
beberapa puluh saja duduk di shaf, dan sisanya
belasan orang berdiri disekitar panggung…,
gelombang jamaah tidak tiba juga, tak lama tiba
konvoi pun mungkin hanya 50 orang saja Aku
terhenyak, kepalaku semakin sakit, seluruh tubuhku
seakan berteriak kesakitan tak kuasa menahan
sakitnya.. Allah.. Allah,..Allah… wahai tubuh penuh
dosa kau harus bertahan…
Ceramah selesai ,, acara ditutup, aku melangkah ke
mobil dg lemah dan ingin kuteriakkan pada semua
orang jangan satupun menyentuh kulitku karena
sangat terasa sakitnya.. namun aku harus
menerima nasibku untuk dikerubuti, mereka datang
dan setia padaku.., mereka orang orang berjiwa
Muhammad saw, aku tak boleh kecewakan mereka
Aku membatin memandangi jumlah yg sangat
sedikit dihadapan panggung besar dan lapangan
bola ini……….. 12 tahun aku berdakwah, inilah hasil
dakwahku, sisanya adalah buih di lautan..
Sampai dimarkas kerebahkan tubuh penuh derita dg
hati yg hancur, ketika mata hampir terlelap maka
aku terhentak bagai dibentak syaitan, esok malam
acara monas, bagaimana nasibmu munzir….!,
adakah akan seperti ini ini…????, hujan akan turun
dank au terpaku kecewa dihadapan guru mulia..???
Aku bagai tersengat stroom tegangan tinggi,
menangis sekeras kerasnya… sakit dikepalaku
sudah tak tertahan, jika kuhantamkan kepala ini ke
tembok hingga kepala ini hancur tdak akan terasa
sakitnya karena sudah dikalahkan oleh sakit yg
jaub lebih berat.. Tubuhku gemetar, lalu aku
berkata : ainiy, bantu aku membuka jubah dan
sorbanku dan gamisku, bantu aku rebah, ini sudah
larut malam, makanan apa yg ada ainiy?, saya
lapar, dan perlu makan sedikit untuk makan obat,
ia berkata : jam segini wahai habib sudah tdk ada
apa2, banyak restoran padang dan penjual
makanana masih tutup pula karena liburan
panjang..,
Baiklah, buatkan indomi saja, sekedar pengganjal
untuk makan obat.. Prof sudah mengatakan, jika
sakit di kepala tak mau hilang dg obat penahan
sakit yg saya berikan, habib harus segera ke rscm
untuk suntik otak…
Berkali kali memang ia menembuskan jarum
sepanjang hampir 15cm itu kedalam otakku
sedalam dalamnya.. ah,,, tidak ada waktu untuk
opname.. aku harus bertahan…
Dihadapankau acara monas,pasrah pada Allah..
lalu saat mata hampir terpejam pikiranku
dihentakkan lagi dg beban berikutnya, 12 rabiul
awal pada 26 februari…., bulan depan…!!!, lalu
kedatangan guru mulia pada sekitar maret….!!,
mestilah ada acara akbar pula..!, lalu 27 rajab isra
mikraj..!, lalu nisfu sya;ban..!!, lalu badr pada
pertengahan ramadhan..!!, lalu habisnya massa
kontrak markas MR dibulan juni…

Aku teringat mimpiku beberapa minggu yg lalu, aku
berdiri dg pakaian lusuh bagai kuli yg bekerja
sepanjang hari, dihadapanku Rasulullah saw berdiri
di pintu kemah besar dan megah, seraya bersabda :
“semua orang tak tega melihat kau kelelahan wahai
munzir, aku lebih tak tega lagi…,
kembalilah padaku, masuklah kedalam kemahku
dan istirahatlah… Ku jenguk dalam kemah mewah
itu ada guru mulia, seraya berkata :kalau aku bisa
keluar dan masuk kesini kapan saja, tapi engkau
wahai munzir jika masuk kemah ini kau tak akan
kembali ke dunia..
Maka Rasul saw terus mengajakku masuk,
“masuklah.. kau sudah kelelahan.., kau tak punya
rumah di dunia(memang saya hingga saat ini
masih belum punya rumah) , tak ada rumah
untukmu di dunia, karena rumahmu adalah disini
bersamaku.., serumah denganku.., seatap dg ku…,
makan dan mium bersamaku .. masuklah,,, Lalu
aku berkata : lalu bagaimana dg Fatah Jakarta?
(Fatah tegaknya panji kedamaian Rasul saw), maka
beberapa orang menjawab dibelakangku : wafatmu
akan membangkitkan ribuan hati utk meneruskan
cita citamu,..!!, masuklah,,,! Lalu malaikat Izrail as
menggenggamku dari belakang, ia memegang dua
pundakku, terasa seluruh uratku sudah
digenggamannya, seraya berkata : mari… kuantar
kau masuk.. mari… Maka kutepis tangannnya, dan
aku berkata, saya masih mau membantu guru
mulia saya…, maka Rasul saw memerintahkan
Izrail as untuk melepaskanku.. Aku terbangun…
Semalam ketika aku rebah dalam kegelapan kulihat
dua tamu bertubuh cahaya, namun wajahnya tidak
bertentuk kecuali hanya cahaya, ia memperkenalkan
bahwa ia adalah Izrail as.. Kukatakan padanya :
belum… belum.. aku masih ingin bakti pada guru
muliaku.. pergilah dulu, maka ia pun menghilang
raib begitu saja.
Tahun 1993 aku bermimpi berlutut dikaki Rasul
saw, menangis rindu tak kuat untuk ingin jumpa,
maka Sang Nabi saw menepu pundakku… tenang
dan sabarlah..sebelum usiamu mencapaii 40 tahun
kau sudah kumpul bersamaku” Usia saya kini 37
tahuh pada 23 feb 73, dan usia saya 38 tahun pada
19 muharram ini.

Peradangan otak ini adalah penyakit terakhirku, aku
senang wafat dg penyakit ini, karena Rasul saw
beberapa bulan sebelum wafatnya terus
mengeluhkan sakit kepala...
Salam rinduku untuk kalian semua jamaah Majelis
Rasulullah saw kelak, jika terjadi sesuatu padaku
maka teruskan perjuanganku.. ampuni
kesalahanku.., kita akan jumpa kelak dg
perjumpaan yg abadi.. Amiin..

Sekarang Allah Yarham telah beristirahat tenang
bersama Rasulullah saw, sirna sudah segala
keluhan yg selalu beliau rasakan,

PERLU DI KETAHUI OLEH SEMUA, HABIBANA
MUNZIR WAFAT DALAM KEADAAN TERSENYUM,
DAN PADA SAAT PEMAKAMAN BELIAU SEBAGIAN
BESAR WILAYAH INDONESIA DALAM KEADAAN
GERIMIS...


CURAHAN HATI HABIBANA BEBERAPA TAHUN YANG LALU


Tahukah kalian bagaimana dengan keadaan sehari-hari guru kita Habib Munzir Al Musawa ???

baca tulisan berikut ini :

Curahan Hati Habibana Munzir beberapa tahun yg
lalu yg sempat beliau tulis...

Habibana Menulis :
Forwardkan pada kekasih kekasihku di milis....
Malam ini aku tersandar di pembaringan dan
terpaku bertafakkur…, airmata terus mengalir,
alangkah lemahnya hamba ini menghadapi
gelombak ombak… Dihadapanku acara esok malam
di monas, sedangkan acara malam minggu
membuat dadaku pecah, ketika sakit dikepala
belakangku kambuh, dan sakitnya terasa seluruh
urat panas membara sampai ke kuku dan tulang…
dan puncak sakitnya adalah di kepala bagian
belakang…
Malam minggu biasanya kutemui 15-20 ribu
muslimin, namun tubuh yg sudah rapuh ini terus
merangkak menuju majelis yg kukira akan menemui
jamaah yg lebih banyak.. Ternyata yg kutemui
hanya sekitar 300 orang saja, serasa meledak
dadaku karena sedih dan menahan sakit, ingin
rasanya kujatuhkan tubuhku dipangggung dan
terserah apa yg akan terjadi..
Dg tubuh yg terus menahan sakit aku bertahan,
mataku nanar dan panas, wajah dan telinga serasa
menjadi tebal bagai ditampar berkali kali.. keluhan
sakit adalah sebab peradangan otak yg terus
menjadi jadi Aku terus menoleh kekiri dan kanan,
berharap para kekasihku datang berbondong
bondong meramaikan acara, namun hanya
beberapa puluh saja duduk di shaf, dan sisanya
belasan orang berdiri disekitar panggung…,
gelombang jamaah tidak tiba juga, tak lama tiba
konvoi pun mungkin hanya 50 orang saja Aku
terhenyak, kepalaku semakin sakit, seluruh tubuhku
seakan berteriak kesakitan tak kuasa menahan
sakitnya.. Allah.. Allah,..Allah… wahai tubuh penuh
dosa kau harus bertahan…
Ceramah selesai ,, acara ditutup, aku melangkah ke
mobil dg lemah dan ingin kuteriakkan pada semua
orang jangan satupun menyentuh kulitku karena
sangat terasa sakitnya.. namun aku harus
menerima nasibku untuk dikerubuti, mereka datang
dan setia padaku.., mereka orang orang berjiwa
Muhammad saw, aku tak boleh kecewakan mereka
Aku membatin memandangi jumlah yg sangat
sedikit dihadapan panggung besar dan lapangan
bola ini……….. 12 tahun aku berdakwah, inilah hasil
dakwahku, sisanya adalah buih di lautan..
Sampai dimarkas kerebahkan tubuh penuh derita dg
hati yg hancur, ketika mata hampir terlelap maka
aku terhentak bagai dibentak syaitan, esok malam
acara monas, bagaimana nasibmu munzir….!,
adakah akan seperti ini ini…????, hujan akan turun
dank au terpaku kecewa dihadapan guru mulia..???
Aku bagai tersengat stroom tegangan tinggi,
menangis sekeras kerasnya… sakit dikepalaku
sudah tak tertahan, jika kuhantamkan kepala ini ke
tembok hingga kepala ini hancur tdak akan terasa
sakitnya karena sudah dikalahkan oleh sakit yg
jaub lebih berat.. Tubuhku gemetar, lalu aku
berkata : ainiy, bantu aku membuka jubah dan
sorbanku dan gamisku, bantu aku rebah, ini sudah
larut malam, makanan apa yg ada ainiy?, saya
lapar, dan perlu makan sedikit untuk makan obat,
ia berkata : jam segini wahai habib sudah tdk ada
apa2, banyak restoran padang dan penjual
makanana masih tutup pula karena liburan
panjang..,
Baiklah, buatkan indomi saja, sekedar pengganjal
untuk makan obat.. Prof sudah mengatakan, jika
sakit di kepala tak mau hilang dg obat penahan
sakit yg saya berikan, habib harus segera ke rscm
untuk suntik otak…
Berkali kali memang ia menembuskan jarum
sepanjang hampir 15cm itu kedalam otakku
sedalam dalamnya.. ah,,, tidak ada waktu untuk
opname.. aku harus bertahan…
Dihadapankau acara monas,pasrah pada Allah..
lalu saat mata hampir terpejam pikiranku
dihentakkan lagi dg beban berikutnya, 12 rabiul
awal pada 26 februari…., bulan depan…!!!, lalu
kedatangan guru mulia pada sekitar maret….!!,
mestilah ada acara akbar pula..!, lalu 27 rajab isra
mikraj..!, lalu nisfu sya;ban..!!, lalu badr pada
pertengahan ramadhan..!!, lalu habisnya massa
kontrak markas MR dibulan juni…

