Terima Kasih, Anda sudah mengunjungi blog Pecinta Rasulullah SAW, semoga Allah selalu Menanamkan Rasa Cinta dan Rindu kepada Allah SWT dan Sayyidina Muhammad SAW kepada Diri kita Hingga kita Wafat dalam Khusnul Khotimah AAMIIN.........
kritik dan saran : mufe.majelis@gmail.com_____Alamat lengkap Majelis Rasulullah SAW: jl. Cikoko Barat V, RT 03/05, NO 66, Kelurahan Cikoko, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan (12770),

Kamis, 01 Oktober 2009

Keajaiban Salam

24/8/2009 | 03 Ramadhan 1430 H | Hits: 1.262
Oleh: Dr. Setiawan Budi Utomo
Kirim Print
Assalamu'alaikum (awangpurba.blogspot.com)
Assalamu'alaikum (awangpurba.blogspot.com)
dakwatuna.com – Cinta adalah sesuatu benih yang hidup dalam hati dan tumbuh muncul ke permukaan dalam bentuk ekspresi kongkret dan perilaku riil. Cinta memerlukan ekspresi tersendiri dan esensi syariat Salam dalam Islam lebih dari sekadar simbol formalitas verbal tetapi sebuah ekspresi tulus yang lahir dari perasaan cinta, kasih sayang, doa, harapan, suka cita, motivasi, kepedulian, perhatian, penghargaan dan ikatan batin yang tulus dalam berbagai bentuknya.
Alice Gray memberikan tips mengawetkan hubungan romantis pasangan dalam bukunya List To Live By For Every Married Couple (2002) yaitu dengan memelihara komunikasi efektif melalui berbagai ekspresi perasaan, sukacita, dam keprihatinan yang terdalam. Menurutnya, pernikahan itu dibangun di atas ekspresi-ekspresi kecil penuh kasih sayang dengan menekankan pentingnya ucapan-ucapan selamat dalam berbagai pengalaman penting dan momentum berarti (munasabat) serta sebaliknya mengabadikan kartu ucapan selamat yang terkirim untuk pernikahan, ulang tahun, ulang tahun pernikahan ataupun ucapan spesial apapun merupakan hal yang bermanfaat sebagaimana saran Angela Dean Lund, konsultan kenangan-kenangan kreatif.
Salam merupakan salah satu bentuk pemberian motivasi yang sangat berarti dalam sebuah hubungan agar dapat meningkatkan semangat dalam vitalitas kehidupan fisik material maupun psikologis spiritual, maka karena cinta memerlukan motivasi yang intens dan kontinyu agar tercipta hubungan yang harmonis dan bergairah sepanjang musim, seperti diungkapkan oleh John Gray dalam Men are From Mars, Women are from Venus (1992) sehingga memerlukan manajemen salam dan seni memahami entry point serta titik-titik sensitif serta sentimentil untuk mengeratkan hati pasangan ataupun orang lain (ta’liful qulub). Namun demikian, patut disayangkan, banyak kalangan umat dan aktivis dakwah yang melewatkan dan menyiakan entry point ini membina dan mengeratkan hubungan dengan orang-orang dekatnya serta lingkungan pergaulannya sehingga tercipta hubungan yang loyal, bergairah dan indah.
Sebagai seorang muslim, adalah telah menjadi sebuah keharusan syar’i dan keniscayaan pergaulan untuk memahami manajemen salam dengan saling membudayakan salam secara positif dan efektif. Banyak sekali dalil syar’i, baik dari Al-Qur’an maupun Al-Hadits yang menganjurkan agar kita selalu memberi salam kepada siapa pun termasuk yang kita belum kenal apalagi orang-orang dekat yang telah lama kita kenal. (QS.24:27)
Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash r.a. bahwasanya seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW, apakah Islam yang paling baik itu? beliau menjawab: Engkau memberi makan dan memberi (mengucapkan) salam kepada orang yang kamu kenal dan orang yang belum kamu kenal.” (HR. Muttafaqun ‘Alaih )
Rasulullah SAW telah mewasiatkan kepada umat Islam untuk memelihara tujuh perkara yaitu; menjenguk orang sakit, mengikuti jenazah, mendoakan orang yang bersin, membantu yang lemah, menolong yang dizhalimi orang, memberi salam, mengabulkan permintaan seseorang (memohon dengan sumpah kepada Allah). (HR. Muttafaqun ‘Alaih)
Imam Ibnu Hibban (w.354 H.) dalam Raudhatul ‘Uqala wa Nuzhatul Fudhala menegaskan bahwa Islam sangat menganjurkan budaya Salam pada hubungan sosial secara umum, karena mengandung hikmah dapat mengikis rasa kebencian, kemarahan dan mencerahkan pergaulan sebagaimana riwayat hadits Nabi saw yang mengatakan bahwa Salam merupakan salah satu nama agung Allah yang dihamparkan di muka bumi, maka tebarkanlah Salam di antara kalian.
Manajemen salam secara baik akan melatih seseorang dapat mengoptimalkan upaya membudayakan salam yang merupakan salah satu cara untuk memperkuat persaudaraan khususnya antara sesama muslim, menambah perasaan saling cinta antar sesama orang beriman. Rasulullah SAW dalam sebuah hadits menegaskan bahwa tidak akan masuk surga sehingga orang telah beriman, dan tidak beriman sehingga saling mencintai cara efektif untuk dapat saling mencintai adalah dengan menyebarkan salam. ( HR. Muslim )
Dale Carnegie dalam How to Win Friends and Influence People (1979) mengajarkan bagaimana cara memelihara dan mengeratkan hubungan sosial khususnya ikatan mahligai perkawinan di antara dengan saling memberi salam berupa ucapan selamat dan pujian yang ikhlas serta memberikan perhatian-perhatian pada hal-hal kecil yang menarik pasangan seperti ketika hari ulang tahun peristiwa pernikahan dan kelahiran.
Menghidupkan budaya salam secara kreatif dan inisiatif bagi pribadi pendamba keshalihan akan tumbuh secara mandiri karena keyakinan bahwa salam merupakan kebiasaan tersebut termasuk sebuah ibadah yang dapat menghantarkan kepada surga sebagaimana pesan Rasulullah SAW dalam sabdanya: “Hai manusia, sebarkanlah salam, berdermalah makanan, hubungkanlah tali persaudaraan (silaturahim), shalat malamlah pada saat orang-orang sedang tidur lelap niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat. ( HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah)
Tradisi Salam lahir dan hidup sepanjang sejarah hubungan manusia berlangsung sejak zaman Nabi Adam as. Dalam sebuah hadits diriwayatkan bahwa ketika Allah SWT telah selesai menciptakan Adam as, maka Allah SWT memerintahkan kepada Adam as. untuk menemui dan memberi Salam kepada segolongan malaikat yang sedang duduk menunggu untuk kemudian Adam as diminta mendengarkan apa yang mereka ucapkan sebagai penghormatan kepadanya. Salam yang diucapkan para malaikat kepada Adam as. adalah salam hormat kepadamu dan salam hormat kepada keturunanmu (yang beriman). Maka Adam as berkata: “Assalamu’alaikum” dan mereka menjawab: “Assalamu’alaikum Warahmatullah”. ( HR. Bukhari )
Pada dasarnya, hukum memberi salam dan menjawabnya adalah berbeda. Memberi salam adalah sebuah sunnah yang dianjurkan sedangkan menjawabnya adalah wajib sebagaimana dikemukakan oleh Ibnu Abdil Barr bahwa para ulama sepakat tentang hal ini. Ketentuan syariat ini menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan pemeliharaan hubungan dengan mengajarkan pentingnya menghargai ekspresi positif orang lain berupa ucapan selamat dengan cara membalasnya dengan ucapan salam senada atau lebih baik lagi sebagaimana hadits tentang permulaan salam di atas sehingga para ulama sepakat bahwa menambahkan kalimat dalam menjawab salam adalah sesuatu yang dianjurkan memberikan balasan salam yang lebih baik sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan terhadap inisiator salam. Firman Allah SWT : “Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu”. (QS. 4:86)
Kristine Carlson dalam Don’t Sweat the Small Stuff for Women (2001) mengkritik kebiasaan dan sikap sementara orang yang kurang arif dalam menerima salam berupa pujian dan kata selamat dengan berbagai respon negatif bahkan pasif, padahal kita dapat menyambutnya dengan ucapan “terima kasih”. Dalam hal ini sunnah Nabi saw lebih jauh mendorong kebiasaan positif dalam menyikapi ucapan salam dengan menjawabnya tidak sekadar “terima kasih” tetapi memberikan ucapan selamat kembali kepada penyampai dan orang yang mengucapkannya minimal setara bobot ucapannya.
Esensi prosedur salam dalam syariat Islam yang berupa tatacara memberi salam yaitu orang yang berkendaraan lebih dulu memberi salam kepada yang berjalan, yang berjalan memberi salam kepada yang duduk, jama’ah yang sedikit memberi salam kepada yang lebih banyak, yang muda memberi salam kepada yang lebih tua sebagaimana hadits dalam riwayat Muttafaq ‘Alaih mengajarkan kepribadian rendah hati dan peduli etika pergaulan dengan memahami posisi diri dan orang lain serta tanggap terhadap ekspresi menghargai orang lain sebagai point entry untuk dihargai dan media perekat hubungan sosial sehingga lahir keshalihan yang memancarkan akhlaq yang baik (khiyarukum ahasinukum akhlaqan).
Persoalan fiqih yang kadang mengganjal dalam manajemen salam adalah salam antar jenis yang bukan mahram. Bila kita perhatikan teks-teks dalil yang menganjurkan untuk menyebarkan salam pada dasarnya bersifat umum dan tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan. Artinya, jika ada seorang lelaki yang secara tulus ikhlas mengucapkan salam kepada seorang wanita, maka wanita itu sesuai dengan nash Al-Qur’an wajib membalasnya dengan jawaban yang lebih baik atau minimal yang serupa dan begitu pula sebaliknya. Dengan demikian hijab gender tidak bisa mengoyak ajaran dan doktrin Salam serta filosofisnya.
Dalam hadits shahih diriwayatkan bahwa Ummu Hani binti Abi Thalib berkata: “Saya mengunjungi Rasulullah pada tahun al-Fath (penaklukan kota Mekah), ketika itu beliau sedang mandi sementara Fatimah, putrinya, sedang menutupi tempat mandi beliau dengan tabir, lantas saya mengucapkan salam kepada beliau, lalu beliau bertanya, ‘siapa itu?’ saya menjawab, ‘Ummu Hani binti Abi Thalib’, kemudian beliau berkata, ‘selamat datang Ummu Hani’” (HR Bukhari dan Muslim)
Ketika Rasulullah saw menyampaikan kepada istrinya Aisyah bahwa malaikat Jibril mengucapkan salam kepadanya, maka ‘Aisyah ra. menjawab salamnya dengan ucapan “wa’alaikum salam warahmatullah”.
Imam Ibnu Hajar meriwayatkan dalam Fathul Bari-nya hadits Asma’ binti Yazid yang mengatakan bahwa Nabi saw pernah melewati kami kaum wanita, lalu beliau mengucapkan salam kepada kami. Imam Ahmad juga meriwayatkan dalam Musnad-nya bahwa ketika sahabat Mu’adz tiba di Yaman, ia didatangi seorang perempuan dengan dua belas anaknya seraya mengucapkan salam kepada Mu’adz.
Demikian yang ditunjukkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya tentang memberi salam kepada kaum wanita atau sebaliknya meskipun terdapat sebagian ulama yang mensyaratkan kebolehan itu dengan kondisi ‘aman dari fitnah’ seperti Imam Al-Hulaimi dan Al-Mihlab. Dari sumber-sumber di atas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar ulama zaman dahulu tidak mengharamkan mengucapkan salam kepada wanita, khususnya jika laki-laki itu berkunjung ke rumah si wanita untuk urusan tertentu yang syar’i, untuk mengobati, mengajar, dsb. Berbeda dengan wanita yang bertemu dengan laki-laki di jalan umum, maka si lelaki sebaiknya tidak mengucapkan salam kepada wanita, kecuali jika antara mereka ada hubungan yang kuat, seperti hubungan nasab, kekeluargaan, semenda, dll. Sedangkan alasan yang paling kuat yang dijadikan sandaran oleh golongan yang melarangnya adalah karena ‘takut fitnah’ yang sudah seyogyanya dijaga oleh setiap muslim semampu mungkin untuk menjaga kesucian agamanya dan kehormatannya. Hal itu, sebenarnya, pangkal tolaknya adalah hati nurani dan daya tahan iman seorang muslim itu sendiri, karena itu hendaklah ia bertanya pada dirinya sendiri.
Dalam persoalan kasus salam antar beda jenis yang bukan mahram beberapa hal yang perlu diperhatikan agar terjaga kemurniaan dan efektivitas positifnya adalah bahwa salam itu diucapkan ataupun disampaikan dalam kerangka birr wat taqwa (kebajikan dan ketakwaan), salam itu tepat waktu dan kondisi, salam itu dilandasi ketulusan ikhlas dan aman dari potensi fitnah.
Dalam konteks ini, pendapat kalangan yang mengatakan bahwa suara wanita itu aurat sehingga mutlak tidak boleh ada kontak komunikasi antar jenis adalah tidak relevan karena tidak adanya dalil khusus yang melandasi pelarangan tersebut dan tidak ada seorang pun ulama mu’tabar (eligible) yang berpendapat begitu. Bagaimana dikatakan suara wanita itu aurat, sedang Allah berfirman: “… apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir…” (Al-Ahzab:53).
Ini berarti bahwa mereka, para istri nabi, menjawab permintaan tersebut dari belakang tabir. Demikianlah yang biasa dilakukan Aisyah dan Ummul Mu’minin lainnya, menjawab pertanyaan, meminta sesuatu dan meriwayatkan hadits serta menceritakan sisi-sisi kehidupan Rasulullah, padahal semestinya aturan yang berlaku atas mereka lebih ketat dan lebih berat daripada wanita lainnya. Sebaliknya, banyak pula kaum wanita yang bertanya dan berbicara di majelis terbuka Nabi saw. Betapa banyaknya peristiwa sejarah yang tidak terhitung jumlahnya pada zaman Nabi saw dan sahabat, yang menunjukkan bahwa kaum wanita dapat dan biasa berbicara dengan kaum laki-laki, berdialog, berdiskusi, mengucapkan dan menjawab salam. Tidak seorang pun yang berkata kepada wanita, ‘diamlah, karena suaramu itu aurat’.
Seni memberi dan menjawab ucapan selamat dalam manajemen salam merupakan salah satu bentuk setoran efektif untuk bank emosi kita dalam kebiasaan proaktif untuk menarik simpati orang lain dan membina berbagai hubungan sebagaimana ditegaskan Stephen R. Covey dalam The 7 Habits of Highly Efective Families (1999). Bahkan menurutnya sebagai media sinergi untuk mewujudkan sistem kekebalan keluarga perlu dihidupkan budaya kreatif ucapan selamat sebagai bagian implementasi lima cara mengekspresikan cinta yaitu; 1. berempati, 2. berbagi rasa, 3. meyakinkan dan motivasi, 4. berdoa, 5. berkorban.
Jangan pernah melewatkan satu kesempatan dari peristiwa apapun yang dialami oleh orang-orang yang kita kasihi atau kita kenali untuk memberikan salam yang dapat menyumbangkan rasa kebahagiaan dan motivasi pada mereka sebagai suatu pengikat batin yang dahsyat sekaligus amal yang sangat mulia sebagaimana sabda Nabi saw yang mengatakan bahwa sebaik-baik amal adalah memberikan rasa kebahagiaan pada hati orang lain. Sesuatu yang remeh dan kecil bukan sebagai alasan untuk kita lewatkan meskipun hanya menulis satu coretan kecil, satu baris pesan melalui SMS, satu kalimat telepon, satu, satu kartu ucapan selamat yang sederhana, kalau hal itu memang dapat memberikan kebahagiaan orang lain, bukankah Nabi saw melarang kita untuk meremehkan dan tidak menghiraukan hal-hal positif apapun sekalipun remeh dan kecil.
Dalam optimalisasi fungsi manajemen salam dan untuk mengetahui secara proaktif momentum yang tepat bagi ekspresi salam, agar menjadi salam yang efektif maka diperlukan proses pembelajaran, pengenalan dan saling memahami (tafahum) antar kekasih, sahabat dan relasi. Barbara De Angelis dalam The 100 Most Asked Questions About Love, Sex and Relationships menekankan pentingnya kerjasama dan keyakinan bersama bagaimana perasaan cinta diekspresikan secara benar sehingga dapat membahagiakan pasangan dan sahabat. Oleh karena itu kita perlu ‘ngeh’, ‘ngerti’ dan tahu (ta’aruf) hari-hari, momentum dan saat-saat yang tepat untuk memberikan ucapan dan ungkapan selamat kepada orang-orang sekitar kita. Dan kita harus arif dalam memilih kata, media dan cara penyampaian salam agar tidak mengurangi keberkahan dan efektivitas salam. Wallahu A’lam Wa Billahit Taufiq Wal Hidayah. []


