Terima Kasih, Anda sudah mengunjungi blog Pecinta Rasulullah SAW, semoga Allah selalu Menanamkan Rasa Cinta dan Rindu kepada Allah SWT dan Sayyidina Muhammad SAW kepada Diri kita Hingga kita Wafat dalam Khusnul Khotimah AAMIIN.........
kritik dan saran : mufe.majelis@gmail.com_____Alamat lengkap Majelis Rasulullah SAW: jl. Cikoko Barat V, RT 03/05, NO 66, Kelurahan Cikoko, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan (12770),

Senin, 08 Februari 2010

Allah swt Mengharamkan Api Neraka Untuk Menyentuh Anggota Sujud


PDF Print E-mail
SocialTwist Tell-a-Friend
Ditulis Oleh: Munzir Almusawa   
Saturday, 06 February 2010
Allah swt Mengharamkan Api Neraka Untuk Menyentuh Anggota Sujud
Senin, 01 Februari 2010


قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِذَا أَرَادَ اللهُ رَحْمَةَ مَنْ أَرَادَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ أَمَرَ اللهُ الْمَلاَئِكَةَ أَنْ يُخْرِجُوْا مَنْ كاَنَ يَعْبُدُ اللهَ فَيُخْرِجُوْنَهُمْ وَيَعْرِفُوْنَهُمْ بِآثَارِ السُّجُوْدِ وَحَرَّمَ اللهُ عَلَى النَّارِ أَنْ تَأْكُلَ أَثَرَ السُّجُوْدِ فَيَخْرُجُوْنَ مِنَ النَّارِ فَكُلُّ ابْنِ آدَمَ تَأْكُلُهُ النَّارُ إِلَّا أَثَرَ السُّجُوْدِ فَيَخْرُجُوْنَ مِنَ النَّارِ (صحيح البخاري)
“Jika Allah swt menghendaki kasih sayang untuk penduduk neraka, maka Allah swt memerintahkan penduduk neraka agar dikeluarkan orang orang yg menyembah Allah, maka mereka dikeluarkan, dan dikenali dg bekas sujudnya, dan Allah swt mengharamkan api neraka untuk menyentuh anggota sujud, maka mereka keluar dari anggota sujud, maka para pendosa dari keturunan Adam terbakar api neraka kecuali bekas sujudnya, maka mereka dikeluarkan dari neraka” (Shahih Bukhari)


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ الْجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ هَدَاناَ بِعَبْدِهِ الْمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ ناَدَانَا لَبَّيْكَ ياَ مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلّمَّ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِيْ هَذَا الْجَمْعِ اْلعَظِيْمِ
Puji bagi Allah , yang dengan memuji-Nya terbukalah cinta Ilahi , yang ketika cinta Ilahi terbuka untuk yang memuji-Nya maka terbitlah segala anugerah dari Yang Maha Memberi anugerah , Allah Sang Pemilik segala anugerah , Sang Pemilik setiap nafas , Sang Pemilik setiap ruh , Sang Pemilik setiap sel tubuh kita , Sang Pemilik jiwa dan sanubari , Yang Maha melimpahkan hidayah dan rahmah kepada hamba-hamba yang dikehendaki-Nya . Bukalah segala anugerah-Nya dengan memperbanyak pujian kepada-Nya , jadikan hari-harimu terpuji dengan banyak memuji Allah . Adakah orang yang akan lebih terpuji di dunia ini melebihi orang yang memuji Allah?, adakah orang yang lebih banyak memuji Allah dari sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ?, dan adakah orang yang lebih terpuji dan banyak pengikutnya dari sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ?.
Orang yang asyik memuji Allah akan terpuji di dunia dan di akhirah dan dia akan dipuji oleh Allah . Barangsiapa yang mengingat Allah maka ia akan banyak diingat oleh orang lain , dan tentunya ia diingat oleh Allah .
Hadirin hadirat , seluruh warna hakikatnya sama, seluruh bentuk hakikatnya sama, seluruh keadaan ; jahat dan baik, bagus dan jelek, tawa dan tangis kesemuanya hakikatnya sama, yaitu fana...
Sedangkan yang abadi adalah jiwa yang tersambung dengan kasih sayang Ilahi . “ Laa ilaaha illallah…” , tiada yang patut disembah dan diagungkan melebihi Allah , tiada yang pantas disembah selain Allah , itu adalah sumpah setia seorang hamba kepada Allah , dan sumpah setia Allah kepada hamba-hamba-Nya adalah firman-Nya :
لَا إِلهَ إِلَّا أَنَا فَاتَّقُوْنِ
( النحل : 2 )
“ Tiada Tuhan selan Aku , maka bertakwalah kepada-Ku “ . ( QS. An Nahl : 2 )
Maka hamba-hamba-Nya menjawab :
لَا إِلهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ
( الأنبياء : 87 )
“ Tiada Tuhan selain Engkau , Maha Suci Engkau sungguh kami termasuk orang-orang yang banyak berbuat dosa “ . ( QS. Al Anbiyaa: 87 )
Hadirin hadirat , inilah keindahan jiwa menikmati hubungan dengan Sang Maha Mulia , Sang Maha berlemah lembut dan Maha merubah keadaan manusia dari buruk menjadi baik , dari baik menjadi semakin baik , Yang Maha membolak balikkan sanubari yang ada disekitarmu , dari yang membenci menjadi mencintai atau sebaliknya , dari yang tidak menolong menjadi menolong atau sebaliknya , semua ruh dan perasaan di dalam satu genggaman Ilahiah Rabbul ‘alamin .