Aku teringat mimpiku beberapa minggu yg lalu, aku
berdiri dg pakaian lusuh bagai kuli yg bekerja
sepanjang hari, dihadapanku Rasulullah saw berdiri
di pintu kemah besar dan megah, seraya bersabda :
“semua orang tak tega melihat kau kelelahan wahai
munzir, aku lebih tak tega lagi…,
kembalilah padaku, masuklah kedalam kemahku
dan istirahatlah… Ku jenguk dalam kemah mewah
itu ada guru mulia, seraya berkata :kalau aku bisa
keluar dan masuk kesini kapan saja, tapi engkau
wahai munzir jika masuk kemah ini kau tak akan
kembali ke dunia..
Maka Rasul saw terus mengajakku masuk,
“masuklah.. kau sudah kelelahan.., kau tak punya
rumah di dunia(memang saya hingga saat ini
masih belum punya rumah) , tak ada rumah
untukmu di dunia, karena rumahmu adalah disini
bersamaku.., serumah denganku.., seatap dg ku…,
makan dan mium bersamaku .. masuklah,,, Lalu
aku berkata : lalu bagaimana dg Fatah Jakarta?
(Fatah tegaknya panji kedamaian Rasul saw), maka
beberapa orang menjawab dibelakangku : wafatmu
akan membangkitkan ribuan hati utk meneruskan
cita citamu,..!!, masuklah,,,! Lalu malaikat Izrail as
menggenggamku dari belakang, ia memegang dua
pundakku, terasa seluruh uratku sudah
digenggamannya, seraya berkata : mari… kuantar
kau masuk.. mari… Maka kutepis tangannnya, dan
aku berkata, saya masih mau membantu guru
mulia saya…, maka Rasul saw memerintahkan
Izrail as untuk melepaskanku.. Aku terbangun…
Semalam ketika aku rebah dalam kegelapan kulihat
dua tamu bertubuh cahaya, namun wajahnya tidak
bertentuk kecuali hanya cahaya, ia memperkenalkan
bahwa ia adalah Izrail as.. Kukatakan padanya :
belum… belum.. aku masih ingin bakti pada guru
muliaku.. pergilah dulu, maka ia pun menghilang
raib begitu saja.
Tahun 1993 aku bermimpi berlutut dikaki Rasul
saw, menangis rindu tak kuat untuk ingin jumpa,
maka Sang Nabi saw menepu pundakku… tenang
dan sabarlah..sebelum usiamu mencapaii 40 tahun
kau sudah kumpul bersamaku” Usia saya kini 37
tahuh pada 23 feb 73, dan usia saya 38 tahun pada
19 muharram ini.

Peradangan otak ini adalah penyakit terakhirku, aku
senang wafat dg penyakit ini, karena Rasul saw
beberapa bulan sebelum wafatnya terus
mengeluhkan sakit kepala...
Salam rinduku untuk kalian semua jamaah Majelis
Rasulullah saw kelak, jika terjadi sesuatu padaku
maka teruskan perjuanganku.. ampuni
kesalahanku.., kita akan jumpa kelak dg
perjumpaan yg abadi.. Amiin..

Sekarang Allah Yarham telah beristirahat tenang
bersama Rasulullah saw, sirna sudah segala
keluhan yg selalu beliau rasakan,

PERLU DI KETAHUI OLEH SEMUA, HABIBANA
MUNZIR WAFAT DALAM KEADAAN TERSENYUM,
DAN PADA SAAT PEMAKAMAN BELIAU SEBAGIAN
BESAR WILAYAH INDONESIA DALAM KEADAAN
GERIMIS...


Minggu, 29 September 2013

Bila kematian sebagai muara bagi kerinduan


Habib Munzir Al Musawa:

Semua yang hidup pasti akan merasakan kematian,
dan kematian bagi para pendosa adalah akhir dari
kebahagiaan dan awal dari kehinaan. Namun
kematian bagi hamba yang rindu pada Sang Maha
Indah adalah berakhirnya segala cobaan dan
bermulanya keindahan yang kekal. Tiadalah
kehidupan dunia itu kecuali panggung sandiwara,
yang kaya belum tentu bahagia dan yang miskin
belum tentu dalam keadaan susah bahkan bisa jadi
dalam hari-harinya selalu bahagia, bisa saja orang
yang kelihatannya mulia dan kaya barangkali dia
dalam kesusahan dan sangat mendambakan
kemerdekaan seperti orang-orang yang miskin.
Orang-orang yang semakin tinggi jabatannya
hakikatnya ia semakin terpenjara dan semakin
terjajah oleh jabatannya. Sedangkan orang yang
berada di pinggiran jalan, bebas kapan saja dia
mau makan ia bisa makan, tetapi orang yang
sudah bekerja sebagai pegawai untuk makan ada
waktu yang ditentukan, semakin tinggi jabatannya
maka semakin sulit gerakannya, semakin penuh
alam pemikirannya maka semakin sulit ia
merasakan keindahan dan semakin terganggu
istirahatnya, sedangkan orang yang susah kapan
pun mau tidur ia bisa tidur dan terserah kapan ia
mau bangun, tetapi tidak demikian dengan orang
yang semakin tinggi jabatannya di dunia. Maka
kaya dan miskin bukanlah menjadi tolak ukur, kaya
ataupun miskin, jabatan rendah ataupun tinggi
kesemuanya itu selalu terjadi sepanjang bumi
diciptakan, dari generasi ke generasi mereka hidup
ada yang dalam kesusahan dan ada yang dalam
kebahagiaan, ada yang dalam kehinaan dan ada
yang dalam kemuliaan, ada yang dalam derajat
tinggi dan ada yang dalam derajat rendah, ada
yang dalam musibah dan ada yang dalam
kenikmatan, kesemunya itu telah terjadi dan akan
terus terjadi, aku dan kalian sedang melewatinya
kemudian akan melupakannya dan terlepas darinya,
dan berpindah ke generasi berikutnya, demikian
yang terjadi mulai dari ayahanda kita sayyidina
Adam As, dan yang kekal dan abadi adalah bakti
kepada Allah, cinta Allah, rindu Allah, getaran jiwa
yang bersambung dengan cahaya keluhuran yang
kekal, Yang Maha Melihat setiap getaran perasaan
hamba-Nya, Yang Maha Melihat setiap apa yang
difikirkan oleh hamba-Nya, Yang Maha Melihat apa
yang akan terjadi pada hamba-Nya, Yang Maha
menghargai keinginan hamba yang ingin dekat
kepada-Nya, Yang Maha menyambut hamba yang
ingin kembali dari kehinaan kepada keluhuran atau
menambah dari keluhuran menjadi lebih luhur lagi,
Dialah Yang Maha Baik melebihi segala yang baik
karena semua kebaikan adalah milik-Nya dan
ciptaan-Nya, Dialah Yang Maha berjasa dari semua
yang berjasa, Yang memberi kita jasad, Yang
memberi kita kehidupan, Yang menghamparkan
bumi untuk kita, yang menciptakan hewan,
tumbuhan, bulan, matahari dan segala sesuatu
yang ada di daratan dan di lautan tidak lain
hanyalah untuk mendekat kita kepada-Nya, untuk
mencapai cinta-Nya, untuk mencapai kasih
sayang-Nya, setiap detikmu adalah lamaran cinta
Allah agar engkau menerima cinta Rabbul 'alamin.
Hadirin hadirat, siapa yang tidak kita inginkan
cintanya ini?, siapa yang selalu kita tolak
lamrannya ini?, setiap detik kita selalu ingin
berpaling dari ibadah, ingin berpaling dari cinta
Allah, ingin selalu mentalaq Allah!. Namun Allah
subhanahu wata'ala Maha Baik dan tidak memutus
hamba-Nya meskipun hambnya berkali-kali
mengecewakan-Nya, namun perasaan yang paling
lembut dari semua yang mempunyai perasaan
lembut, Sang pencipta perasaan, Allah mempunyai
perasaan Yang Maha Lembut. Allah mempunyai
siksa yang pedih namun kelembutan-Nya melebihi
kemurkaan-Nya. Oleh sebab itu selalu lah
beristighfar atas nafas-nafas kita yang terlewat
dalam dosa, karena orang yang selalu hidup dalam
dosa bagaikan orang yang tenggelam dalam
samudera kegelapan dan ditimpa gelombang
kegelapan,

sebagaimana firman Allah subhanahu wata'ala:
"Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam,
yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak
(pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang
tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan
tangannya, hampir-hampir dia tiada dapat
melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi
cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia
mempunyai cahaya sedikitpun" (QS. An Nur: 40)