Puasa syawal
By: muhammad febri

Betapa Rasulullah saw mampu memikat seluruh elemen penduduk Madinah yang terdiri dari berbagai suku, agama dan latar belakang sosial yang beragam. Di awal kedatangan beliau disana. Padahal beliau belum pernah bertemu dengan mereka, pun tidak ada hubungan darah dengan mereka.

Pertama sekali yang Rasulullah saw deklarasikan bagi penduduk Madinah yang sedang menanti-nanti kedatangan beliau adalah nilai-nilai humanisme dan kepedulian yang dilandasi dengan sikap mental yang kuat.

Mari kita simak penuturan salah seorang yang sengaja menyempatkan diri bersama khalayak penduduk Madinah yang sedang menyambut Rasulullah saw. Bagaimana pengakuan tulusnya akan kepribadian Rasulullah saw. Dan taujih atau arahan Rasulullah saw yang beliau sampaikan dengan sangat puitis :

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَلَامٍ قَال لَمَّا قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ انْجَفَلَ النَّاسُ إِلَيْهِ وَقِيلَ قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجِئْتُ فِي النَّاسِ لِأَنْظُرَ إِلَيْهِ فَلَمَّا اسْتَثْبَتُّ وَجْهَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَرَفْتُ أَنَّ وَجْهَهُ لَيْسَ بِوَجْهِ كَذَّابٍ وَكَانَ أَوَّلُ شَيْءٍ تَكَلَّمَ بِهِ أَنْ قَالَ أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُوا السَّلَامَ وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ وَصَلُّوا وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ.