Rabby, jiwa kami yang berada dalam genggaman takdir-Mu maka perindahlah.., hari-hari kami yang berada dalam samudera ketentuan-Mu maka muliakanlah, desah nafas-nafas kami dan lintasan pemikiran kami yang itu adalah milik-Mu maka perbaharuilah dengan seindah-indah keadaan wahai Yang Maha Memilikinya , Yang berfirman :
وَالْعَصْرِ، إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ ، إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
( العصر : 1-3 )
“ Demi masa , sungguh manusia berada dalam kerugian , kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebaikan serta saling menasihati untuk kebenaran , dan saling menasihati untuk kesabaran “ . ( QS. Al ‘Ashr : 1-3 )
Apa artinya masa ? (yaitu) mulai terciptanya waktu dan alam semesta hingga alam berakhir itulah yang disebut masa . Siang berjuta kali, malam berjuta kali, kesedihan dan kegembiraan, kehidupan dan kematiaan, seluruh kejadian berputar silih berganti dipadu oleh Allah dalam satu kalimat yaitu “masa” , kalimat “masa” telah mengumpulkan seluruh kejadian yang pernah terjadi baik dan buruknya.
“Demi masa” , demi setiap kejadian , setiap kenikmatan dan musibah , setiap kesedihan dan kegembiraan , setiap kelahiran dan kematian , setiap kebencian dan kasih sayang , dan semua yang terjadi di alam , “Demi masa…, sungguh manusia dalam kerugian” . Masa lewat dalam kehidupan manusia antara air mani (sperma) dan bangkai, tercipta dari mani dan berakhir menjadi bangkai, ia dalam kerugian (sebagaimana firman Nya : sungguh manusia dalam kerugian), kata Allah . Kecuali yang beriman kepada Allah dan mengerjakan kebaikan dan mengikuti sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran , merekalah yang tidak merugi . Siapakah mereka yang beriman, beribadah, dan saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran ? inilah aku dan kalian (yg hadir di majelis majelis taklim dan dzikir), inilah kelompok yang tidak merugi , dan seperti inilah keberuntungan.
Demi masa yang terjad, segala musim hujan dan kemarau, segala daratan dan lautan kesemuanya membawa kerugian kecuali untuk yang beriman, beribadah dan menasihati dalam kebaikan dan kesabaran inilah yang mendapatkan keberuntungan. Mereka yang beriaman beruntung, yang menasihati dalam kesabaran beruntung, yang menasihati dalam kebaikan beruntung, selain mereka itu maka tidak mendapatkan apa-apa , selain itu kesemuanya sirna, kesedihan sirna, kegembiraan sirna, harta sirna, kemiskinan sirna.
Tidak ada yang abadi, yang abadi hanyalah iman, amal shalih, saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran.
Ringkasnya, yang abadi adalah mengikuti tuntunan keluhuran sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
Berapa menit yang abadi dalam hidup kita dan berapa yang fana, setiap menit yang abadi itu dikalikan sepuluh dari rahasia kelembutan Allah . Yang berdosa siap diampuni oleh Allah , maka siapa lagi yang akan kita seru dan kita mengadu ?! Ya Allah, betapa gelapnya dosa , kemana kami akan mengadu? Jangan Engkau beberkan dosa-dosa kami kelak di hari kiamat , kami telah membeberkannya di hadapan-Mu maka ampunilah , jangan satupun yang hadir di majelis ini bangkit kecuali tidak lagi membawa dosa , Amin . Kita tenggelamkan semua dosa ke dalam samudera pengampunan Allah , yang tidak yakin, berarti ia tidak yakin akan pengampunan Allah , yang yakin berarti ia sudah berprasangka baik kepada Allah maka pasti ia mendapat pengampunan dan lebih , maka yakinlah.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Apakah mungkin semudah itu Allah mengampuni semua dosa ? maka dengan itu kau telah membatasi kasih sayang-Nya maka terbataslah kasih sayang-Nya padamu , tetapi jika kau mengatakan bahwa sangatlah mungkin Allah mengampuniku maka itulah kemuliaan yang berhak atas nama-Nya Yang Maha Mengampuni . Allah subhanahu wata’ala berfirman :
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
( التوبة : 100 )
“Orang-orang yang terdahulu lagi pertama-tama (masuk Islam) dari kelompok muhajirin dan anshar, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah, dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar “ . ( QS. At Taubah : 100 )
Firman Allah subhanahu wata’ala : “ Dan orang-orang terdahulu “ , bukan kita . Muhajirin dan Anshar , Muhajirin adalah orang-orang yang pindah dari Makkah meninggalkan kampung halamannya menuju Madinah, bukan kita, Kaum Anshar yang menyambut kedatangan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam berhijrah dari Makkah ke Madinah bukan kita, sedangkan kita tidak mendapat bagian itu. Orang-orang terdahulu adalah para Muhajirin dan Anshar , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda tentang kaum Anshar :
عَلاَمَةُ اْلِإيْمَانِ حُبُّ اْلَأنْصَارِ وَعَلاَمَةُ النِّفَاقِ بُغْضُ الْأَنْصَارِ
“ Tanda keimanan adalah mencintai kaum Anshar dan tanda kemunafikan adalah membenci Anshar “(Shahih Bukhari)
Mengapa demikian ? karena kaum Anshar mencintai sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam , dan orang yang mencintai bersama dengan orang yang dicintai , sehingga Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
فَاطِمَةُ بِضْعَةٌ مِنِّي أَبْغَضَنِيْ مَنْ أَبْغَضَهَا وَأَحَبَّنِيْ مَنْ أَحَبَّهَا
“ Fathimah adalah belahan jiwaku , yang membuatnya marah maka telah membuatku marah dan yang membuatnya gembira maka telah membuatku gembira "
Demikian pula keadaan para Muhajirin dan Anshar , sayyidatuna Fathimah termasuk Muhajirin yang hijrah bersama Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam menuju Madinah Al Munawwarah walaupun tidak satu rombongan , jadi Muhajirin dan Anshar itu bukanlah kita.