Senin, 09 Mei 2011

Tausyiah Al Habib Ali bin Syaikh Abu Bakr bin Salim "Bersabar Atas Cobaan"

Image
Tausyiah Al Habib Ali bin Syaikh Abu Bakr bin Salim "Bersabar Atas Cobaan"




قال رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ اللَّهَ قَالَ: إِذَا ابْتَلَيْتُ عَبْدِي، بِحَبِيبَتَيْهِ، فَصَبَرَ، عَوَّضْتُهُ، مِنْهُمَا الْجَنَّةَ، يُرِيدُ عَيْنَيْهِ.
(صحيح البخاري)
Sabda Rasulullah SAW: “Sungguh Allah SWT berfirman: Jika Kuberi cobaan pada hambaKu dengan mengambil kedua kesayangannya, maka ia bersabar, kubalas dengan sorga, yang dimaksudNya (SWT) adalah kedua mata hambaNya” (Shahih Bukhari)
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الَْحَمْدُلله رَبِّ اْلعَالَمِيْن وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata’ala atas limpahan kenikmatan yang kita ketahui dan yang tidak kita ketahui, sebanyak ciptaan-Nya yang kita ketahui dan yang tidak kita ketahui, Allah subhanahu wata’ala telah berfirman :
لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
( إبراهيم : 7 )
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni'mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni'mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih"
Dikatakan oleh para Ulama’ bahwa barangsiapa yang menginginkan kenikmatan itu kekal bagi dirinya maka perbanyaklah ia memuji Allah, dan jika ia menginginkan tambahan kenikmatan itu maka ia memperbanyak syukur atas nikmat yang telah diperolehnya. Maka hal pertama yang harus kita syukuri adalah kenikmatan Islam dan Iman agar Allah menambahkan keimanan untuk kita, dan kita juga bersyukur atas nikmat kesehatan yang dengan itu Allah akan menambahkannya untuk kita, serta kita bersyukur kepada Allah atas nikmat mulia yang diberikan kepada kita yaitu diutusnya nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam kepada kita sehingga Allah lebih mengenalkan kita kepada nabi kita dan menambahkan kecintaan dan panutan kita kepada beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan kita bersyukur dan memuji Allah atas kehadiran kita dalam perkumpulan yang mulia ini sehingga Allah menambahkan untuk kita keberkahan dan mendapatkan banyak faidah dari perkumpulan luhur ini serta limpahan rahmat kepada kita semua, dan semoga Allah melimpahkan kenikmatan kepada para pelaksana dan menjadikan terlaksananya majelis ini, karena nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
الدَّالُّ عَلَى الْخَيْرِ كَفَاعِلِهِ
“orang yang menunjukkan kepada kebaikan bagaikan orang yang melakukannya”
Dan mereka-mereka yang menjadi pelaksana majelis ini telah menunjukkan kepada yang hadir atau yang mendengarkan untuk mendapatkan kemulian dengan hadir di majelis ini sehingga mereka pun mendapatkan kemulian seperti mereka yang hadir dan mendengarkan majelis ini. Maka kita memohon kepada Allah agar menambahkan untuk kita sifat syukur atas nikmat yang diberikan kepada kita, karena Allah menyukai hamba-hamba yang bersyukur dan memuji-Nya. Sungguh kenikmatan Allah yang diberikan kepada hamba sangatlah banyak dan tidaklah terhitung, sebagaimana firman-Nya:
وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا
( إبراهيم : 34 ، النحل : 18 )
“Dan jika kamu menghitung-hitung ni'mat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya”.( QS. Ibrahim : 34, An Nahl : 18 )
Dan kita mengetahui dari hadits yang telah kita baca tadi bahwa nikmat yang paling berharga adalah nikmat melihat ( mata) , sebagaimana difirmankan oelh Allah dalam hadits qudsi :
إِنَّ اللَّهَ قَالَ إِذَا ابْتَلَيْتُ عَبْدِي بِحَبِيبَتَيْهِ فَصَبَرَ عَوَّضْتُهُ مِنْهُمَا الْجَنَّةَ يُرِيدُ عَيْنَيْهِ
“Sesungguhnya Allah berfirman: “Jika Aku menguji hamba-Ku dengan kedua mata yang buta lantas dia bersabar, maka niscaya akan Aku ganti dengan balasan surga.”
Dia bersabar atas musibah itu, tanpa menyesalkan dan mencelanya maka Allah akan menggantikan musibah itu dengan surga untuknya. Dan segala kenikmatan yang ada pada seseorang, kemudian diambil oleh Allah maka Allah akan menyiapkan gantinya yang sangat agung, begitu pula segala musibah yang menimpa seorang hamba jika dia bersabar maka ia akan mendapatkan kemuliaan dan kebahagiaan di dunia dan akhirah. Oleh sebab itu sebagian ulama’ berkata : “ orang yang banyak ditimpa musibah di dunia dan ia bersabar atas musibah itu maka dialah orang yang akan mendapatkan ketenangan kelak di akhirah” . Begitu juga jika kita tidak menghendaki musibah menimpa kita maka hendaklah kita peduli terhadap saudara-saudara kita yang terkena musibah, dan jangan sampai kita menghina dan mencela orang-orang yang terkena musibah, seperti orang yang diberi musibah dengan kebutaan, maka jangan sampai kita menghinanya karena bisa saja Allah subhanahu wata’ala mengambil kenikmtatan itu dari kita dan membuat kita menjadi buta, wal ‘iyadzubillah. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
مَنْ قَادَ أَعْمَى أَرْبَعِيْنَ خُطْوَةً غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ
“ Barangsiapa yang menuntun orang buta sebanyak 40 langkah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang”
Maka jika engkau mendapati seorang buta di jalan dan tidak ada yang mendampinginya kemudian menuntunnya hingga 40 langkah, maka Allah akan mengampuni dosamu yang lalu dan yang akan datang. Diriwayatkan dalam riwayat yang kuat bahwa datang kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam seseorang yang mendapatkan musibah dengan mata yang buta, maka dia berkata kepada Rasulullah : “wahai Rasulullah, doakanlah aku supaya aku sembuh dan bisa melihat“, Rasulullah berkata : “bersabarlah, maka bagimu surga”, maka orang itu pun menjawab : “wahai Rasulullah, aku menginginkan surga dan aku juga menginginkah agar disembuhkan mataku”, kemudian Rasulullah berkata : “jika itu yang kau inginkan, pergilah berwudhu kemudian shalat lah 2 raka’at, lalu berdoalah” :
 اَللّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ وَأَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ، يَا مُحَمَّد، إِنِّيْ أَتَوَجَّهُ بِكَ إِلَى رَبِّيْ أَنْ يَرُدَّ بَصَرِيْ اَللّهُمَّ شَفِّعْهُ فِيَّ وَشَفِّعْنِيْ فِيْ نَفْسِيْ
“Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepadaMu dan bertawajjuh kepadaMu dengan nabiMu, Muhammad Saw, Nabi pembawa rahmat. Wahai Muhammad! Sesungguhnya aku bertawajjuh denganmu kepada Tuhanku agar mengembalikan penglihatanku, Ya Allah berilah ia syafaat untukku dan berilah aku syafaat"
Kemudian orang itu pergi berwudhu lalu shalat 2 rakaat dan berdoa dengan doa yang telah diajarkan oleh Rasulullah, maka seketika itu penglihatannya kembali dan seakan-akan tidak pernah terjadi sesuatu pada matanya, subhanallah. Hal itu karena dia berdoa kepada Allah dengan harapan yang besar dan juga dihadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka dijelaskan oleh para Ulama’ bahwa tidaklah seseorang berdoa kepada Allah kecuali dia pasti akan mendapatkan salah satu dari 3 hal ; mungkin Allah memberikan apa yang ia inginkan di dunia, atau ditunda hingga kelak di akhirah, atau Allah subhanahu wata’ala menyingkirkan bala’ dan musibah darinya karena doanya. Oleh karena itu setiap doa pasti akan memberi manfaat bagi manusia, mungkin di dunia atau di akhirah atau dijauhkan dari musibah. Maka sebagian hamba kelak ketika di hadapan Allah subhanahu wata’ala akan berkata : “Ya Allah seandainya dahulu doa-doaku ketika di dunia tidak ada yang dikabulkan sehingga sehingga menjadi hutang bagi-Mu dan Engkau berikan balasannya di akhirah”, karena mereka melihat banyaknya pahala yang Allah siapkan untuk mereka di akhirat atas doa-doa yang belum dikabulkan ketika di dunia. Kita bersyukur kepada Allah atas kenikmatan-kenimatan yang diberikan kepada kita,dan janganlah diantara kita berharap untuk sakit atau mendapatkan musibah. Sebagian orang berkata : “wahai Allah jika kenikmatan ini akan mendatangkan azab untukku kelak di akhirat, maka janganlah berikan kenikmatan itu kepadaku, biarkanlah musibah itu menimpaku di dunia”, maka Rasulullah bersabda untuk tidak mengatakan hal seperti itu namun katakanlah :
اللَّهُمَّ رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Ya Allah, ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”
Maka janganlah kita mengharapkan untuk diberi musibah, namun jika musibah menimpa kita maka bersabarlah karena Allah akan segera menghilangkan musibah itu karena kesabaran kita. Semoga Allah menjadikan kita sebagai hamba yang dilimpahi kenikmatan, bukan hamba yang dilimpahi musibah dan cobaan, dan semoga Allah subhanahu wata’ala memberikan kepada kita limpahan kemuliaan taubat yang sebenar-benarnya, sering kita mendengar doa:
اَللّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ التَّوَّابِيْنَ
“ Ya Allah jadikanlah kami dalam kelompok orang-orang yang bertobat”
اَللّهُمَّ تُبْ عَلَيْنَا
“ Ya Allah ampunilah (dosa-dosa) ku “
Seseorang yang berdoa dengan doa itu adalah orang yang ingin dicintai Allah, karena Allah subhanahu wata’ala berfirman :
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ
( البقرة : 222 )
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat “ ( QS. Al Baqarah : 222 )
Maka barangsiapa yang bertobat pastilah Allah akan mencintainya, dan jika Allah telah mencintai seorang hamba maka DIA akan memberikan apa yang diinginkan hamba-Nya bahkan lebih dari yang diinginkannya, sebagaimana firman Allah dalam hadits qudsi :
مَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ
“Hamba-Ku masih terus mendekati kepada-Ku dengan perbuatan-perbuatan sunnah hingga Aku mencintainya. Ketika Aku mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, Aku menjadi penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat”