Dari Abdullah bin Salam berkata: Ketika Rasulullah saw hendak datang di Madinah, manusia pada menunggu-nunggu dan saling memberi kabar: Rasulullah datang, Rasulullah datang. Aku datangi kerumunan manusia. Ketika aku pastikan bisa melihat wajah Rasulullah saw, maka aku yakin bahwa raut wajahnya bukan tipe wajah pembohong. Dan pertama kali yang beliau ucapkan adalah: “Sebarkanlah salam, berilah makan orang yang membutuhkan, sambunglah persaudaraan dan shalat malamlah ketika manusia pada tertidur. Maka anda akan masuk surga dengan selamat.” (Sunan Tirmidzi, Jilid 9, Halaman. 25)

Sebarkan Salam

Subhanallah, ajaran agama yang sangat mulia bagi kemanusiaan. Betapa tidak, Islam pertama dan utama sekali menyuruh pemeluknya untuk menyebarkan salam yang berarti kedamaian, keselamatan dan kasih sayang. Karena salam Islam adalah penghormatan dari Allah swt. ”Assalamu’alaikum warahmatullahi wabaraktuh. Semoga keselamatan, kasih sayang dan keberkahan Allah selalu bersama kalian.”

Sering kita dengar cerita orang sedang bepergian di negeri orang atau tempat yang asing lainnya, mendapatkan pertolongan dari orang lain atau ketemu kenalan baru gara-gara ucapan salam. Karena salamnya orang Indonesia dengan orang Turki sama, salamnya orang Jepang dengan orang Amerika sama, demikian juga salamnya orang Arab dengan Afrika sama.

Banyak sekali rahasia dari diperintahkan menyebarkan salam ini. Adalah untuk saling kenal, cinta, kasih sayang dan mendapatkan keberkahan do’a salam itu sendiri. Bahkan menjadi prasyarat mendapat tiket masuk surga Allah swt. Inilah rahasia yang pernah diungkap sendiri oleh Rasulullah saw dalam sabdanya:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ.

Artinya: “Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian benar dalam keimanan kalian. Dan kalian tidak akan sampai meraih keimanan yang benar sampai kalian saling mencintai di antara kalian. Maukah Aku tunjukkan perkara yang apabila kalian laksanakan kalian akan saling mencintai? “Sebarkan salam di antara kalian.” (Shahih Muslim, Jilid I, Halaman 180)

Bahkan terhadap orang yang tidak kita kenal sekali pun, sebagaimana sabda Rasulullah saw. ”Berilah salam terhadap orang yang kamu kenal dan yang tidak kamu kenal.”

Pelajaran menarik lain adalah bahwa kita tidak boleh pelit dalam mengucapkan salam dan menjawab salam. Justru berlomba untuk memberi doa yang terbaik dan terlengkap untuk saudara kita. Lihatlah taujih Allah swt dalam surat An Nisa’ ayat 86.

”Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, Maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.” Penghormatan yang dimaksud disini ialah: dengan mengucapkan assalamu’alaikum dengan tulus ikhlas.

Wujudkan Kepedulian

Langkah berikutnya ketika sudah terbiasa dengan salam, sapa dan saling kenal – sebagai pintu masuk mengetahui kondisi saudaranya-, ketika kondisi saudaranya sedang membutuhkan bantuan, pertolongan atau baru mendapat masalah, maka anjuran Rasulullah saw adalah agar kita peduli dengannya, menolong sesuai dengan yang ia butuhkan.

Ramadhan telah mentraining hamba-hamba Allah swt untuk merasakan penderitaan dan kesulitan hidup orang yang tidak berpunya. Dengan training itu muncul sikap kepedulian dan kebersamaan. Orang kaya akan merenung, ”ternyata saudara saya yang belum ketemu nasi dalam sehari sangat menderita”.

Ith’amuth tho’am atau memberi makan orang yang membutuhkan adalah lambang sikap kepedulian. Sehingga ia juga bisa berarti upaya sistematik untuk mengentaskan kemiskinan, mengurangi pengangguran, pelayanan kesehatan yang memadai serta memberi bantuan pendidikan, bahkan gratis.

Sikap peduli ini sangat penting sehingga Allah swt pun mengecam keras orang yang tidak memiliki rasa kepedulian padahal ia berkecukupan. Bahkan Allah swt mengkatagorikan mereka sebagai pendusta agama. Allah swt berfirman dalam sura Al Ma’un : 1-3.

”Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?. Itulah orang yang menghardik anak yatim. Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.”

Kalau umat Islam secara umum mampu menghayati pesan ini, wabil khusus para pemimpin yang diberi amanah untuk melayani rakyatnya, maka tidak ada lagi yang akhirnya mati kelaparan, yang putus sekolah dan menderita sakit dan akhirnya meninggal karena tidak punya biaya berobat, wal iyadzu billah.

Galang Silaturahim

Sungguh, agung agama Islam ini. Setelah menganjurkan ummat Islam untuk saling mendekat dan saling kenal, mengalakkan sikap peduli terhadap sesama. Ternyata Islam juga mengunci kuat pintu-pintu konflik dan menutup rapat-rapat potensi permusuhan. Yaitu dengan anjuran menyambung persaudaraan, silaturahim.

Sesama muslim adalah saudara, bahkan persaudaraan itu kadang lebih kuat dibanding dengan persaudaraan darah sekalipun. Inilah yang ditegaskan Allah swt dalam firman-Nya:

”Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” QS. Al Hujurat 10.

Ternyata ayat ini didahului dengan kisah dua golongan yang sama-sama mukmin yang sedang bermusuhan. Tapi mereka masih disebut dengan golongan yang beriman. Mereka diperintahkan untuk ruju’ dan dinyatakan dengan tegas bahwa mereka adalah bersaudara.

”Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.” QS. Al Hujurat : 9

Orang-orang yang saling bercinta karena Allah swt, saling menyambung persaudaraan fillah, akan dibanggakan Allah swt di hari kiamat kelak, sehingga para Anbiya’ dan Syuhada’ sekalipun cemburu dengan mereka. Rasulullah saw bersabda:

”Orang-orang yang saling mencintai karena kebesaran-Ku, pada hari kiamat kelak berada di atas mimbar yang terbuat dari cahaya, yang menyebabkan para Nabi dan Syuhada cemburu akan kedudukan mereka.”

Sikap lapang dada, dewasa dan menghormati perbedaan pendapat atau golongan di antara umat Islam bisa menjadi katup pengikat kesatuan dan persatuan umat Islam.

Sisi lain Islam sangat mengecam permusuhan, persengketaan melebihi tiga hari, apalagi permusuhan abadi. Rasulullah saw bersabda:

”Barangsiapa yang bertengkar dengan saudaranya melebihi tiga hari, maka Aku tidak butuh ketaatan dan peribadatan keduanya, sampai keduanya rujuk kembali dan yang pertama rujuk adalah yang paling baik”.

Tradisi silaturahim tidak hanya dilakukan ketika lebaran atau bulan Syawal saja, apalagi ada embel-embel kepentingan politis. Namun anjuran silaturahim adalah setiap saat sesuai kadar yang dibutuhkan.

Menyambung persaudaraan tidak hanya dengan sesama muslim saja, namun juga dengan semua pemeluk agama lain. Rasulullah swt menjadi bukti konkrit dalam hal ini. Beliau meskipun setiap hari dicaci maki oleh lawan politiknya, diludahi oleh orang yang beda agama, namun beliau tetap berbuat manusiawi terhadap mereka. Justru dengan sikap itulah lawan-lawannya menjadi simpati dan masuk Islam.

Hidupkan Shalat Malam

Ramadhan telah mentarbiyah kita selama sebulan penuh untuk shalat tarawih. Shalat tarawih sebenarnya adalah istilah lain dari shalat malam di luar bulan Ramadhan. Sehingga bagaimana akhirnya kita berusaha untuk bisa meneruskan tradisi shalat tarawih atau shalat malam ini di luar bulan Ramadhan. Allah swt berfirman :

”Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, Maka dia memberi keringanan kepadamu, Karena itu Bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, Maka Bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” QS. Al Muzzammil : 20

Ada tips yang pernah dicontohkan oleh dua sahabat besar dalam hal pelaksanaan shalat malam ini yaitu sahabat Abu Bakar dan Umar Radliyallahu anhuma. Model sahabat Umar bin Khattab ra yang mengerjakan shalat malam setelah melaksanakan shalat Isya’ langsung alias sebelum tidur dan ditutup dengan witir. Atau model sahabat Abu Bakar ra yang bangun sepertiga malam akhir untuk qiyamullail dan ditutup dengan witir.

Kesangggupan masing-masing kita berbeda-beda, apakah mau seperti sahabat Umar atau sahabat Abu Bakar radliyallahuma, tafadldlal saja.