Tetapi Allah tidak ingin menjauhkan kemuliaan Muhajirin dan Anshar dari kita , yaitu dg firman Nya swt keterusannya : “dan yang mengikuti mereka degan kebaikan” . Kita tadi mendengarkan hadrah hal itu adalah mengikuti kaum Anshar , kita mengikuti dengan kebaikan, kita mencintai kaum Muhajirin dan Anshar maka kita termasuk sekelompok dengan mereka. Bagi mereka yang mengikuti kaum Muhajirin dan Anshar dalam kebaikan maka Allah ridha terhadap mereka, apa itu ridha ? yaitu restu dan cinta . Jika Allah telah merestui dan cinta, maka apalagi cita-cita di atas itu !?. Ketika seseorang telah masuk ke dalam sorga yang paling mewah, indah dan megah , maka Allah memanggil hamba-Nya dan berfirman :
يَا عِبَادِيْ أَلَا أُعْطِيْكُمْ أَفْضَلُ مِنْ ذَلِكَ ؟
“ Wahai hamba-hamba-Ku , maukah kalian Kuberi yang lebih baik dari itu ( surga yang megah dan indah) ? “
Maka hamba-hamba itu berkata :
ياَرَبِّ وَأَيُّ شَيْئٍ أَفْضَلُ مِنْ ذَلِكَ ؟
“ Wahai Allah , apalagi yang lebih baik dari itu ? “
Maka Allah menjawab:
أُحِلَّ عَلَيْكُمْ رِضْوَانِيْ فَلاَ أَسْخَطُ عَلَيْكُمْ بَعْدَهُ أَبَدًا
“ Aku halalkan untuk kalian keridhaan-Ku dan Aku tidak akan murka kepada kalian selama-lamanya “
Jadi ridha Allah itu lebih mahal daripada surga , untuk siapa?, Diantaranya diberikan kepada Muhajirin dan Anshar serta para pengikut Muhajirin dan Anshar, semoga Allah menjadikan aku dan kalian dalam kelompok itu, yaitu pengikut para Muhajirin dan Anshar dengan kebaikan. Yang mana mereka itu ridha terhadap Allah, kita sudah ridha apa belum kepada Allah?, ketika datang ketentuan buruk ngomel, diberi takdir yang menyenangkan tidak bersyukur dan diberi takdir yang tidak menyenangkan tidak juga bersabar.
Tetapi keimanan itu mempunyai derajat , dan seburuk-buruknya imanku adalah aku ridha Allah menjadi Tuhanku , sebesar apapun dosa yang aku perbuat tetapi aku tidak menyembah kepada selain-Mu wahai Rabby. Ia ridha kepada Allah maka Allah pun ridha kepadanya, semakin besar ridha kita kepada Allah maka semakin besar pula ridha Allah kepada kita. Rabby, pupuk dan tanamlah keridhaan kepada-Mu di hati kami Ya Rabb..
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari :
إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا
( صحيح البخاري )
“Ada diantara manusia itu yang beramal dengan amalan ahli neraka hampir sepanjang hidupnya sampai antara dia dan neraka hanya 1 jengkal saja( Maksudnya 1 jengkal saja adalah nafasnya, nafasnya hanya beberapa nafas lagi dan dia akan wafat dan akan masuk ke dalam neraka) tetapi didahului kehendak Ilahi maka dia beramal dengan amalan ahli surga, bertaubat kepada Allah dan dia masuk ke dalam surga. Ada lagi kelompok yang beramal dengan amalan ahli surga sampai antara dia dan surga tinggal 1 hasta saja, lalu didahului oleh ketentuan Allah terlebih dahulu dia beramal dengan amalan ahli neraka dan dia masuk neraka”. (Shahih Bukhari)
Hadirin hadirat Yang dimuliakan Allah
Diantara manusia ada yang beramal dengan amalan ahli sorga dengan segala kebaikannya , tetapi setelah ia begitu dekat dengan sorga seakan-akan satu hasta saja jaraknya dari sorga tetapi Allah menghendaki lain , berbalik hatinya ia menjadi beramal buruk kemudian meninggal dengan su;ul khatimah . Sebaliknya ada diantara mereka yang beramal dengan amalan penduduk neraka , siang dan malam selalu berbuat jahat sehingga jaraknya dan neraka hanya tinggal satu hasta yaitu dari siku sampai ujung jari , maksudnya tinggal beberapa nafas lagi dia akan meninggal , tetapi Allah berkehendak lain seketika ia beramal dengan amal ahli sorga maka ia meninggal dengan husnul khatimah .
Para sahabat bingung dan bertanya kepada Rasulullah : “ Wahai Rasulullah berarti tidak perlu kita beramal kan sudah takdirnya Allah “ , maka Rasulullah menjawab : “ jika kalian mau maka bacalah firman Allah” :
فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى ، وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى ، فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى ، وَأَمَّا مَنْ بَخِلَ وَاسْتَغْنَى ، وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَى ، فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَى
( الليل : 5 -10 )
“Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa,dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga),maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup,serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar” . ( QS. Al Lail : 5-10 )
Maka yang banyak berbuat baik , yang banyak berinfaq dan berbuat kemuliaan maka Allah mudahkan jalannya menuju kebaikan . Sedangkan orang yang tidak mau berbuat baik dan berpaling dari kebenaran , kikir dengan harta , kikir dengan dirinya sendiri , kikir atau pelit bukan soal harta saja , terhadap diri juga bisa pelit seperti tidak mau beribadah , maka Allah mudahkan jalannya menuju kesulitan .