Sungguh betapa mulianya seorang hamba yang melihat dan mendengar dengan cahaya Allah, demikianlah keadaan orang-orang yang dicintai oleh Allah, mereka akan mendapatkan kemuliaan yang agung di dunia dan di akhirah. Semoga Allah mencintai kita, dan tiadalah Allah akan mencintai kita kecuali nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam juga mencintai kita, maka mendekatlah kepada Allah subhanahu wata’ala dengan mengikuti tuntunan-tuntunan beliau agar kita dicintai oleh Allah subhanahu wata’ala dan dicintai oleh nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Perbanyaklah shalawat kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, ikutilah budi pekerti dan akhlak rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, jika engkau mengikuti nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam maka engkau akan dicintai nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan juga akan dicintai Allah subhanahu wata’ala, dan jika Allah mencintaimu maka Allah tidak akan memberimu kesusahan, karena tidak ada seorang kekasih yang akan menyakiti kekasihnya akan tetapi dia akan memberi segala yang diinginkan oleh kekasihnya, memuliakannya, dan mendekatkannya kepadanya sedekat-dekat keadaan. Adapun majelis seperti ini mendekatkan kita kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, terlebih lagi majelis ini bernama “majelis rasulullah” shallallahu ‘alaihi wasallam. Ketahuilah para ulama’ berkata bahwa setiap sesuatu itu tergantung pada namanya, maka jika namanya baik dan dengan niat yang baik maka sesuatu itu akan menjadi baik, dan jika namanya buruk maka sesuatu itu akan menjadi buruk. Terdapat dalam sebuah hadits, bahwa seseorang datang kepada sayyidina Umar Bin Khattab Ra, maka sayyidina Umar bertanya: “ siapa namamu?”, maka ia menjawab : “namaku “Lahab” (yang menyala), kemudian sayyidina Umar bertanya lagi : “engkau berasal dari qabilah mana?” , ia menjawab : “Dzaat Lazhaa (api ), lalu sayyidina Umar kembali bertanya : “dari mana asalmu?”, dia menjawab : “ dari “Wadi Sa’ier” ( lembah neraka ), maka sayyidina Umar berkata : “ sekarang engkau pulanglah ke tempatmu karena rumah dan keluargamu sedang terbakar”. Itulah akibat dari memilih nama yang buruk. Namun bagaimana dengan nama “Majelis Rasulullah” shallallahu ‘alaihi wasallam, tentunya akan mendapatkan banyak kebaikan dan keberkahan, serta mendapatkan perhatian dari rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Kita tidak meminta kepada siapapun, namun kita hanya meminta kepada Allah atas segala sesuatu yang kita inginkan,maka kita meminta kepada yang dermawan tidak kepada yang kikir, karena jika meminta kepada yang kikir maka mungkin dia akan menolak permintaan kita, namun jika meminta kepada Yang Maha Dermawan dengan sekadar permintaanmu, maka DIA akan memberimu dengan sekadar kedermawanan-Nya, dan saat ini kita meminta kepada Allah agar Allah memandang kita dengan pandangan kasih sayang, dan kita juga menjadi orang yang mencintai dan dicintai nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Semakin besar rasa cinta kita kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam maka kita akan semakin tidak suka untuk berbuat dosa, jika nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam menyayangi kita maka akan berpijar cahaya di hati kita, apabila cahaya itu semakin meluas maka akan mengalir ke semua anggota tubuh kita, dan jika cahaya itu telah mengalir ke seluruh tubuh maka tiadalah sesuatu yang ia perbuat kecuali hanya kebaikan dan kebaikan. Segala puji bagi Allah yang telah mengumpulkan kita di majelis ini, semoga Allah subhanahu wata’ala melimpahkan keberkahan kepada yang hadir, yang melihat dan mendengar majelis ini, dan semoga Allah melimpahkan keberkahan dan kemuliaan kepada yang membangun dan mengelola masjid ini. Jika Allah subhanahu wata’ala menyayangi hamba yang membantu menyelesaikan hajat sesamanya, maka terlebih lagi hajat yang mulia ini yang mendekatkan hamba kepada Allah. Dan hal ini merupakan hajat yang lebih mulia dari sekedar hajat-hajat keduniawian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
 إِنَّ لله خَلْقاً خَلَقَهُمْ لِقَضَاءِ حَوَائِجِ النَّاسِ، آلى عَلَى نَفْسِهِ أَنْ لاَ يُعَذِّبَهُمْ باِلنَّارِ، فَإِذَا كاَنَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ وُضِعَتْ لَهُمْ مَنَابِرَ مِنْ نُوْرٍ يُحَدِّثُوْنَ اللهَ تَعَالىَ وَالنَّاسُ فِي الْحِسَابِ
“Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang Dia ciptakan untuk memenuhi kebutuhan orang banyak. Dia berjanji kepada diri-Nya sendiri bahwa Dia tidak akan menyiksa mereka di neraka, dan kelak di hari kiamat dibuatkan mimbar-mimbar untuk mereka, dan mereka berbincang dengan Allah sedangkan orang-orang lain sedang dihisab.”
Rasulullah berjanji bahwa orang yang demikian tidak akan disiksa oleh Allah subhanahu wata’ala. Dan kelak ketika di hari kiamat mereka akan diberi oleh Allah mimbar-mimbar cahaya sembari berbincang-bincang dengan Allah subhanahu wata’ala, mereka adalah orang-orang yang memenuhi hajat-hajat keduniawian sesamanya maka terlebih lagi mereka yang memenuhi hajat-hajat sesama dalam masalah agama dan masalah akhiratnya. Maka orang-orang yang demikian itu Allah lah yang menuntun mereka untuk berbuat demikian, sehingga Allah menjadikan kenikmatan itu berlimpah kepada mereka. Dan terdapat dalam hadits yang lain Rasulullah bersabda : bahwa Allah subhanahu wata’ala memberikan kenikmatan yang besar pada suatu kaum dan Allah biarkan kenikmatan itu untuk mereka selama ada diantara mereka orang yang selalu membantu menyelesaikan hajat-hajat orang lain, dan jika mereka telah mulai bosan untuk membantu orang lain maka Allah pindahkan kenikmatan itu kepada kelompok yang lain, karena kenikmatan itu dari Allah subhanahu wata’ala. Maka dalam majelis yang seperti ini perbanyakalah doa dan munajat karena Allah akan mengabulkan hajat-hajat kita, karena majelis-majelis dzikir adalah tempat dikabulkannya setiap doa, terlebih lagi di majelis ini bukan dihadiri 100 atau 200 orang akan tetapi dihadiri oleh ribuan orang. Tidak mungkin Allah subhanahu wata’ala Yang Maha Dermawan mengumpulkan puluhan ribu ummat berdoa dan berdzikir kecuali ada diantara mereka yang menjadikan doa-doa terkabulkan. Segala puji bagi Allah yang telah mengumpulkan kita dalam majelis yang penuh barakah ini, kita memohon kepada Allah semoga menambahkan kenikmatan untuk kita. Kita senantiasa berbuat taat dan menjauhi kemaksiatan maka Allah akan menambahkan untuk kita kenikmatan yang besar. Perbanyaklah ibadah dan dzikir ynag dengan itu Allah akan menjaga kita dari perbuatan dosa dan mengampuni dosa-dosa kita, dan setelah menunaikan shalat wajib 5 waktu maka sempurnakanlah juga dengan shalat sunnah rawatib qabliyah dan ba’diyah, shalat witir, dan shalat dhuha semampunya selama kita masih dalam kehidupan yang fana ini, karena jika seseorang telah wafat maka terputuslah amal-amalnya kecuali mereka yang telah menanam saham besar berupa ibadah-ibadah di dunia yang berkelanjutan maka hal itulah yang membawa manfaat baginya. Semoga majelis ini berkelanjutan dan Allah panjangkan usia Al Habib Munzir Al Musawa untuk selalu membinanya karena semua kalangan masyarakat dari golongan pria, wanita, tua dan muda mendapatkan manfaat dari majelis ini. Dan semoga keberkahan majelis ini berlimpah kepada kita semua, semoga Allah subhanahu wata’ala mengabulkan doa-doa kita, dan Allah menyampaikan semua yang telah kita cita-citakan. Semoga Allah menerangi sanubari kita dengan cahaya dzikir, dan menerangi rumah-rumah kita dengan cahaya bacaan Al qur’an. Rasulullah ketika melakukan shalat jama’ah ( shalat wajib ) di masjid, beliau memerintahkan untuk shalat sunnah di rumah saja agar rumah kita juga mendapatkan cahaya, karena rumah yang tidak digunakan untuk berdzikir, shalat, atau membaca alqur’an maka masuklah syaitan dan jin yang membawa kehinaan . Di sebagian rumah yang tidak pernah terdengar suara dzikir kepada dan tidak pula shalawat kepada Rasulullah, yang terdengar hanyalah suara orang-orang yang fasik, maka rumah yang seperti itu tidak terbentengi, dan bisa saja dimasuki sihir, cobaan , atau penyakit tanpa ia sadari. Akan tetapi rumah yang sering dibaca didalamnya Al qur’an, dzikir, atau shalawat kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam maka tidak satu pun dari jin dan syaitan yang bisa memasukinya, tidak dari yang zhahir tidak pula dari yang bathin. Sebagaimana kejadian seorang sahabat sayyidina Abu Darda’ RA yang suatu hari ia pergi pasar, maka ketika itu terbakarlah rumah-rumah di wilayahnya, maka seseorang berkata : “wahai Abu Darda’, pulanglah ke wilayahmu karena rumahmu sedang terbakar ”, namun Abu Darda’ tetap berada di pasar itu dan berkata : “sungguh rumahku tidak akan terbakar”, maka seseorang berkata : “wahai Abu Darda’ semua rumah yang ada disekitarmu telah terbakar, bagaimana mungkin hanya rumahmu yang tidak terbakar”, maka mereka bersama-sama pergi utnuk melihat keadaannya maka ketika itu mereka mendapati semua rumah terbakar dan ketika api itu menuju rumah Abu Darda’ api itu pun padam, maka mereka bertanya kepada Abu Darda’ : “bagaimana bisa rumahmu tidak terbakar, sedangkan rumah-rumah yang lain terbakar?” maka Abu Darda’ berkata : “sungguh aku mendengar Rasulullah bersabda”: Barangsiapa di pagi hari dan sore harinya membaca :
" اَللّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ عَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَأَنْتَ رَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِ ماَ شَاءَ اللهُ كاَنَ وَمَا لَمْ يَشَأْ لَمْ يَكُنْ ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ باِللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ . أَعْلَمَ أَنَّ اللهَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ . وَأَنَّ اللهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْئِِ عِلْمًا. اَللّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ وَمِنْ شَرِّ كُلِّ دآبَّةٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا. إِنَّ رَبِّيْ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ"
Maka dirinya, keluarganya dan hartanya akan dijaga dari sesuatu yang membahayakan. Sungguh dzikir-dzikir yang diajarkan oleh nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sangat bermanfaat bagi kita dan agama kita di dunia dan di akhirat. Sayyidina Ibn Mas’ud Ra ketika akan wafat ditanya oleh para sahabatnya, karena dia adalah seorang yang faqir maka yang akan ia tinggalkan untuk keturunannya yang banyak, maka sayyidina Ibn Mas’ud berkata : “ aku wariskan kepada keturunanku untuk senantiasa membaca surah Al Waqiah, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,, : “Barangsiapa yang menghafal dan membaca surah Al Waqi’ah maka ia tidak akan ditimpa kefakiran”, namun dengan niat yang baik . Demikian pula para ulama’ berkata bahwa shalat dhuha adalah shalat yang menjadikan manusia kaya dan selalu dicukupkan oleh Allah, karena yang senantiasa melakukannya tidak akan ditimpa kefakiran, maka dikatakan bahwa tidak akan kefakiran bersama orang yang melakukan shalat dhuha, sebagaimana tidak akan kecukupan atau kekayaan bagi orang yang melakukan zina, wal’iyazubillah. Maka orang-orang yang selalu berbuat dosa dan tidak mau menghindari dosanya, mereka itu dibenci oleh rizki yang halal, karena rizki yang halal hanya menyukai orang-orang yang baik. Semoga Allah subhanahu wata’ala melimpahkan kepada kita rizki yang halal serta tidak membawa kesulitan bagi kita, dan tidak pula menjadi cobaan bagi kita, namun menjadikan perantara bagi kita untuk mencapai derajat yang luhur . Dan semoga dengan kehadiran kita di majelis ini menjadikan kita semakin memahami agama kita, membawa kebahagiaan bagi kita di dunia dan di akhirah, dan semoga Allah menguatkan iman dan islam hingga kelak kita berjumpa dengan Allah subhanahu wata’ala .Wahai Allah segala yang terlintas dalam benak yang hadir di majelis ini dari hajat dunia dan akhirah kabulkanlah, sembuhkanlah penyakit kami, dan jauhkan dari segala musibah, dan limpahkan keberkahan atas segala kenikmatan yang telah Engkau anugerahkan kepada kami,, semoga Allah menambahkan keberkahan kepada majelis ini dan menyempurnakannya dengan dzikir dan ibadah, amin.
فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا
Ucapkanlah bersama-sama
يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم ...لاَإلهَ إلَّاالله...لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ اْلعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ...لاَ إِلهَ إِلَّا الله رَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِ...لاَ إِلهَ إلَّا اللهُ رَبُّ السَّموَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ اْلعَرْشِ اْلكَرِيْمِ...مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ،كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ.