Saudaraku, di Bulan Syawal yang berarti Bulan peningkatan amal kebaikan dan ketaatan ini, marilah kita tegaskan kembali komitmen kita sewaktu menjalani amaliyah ibadah Ramadhan; yaitu komitmen untuk menjadi manusia baru, insan taqwa, pemburu pintu Royyan. Dengan melaksanakan pesan-pesan mulia Rasulullah saw ini.

saudaraku, ketika resep Rasulullah swt itu bisa kita terapkan dalam tataran individu, maka pasti janji Allah swt berupa tiket Jannah dengan penuh kedamaian pasti akan diraih.

Dan jika konsep Rasulullah saw tersebut dapat diejawantahkan dalam tataran kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, maka kehidupan akan menjadi rukun, sejahtera, damai dan mendapat ridho Ilahi Rabbi, menjadi baldatun thayyibatun wa Rabbun Ghafur. Insya Allah. Allahu A’lam.


noordin m top tewas

Istri Noordin M Top Ambil Jasad
"Assalamualaikum Abang Noordin, Saya Datang"
Di hadapan jenazah Noordin, Munfiatun mengucapkan beberapa kalimat.
Kamis, 1 Oktober 2009, 15:12 WIB
Ismoko Widjaya, Aries Setiawan

Foto diduga jasad Noordin M Top (ist.)
Densus 88 Gerebek Rumah di Solo


VIVAnews - Jasad gembong teroris Noordin M Top ternyata tidak hanya dikunjungi dua istrinya, Rahma dari Malaysia dan Arina dari Cilacap. Ada satu istri Noordin lainnya yang datang dari Jepara, Munfiatun.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Kemitraan Polri, Komisaris Besar Zulkarnaen, di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis, 1 Oktober 2009.

Di hadapan jenazah Noordin, Munfiatun mengucapkan beberapa kalimat. "Assalamualaikum Abang (Noordin), saya datang. Itu kata Mufiatun kepada jenazah Noordin," kata Zulkarnaen.

Istri pertama Noordin, Siti Rahma, tiba bersama kakak kesembilan Noordin, Yahya Muhammad Top. Keduanya sudah berada di RS Polri.

Istri ketiga Noordin asal Cilacap, Ariani Rahma alias Arina, juga sudah tiba sejak pagi. Ariana diketahui telah berada di RS Polri sejak pukul 07.30 pagi tadi. Perempuan bercadar hitam itu masuk ke ruang jenazah dengan kawalan Densus 88.

Siti Rahma diketahui berasal dari Riau. Dia adalah saudara kandung Mohammad Rois, anggota Jamaah Islamiyah yang juga guru di Pesantren Luqmanul Hakiem di Malaysia, tempat Noordin M Top pernah mengajar. Sejak 2005, Siti Rohma dan keluarganya menetap di Sungai Tiram, Johor Bahru, Malaysia.

Selain dengan Siti Rahma, Noordin juga menikah dengan Munfiatun, perempuan asal Pecangakan Kulon, Jepara, Jawa Timur.

Jejak cinta Noordin juga terlacak di Cilacap, Jawa Tengah. Dia menikahi Ariani Rahma alias Arina, gadis asal Desa Pesuruan, Kecamatan Binangun, Cilacap.


Gempa 7,6 SR Guncang Sumbar
Kenapa Gempa Bertubi-tubi Guncang Indonesia
Dalam satu bulan terakhir tercatat lebih dari 30 kali gempa bumi di wilayah Indonesia.
Kamis, 1 Oktober 2009, 15:12 WIB
Heri Susanto
Peta Gempa Sumatra (esdm.go.id)
VIVAnews - Masalah gempa yang terjadi 2 September di Tasikmalaya, Jawa Barat tuntas. Namun, belum genap satu bulan gempa besar sudah mengguncang lagi di Padang Pariaman, Sumatera Barat hingga menewaskan 467 orang (untuk sementara).
Gempa di Sumatera Barat ini merupakan salah satu dari rentetan gempa bumi dengan kekuatan cukup besar yang mengguncang Indonesia. Bahkan, selama September 2009 saja, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat lebih dari 30 kali gempa bumi di wilayah Indonesia dengan kekuatan di atas 5 SR.
Beberapa gempa yang terbesar di antaranya mengguncang Tasikmalaya (7,3 SR), Yogyakarta (6,8 SR), Tolitoli (6,0 SR), Nusa Dua (6,4 SR), dan Ternate (6,4 SR) dan Padang Pariaman (7,6 SR).

"Gempa di Sumatera Barat terjadi akibat penunjaman lempeng tektonik Samudera Hindia di bawah lempeng Asia di Pantai Barat Sumatera," ujar Kepala Badan Geologi, Departemen Energi, R. Sukhyar dalam penjelasannya di website Menteri Energi, 1 Oktober 2009.

Menurut keterangan Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, gempa bumi yang terjadi di wilayah Indonesia dalam beberapa bulan terakhir terjadi akibat dinamika pada lapisan bumi.

Badan Geologi mencatat banyaknya gempa yang terjadi diakibatkan kondisi geografi Indonesia berada dalam pertemuan sejumlah lempeng tektonik besar yang aktif bergerak dimana setiap pergerakan lempeng berpotensi mengakibatkan gempa bumi.

Tataan geologi wilayah Indonesia saat ini terjadi sebagai akibat interaksi 3 lempeng utama dunia, yaitu Lempeng Samudra Pasifik yang bergerak ke arah barat - barat laut dengan kecepatan sekitar 10 cm per tahun, Lempeng Samudra India - Benua Australia (Indo-Australia) yang bergerak ke utara - timur laut dengan kecepatan sekitar 7 cm per tahun, serta Lempeng Benua Eurasia yang relatif diam, namun resultante sistem kinematiknya menunjukkan gerakan ke arah baratdaya dengan kecepatan mencapai 13 cm per tahun.

Hasil interaksi lempeng-lempeng tersebut menyebabkan terjadinya berbagai peristiwa geologi, salah satunya kegiatan magmatik dan terbentuknya zona-zona kegempaan dengan intensitas tinggi.

Selain dikarenakan pergerakan antar lempeng, terjadinya gempa juga berkaitan dengan keberadaan sesar aktif yang membentang di beberapa wilayah, di antaranya sesar Sumatera, sesar Palu, sesar di Papua, atau sesar yang lebih kecil seperti sesar Cimandiri, Jawa Barat.


Gedung-gedung Retak Akibat Gempa Sumbar
Masih terjadi gempa susulan.
Minggu, 16 Agustus 2009, 15:28 WIB
Siswanto
  (portal.vsi.esdm.go.id)
VIVAnews – Gempa 6.9 SR di Pulau Siberut, Kabupaten Mentawai, Sumatera Barat, Minggu 16 Agustus 2009 pukul 14:38:22 WIB, mengakibatkan sebagian dinding gedung-gedung tinggi di wilayah itu retak.

Misalnya gedung Bank Nagari yang terletak di depan pusat perbelanjaan Plaza Andalas. Dinding bank retak-retak di beberapa bagian setelah digoyang gempa.

Dinding Plaza Andalas yang berlantai empat juga mengalami keretakan. Pengelola gedung itu langsung meminta seluruh pengunjung dan karyawan keluar ketika gempa terjadi.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kejadian buruk akibat gempa yang masuk kategori besar itu. Plaza Andalas pada 2007 juga pernah rusak akibat gempa.

Sementara itu di daerah lalin, seperti di Padang, penduduk mengalami kepanikan hebat. Seperti yang terlihat di Kompleks Blimbing Permai. Warga keluar rumah semua. Mereka sangat takut akan terjadi gempa lebih besar.

Di daerah itu, sekarang ini masih terjadi gempa susulan.
Badan  Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mengumumkan lokasi gempa di 1.64 Lintang Selatan 99.12 BT atau berjarak 43 kilometer Tenggara Pulau Siberut, Kabupaten Mentawai, Sumatera Barat.
Badan  Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mengatakan titik gempa berada di kedalaman 32 kilometer.