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Maka dari hadits tadi kita memahami , dikembalikan kepada makna firman Allah yang tadi ; banyak orang-orang yang beribadah dengan amal ibadah yang baik tapi hatinya busuk , hatinya benci kepada para wali Allah , hatinya benci kepada para shalihin , hatinya benci kepada orang-orang yang dicintai Allah maka meskipun ia beribadah dan bersujud siang dan malam , tetapi Allah tetap murka dan di akhir hidupnya dibalik oleh Allah ia menjadi beramal dengan amalan ahli neraka dan wafatnya su;ul khatimah karena….,
اَلْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ
“ Seseorang bersama dengan orang yang ia cintai “
Banyak orang yang beribadah siang dan malam tetapi hatinya asyik dengan orang yang tidak pernah bersujud kepada Allah , hati-hati di akhir hidupmu Allah membalik keadaanmu agar berkumpul dengan orang yang kau cintai , yang tidak pernah bersujud kepada Allah . Banyak orang yang berbuat dosa siang dan malam setelah bertobat ia terjebak dosa lagi , bertobat lagi terjebak lagi ke dalam dosa , tetapi jiwanya cinta kepada sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam . Bukan berarti saya memperbolehkan maksiat dan cukup saja mencintai Nabi tidak demikian , karena tentunya cinta Nabi yang hakiki akan menuntun kita kepada keluhuran bukan kepada kehinaan , maka pupuk cinta kita kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam , maka Allah akan memupukkan di dalam hati kita rahasia sifat kemuliaan Muhammad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam .
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Sampailah kita pada hadits nabawy , Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
إِذَا أَرَادَ اللهُ رَحْمَةَ مَنْ أَرَادَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ أَمَرَ اللهُ الْمَلاَئِكَةَ أَنْ يُخْرِجُوْا مَنْ كاَنَ يَعْبُدُ اللهَ فَيُخْرِجُوْنَهُمْ وَيَعْرِفُوْنَهُمْ بِآثَارِ السُّجُوْدِ وَحَرَّمَ اللهُ عَلَى النَّارِ أَنْ تَأْكُلَ أَثَرَ السُّجُوْدِ فَيَخْرُجُوْنَ مِنَ النَّارِ فَكُلُّ ابْنِ آدَمَ تَأْكُلُهُ النَّارُ إِلَّا أَثَرَ السُّجُوْدِ فَيَخْرُجُوْنَ مِنَ النَّارِ
(صحيح البخاري)
“Jika Allah swt menghendaki kasih sayang untuk penduduk neraka, maka Allah swt memerintahkan penduduk neraka agar dikeluarkan orang orang yg menyembah Allah, maka mereka dikeluarkan, dan dikenali dg bekas sujudnya, dan Allah swt mengharamkan api neraka untuk menyentuh anggota sujud, maka mereka keluar dari anggota sujud, maka para pendosa dari keturunan Adam terbakar api neraka kecuali bekas sujudnya, maka mereka dikeluarkan dari neraka” (Shahih Bukhari)
Ya Allah , alangkah indahnya kasih sayang Allah , Allah mau memberi kasih sayang terhadap penduduk neraka padahal orang-orang di neraka mereka adalah pendosa tetapi Allah masih menyayangi mereka , diantara mereka adalah penjahat, pejudi, pezina, segala macam maksiat telah mereka perbuat , dan ternyata Allah kasihan kepada mereka , maka dikeluarkanlah oleh para malaikat mereka-mereka yang menyembah Allah . Ternyata sebesar apapun dosa, Engkau tidak rela jika orang yang menyembah-Mu itu kekal di neraka , orang yang menyembah-Mu itu pasti akan sampai pada sorga-Mu wahai Yang Maha Indah. Inilah hadits nabi yang kami kenal , kami mabuk cinta dan rindu kepada-Mu wahai Yang Maha Indah .
Neraka itu sangat pedih, karena kami jahat dan kami durhaka tetapi Allah tidak mau jika orang –orang yang menyembah-Nya itu kekal di neraka , dan harus berakhir di sorga juga . Sejahat apapun , sekeji apapun , sedzalim apapun, selama ia menyembah Allah maka pasti ia akan sampai ke dalama sorga-Nya , janji sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam , inilah kasih sayang Ilahi . Hadirin hadirat , jika seseorang selama sepuluh ribu tahun menjerit “ Ya Hannaan , Ya Mannaan “ demikian dalam salah satu riwayat dalam kitab-kitab tafsir , maka Allah mengutus malaikat Jibril dan berfirman : “ Wahai Jibril lihatlah hamba-Ku yang memanggil Ya Hannaan Ya Mannaan , sudah seribu tahun ia dalam api neraka “, maka Jibril berkata : “ Wahai Allah sesungguhnya ia telah berada dalam tindihan batu-batu neraka dan sudah terpendam di dasarnya sedalam-dalamnya “, maka Allah menjawab : “ Wahai Jibril temui dia karena sungguh Aku mendengar dia memanggil nama-Ku Ya Hannaan Ya Mannaan ( wahai Yang berkasih sayang, wahai yang seluruh makhluk berhutangbudi kepada-Nya )” , maka ia pun dikeluarkan dari neraka , entah telah berapa ribu kali kulitnya diganti dengan kulit yang baru dan hangus kemudian diganti dengan kulit yang baru dan hangus lagi , maka ia dimandikan dengan air kehidupan kemudian dihadapkan kepada Allah dan berfirman : “ Hamba-Ku , kau sudah terpendam dalam neraka yang terdalam dan kau menjerit kepada-Ku selama beribu-ribu tahun di dalam dasar neraka , wahai hamba-Ku lihatlah keindahan zat-Ku “ maka Allah singkapkan cahaya keindahan Allah . “ wahai Hamba-Ku berapa lama engkau di dalam api neraka ? ” maka ia berkata : “ aku tidak pernah masuk neraka wahai Allah “, ia menjadi lupa karena melihat keindahan zat Allah subhanahu wata’ala , selama 10000 ribu tahun ia dalam jurang api neraka ia lupa dalam sekejap ketika melihat keindahan Allah…...