Kamis, 01 Oktober 2009

SocialTwist Tell-a-Friend
Ditulis Oleh: Munzir Almusawa   
Friday, 25 September 2009
Diturunkannya Cobaan Dan Anugerah
Senin, 21 September 2009


عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَيْقَظَ لَيْلَةً فَقَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ مَاذَا أُنْزِلَ اللَّيْلَةَ مِنْ الْفِتْنَةِ مَاذَا أُنْزِلَ مِنْ الْخَزَائِنِ مَنْ يُوقِظُ صَوَاحِبَ الْحُجُرَاتِ يَا رُبَّ كَاسِيَةٍ فِي الدُّنْيَا عَارِيَةٍ فِي الْآخِرَة
(صحيح البخاري)
Dari Salmah (Istri Rasul saw) ra :
Sungguh Nabi saw terbangun disuatu malam, dan berkata : Subhanallah….!, betapa malam ini diturunkan daripada cobaan, betapa banyak malam ini diturunkan anugerah anugerah, siapakah yg membantuku untuk membangunkan semua keluargaku, Wahai …!, barangkali orang yg mempunyai sandang di dunia, tidak mempunyai sandang di akhirat” (Shahih Bukhari)



Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ، وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِر،ِاْلَحَمْدلُلهِ الَّذِيْ هَدَانَا، بِعَبْدِهِ اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ، وَقَدْ نَادَانَا لَبَّيْكَ ياَمَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا، صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ الحَمْدُلِلهِ الَّذِيْ جَمَعَنَا فِي هَذَا اْلمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ، وَاْلحَمْدُلِلهِ الَّذِيْ جَمَعَنَا فِي هَذِهِ اْلمُنَاسَبَةِ وَاْلحَمْدُلِلهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا اْلمَجْلِسِ اْلمُبَارَكْ .
Limpahan puji kehadirat Allah SWT , cahaya kemegahan yang abadi cahaya kasih sayang yang abadi, cahaya pengampunan yang abadi, cahaya kelembutan yang abadi, kelembutanNya mengungguli segala kelembutan, Yang dikenalkan oleh sang Nabi " أَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ "Paling berkasih sayang dari semua yang memiliki sifat kasih sayang , Dia lah Allah yang menciptakan kasih sayang untuk hambaNya, dan Dia lah samudera kasih sayang yang abadi, ALLAH.
Hadirin Hadirat yang dimuliakan Allah..
Dalami makna ucapan Sang Nabi dalam doanya “ Yaa Arhamar Raahimin“, Wahai yang Maha lebih berkasih sayang dari semua yang berkasih sayang , jika kita mendalami maknanya kita akan sampai pada samudera kasih sayang Allah yang lebih dari semua yang menyayangimu, ALLAH….., Merugilah mereka yang menutup dirinya dari cahaya kasih sayang Allah, merugilah mereka yang menolak kelembutan Allah, merugilah mereka yang menolak cahaya pengampunan Allah. Semoga aku dan kalian selalu terang benderang jiwa sanubari dan jasad kita dengan cahaya kelembutan Allah, dengan cahaya pengampunan Allah, dengan cahaya kasih sayang Allah. Yaa Arhamar Raahimin..Wahai Yang Maha berkasih sayang melebihi semua yang mempunyai sifat kasih sayang, kalimat ini akan membuka keluhuran dan hubungan mulia dari Rahmat Allah kepadamu
أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِيْ بِيْ ...
demikian diriwayatkan dalam Hadits Qudsiy riwayat Al Imam Bukhari dan lainnya “ Aku (Allah) bersama persangkaan HambaKu “. Ketika hamba menginginkan kasih sayangNya, maka sungguh Allah sedang ingin menyayanginya, jika seorang hamba merindukan Allah maka sungguh Allah rindu padanya , (shahih Bukhari) jika seorang hamba merasa dirinya ingin mendapatkan pengampunan dan meminta maaf dan ampun kepada Tuhan penciptanya, sungguh doa dan munajatnya itu menandakan bahwa Allah ingin mengampuninya.
Hadirin Hadirat...
Oleh sebab itu Allah menenangkan jiwa para pendosa yang putus asa dari kasih sayangNya. Firman Allah SWT :