SocialTwist Tell-a-Friend
Ditulis Oleh: Munzir Almusawa   
Friday, 25 September 2009
Diturunkannya Cobaan Dan Anugerah
Senin, 21 September 2009


عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَيْقَظَ لَيْلَةً فَقَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ مَاذَا أُنْزِلَ اللَّيْلَةَ مِنْ الْفِتْنَةِ مَاذَا أُنْزِلَ مِنْ الْخَزَائِنِ مَنْ يُوقِظُ صَوَاحِبَ الْحُجُرَاتِ يَا رُبَّ كَاسِيَةٍ فِي الدُّنْيَا عَارِيَةٍ فِي الْآخِرَة
(صحيح البخاري)
Dari Salmah (Istri Rasul saw) ra :
Sungguh Nabi saw terbangun disuatu malam, dan berkata : Subhanallah….!, betapa malam ini diturunkan daripada cobaan, betapa banyak malam ini diturunkan anugerah anugerah, siapakah yg membantuku untuk membangunkan semua keluargaku, Wahai …!, barangkali orang yg mempunyai sandang di dunia, tidak mempunyai sandang di akhirat” (Shahih Bukhari)



Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ، وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِر،ِاْلَحَمْدلُلهِ الَّذِيْ هَدَانَا، بِعَبْدِهِ اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ، وَقَدْ نَادَانَا لَبَّيْكَ ياَمَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا، صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ الحَمْدُلِلهِ الَّذِيْ جَمَعَنَا فِي هَذَا اْلمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ، وَاْلحَمْدُلِلهِ الَّذِيْ جَمَعَنَا فِي هَذِهِ اْلمُنَاسَبَةِ وَاْلحَمْدُلِلهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا اْلمَجْلِسِ اْلمُبَارَكْ .
Limpahan puji kehadirat Allah SWT , cahaya kemegahan yang abadi cahaya kasih sayang yang abadi, cahaya pengampunan yang abadi, cahaya kelembutan yang abadi, kelembutanNya mengungguli segala kelembutan, Yang dikenalkan oleh sang Nabi " أَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ "Paling berkasih sayang dari semua yang memiliki sifat kasih sayang , Dia lah Allah yang menciptakan kasih sayang untuk hambaNya, dan Dia lah samudera kasih sayang yang abadi, ALLAH.
Hadirin Hadirat yang dimuliakan Allah..
Dalami makna ucapan Sang Nabi dalam doanya “ Yaa Arhamar Raahimin“, Wahai yang Maha lebih berkasih sayang dari semua yang berkasih sayang , jika kita mendalami maknanya kita akan sampai pada samudera kasih sayang Allah yang lebih dari semua yang menyayangimu, ALLAH….., Merugilah mereka yang menutup dirinya dari cahaya kasih sayang Allah, merugilah mereka yang menolak kelembutan Allah, merugilah mereka yang menolak cahaya pengampunan Allah. Semoga aku dan kalian selalu terang benderang jiwa sanubari dan jasad kita dengan cahaya kelembutan Allah, dengan cahaya pengampunan Allah, dengan cahaya kasih sayang Allah. Yaa Arhamar Raahimin..Wahai Yang Maha berkasih sayang melebihi semua yang mempunyai sifat kasih sayang, kalimat ini akan membuka keluhuran dan hubungan mulia dari Rahmat Allah kepadamu
أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِيْ بِيْ ...
demikian diriwayatkan dalam Hadits Qudsiy riwayat Al Imam Bukhari dan lainnya “ Aku (Allah) bersama persangkaan HambaKu “. Ketika hamba menginginkan kasih sayangNya, maka sungguh Allah sedang ingin menyayanginya, jika seorang hamba merindukan Allah maka sungguh Allah rindu padanya , (shahih Bukhari) jika seorang hamba merasa dirinya ingin mendapatkan pengampunan dan meminta maaf dan ampun kepada Tuhan penciptanya, sungguh doa dan munajatnya itu menandakan bahwa Allah ingin mengampuninya.
Hadirin Hadirat...
Oleh sebab itu Allah menenangkan jiwa para pendosa yang putus asa dari kasih sayangNya. Firman Allah SWT :

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِيْنَ أَسْرَفُوْا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَحْمَةِ اللهِ إِنَّ اللهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا إِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ . ( الزُّمَر : 53
“ Katakanlah : Wahai hamba-hamabKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari Rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya, sesungguhnya Dia lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang “. ( QS. Az Zumar : 53 )
Wahai kalian yang telah melampaui batas karena telah banyak berbuat dosa, jangan putus asa dari kasih sayang Allah. Adakah yang lebih indah dari Allah,,,? Yang memanggil semua yang telah berbuat jahat dan hal-hal yang dibenci, di laknat, dan dimurkainya, namun Dia ( Allah ) masih memanggil mereka agar jangan berputus asa dari kasih sayang Ku (Allah), demikian Allah, Allah, Allah..
Hadirin Hadirat…
Terangi jiwa mu dengan cahaya keindahan Allah maka hari-hari mu semakin indah, semoga Allah melimpahkan keindahan dalam hari-hari kita, dan kebahagiaan dunia dan akhirah zhahiran wa bathinaa.
Hadirin…
Ramadhan dengan segala kemuliaannya telah lewat dari usia kita, dan tidak kita ketahui apakah masih akan jumpa dengan Ramadhan yang akan datang atau tidak , telah lewat malam-malam tarawih, telah lewat buka puasa bersama dan kemuliaan Lailatul Qadr dan lainnya, namun penjiwaan dalam menjiwai rahasia kemuliaan Ramadhan akan membekas di hari-hari setelah Ramadhan . Kemuliaannya tidak sirna , pahala-pahalanya tidak sirna, dan tarbiyah ruhiyah jasadiyah (didikan pd ruh dan jasad) yang ada pada bulan Ramadhan akan berlanjut di hari-hari lainnya jika kita menjaganya, yaitu kita akan mudah melakukan puasa sunnah karena sudah terbiasa puasa sebulan , kita akan terbiasa qiyamullail untuk shalat tahajjud karena sudah terbiasa bangun sahur .
Demikian indahnya Allah, Allah Maha Tahu bahwa orang-orang banyak sulit untuk bangun tahajjud karena sibuknya dalam pekerjaan sehari-harinya, maka Allah jadikan puasa Ramadhan ada waktu untuk makan sahur, untuk apa? Agar nanti setelah Ramadhan mereka lebih mudah sampai pada kemuliaan tahajjud , ruku’ dan sujud berduaan dengan Allah SWT semata, mensucikan mengagungkan namaNya. Dan Allah SWT berfirman dalam hadits qudsiy riwayat Al Imam Bukhari dan Muslim, Bahwa Allah SWT menyeru di sepertiga malam terakhir pada hamba-hambaNya, “ Barangsiapa yang memohon pengampunan Ku maafkan, barangsiapa yang bertaubat Ku terima taubatnya “ seruan itu memanggil semua mereka yang mau bertamu kepada Allah di sepertiga malam terakhir . Namun tidaklah para pencinta Allah yang bangun malam untuk shalat tahajjud, meninggalkan kasurnya ranjangnya dan istirahatnya untuk Sang Maha yang paling berhak dicintai, terkecuali orang yg dicintai Allah. Semoga aku dan kalian diantara mereka, dawamkan bangun shalat malam walaupun bukan di waktu sahur, barangkali waktu bangun sahurnya ada yang jam dua atau jam tiga, paling tidak setiap hari bangunnya jam setengah empat atau jam empat setel alarm nya, baca zikir yang diajarkan Rasul SAW kepada Sayyidatuna Fatimah Az Zahra’ RA riwayat Shahih Al Bukhari, sebelum tidur Rasul SAW mengajarkan membaca :
سُبْحَانَ اللهِ 33 , اَلْحَمْدُلِلهِ 33 , اَللهُ أَكْبَرْ 33
dan diakhiri dengan bacaan :
لَاإِلهَ إِلَّاالله وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهْ لَهُ اْلمُلْكُ وَلَهُ اْلحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٍ
Kalau tidak hafal bacaan itu, boleh diganti dengan membaca “ Allahu Akbar “ 34 kali (Allahu akbar ditambah sekali). Maka orang yang melakukannya sebelum tidur , saat bangun ia akan bangun dengan segar tidak akan bangun dengan lesu, tapi mereka yang lupa atau tidak melakukannya barangkali saat bangun, malas untuk bangun. Ketika ia bangun ia akan merasakan tubuhnya lebih segar dari keagungan rahasia kalimatullah al ‘ulya SWT yang mengantarnya sebelum tidur. Kalau lupa, nah itulah barangkali ketika kita bangun jam tiga atau setengah empat kemudian kita tidur lagi karena malas. Hal itu tidak akan terjadi kalau kita ikuti sebelum tidur kita dengan zikir yang diajarkan kepada Sayyidatuna Fatimah Az Zahra’ RA, dan di ijazahkan oleh Guru Mulia kita ketika datang di majelis ini beberapa tahun yang lalu.
Hadirin Hadirat yang dimuliakan Allah..