Kita kembali ke hadits tadi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “ Allah haramkan anggota sujud untuk dibakar api neraka “ yaitu kedua telapak tangan, dahi , kedua lutut dan kedua kaki , tidak bisa disentuh api neraka . Kita cari ilmu kebal yang paling hebat di dunia yang bisa kebal dari api neraka , hal itu tidak akan pernah ada kecuali ahli sujud , orang-orang yang banyak bersujud mereka kebal dari api neraka anggota sujudnya sedangkan yang lainnya terbakar karena Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam berkata : ” semua tubuhnya hangus kecuali anggota sujud “, maka Allah keluarkan orang-orang yang bersujud dari neraka walaupun ia seorang pendosa ia tidak akan kekal di dalam neraka ,Inilah kasih sayang Ilahi . Diriwayatkan di dalam Shahih Muslim, ketika sayyidina Tsauban RA ditanya oleh para sahabat : “ wahai Tsauban engkau adalah orang yang paling sering membantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam , apakah amal ibadah yang paling dicintai oleh Allah ?” maka sayyidina Tsauban hanya diam , ketika ditanya lagi ia diam ,sampai ketiga kalinya barulah ia menjawab dan berkata : “ sebenarnya pertanyaan kalian sudah aku tanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam “ maka para sahabat bertanya lagi : “lalu apa ?” , sayyidina Tsauban menjawab : “ Perbanyaklah sujud , itulah amal yang paling dicintai Allah “ .
Tidaklah seorang diantara kalian yang bersujud kecuali ia telah diangkat satu derajat semakin dekat dengan Allah dan gugur dosa-dosanya . Semakin banyak sujud maka semakin runtuh dosanya , semakin dekat dengan Allah , wahai Allah berilah kami cinta sujud kepada-Mu . Jika orang telah mencintai sujud maka makmurlah seluruh dunia ini . Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari bahwa di akhir zaman nanti akan muncul gempa bumi , banyak yang mengaku nabi, banyak terjadi pembunuhan , banyak terjadi musibah , semua ini telah terjadi dan yang terakhir Allah akan tumpahruahkan kemakmuran di muka bumi . Tanda-tanda semuanya sudah terjadi , tinggallah yang terakhir yaitu kemakmuran . Yang lain telah terjadi maka yang terakhir pasti akan terjadi yaitu kemakmuran yang melimpah bagi muslimin . Maka para sahabat bertanya : “ Wahai Rasulullah, ketika orang-orang dilimpahi kemakmuran , keadaan muslimin saat itu bagaimana ? “ , maka Rasulullullah menjawab : “Mereka lebih mencintai sujud daripada segala dunia dan seisinya” . Jika mental mereka seperti itu maka tumpah ruahlah kemakmuran apapun yang mereka lakukan ; usahanya, pertaniannya, perdagangannya, rumah tangganya dan segala-galanya dilimpahi anugerah oleh Allah , untuk siapa? Untuk orang-orang yang mencintai sujud.
Ya Allah jadikanlah kami orang-orang yang mencintai sujud. Tidaklah siang dan malam selama 24 jam kita sujud , kita mempunyai keluarga , sebagian saudara saudari kita juga sekolah , ada yang bekerja, ada yang beraktifitas lain , tapi kita juga mempunyai waktu santai di sela-sela waktu itu kita luangkan waktu satu atau dua menit untuk kita berduaan dengan Allah subhanahu wata’ala sehingga setiap hari ada waktu khusus untuk cinta kita kepada Allah subhanahu wata’ala, tentunya selain shalat lima waktu , karena shalat lima waktu itu ibadah wajib . Selain itu bersujudlah untuk ibadah kepada Allah, dua atau empat rakaat setiap hari, tidak lebih dari lima menit untuk itu maka ambillah sedikit waktu agar setiap hari menyaksikanmu bahwa engkau ahli sujud,
matahari terbit dan terbenam menyaksikan sujudmu . Ditanyakan oleh sayyidina Rabi’ah radhiyallahu ‘anhu bagaimana dengan kemuliaan sujud , maka berkatalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :
أَقْرَبُ اْلعَبْدُ إِلَى اللهِ مَنْزِلَةً وَهُوَ سَاجِدٌ
“Keadaan yang paling dekat antara seorang hamba dengan Allah SWT yaitu ketika dia sedang sujud”
Oleh sebab itu saat kita bersujud , sujudlah dengan hati kita juga jangan kita bersujud tetapi hati kita pada hal yang lainnya dan semestinya setelah kita sujud hati kita masih dalam mengingat sujud.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam pemimpin utama kita , para nabi dan para rasul adalah sebagai pembawa kemuliaan sebelum nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam . Hadirin hadirat , ketika kita mengingat tentang peristiwa yang terjadi pada nabiyullah Yusuf AS , disaat nabi Yusuf mulai besar dan mulai bisa berbicara maka ia berkata kepada ayahnya , nabi Ya’qub AS :
يَا أَبَتِ إِنِّي رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِي سَاجِدِينَ
( يوسف : 4 )
“Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku." ( QS. Yusuf : 4 )
Maka ayahnya kaget mendengar ucapan itu dan berkata kepada Yusuf : “ Wahai Yusuf jangan kau ceritakan mimpimu itu kepada orang lain karena saudara-saudaramu tidak akan senang “ dan nabi Yusuf pun tidak menceritakannya kepada para saudaranya , tetapi ayahnya lebih mencintai nabi Yusuf karena dia adalah nabi . Nabi Ya’qub mempunyai banyak anak dan diantaranya adalah nabi Yusuf , bukan karena pilih kasih diantara anak-anaknya tetapi karena Yusuf adalah seorang nabi maka pastilah dimanjakan oleh ayahnya . Maka kakak-kakaknya tidak senang melihat Yusuf lebih dicintai ayahnya daripada mereka , maka merekapun memutuskan untuk membunuh Yusuf , diantara mereka ada yang berkata : “ jangan dibunuh , kita masukkan saja Yusuf ke dalam sumur agar orang lain menemukannya dan membawanya“ , maka merekapun datang kepada ayahnya untuk meminta izin membawa Yusuf berburu , tetapi ayahnya melarang Yusuf ikut bersama mereka karena takut celaka, maka mereka berkata : “mengapa kami boleh pergi untuk berburu sedangkan Yusuf tidak boleh diajak, ayah membeda bedakan antara kami” , di dalam Shahih Al Bukhari dijelaskan :
اَلْكَرِيْمُ ابْنِ اْلكَرِيْمِ ابْنِ اْلكَرِيْمِ ابْنِ اْلكَرِيْمِ، يُوسُفُ ابْنِ يَعْقُوْبَ ابْنِ إِسْمَاعِيْلَ ابْنِ إِبْرَاهِيْمَ
“ Orang mulia anak orang mulia anak orang mulia anak orang mulia, adalah Yusuf bin Ya;qub bin Ismail bin Ibrahim”
Dia adalah nabi Yusuf putra nabi Ya’qub putra nabi Ismail putra nabi Ibrahim Alaihimussalam, demikian yang dijelaskan di dalam Shahih Al Bukhari .