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِيْنَ أَسْرَفُوْا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَحْمَةِ اللهِ إِنَّ اللهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا إِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ . ( الزُّمَر : 53
“ Katakanlah : Wahai hamba-hamabKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari Rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya, sesungguhnya Dia lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang “. ( QS. Az Zumar : 53 )
Wahai kalian yang telah melampaui batas karena telah banyak berbuat dosa, jangan putus asa dari kasih sayang Allah. Adakah yang lebih indah dari Allah,,,? Yang memanggil semua yang telah berbuat jahat dan hal-hal yang dibenci, di laknat, dan dimurkainya, namun Dia ( Allah ) masih memanggil mereka agar jangan berputus asa dari kasih sayang Ku (Allah), demikian Allah, Allah, Allah..
Hadirin Hadirat…
Terangi jiwa mu dengan cahaya keindahan Allah maka hari-hari mu semakin indah, semoga Allah melimpahkan keindahan dalam hari-hari kita, dan kebahagiaan dunia dan akhirah zhahiran wa bathinaa.
Hadirin…
Ramadhan dengan segala kemuliaannya telah lewat dari usia kita, dan tidak kita ketahui apakah masih akan jumpa dengan Ramadhan yang akan datang atau tidak , telah lewat malam-malam tarawih, telah lewat buka puasa bersama dan kemuliaan Lailatul Qadr dan lainnya, namun penjiwaan dalam menjiwai rahasia kemuliaan Ramadhan akan membekas di hari-hari setelah Ramadhan . Kemuliaannya tidak sirna , pahala-pahalanya tidak sirna, dan tarbiyah ruhiyah jasadiyah (didikan pd ruh dan jasad) yang ada pada bulan Ramadhan akan berlanjut di hari-hari lainnya jika kita menjaganya, yaitu kita akan mudah melakukan puasa sunnah karena sudah terbiasa puasa sebulan , kita akan terbiasa qiyamullail untuk shalat tahajjud karena sudah terbiasa bangun sahur .
Demikian indahnya Allah, Allah Maha Tahu bahwa orang-orang banyak sulit untuk bangun tahajjud karena sibuknya dalam pekerjaan sehari-harinya, maka Allah jadikan puasa Ramadhan ada waktu untuk makan sahur, untuk apa? Agar nanti setelah Ramadhan mereka lebih mudah sampai pada kemuliaan tahajjud , ruku’ dan sujud berduaan dengan Allah SWT semata, mensucikan mengagungkan namaNya. Dan Allah SWT berfirman dalam hadits qudsiy riwayat Al Imam Bukhari dan Muslim, Bahwa Allah SWT menyeru di sepertiga malam terakhir pada hamba-hambaNya, “ Barangsiapa yang memohon pengampunan Ku maafkan, barangsiapa yang bertaubat Ku terima taubatnya “ seruan itu memanggil semua mereka yang mau bertamu kepada Allah di sepertiga malam terakhir . Namun tidaklah para pencinta Allah yang bangun malam untuk shalat tahajjud, meninggalkan kasurnya ranjangnya dan istirahatnya untuk Sang Maha yang paling berhak dicintai, terkecuali orang yg dicintai Allah. Semoga aku dan kalian diantara mereka, dawamkan bangun shalat malam walaupun bukan di waktu sahur, barangkali waktu bangun sahurnya ada yang jam dua atau jam tiga, paling tidak setiap hari bangunnya jam setengah empat atau jam empat setel alarm nya, baca zikir yang diajarkan Rasul SAW kepada Sayyidatuna Fatimah Az Zahra’ RA riwayat Shahih Al Bukhari, sebelum tidur Rasul SAW mengajarkan membaca :
سُبْحَانَ اللهِ 33 , اَلْحَمْدُلِلهِ 33 , اَللهُ أَكْبَرْ 33
dan diakhiri dengan bacaan :
لَاإِلهَ إِلَّاالله وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهْ لَهُ اْلمُلْكُ وَلَهُ اْلحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٍ
Kalau tidak hafal bacaan itu, boleh diganti dengan membaca “ Allahu Akbar “ 34 kali (Allahu akbar ditambah sekali). Maka orang yang melakukannya sebelum tidur , saat bangun ia akan bangun dengan segar tidak akan bangun dengan lesu, tapi mereka yang lupa atau tidak melakukannya barangkali saat bangun, malas untuk bangun. Ketika ia bangun ia akan merasakan tubuhnya lebih segar dari keagungan rahasia kalimatullah al ‘ulya SWT yang mengantarnya sebelum tidur. Kalau lupa, nah itulah barangkali ketika kita bangun jam tiga atau setengah empat kemudian kita tidur lagi karena malas. Hal itu tidak akan terjadi kalau kita ikuti sebelum tidur kita dengan zikir yang diajarkan kepada Sayyidatuna Fatimah Az Zahra’ RA, dan di ijazahkan oleh Guru Mulia kita ketika datang di majelis ini beberapa tahun yang lalu.
Hadirin Hadirat yang dimuliakan Allah..

Demikian malam-malam agung Ramadhan telah larut tapi malam-malam agung di sisa usia kita masih menanti setiap malam, maka ambillah satu dua menit, sepuluh duapuluh menit untuk bersama Allah sebelum waktu subuh. Diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari bahwa Rasul SAW tidak pernah meninggalkan shalat witir sepanjang usia beliau baik beliau sedang di rumahnya atau sedang safar ( dalam perjalanan ), bahkan beliau melakukan shalat witir di atas tunggangannya. Diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari dan tentunya juga di perbolehkan di dalam Mazhab As Syafi’i dan lainnya, boleh melakukan shalat sunnah ketika sedang dalam perjalanan di atas kendaraannya sambil duduk , kalau shalat fardhu tentunya harus menghadap kiblat, kalau shalat sunnah boleh kiblatnya kemana saja asal sedang dalam perjalanan bukan di rumah, kalau sedang safar keluar Jakarta sedang di bis, di pesawat, shalat sunnah kiblatnya kemana saja. Boleh shalat dhuha, shalat witir, shalat apa saja,, daripada diam saja lebih baik shalat sunnah asalkan dalam keadaan wudhu’, kalau tidak bisa wudhu’ maka tayammum untuk shalat sunnah.
Hadirin Hadirat yang dimuliakan Allah..
Ketika Rasul SAW sakit beliau melakukan shalat witir sambil duduk, tidak meninggalkan shalat witir sepanjang usianya. Semoga Allah SWT memuliakan kita dengan kemuliaan shalat witir.
Hadirin Hadirat…Sampailah kita pada Hadits agung di malam ini, diriwayatkan oleh istri Rasul SAW Sayyidatuna Ummu Salamah RA, bahwa suatu malam Rasul terbangun dari tidurnya, terbangun dengan kaget dan berkata :
سُبْحَانَ الله مَاذَا أُنْزِلَ اللَّيْلَةَ مِنَ اْلفِتْنَةِ مَاذَا أُنْزِلَ مِنَ اْلخَزَائِنِ مَنْ يُوْقِظُ صَوَاحِبَ اْلحُجُرَاتِ يَارُبَّ كَاسِيَةٍ فِي الدُّنْيَا عَارِيَةٌ فِي اْلآخِرَةِ .
Rasul SAW berkata dengan kagetnya : “Subhanallah, sungguh malam ini diturunkan fitnah ataupun musibah yang akan terjadi, dan malam ini diturunkan pula sedemikian banyak anugerah-anugerah “, kita bisa lihat disini Rasul SAW mengatakan satu kalimat fitnah bukan fitan , fitnah berarti satu atau ada musibah yang akan terjadi suatu hari pada diri kita, mungkin.
مَاذَا أُنْزِلَ مِنَ اْلخَزَائِنِ
“ Tapi sedemikian banyak yang diturunkan daripada anugerah-anugerah”, kemudian Rasul SAW berkata :
مَنْ يُوْقِظُ صَوَاحِبَ اْلحُجُرَاتِ
“ Siapa yang bisa bangunkan semua kerabat keluarga, para tetangga dibangunkan untuk shalat malam itu”.
يَارُبَّ كَاسِيَةٍ فِي الدُّنْيَا عَارِيَةٌ فِي اْلآخِرَةِ
“ Betapa banyak orang-orang yang mempunyai sandang pangan di dunia, namun di akhirat tidak mempunyai sandang pangan apa-apa”.
Hadirin Hadirat yang dimuliakan Allah…

Makna dari Hadits ini adalah, di setiap malam sebelum terbitnya fajar atau sebelum azan subuh, di saat itu Allah sudah menentukan kejadian-kejadian yang akan terjadi di hari esok, mana musibah yang akan terjadi mana musibah yang tidak jadi terjadi, mana musibah yang akan dikurangi mana musibah yang akan di tambahi. Ketahuilah bahwa setiap musibah itu menghapus dosa, Allah melihat hamba-hambaNya, ini musibahnya ini, ini musibahnya ini, dan demikian pula di malam itu kata Rasul SAW di dalam setiap sepertiga malam terakhir itu sedemikian banyak anugerah yang diturunkan, yang ini doanya di kabulkan, yang ini hajatnya diberi, yang ini permintaannya yang sudah tertunda sehari, sebulan, setahun yang lalu di beri, yang ini tanpa berdoa di beri, yang ini dipermudah, yang ini di ampuni, lebih banyak anugerah yang di turunkan oleh Allah daripada musibah.
Orang sekarang, apalagi media mereka lebih banyak meliput musibah saja tidak mau meliput anugerah, musibah terus diliput, mati di sumur saja diliput, majelis yang hadir ratusan ribu pemuda muslimin muslimat berzikir tidak ada media yang mau meliput kecuali satu dua detik saja.
Hadirin Hadirat yang dimuliakan Allah…

Jadi manusia setiap hari di televisi hanya melihat musibah saja, kapan adanya anugerah Allah..inilah cara musuh-musuh Islam menghancurkan cinta iman kepada Allah. Kalau kita lihat satu tempat terkena musibah, berapa lama tempat itu terkena musibah, berapa lama dalam rahmat Allah, berapa tempat di muka bumi yang terkena musibah, berapa tempat yang tidak terkena musibah, berapa banyak pendosa yang terkena musibah dan berapa banyak pendosa yang tidak terkena musibah, berapa banyak orang mukmin yang terkena musibah, berapa banyak mukmin yang tidak terkena musibah, tentunya Khazaain (anugerah) lebih banyak daripada fitnahnya (musibahnya), anugerah lebih banyak daripada cobaannya. Kehidupan kita sepanjang lahir hingga wafat kenikmatan tidak pernah putus. Kenikmatan mendengar, barangkali tiba-tiba sakit pendengaran tapi kenikmatan melihat terus, barangkali ia sakit tidak bisa melihat, tapi kenikmatan lainnya akan berjalan selalu, demikian kenikmatan bergerak, karena sakit jika tidak bisa bergerak, tapi tetap kenikmatan iman tidak di cabut darinya,
dia non muslim jauh daripada kelembutan Allah Yang Abadi tapi tetap tidak Allah tutup kemungkinan dia masuk ke dalam Islam dan mendapat keluhuran yang abadi. Kenikmatan terus berlanjut dan tiada akan pernah terhenti. Dan Rasul SAW bersabda tiada yang lebih sabar dari Allah, didustakan dan di fitnah namun Allah SWT tetap memberikan rizki, (shahih Bukhari) didustakan dikatakan mempunyai anak, dikatakan banyak tuhan-tuhan yang lain, Allah didustakan dan difitnah tapi Allah tetap memberi, inilah Allah SWT Yang Maha Penyabar.
Hadirin Hadirat yang dimuliakan Allah..