Demikian malam-malam agung Ramadhan telah larut tapi malam-malam agung di sisa usia kita masih menanti setiap malam, maka ambillah satu dua menit, sepuluh duapuluh menit untuk bersama Allah sebelum waktu subuh. Diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari bahwa Rasul SAW tidak pernah meninggalkan shalat witir sepanjang usia beliau baik beliau sedang di rumahnya atau sedang safar ( dalam perjalanan ), bahkan beliau melakukan shalat witir di atas tunggangannya. Diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari dan tentunya juga di perbolehkan di dalam Mazhab As Syafi’i dan lainnya, boleh melakukan shalat sunnah ketika sedang dalam perjalanan di atas kendaraannya sambil duduk , kalau shalat fardhu tentunya harus menghadap kiblat, kalau shalat sunnah boleh kiblatnya kemana saja asal sedang dalam perjalanan bukan di rumah, kalau sedang safar keluar Jakarta sedang di bis, di pesawat, shalat sunnah kiblatnya kemana saja. Boleh shalat dhuha, shalat witir, shalat apa saja,, daripada diam saja lebih baik shalat sunnah asalkan dalam keadaan wudhu’, kalau tidak bisa wudhu’ maka tayammum untuk shalat sunnah.
Hadirin Hadirat yang dimuliakan Allah..
Ketika Rasul SAW sakit beliau melakukan shalat witir sambil duduk, tidak meninggalkan shalat witir sepanjang usianya. Semoga Allah SWT memuliakan kita dengan kemuliaan shalat witir.
Hadirin Hadirat…Sampailah kita pada Hadits agung di malam ini, diriwayatkan oleh istri Rasul SAW Sayyidatuna Ummu Salamah RA, bahwa suatu malam Rasul terbangun dari tidurnya, terbangun dengan kaget dan berkata :
سُبْحَانَ الله مَاذَا أُنْزِلَ اللَّيْلَةَ مِنَ اْلفِتْنَةِ مَاذَا أُنْزِلَ مِنَ اْلخَزَائِنِ مَنْ يُوْقِظُ صَوَاحِبَ اْلحُجُرَاتِ يَارُبَّ كَاسِيَةٍ فِي الدُّنْيَا عَارِيَةٌ فِي اْلآخِرَةِ .
Rasul SAW berkata dengan kagetnya : “Subhanallah, sungguh malam ini diturunkan fitnah ataupun musibah yang akan terjadi, dan malam ini diturunkan pula sedemikian banyak anugerah-anugerah “, kita bisa lihat disini Rasul SAW mengatakan satu kalimat fitnah bukan fitan , fitnah berarti satu atau ada musibah yang akan terjadi suatu hari pada diri kita, mungkin.
مَاذَا أُنْزِلَ مِنَ اْلخَزَائِنِ
“ Tapi sedemikian banyak yang diturunkan daripada anugerah-anugerah”, kemudian Rasul SAW berkata :
مَنْ يُوْقِظُ صَوَاحِبَ اْلحُجُرَاتِ
“ Siapa yang bisa bangunkan semua kerabat keluarga, para tetangga dibangunkan untuk shalat malam itu”.
يَارُبَّ كَاسِيَةٍ فِي الدُّنْيَا عَارِيَةٌ فِي اْلآخِرَةِ
“ Betapa banyak orang-orang yang mempunyai sandang pangan di dunia, namun di akhirat tidak mempunyai sandang pangan apa-apa”.
Hadirin Hadirat yang dimuliakan Allah…

Makna dari Hadits ini adalah, di setiap malam sebelum terbitnya fajar atau sebelum azan subuh, di saat itu Allah sudah menentukan kejadian-kejadian yang akan terjadi di hari esok, mana musibah yang akan terjadi mana musibah yang tidak jadi terjadi, mana musibah yang akan dikurangi mana musibah yang akan di tambahi. Ketahuilah bahwa setiap musibah itu menghapus dosa, Allah melihat hamba-hambaNya, ini musibahnya ini, ini musibahnya ini, dan demikian pula di malam itu kata Rasul SAW di dalam setiap sepertiga malam terakhir itu sedemikian banyak anugerah yang diturunkan, yang ini doanya di kabulkan, yang ini hajatnya diberi, yang ini permintaannya yang sudah tertunda sehari, sebulan, setahun yang lalu di beri, yang ini tanpa berdoa di beri, yang ini dipermudah, yang ini di ampuni, lebih banyak anugerah yang di turunkan oleh Allah daripada musibah.
Orang sekarang, apalagi media mereka lebih banyak meliput musibah saja tidak mau meliput anugerah, musibah terus diliput, mati di sumur saja diliput, majelis yang hadir ratusan ribu pemuda muslimin muslimat berzikir tidak ada media yang mau meliput kecuali satu dua detik saja.
Hadirin Hadirat yang dimuliakan Allah…

Jadi manusia setiap hari di televisi hanya melihat musibah saja, kapan adanya anugerah Allah..inilah cara musuh-musuh Islam menghancurkan cinta iman kepada Allah. Kalau kita lihat satu tempat terkena musibah, berapa lama tempat itu terkena musibah, berapa lama dalam rahmat Allah, berapa tempat di muka bumi yang terkena musibah, berapa tempat yang tidak terkena musibah, berapa banyak pendosa yang terkena musibah dan berapa banyak pendosa yang tidak terkena musibah, berapa banyak orang mukmin yang terkena musibah, berapa banyak mukmin yang tidak terkena musibah, tentunya Khazaain (anugerah) lebih banyak daripada fitnahnya (musibahnya), anugerah lebih banyak daripada cobaannya. Kehidupan kita sepanjang lahir hingga wafat kenikmatan tidak pernah putus. Kenikmatan mendengar, barangkali tiba-tiba sakit pendengaran tapi kenikmatan melihat terus, barangkali ia sakit tidak bisa melihat, tapi kenikmatan lainnya akan berjalan selalu, demikian kenikmatan bergerak, karena sakit jika tidak bisa bergerak, tapi tetap kenikmatan iman tidak di cabut darinya,
dia non muslim jauh daripada kelembutan Allah Yang Abadi tapi tetap tidak Allah tutup kemungkinan dia masuk ke dalam Islam dan mendapat keluhuran yang abadi. Kenikmatan terus berlanjut dan tiada akan pernah terhenti. Dan Rasul SAW bersabda tiada yang lebih sabar dari Allah, didustakan dan di fitnah namun Allah SWT tetap memberikan rizki, (shahih Bukhari) didustakan dikatakan mempunyai anak, dikatakan banyak tuhan-tuhan yang lain, Allah didustakan dan difitnah tapi Allah tetap memberi, inilah Allah SWT Yang Maha Penyabar.
Hadirin Hadirat yang dimuliakan Allah..

Beruntung mereka yang memahami betapa indahnya Allah, dan betapa ruginya mereka yang selalu menghindar dari Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Maka dalam setiap malam itu, Rasul SAW ingin membangunkan orang untuk shalat tahajjud supaya tidak terjadi hal-hal yang buruk di hari esok, karena ia bangun di saat itu dengan doa dan munajat, Allah akan jauhkan daripada musibah karena saat-saat sepertiga malam itu Allah sedang menentukan anugerah-anugerah yang akan diturunkan, mungkin kenikmatan hari esok yang sudah ditentukan untukmu dikalikan dan diperbesar, mungkin musibah hari esok yang akan terjadi disingkirkan oleh Allah dan digantikan yang lebih kecil atau digantikan dengan kebahagiaan, itulah Sang Maha Pengatur yang selalu mengatur dengan kelembutannya كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ “ dan setiap hari Allah itu selalu mengatur dan mengatur”. (QS Arrahman 29)
Hadirin Hadirat yang dimuliakan Allah...

Oleh sebab itu Sayyidina Abdullah bin Umar RA ketika ia masih kecil, ia melihat para shahabat ketika mempunyai mimpi-mimpi mereka cerita kepada Rasul SAW, demikian dalam riwayat Shahih Al Bukhari. Berkata Sayyidina Abdullah bin Umar “ Duh,, aku juga ingin mimpi yang indah-indah “. Nah, hadirin hadirat… ini menjadi pelajaran untuk kita, mimpi bukan suatu tujuan, tujuan hidup kita melihat apa yang terjadi pada Sayyidina Abdullah bin Umar RA, yang berkata kalau aku banyak beribadah pasti aku dapat banyak mimpi, aku pasti orang shaleh kalau dapat mimpi, maka ia pun banyak beribadah, dan dapat mimpi menjadi mulia. Datang kepada Rasul dan bercerita, Ya Rasulallah mimpiku seperti ini, maka Rasulullah SAW berkata :
عَبْدُ اللهِ رَجُلٌ صَالِحٌ لَوْ كَانَ يَقُوْمُ اللَّيْلَ
“Abdullah tergolong hamba yang shaleh kalau ia bangun malam “. (shahih Bukhari) Bukan masalah mimpimu, mimpi tidak mimpi kau termasuk orang yang shaleh kalau seandainya banyak shalat malam. Sejak itu Abdullah bin Umar memperbanyak shalat malamnya hampir sepanjang malam, demikianlah riwayat Shahih Al Bukhari menunjukkan jangan terlalu kita merujuk kepada mimpi, karena yang penting adalah hubungan jiwa dan ruh kita kepada Allah SWT . Seorang hamba Allah itu termasuk dari kelompok orang yang shaleh kalau ia banyak melakukan shalat malam. Semoga Allah SWT menghalalkan dan memberikan kemudahan bagi kita untuk mencapai kemuliaan qiyamul lail.
Hadirin Hadirat yang dimuliakan Allah..