Dan akhirnya nabi Yusuf diijinkan oleh ayahnya untuk ikut berburu bersama saudar-saudaranya . Setelah mereka tiba di sebuah sumur merekapun memasukkan nabi Yusuf ke dalam sumur dan mengambil baju nabi Yusuf kemudian dilumuri dengan darah kambing, seakan-akan itu adalah darah nabi Yusuf . Sesampainya di rumah mereka berkata kepada ayahnya bahwa Yusuf telah dimakan oleh binatang buas dan memberikan baju Yusuf yang penuh dengan darah kambing, tetapi ayahnya tidak percaya dan ia tau bahwa itu adalah darah kambing dan ayahnya tau ini karena kecemburuan saudara-saudaranya , maka ayahnya terus menerus menangis karena kehilangan anaknya kesayangannya Yusuf , sampai ia buta matanya karena banyaknya menangis . Ketika nabi Yusuf yang masih kecil itu diturunkan ke dalam sumur ia berkata kepada saudara-saudaranya : “ Saudara-saudaraku kalau kalian lapar maka ingatlah aku , bahwa kalian tinggalkan aku di dalam sumur “ , maka ketika itu nabi Yusuf mendengar seruan Jibril : “ wahai Yusuf janganlah engkau mengadu kepada manusia , Allah yang akan menjagamu “ . Maka tidak lama kemudian datang sesorang untuk mengambil air dari sumur itu , dan setelah dia menarik ember itu ternyata yang keluar bukan air melainkan anak kecil , maka orang itu berkata : “ alangkah indahnya anak kecil ini ceria dan terang benderang “ dan orang itupun membawa Yusuf dan menjualnya sebagai budak .
Maka Yusuf dibeli oleh salah seorang saudagar dan dibesarkan , dan ketika ia telah berumur dewasa maka mulailah istri saudagar itu ( Zulaikha) menyukai nabi Yusuf yang sangat tampan parasnya , maka ia pun ingin berbuat hal yang buruk dengan nabi Yusuf . Suatu hari nabi Yusuf dipanggil untuk masuk ke kamarnya dan kemudian menguncinya dari dalam , dan di saat itu mulailah Zulaikha mendekati Yusuf dan keinginan birahi Zulaikha memuncak , maka nabi Yusuf semakin murka ingin membunuhnya . Zulaikha nafsunya untuk birahi sedangkan nabi Yusuf nafsunya untuk membunuh karena marah telah diajak berbuat dosa , maka ketika itu Allah berikan burhan (petunjuk dan ketenangan) kepada nabi Yusuf , nabi Yusuf menghindar dan lari ke pintu, maka Zulaikha menarik bajunya dari belakang dan robeklah baju Yusuf as kemudian ia keluar dari kamar itu , seketika masuklah suami Zulaikha dan berkata : “ wahai Yusuf apa yang kau perbuat di kamarku? “, maka Zulaikha berkata : “ apa yang kau perbuat jika ada seorang lelaki masuk ke kamar istrimu ? “ maka marahlah saudagar itu dan memerintah agar Yusuf untuk ditangkap , maka Yusuf ditangkap kemudian diadili , Yusuf berkata : “ Demi tuhanku Allah , dialah yang ingin berbuat buruk kepadaku, dan aku ingin lari menghindar “ , maka Zulaikha menjawab : “ Tidak, bahkan dia yang telah masuk ke kamarku dan ingin berbuat mungkar denganku “ , maka hakim berkata : “ lihatlah baju Yusuf , jika robeknya dari depan berarti Yusuf yang menyerang Zulaikha , tetapi kalau bajunya robek di bagian belakang berarti ucapan Yusuf benar bahwa dia ingin lari dan ditarik oleh Zulaikha “, maka dilihatlah baju Yusuf dan ternyata robeknya di bagian belakang .