Beruntung mereka yang memahami betapa indahnya Allah, dan betapa ruginya mereka yang selalu menghindar dari Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Maka dalam setiap malam itu, Rasul SAW ingin membangunkan orang untuk shalat tahajjud supaya tidak terjadi hal-hal yang buruk di hari esok, karena ia bangun di saat itu dengan doa dan munajat, Allah akan jauhkan daripada musibah karena saat-saat sepertiga malam itu Allah sedang menentukan anugerah-anugerah yang akan diturunkan, mungkin kenikmatan hari esok yang sudah ditentukan untukmu dikalikan dan diperbesar, mungkin musibah hari esok yang akan terjadi disingkirkan oleh Allah dan digantikan yang lebih kecil atau digantikan dengan kebahagiaan, itulah Sang Maha Pengatur yang selalu mengatur dengan kelembutannya كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ “ dan setiap hari Allah itu selalu mengatur dan mengatur”. (QS Arrahman 29)
Hadirin Hadirat yang dimuliakan Allah...

Oleh sebab itu Sayyidina Abdullah bin Umar RA ketika ia masih kecil, ia melihat para shahabat ketika mempunyai mimpi-mimpi mereka cerita kepada Rasul SAW, demikian dalam riwayat Shahih Al Bukhari. Berkata Sayyidina Abdullah bin Umar “ Duh,, aku juga ingin mimpi yang indah-indah “. Nah, hadirin hadirat… ini menjadi pelajaran untuk kita, mimpi bukan suatu tujuan, tujuan hidup kita melihat apa yang terjadi pada Sayyidina Abdullah bin Umar RA, yang berkata kalau aku banyak beribadah pasti aku dapat banyak mimpi, aku pasti orang shaleh kalau dapat mimpi, maka ia pun banyak beribadah, dan dapat mimpi menjadi mulia. Datang kepada Rasul dan bercerita, Ya Rasulallah mimpiku seperti ini, maka Rasulullah SAW berkata :
عَبْدُ اللهِ رَجُلٌ صَالِحٌ لَوْ كَانَ يَقُوْمُ اللَّيْلَ
“Abdullah tergolong hamba yang shaleh kalau ia bangun malam “. (shahih Bukhari) Bukan masalah mimpimu, mimpi tidak mimpi kau termasuk orang yang shaleh kalau seandainya banyak shalat malam. Sejak itu Abdullah bin Umar memperbanyak shalat malamnya hampir sepanjang malam, demikianlah riwayat Shahih Al Bukhari menunjukkan jangan terlalu kita merujuk kepada mimpi, karena yang penting adalah hubungan jiwa dan ruh kita kepada Allah SWT . Seorang hamba Allah itu termasuk dari kelompok orang yang shaleh kalau ia banyak melakukan shalat malam. Semoga Allah SWT menghalalkan dan memberikan kemudahan bagi kita untuk mencapai kemuliaan qiyamul lail.
Hadirin Hadirat yang dimuliakan Allah..

Rasul SAW juga mengajarkan kepada kita untuk tidak menyebarluaskan dosa-dosa kita. Rasulullah SAW bersabda riwayat Shahih Al Bukhari :
كُلُّ أُمَّتِيْ مُعَافَى إِلَّا اْلمُجَاهِرِيْنَ
Semua ummat ku itu di dalam maaf nya Allah , dan cepat sekali diampuni Allah namun mereka itu banyak yang dihambat pengampunannya oleh Allah, karena mereka banyak cerita tentang dosa- dosanya kepada orang lain. Jadi pengampunan Allah SAW itu yang akan Allah berikan tertahan gara-gara dia banyak cerita, beda kalau menceritakan dosa kepada guru, ulama, atau kiyai mohon supaya diberi nasihat, sebagaimana para sahabat datang kepada Rasulullah SAW mohon pendapat telah berbuat dosa ini itu dan lain sebagainya, tapi kalau disebarkan seluas-luasnya kepada orang lain, maka itu menjauhkan atau menyulitkan dapatnya pengampunan. Orang-orang yang suka menyampaikan aib nya pada orang lain, itu mengecewakan dan menyakiti perasaan Allah. Allah SWT berfirman di dalam hadits qudsiy riwayat Shahih Al Bukhari dan Shahih Muslim : “ Aku ( Allah ) telah menyembunyikan dan menutupi aib hamba Ku dan dia yang membukanya sendiri”. Aku (Allah) tutupi supaya orang lain tidak tahu dosanya, dia sendiri yang membuka dan merobek tabir yang Kututup agar orang lain tidak tahu kehinaannya, dia yang membuka kehinaannya pada orang lain padahal Aku menutupinya kata Allah SWT.
Jadi, kalau ada yang berbuat dosa jangan banyak bicara kepada orang lain kecuali untuk minta nasihat, kalau minta nasihat boleh-boleh saja tapi jangan disebarluaskan, “ saya kemarin begini, saya kemarin begitu “, karena hal itu akan membuat pengaruh buruk pada orang lain dan dia akan berfikir, ahh, ternyata orang-orang ini juga tidak shaleh selalu ya,, banyak juga yang berbuat dosa, itu pengaruh pada dirinya, atau oh..ternyata orang ini adalah orang yang berbuat begini,,,berarti kalau aku begini… muncullah prasangka-prasangka buruk padanya, jadi kalau kita berbuat suatu dosa jangan cerita pada orang lain kecuali untuk meminta nasihat. Demikian hadirin hadirat…Semoga kita semua dalam mu’aafah indahnya ucapan Nabi SAW “ Kullu Ummatii Mu’aafaa “, semua ummatku itu dekat dengan maaf Allah SWT. Semoga aku dan kalian diantara mereka. Amiiin
Dan Rasulullah SAW tidak pernah mau mengecewakan orang lain, sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari bahwa seorang wanita ( Barirah RA) seorang budak wanita miskin dari Afrika, ia mengundang Rasul SAW karena diberi makanan oleh salah seorang sahabat makanan yang sangat enak, maka ia tidak berani memakannya karena sudah lama ingin mengundang Rasul SAW tapi malu tidak punya apa-apa, maka ketika datang makanan enak sebelum ia ingin mencicipinya, seumur hidup dia belum mencicipinya dia teringat kepada Rasul SAW, aku ingin Rasul datang mumpung ada makanan yang enak padahal seumur hidup dia belum mencicipi makanan itu. Barirah yang susah ini pun datang mengundang Rasul SAW ke rumahnya, maka Rasul SAW datang bersama para sahabat untuk menyenangkan Barirah RA seorang budak wanita yang miskin, Rasul saw tidak ingin mengecewakan orang lain maka datang Sang Nabi bersama para sahabat, para sahabat melihat makanan yang sangat enak dan mahal tidak mungkin Barirah membelinya sendiri, maka berkata para sahabat : “Yaa Rasulallah barangkali ini adalah makanan zakat, sedangkan engkau tidak boleh memakan zakat dan shadaqah , kalau bukan makanan zakat ya makanan shadaqah, tentunya kau tidak boleh memakannya”...
berubahlah hati Barirah dalam kekecewaan, hancur hatinya dengan ucapan itu walau ucapan itu benar Rasul SAW tidak boleh memakan shadaqah dan zakat, namun ia tidak teringat akan hal itu karena memang ia di sedekahi makanan ini, hancur perasaan Barirah RA dan bingung juga risau dan takut serta kecewa dan bingung karena sudah mengundang Rasul SAW untuk makan makanan yang diharamkan pada Rasulullah SAW.
Namun bagaimana manusia yang paling indah budi pekertinya dan bijaksana, maka Rasul SAW berkata : “ Makanan ini betul shadaqah untuk Barirah dan sudah menjadi milik Barirah, Barirah menghadiahkan kepadaku maka aku boleh memakannya “, dan Rasul SAW pun memakannya.
Demikianlah jiwa yang paling indah tidak ingin mengecewakan para fuqara’, itu makanan sedekah betul untuk Barirah tapi sudah menjadi milik Barirah dan Barirah tidak menyedekahkannya padaku ( Rasulullah SAW ) tapi menghadiahkannya kepadaku demikian indahnya Sayyidina Muhammad SAW, Firman Allah SWT :
وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيْمٍ
“Dan sungguh engkau ( Muhammad SAW ) berada pada akhlak yang agung”.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah…