Rasul SAW juga mengajarkan kepada kita untuk tidak menyebarluaskan dosa-dosa kita. Rasulullah SAW bersabda riwayat Shahih Al Bukhari :
كُلُّ أُمَّتِيْ مُعَافَى إِلَّا اْلمُجَاهِرِيْنَ
Semua ummat ku itu di dalam maaf nya Allah , dan cepat sekali diampuni Allah namun mereka itu banyak yang dihambat pengampunannya oleh Allah, karena mereka banyak cerita tentang dosa- dosanya kepada orang lain. Jadi pengampunan Allah SAW itu yang akan Allah berikan tertahan gara-gara dia banyak cerita, beda kalau menceritakan dosa kepada guru, ulama, atau kiyai mohon supaya diberi nasihat, sebagaimana para sahabat datang kepada Rasulullah SAW mohon pendapat telah berbuat dosa ini itu dan lain sebagainya, tapi kalau disebarkan seluas-luasnya kepada orang lain, maka itu menjauhkan atau menyulitkan dapatnya pengampunan. Orang-orang yang suka menyampaikan aib nya pada orang lain, itu mengecewakan dan menyakiti perasaan Allah. Allah SWT berfirman di dalam hadits qudsiy riwayat Shahih Al Bukhari dan Shahih Muslim : “ Aku ( Allah ) telah menyembunyikan dan menutupi aib hamba Ku dan dia yang membukanya sendiri”. Aku (Allah) tutupi supaya orang lain tidak tahu dosanya, dia sendiri yang membuka dan merobek tabir yang Kututup agar orang lain tidak tahu kehinaannya, dia yang membuka kehinaannya pada orang lain padahal Aku menutupinya kata Allah SWT.
Jadi, kalau ada yang berbuat dosa jangan banyak bicara kepada orang lain kecuali untuk minta nasihat, kalau minta nasihat boleh-boleh saja tapi jangan disebarluaskan, “ saya kemarin begini, saya kemarin begitu “, karena hal itu akan membuat pengaruh buruk pada orang lain dan dia akan berfikir, ahh, ternyata orang-orang ini juga tidak shaleh selalu ya,, banyak juga yang berbuat dosa, itu pengaruh pada dirinya, atau oh..ternyata orang ini adalah orang yang berbuat begini,,,berarti kalau aku begini… muncullah prasangka-prasangka buruk padanya, jadi kalau kita berbuat suatu dosa jangan cerita pada orang lain kecuali untuk meminta nasihat. Demikian hadirin hadirat…Semoga kita semua dalam mu’aafah indahnya ucapan Nabi SAW “ Kullu Ummatii Mu’aafaa “, semua ummatku itu dekat dengan maaf Allah SWT. Semoga aku dan kalian diantara mereka. Amiiin
Dan Rasulullah SAW tidak pernah mau mengecewakan orang lain, sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari bahwa seorang wanita ( Barirah RA) seorang budak wanita miskin dari Afrika, ia mengundang Rasul SAW karena diberi makanan oleh salah seorang sahabat makanan yang sangat enak, maka ia tidak berani memakannya karena sudah lama ingin mengundang Rasul SAW tapi malu tidak punya apa-apa, maka ketika datang makanan enak sebelum ia ingin mencicipinya, seumur hidup dia belum mencicipinya dia teringat kepada Rasul SAW, aku ingin Rasul datang mumpung ada makanan yang enak padahal seumur hidup dia belum mencicipi makanan itu. Barirah yang susah ini pun datang mengundang Rasul SAW ke rumahnya, maka Rasul SAW datang bersama para sahabat untuk menyenangkan Barirah RA seorang budak wanita yang miskin, Rasul saw tidak ingin mengecewakan orang lain maka datang Sang Nabi bersama para sahabat, para sahabat melihat makanan yang sangat enak dan mahal tidak mungkin Barirah membelinya sendiri, maka berkata para sahabat : “Yaa Rasulallah barangkali ini adalah makanan zakat, sedangkan engkau tidak boleh memakan zakat dan shadaqah , kalau bukan makanan zakat ya makanan shadaqah, tentunya kau tidak boleh memakannya”...
berubahlah hati Barirah dalam kekecewaan, hancur hatinya dengan ucapan itu walau ucapan itu benar Rasul SAW tidak boleh memakan shadaqah dan zakat, namun ia tidak teringat akan hal itu karena memang ia di sedekahi makanan ini, hancur perasaan Barirah RA dan bingung juga risau dan takut serta kecewa dan bingung karena sudah mengundang Rasul SAW untuk makan makanan yang diharamkan pada Rasulullah SAW.
Namun bagaimana manusia yang paling indah budi pekertinya dan bijaksana, maka Rasul SAW berkata : “ Makanan ini betul shadaqah untuk Barirah dan sudah menjadi milik Barirah, Barirah menghadiahkan kepadaku maka aku boleh memakannya “, dan Rasul SAW pun memakannya.
Demikianlah jiwa yang paling indah tidak ingin mengecewakan para fuqara’, itu makanan sedekah betul untuk Barirah tapi sudah menjadi milik Barirah dan Barirah tidak menyedekahkannya padaku ( Rasulullah SAW ) tapi menghadiahkannya kepadaku demikian indahnya Sayyidina Muhammad SAW, Firman Allah SWT :
وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيْمٍ
“Dan sungguh engkau ( Muhammad SAW ) berada pada akhlak yang agung”.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah…

Demikian mulia dan sedemikian banyak keindahan yang terjadi daripada perbuatan-perbuatan Rasul SAW, dan seseorang akan bersama dengan orang yang ia cintai. Sebagaimana hadits riwayat Shahih Al Bukhari, ketika salah seorang baduwi ( orang dusun ) datang kepada Rasul SAW dan bertanya : Wahai Rasulallah kapan terjadinya hari kiamat ? maka Rasul SAW berkata :” jangan tanya hari kiamatnya, kau siapkan apa untuk hari kiamat? Maka orang dusun itu berkata : “aku tidak banyak berbuat amalan, tapi aku mencintai Allah dan RasulNya”, kemudian Rasul berkata :
أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ
“Engkau bersama orang yang kau cintai di hari kiamat”.
Semoga aku dan kalian bersama Nabi Muhammad SAW di hari kiamat,, Yaa Rahmaan Yaa Rahiim.
Hadirin hadirat.. saya tidak berpanjang lebar menyampaikan taushiyah karena nanti setelah majelis selesai, setelah qasidah penutup kita teruskan dengan mushafahah (bersalaman) bersama bagi yang mau, saya menyediakan waktu malam ini untuk mushafahah bagi yang mau lebaran, karena saya tidak bisa membuka kesempatan untuk jamaah hadir ke rumah dikarenakan terlalu banyak dan juga tetangga banyak mengeluhkan kalau terlalu banyak parkiran dan lain sebagainya, tetangga juga ramai parkirannya dengan keluarga dan kerabat mereka, jadi saya tidak ingin mengganggu mereka, kita di sini silaturrahmi bersama bersalaman bersama bagi yang mau, kalau seandainya ada yang punya kesibukan tidak apa-apa kita silaturrahmi dengan ruh dan sanubari kita.
Juga saudari-saudariku yang di sini tidak bisa berjabat tangan langsung tapi tentunya semoga kita selalu bersama dalam keluhuran dunia dan akhirah. Hadirin hadirat..demikian tentunya dengan tertib setelah selesai majelis nanti. Semoga Allah SWT memaafkan kita dan seluruh muslimin muslimat. Dan juga saya menyampaikan maaf, sebagaimana saya telah membuka no. hp umum untuk seluruh jamaah siapa pun boleh tau yaitu nomornya 08119000101 kalau tidak hafal bisa minta pada crew atau yang lainnya, cuma saya mohon maaf kalau seandainya tidak bisa menerima hubungan telepon jadi sms saja, karena telepon dalam setengah hari sudah lebih dari tiga ratus missed calls yang masuk belum di angkat. Baru malam sabtu kemarin saya umumkan no.hp ini, sampai tadi sore lebih dari 2.500 sms lebaran yang masuk, gimana mau jawabnya,,??
gimana tangan saya ini mau menjawab?, kalau dengan lisan juga tidak bisa dijawab 2500 orang bicara, itu tentunya belum setengah hadirin ini yang sms minal ‘aidin, jadi mohon maaf kalau tidak sempat di jawab. Yang sms minta doa akan saya jawab, kalau tidak di jawab tentunya sudah saya doakan . Yang bertanya kalau seandainya punya guru, punya ustaz di tempatnya tanya pada guru dan ustaznya, kalau tidak punya guru atau jauh dari guru, boleh tanyakan kepada saya, jadi no. ini jangan dijadikan terus-terusan sms karena padat sekali, gimana mau jawabnya ribuan sms begitu, ini baru dua hari orang-orang tahu belum yang lain tahu, memang no. ini untuk umum dan insha Allah semuanya akan saya baca walaupun tidak semuanya saya mampu membalasnya, maka bagi yang telah sms dan belum di jawab saya mohon maaf karena saya juga tidak mau mengecewakan seluruh jamaah dan semua yang ingin silaturrahmi, tapi kemampuan saya sungguh jauh seorang hamba pendosa saja yang mengharapkan pengampunan Allah dari doa saudara-saudari dan jamaah semua tidak lebih dari itu, namun kalau Allah SWT tentunya menjawab semua doa hamba-hambaNya lebih dari yang mereka minta, beda dengan seorang pendosa ini, saya tidak lebih dari seorang pendosa yang mengharapkan pengampunan Allah dari doa-doa kalian.
Hadirin Hadirat yang dimuliakan Allah..