Habislah dalil dan hujjah Zulaikha , yusuf yang benar . Zulaikha marah karena Yusuf tidak ia dapatkan , tetapi muncul fitnah yang mencela perbuatan Zulaikha bahwa seorang istri saudagar suka dengan budaknya sendiri, Zulaikha tidak terima dengan ucapan mereka, akhirnya para wanita itu diundang ke rumahnya dan masing-masing mereka di beri pisau dan buah dan ketika mereka memotong buah maka ketika itu Yusuf di panggil, Yusuf as pun datang dan lewat di hadapan mereka , maka wanita-wanita itu mengiris jari-jarinya dengan pisau dan mereka tidak terasa bahwa yang mereka iris adalah jari-jari mereka karena terpesona dengan keindahan wajah nabi Yusuf , dan mereka berkata :
حَاشَ لِلَّهِ مَا هَذَا بَشَرًا إِنْ هَذَا إِلَّا مَلَكٌ كَرِيْمٌ
( يوسف : 31 )
“Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia..! Sesungguhnya ini tidak lain adalah malaikat yang mulia..!."
Maka ketika fitnah semakin besar maka nabi Yusuf berkata :
رَبِّ السِّجْنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدْعُونَنِي إِلَيْهِ
( يوسف :33 )
“Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku . “ ( QS. Yusuf : 33 )
Nabi Yusuf lebih suka dipenjara , karena dia merasa selalu membuat masalah , istri saudara terkena masalah , wanita-wanita terkena masalah sampai jari-jari mereka teriris oleh diri mereka sendiri , maka nabi Yusuf lebih memilih untuk dipenjara saja , dan Allah kabulkan permohonannya , dan keputusan terjadi maka Yusuf masuk penjara , dan tidak lama kemudian Allah mengeluarkannya kembali . Maka ketika Yusuf bisa menyelesaikan permasalahan yang tidak bisa diselesaikan oleh para raja dan penasehat , dan Yusuf keluar untuk menyebarkan Islam maka Yusuf as diangkat sebagai menteri keuangan , bagian membagikan harta kepada Fuqara’ , nabi Yusuf lah yang menentukan pembagian tersebut . Suatu hari nabi Yusuf melihat kakak-kakaknya datang dan masuk dalam antrian , yang dulunya mereka melemparkan Yusuf ke dalam sumur , ketika itu nabi Yusuf melihat anak kecil yaitu adiknya Bunyamin yang juga dikabarkan bahwa ada nabi yang bernama Bunyamin dialah adik nabi Yusuf, dan tidak disebutkan dalam Alqur’an tetapi dalam hadits nabi banyak disebutkan . Maka ketika itu nabi Yusuf memanggil adiknya dan berkata : “ kau adalah adikku, diamlah jangan berbicara apa-apa “ , kemudian ia memasukkan timbangan emas ke dalam baju Bunyamin . Setelah semua mendapat bagian , Yusuf mengumumkan bahwa emas yang digunakan untuk menimbang telah hilang , dan siapa yang telah mencurinya maka ia harus dihukum maka semuanya digeledah , setelah digeledah ditemukanlah emas itu di dalam baju Bunyamin dan dibawalah Bunyamin . Maka kakak-kakaknya berkata : “ wahai yang mulia, jangan ambil dia”, maka nabi Yusuf berkata : “ kenapa, dia pencuri maka dia harus dihukum “ , kakaknya berkata : “ jangan ambil dia, ambillah salah satu dari kami karena ayahnya sudah tua renta dan buta maka ia akan semakin susah karena kakaknya juga hilang “ , maka nabi Yusuf berkata : “ keputusan tidak bisa dirubah , dialah yang harus dihukum karena dialah yang mencuri , pulanglah kalian dan katakan kepada ayah kalian bahwa anaknya mencuri “ , maka mereka pun pulang membawa kabar itu dan setelah nabi Ya’qub mendengarnya maka ia pun semakin sedih dan berkata : “ kalian tidak boleh kembali ke rumah ini sebelum membawa Yusuf dan Bunyamin ke hadapanku “, merekapun pergi dan kembali menemui menteri keuangan, nabi Yusuf . Setelah mereka sampai di hadapan Yusuf mereka berkata : “ Wahai yang mulia , kami sudah menemui ayah kami dan beliau meminta agar engkau membebaskan adik kami ini dan kami harus mencari lagi kakaknya yang bernama Yusuf “ , maka nabi Yusuf berkata : “ apa yang kalian perbuat kepada Yusuf ?” , maka mereka kaget karena wajahnya mirip Yusuf dan iapun berkata : “ apakah engkau adalah Yusuf ?” , maka nabi Yusuf menjawab : “ iya aku adalah Yusuf dan ini adalah adikku “, mereka menangis dan berkata : “ ampuni kami wahai Yusuf , kami telah membuangmu ke sumur “ , maka nabi Yusuf menjawab : “ aku dibuang ke sumur , dan akhirnya diambil orang kemudian aku difitnah dan masuk penjara dan sekarang aku menjadi menteri keuangan , kalian meminta maaf kepadaku ! , maka kembalilah kepada ayah kalian dan bawalah bajuku ini dan hempaskan di wajah ayahku maka ia akan kembali penglihatannya “ , maka merekapun membawa baju itu kepada ayah mereka , nabi Ya’qub dan baru sampai di depan pintu ayahnya berkata : “ sungguh aku mencium bau Yusuf.., mana Yusuf…??? “ , maka ketika dilemparkan baju itu ke wajahnya , ia pun kembali bisa melihat lagi , ternyata hanya dengan pakaian Yusuf ia pun kembali bisa melihat karena begitu gembiranya . Maka merekapun datang bersama-sama ke kerajaan , kedua ayah dan ibunya serta sebelas keluarganya di samping kanan kiri nabi Yusuf , maka berkata nabi Yusuf : “ wahai ayah ternyata ini makna mimpiku yang dulu , sebelas bintang dan matahari dan bulan memberi penghormatan kepadaku “ kisah ini semuanya firman Allah , silahkan lihat di Alquran . Hadirin hadirat , dua