Demikian mulia dan sedemikian banyak keindahan yang terjadi daripada perbuatan-perbuatan Rasul SAW, dan seseorang akan bersama dengan orang yang ia cintai. Sebagaimana hadits riwayat Shahih Al Bukhari, ketika salah seorang baduwi ( orang dusun ) datang kepada Rasul SAW dan bertanya : Wahai Rasulallah kapan terjadinya hari kiamat ? maka Rasul SAW berkata :” jangan tanya hari kiamatnya, kau siapkan apa untuk hari kiamat? Maka orang dusun itu berkata : “aku tidak banyak berbuat amalan, tapi aku mencintai Allah dan RasulNya”, kemudian Rasul berkata :
أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ
“Engkau bersama orang yang kau cintai di hari kiamat”.
Semoga aku dan kalian bersama Nabi Muhammad SAW di hari kiamat,, Yaa Rahmaan Yaa Rahiim.
Hadirin hadirat.. saya tidak berpanjang lebar menyampaikan taushiyah karena nanti setelah majelis selesai, setelah qasidah penutup kita teruskan dengan mushafahah (bersalaman) bersama bagi yang mau, saya menyediakan waktu malam ini untuk mushafahah bagi yang mau lebaran, karena saya tidak bisa membuka kesempatan untuk jamaah hadir ke rumah dikarenakan terlalu banyak dan juga tetangga banyak mengeluhkan kalau terlalu banyak parkiran dan lain sebagainya, tetangga juga ramai parkirannya dengan keluarga dan kerabat mereka, jadi saya tidak ingin mengganggu mereka, kita di sini silaturrahmi bersama bersalaman bersama bagi yang mau, kalau seandainya ada yang punya kesibukan tidak apa-apa kita silaturrahmi dengan ruh dan sanubari kita.
Juga saudari-saudariku yang di sini tidak bisa berjabat tangan langsung tapi tentunya semoga kita selalu bersama dalam keluhuran dunia dan akhirah. Hadirin hadirat..demikian tentunya dengan tertib setelah selesai majelis nanti. Semoga Allah SWT memaafkan kita dan seluruh muslimin muslimat. Dan juga saya menyampaikan maaf, sebagaimana saya telah membuka no. hp umum untuk seluruh jamaah siapa pun boleh tau yaitu nomornya 08119000101 kalau tidak hafal bisa minta pada crew atau yang lainnya, cuma saya mohon maaf kalau seandainya tidak bisa menerima hubungan telepon jadi sms saja, karena telepon dalam setengah hari sudah lebih dari tiga ratus missed calls yang masuk belum di angkat. Baru malam sabtu kemarin saya umumkan no.hp ini, sampai tadi sore lebih dari 2.500 sms lebaran yang masuk, gimana mau jawabnya,,??
gimana tangan saya ini mau menjawab?, kalau dengan lisan juga tidak bisa dijawab 2500 orang bicara, itu tentunya belum setengah hadirin ini yang sms minal ‘aidin, jadi mohon maaf kalau tidak sempat di jawab. Yang sms minta doa akan saya jawab, kalau tidak di jawab tentunya sudah saya doakan . Yang bertanya kalau seandainya punya guru, punya ustaz di tempatnya tanya pada guru dan ustaznya, kalau tidak punya guru atau jauh dari guru, boleh tanyakan kepada saya, jadi no. ini jangan dijadikan terus-terusan sms karena padat sekali, gimana mau jawabnya ribuan sms begitu, ini baru dua hari orang-orang tahu belum yang lain tahu, memang no. ini untuk umum dan insha Allah semuanya akan saya baca walaupun tidak semuanya saya mampu membalasnya, maka bagi yang telah sms dan belum di jawab saya mohon maaf karena saya juga tidak mau mengecewakan seluruh jamaah dan semua yang ingin silaturrahmi, tapi kemampuan saya sungguh jauh seorang hamba pendosa saja yang mengharapkan pengampunan Allah dari doa saudara-saudari dan jamaah semua tidak lebih dari itu, namun kalau Allah SWT tentunya menjawab semua doa hamba-hambaNya lebih dari yang mereka minta, beda dengan seorang pendosa ini, saya tidak lebih dari seorang pendosa yang mengharapkan pengampunan Allah dari doa-doa kalian.
Hadirin Hadirat yang dimuliakan Allah..

Semoga Allah SWT memuliakan hari-hari kita dengan keluhuran, semoga Allah muliakan hari-hari kita dengan kemudahan, Ya Rabbii..di antara kami ada yang mempunyai kesusahan maka singkirkan kesusahannya, yang dalam musibah singkirkan musibahnya, yang dalam dosa dan belum Engkau ampuni maka ampuni dosanya, yang mempunyai hajat kabulkan hajatnya Ya Allah Ya Arhamar Raahimin Ya Arhamar Rahimin..Wahai Yang Maha berkasih sayang melebihi dari segenap yang memiliki sifat kasih sayang kami membuka gerbang rahmatMu yang lebih luas dari semua yang berjiwa kasih sayang, maka malam ini limpah ruahkan kasih sayangMu yang abadi hingga selanjutnya hingga aku berjumpa dengan Mu, Ya Rahman Ya Rahim.. terbitkan matahari kasih sayangMu dalam kehidupan kami dunia dan akhirat zaahiran wa baathinan, dan jadikan matahari kebahagiaan dan kasih sayang Mu itu terus terbit pada kami dan tiada pernah terbenam hingga kami wafat hingga yaumulliqaa al akbar, hingga hari perjumpaan dengan Mu…Ya Rahman Ya Rahim.
فقولو جميعا...
(Kataklanlah bersama sama)

ياالله.. ياألله.. ياألله.... يا ألله يارحمن يارحيم...، لاإله إلا الله....لاإله إلاالله محمد رسول الله وصلى الله عليه وسلم كلمة حق عليها نحيا وعليها نموت وعليها نبعث إن شاء الله تعالى من الأمنين
Kita teruskan dengan doa penutup sebelum bersalaman bersama guru mulia kita Fadhilah As Syaikh Ad Daa’i ilallah Al Habib Hud bin Muhammad Baqir Al Athtas. Hadirin hadirat.. Habib Hud ini adalah seorang tokoh yang sangat ditokohkan oleh para ulama dan habaib khususnya di Jakarta dan umumnya di seluruh Indonesia, dan dimanapun beliau ini selalu diajukan untuk membaca doa dan imam, beliau ini sesepuh para ulama dan habaib khususnya di Jakarta dan di Indonesia secara umumnya, jadi kita gembira sekali kalau seandainya Habib Hud ini bisa berkunjung setiap malam selasa bersama kita, tentunya kita gembira karena sudah ada tokoh mulia yang selalu hadir bersama kita. Al Habib Musthafa Al Attas akhir-akhir ini ma’zur karena sudah banyak halangan dan sibuk dan juga jaraknya jauh jadi tidak bisa sering hadir seperti dulu, Allah gantikan sesepuh daripada ulama dan habaib kita Al Habib Hud bin Muhammad Baqir Al Athtas, semoga dipanjangkan usia beliau, serta dimudahkan dalam segala urusan, semoga Allah SWT menyatukan kita bersama dalam kemuliaan dunia dan akhirah bersama Rasulullah SAW..
الَّلهُمَّ لَكَ اْلحَمْدُ شُكْرًا وَلَكَ اْلمَنُّ فَضْلاً وَأَنْتَ رَبُّنَا حَقًّا وَنَحْنُ عَبِيْدُكَ رِقًا وَأَنْتَ لَمْ تَزَلْ لِذلِكَ أَهْلاً اللهُمَّ يَا مُيَسِّرَ كُلِّ عَسِيرٍ وَيَاجَابِرَ كُلَّ كَسِيْرٍ وَيَا صَاحِبَ كُلِّ فَرِيْدٍ وَيَامُغْنِيَ كُلَّ فَقِيْرٍ وَيَاقَوِيُّ كُلَّ ضَعِيْفٍ وَيَا مَأْمَنَ كُلِّ مَخِيْفٍ يَسِّرْ عَلَيْنَا كُلَّ عَسِيْرٍ فَتَيْسِيْرُ اْلعَسِيْرِ عَلَيْكَ يَسِيْرٌ. اللّهُمَّ يَا مَنْ لَايَحْتَاجُ إِلَى اْلبَيَانِ وَالتَّفْسِيْرِ حَاجَاتُنَا كَثِيْرٌ وَأَنْتَ عَالِمٌ بِهَا وَخَبِيرٌ. اللَهُمَّ إِنِّيْ أخَافُ مِنْكَ وَأَخَافُ مِمَّنْ يَخَافُ مِنْكَ وَأَخَافُ مِمَّنْ لَا يَخَافُ مِنْكَ , اللَهُمَّ بِحَقِّ مَنْ يَخَافُ مِنْكَ نَجِّنَا مِمَّنْ لَا يَخَافُ مِنْكَ بِحُرْمَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاحْرُسْنَا بِعَيْنِكَ الَّتِيْ لَا تَنَامُ وَاكْنُفْنَا بِكَنَفِكَ الَّذِي لَا يُرَامُ وَارْحَمْنَا بِقُدْرَتِكَ عَلَيْنَا فَلاَ نَهْلَكُ وَأَنْتَ ثِقَتُنَا وَرَجَاؤُنَا يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ ..وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَاْلحَمْدُلِلهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ .
Terakhir Diperbaharui ( Friday, 25 September 2009 )


Peduli Acara MAJELIS RASULULLAH SAW Bank syariah mandiri 061-7121-494 a/n Munzir Almusawa_______Majelis Nisa di seketariat MAJELIS RASULULLAH SAW, setiap hari minggu pkl 14.00 WIB s/d selesai. Tausiah akan disampaikan langsung oleh AL ALAMAH ALHABIB MUNZIR BIN FUAD ALMUSAWA. majelis kusus nisa/WANITA
Related Posts with Thumbnails
Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More