Semoga Allah SWT memuliakan hari-hari kita dengan keluhuran, semoga Allah muliakan hari-hari kita dengan kemudahan, Ya Rabbii..di antara kami ada yang mempunyai kesusahan maka singkirkan kesusahannya, yang dalam musibah singkirkan musibahnya, yang dalam dosa dan belum Engkau ampuni maka ampuni dosanya, yang mempunyai hajat kabulkan hajatnya Ya Allah Ya Arhamar Raahimin Ya Arhamar Rahimin..Wahai Yang Maha berkasih sayang melebihi dari segenap yang memiliki sifat kasih sayang kami membuka gerbang rahmatMu yang lebih luas dari semua yang berjiwa kasih sayang, maka malam ini limpah ruahkan kasih sayangMu yang abadi hingga selanjutnya hingga aku berjumpa dengan Mu, Ya Rahman Ya Rahim.. terbitkan matahari kasih sayangMu dalam kehidupan kami dunia dan akhirat zaahiran wa baathinan, dan jadikan matahari kebahagiaan dan kasih sayang Mu itu terus terbit pada kami dan tiada pernah terbenam hingga kami wafat hingga yaumulliqaa al akbar, hingga hari perjumpaan dengan Mu…Ya Rahman Ya Rahim.
فقولو جميعا...
(Kataklanlah bersama sama)

ياالله.. ياألله.. ياألله.... يا ألله يارحمن يارحيم...، لاإله إلا الله....لاإله إلاالله محمد رسول الله وصلى الله عليه وسلم كلمة حق عليها نحيا وعليها نموت وعليها نبعث إن شاء الله تعالى من الأمنين
Kita teruskan dengan doa penutup sebelum bersalaman bersama guru mulia kita Fadhilah As Syaikh Ad Daa’i ilallah Al Habib Hud bin Muhammad Baqir Al Athtas. Hadirin hadirat.. Habib Hud ini adalah seorang tokoh yang sangat ditokohkan oleh para ulama dan habaib khususnya di Jakarta dan umumnya di seluruh Indonesia, dan dimanapun beliau ini selalu diajukan untuk membaca doa dan imam, beliau ini sesepuh para ulama dan habaib khususnya di Jakarta dan di Indonesia secara umumnya, jadi kita gembira sekali kalau seandainya Habib Hud ini bisa berkunjung setiap malam selasa bersama kita, tentunya kita gembira karena sudah ada tokoh mulia yang selalu hadir bersama kita. Al Habib Musthafa Al Attas akhir-akhir ini ma’zur karena sudah banyak halangan dan sibuk dan juga jaraknya jauh jadi tidak bisa sering hadir seperti dulu, Allah gantikan sesepuh daripada ulama dan habaib kita Al Habib Hud bin Muhammad Baqir Al Athtas, semoga dipanjangkan usia beliau, serta dimudahkan dalam segala urusan, semoga Allah SWT menyatukan kita bersama dalam kemuliaan dunia dan akhirah bersama Rasulullah SAW..
الَّلهُمَّ لَكَ اْلحَمْدُ شُكْرًا وَلَكَ اْلمَنُّ فَضْلاً وَأَنْتَ رَبُّنَا حَقًّا وَنَحْنُ عَبِيْدُكَ رِقًا وَأَنْتَ لَمْ تَزَلْ لِذلِكَ أَهْلاً اللهُمَّ يَا مُيَسِّرَ كُلِّ عَسِيرٍ وَيَاجَابِرَ كُلَّ كَسِيْرٍ وَيَا صَاحِبَ كُلِّ فَرِيْدٍ وَيَامُغْنِيَ كُلَّ فَقِيْرٍ وَيَاقَوِيُّ كُلَّ ضَعِيْفٍ وَيَا مَأْمَنَ كُلِّ مَخِيْفٍ يَسِّرْ عَلَيْنَا كُلَّ عَسِيْرٍ فَتَيْسِيْرُ اْلعَسِيْرِ عَلَيْكَ يَسِيْرٌ. اللّهُمَّ يَا مَنْ لَايَحْتَاجُ إِلَى اْلبَيَانِ وَالتَّفْسِيْرِ حَاجَاتُنَا كَثِيْرٌ وَأَنْتَ عَالِمٌ بِهَا وَخَبِيرٌ. اللَهُمَّ إِنِّيْ أخَافُ مِنْكَ وَأَخَافُ مِمَّنْ يَخَافُ مِنْكَ وَأَخَافُ مِمَّنْ لَا يَخَافُ مِنْكَ , اللَهُمَّ بِحَقِّ مَنْ يَخَافُ مِنْكَ نَجِّنَا مِمَّنْ لَا يَخَافُ مِنْكَ بِحُرْمَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاحْرُسْنَا بِعَيْنِكَ الَّتِيْ لَا تَنَامُ وَاكْنُفْنَا بِكَنَفِكَ الَّذِي لَا يُرَامُ وَارْحَمْنَا بِقُدْرَتِكَ عَلَيْنَا فَلاَ نَهْلَكُ وَأَنْتَ ثِقَتُنَا وَرَجَاؤُنَا يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ ..وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَاْلحَمْدُلِلهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ .
Terakhir Diperbaharui ( Friday, 25 September 2009 )


Daripada Huzaifah bin Asid Al-Ghifari ra. berkata: “Datang kepada kami Rasulullah saw. dan kami pada waktu itu sedang berbincang-bincang. Lalu beliau bersabda: “Apa yang kamu perbincangkan?”. Kami menjawab: “Kami sedang berbincang tentang hari qiamat”.
Lalu Nabi saw. bersabda: “Tidak akan terjadi hari qiamat sehingga kamu melihat sebelumnya sepuluh macam tanda-tandanya”. Kemudian beliau menyebutkannya: “Asap, Dajjal, binatang, terbit matahari dari tempat tenggelamnya, turunnya Isa bin Maryam alaihissalam, Ya’juj dan Ma’juj, tiga kali gempa bumi, sekali di timur, sekali di barat dan yang ketiga di Semenanjung Arab yang akhir sekali adalah api yang keluar dari arah negeri Yaman yang akan menghalau manusia kepada Padang Mahsyar mereka”.
H.R Muslimi
dajjal-black1
Keterangan:
Sepuluh tanda-tanda qiamat yang disebutkan Rasulullah saw. dalam hadis ini adalah tanda-tanda qiamat yang besar-besar, akan terjadi di saat hampir tibanya hari qiamat. Sepuluh tanda itu ialah:
  1. Dukhan (asap) yang akan keluar dan mengakibatkan penyakit yang seperti selsema di kalangan orang-orang yang beriman dan akan mematikan semua orang kafir.
  2. Dajjal yang akan membawa fitnah besar yang akan meragut keimanan, hinggakan ramai orang yang akan terpedaya dengan seruannya.
  3. Dabbah-Binatang besar yang keluar berhampiran Bukit Shafa di Mekah yang akan bercakap bahawa manusia tidak beriman lagi kepada Allah swt.
  4. Matahari akan terbit dari tempat tenggelamnya. Maka pada saat itu Allah swt. tidak lagi menerima iman orang kafir dan tidak menerima taubat daripada orang yang berdosa.
  5. Turunnya Nabi Isa alaihissalam ke permukaan bumi ini. Beliau akan mendukung pemerintahan Imam Mahadi yang berdaulat pada masa itu dan beliau akan mematahkan segala salib yang dibuat oleb orang-orang Kristian dan beliau juga yang akan membunuh Dajjal.
  6. Keluarnya bangsa Ya’juj dan Ma’juj yang akan membuat kerusakan dipermukaan bumi ini, iaitu apabila mereka berjaya menghancurkan dinding yang dibuat dari besi bercampur tembaga yang telah didirikan oleh Zul Qarnain bersama dengan pembantu-pembantunya pada zaman dahulu.
  7. Gempa bumi di Timur.. Bisa jadi ini mengacu kepada gempa di China, Tsunami di Aceh.
  8. Gempa bumi di Barat. Bisa jadi ini akan terjadi di daerah Mexico, Argentina, Brazilia dan negara-negara Amerika Latin
  9. Gempa bumi di Semenanjung Arab.. Kemungkinan kasus longsor di Mesir sebagai pembukanya.
  10. Api besar yang akan menghalau manusia menuju ke Padang Mahsyar. Api itu akan bermula dari arah negeri Yaman. (Apa ini bahaya Nuklir?)
Mengikut pendapat Imam Ibnu Hajar al-Asqalani di dalam kitab Fathul Bari beliau mengatakan: “Apa yang dapat dirajihkan (pendapat yang terpilih) dari himpunan hadis-hadis Rasulullah Saw. bahawa keluarnya Dajal adalah yang mendahului segala petanda-petanda besar yang mengakibatkan perubahan besar yang berlaku dipermukaan bumi ini. Keadaan itu akan disudahi dengan kematian Nabi Isa alaihissalam (setelah belian turun dari langit). Kemudian terbitnya matahari dari tempat tenggelamnya adalah permulaan tanda-tanda qiamat yang besar yang akan merusakkan sistem alam cakrawala yang mana kejadian ini akan disudahi dengan terjadinya peristiwa qiamat yang dahsyat itu. Barangkali keluarnya binatang yang disebutkan itu adalah terjadi di hari yang matahari pada waktu itu terbit dari tempat tenggelamnya”.


Peduli Acara MAJELIS RASULULLAH SAW Bank syariah mandiri 061-7121-494 a/n Munzir Almusawa_______Majelis Nisa di seketariat MAJELIS RASULULLAH SAW, setiap hari minggu pkl 14.00 WIB s/d selesai. Tausiah akan disampaikan langsung oleh AL ALAMAH ALHABIB MUNZIR BIN FUAD ALMUSAWA. majelis kusus nisa/WANITA
Related Posts with Thumbnails
Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More