hal yang bisa saya petik dari kisah ini dari kesekian banyak makna . Yang pertama, orang yang mencintai seseorang maka Allah subhanahu wata’ala akan mengumpulkannya bersamanya , karena setelah itu Zulaikha menikah dengan nabi Yusuf As padahal ia adalah wanita yang dahulu memfitnahnya , tapi karena cintanya kepada nabiyullah Yusuf maka Allah kumpulkan ia bersama nabi Yusuf , namun setelah ia menikah dengan nabi Yusuf - inilah berkah mencintai orang shalih , mencintai seorang nabi , mencintai para wali Allah - maka Allah memberikan kesempatan kepada Zulaikha untuk menikah dengan nabi Yusuf , tetapi setelah menikah dengan nabi Yusuf sepanjang malam Zulaikha beribadah , nabi Yusuf berkata : “ wahai istriku , dari dulu engkau sangat mencintaiku sehingga engkau memfitnah aku demi mendapatkanku , sekarang kau selalu beribadah sepanjang malam “, Zulaikha berkata : “ wahai suamiku nabiyullah Yusuf , aku sepanjang siang dan malam merindukan cintamu , tetapi setelah kita menikah , Allah kenalkan aku pada cinta-Nya yang sangat dahsyat sehingga aku lupa dengan cintaku kepadamu wahai Yusuf , kini aku dipenuhi cinta dan rindu kepada Allah “ maka wafatlah Zulaikha dalam puncak cinta dan rindunya kepada Allah . Apa yang membuatnya sampai pada hal itu ? yaitu cintanya kepada nabi Yusuf AS , cintanya kepada orang yang dicintai Allah . Maka cintailah orang-orang yang dicintai Allah , cintailah sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam . Jika ditanyakan manakah yang lebih indah antara wajah nabi Yusuf dan wajah nabi Muhammad ? , di zaman nabi Yusuf para wanita mengiris jari mereka karena indahnya wajah nabi Yusuf, dan hal itu tidak terjadi di masa nabi Muhammad . Berkata Al Imam Muhammad bin Alawy Al Maliky di dalam kitabnya “ Muhammad Al Insaan Al Kaamil “ diriwayatkan di dalam atsar bahwa keindahan wajah nabi Muhammad ditutup sembilan bagian , yang dibuka hanya satu bagian karena jika kesepuluh bagian dibuka , maka orang yang melihatnya tanpa terasa akan mengiris iris jantungnya karena indahnya wajah sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam , sayyidul anbiyaa wal mursalin .
Kita bermunajat kepada Allah subhanahu wata’ala agar Allah muliakan kita , agar Allah kumpulkan kita bersama kaum Muhajirin dan Anshar dan Allah kumpulkan kita bersama pimpinan Muhajirin dan Anshar, sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam . Rabby, kumpulkan kami bersama para ulama’ dan sahabat dan para ahlul bait . Ya Rahman Ya Rahim , perindah hari-hari kami perindah siang dan malam kami , selamatkan kami dari segala musibah , wahai samudera cahaya kebahagiaan dan anugerah berpijarlah , wahai angin topan kedahsyatan rahmat-Nya berhembuslah , hembus wajah kami, siang dan malam kami dengan keberkahan , wahai samudera pengampunan bergelombanglah , sampaikan kepada kami gelombang pengampunan-Mu yang menghapus seluruh dosa-dosa kami , Ya Allah kami mengadukan bangsa kami , negeri kami yang terus mendapat cobaan , paling banyak yang mengaku nabi di Indonesia , paling banyak terjadi bencana alam di dunia di Indonesia, paling banyak terjadinya kerusakan, perpecahan dan pembunuhan di Indonesia , maka Indonesia paling berhak untuk mendapatkan kemakmuran lebih dari yang lainnya, amin Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzal Jalaaly wal Ikram, dan selamatkan seluruh wilayah muslimin di barat dan timur agar Engkau tolong wahai Rabby mereka yang akan mendapatkan musibah gantikan musibah itu dengan anugerah , dan pastikan seluruh wajah kami melihat keindahan Dzat-Mu Yang Maha Indah , dan pastikan seluruh wajah ini selalu bersyukur karena dihujani anugerah dan rahmah , pastikan seluruh wajah kami ini terbebas dari segala dosa setelah keluar dari majelis ini , tidak tersisa satu dosa pun yang menempel di tubuh ini kecuali telah Engkau maafkan, Ya Rabb Ya Dzal Jalaaly wal Ikram ampuni dosa kami , dosa ayah bunda kami , ayah bunda kami yang masih hidup maka limpahkan keberkahan dalam hidupnya dan panjangkan usianya dalam kemuliaan , dan ayah bunda kami yang telah wafat maka muliakan mereka di alam barzakh dan kumpulkan bersama ruh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para awliyaa’ dan muqarrabiin Ya Rahmaan Ya Rahiim ...
فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا ...
Ucapkanlah bersama-sama
يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم ...لاَإلهَ إلَّاالله...لاَ إلهَ إلاَّ الله مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ .
Hadirin hadirat, saya ucapkan terimakasih atas doanya , Alhamdulillah saya dan rombongan sukses dakwah di Irian Barat selama beberapa hari di wilayah Teminabuan, Sorong dan Kokoda , di wilayah Nebes ( Negara Besar ) bertemu dengan raja Tarof dan putranya Bapak Abbas dan banyak lagi para tokoh disana yang kesemuanya mendukung penuh dakwah kita , dan sesampainya saya di Kokoda semua rakyatnya keluar mereka menyambut dengan Thala’al Badru ‘Alaina dan lainnya . Saudara-saudara kita disana juga telah bergerak meramaikan masjid masjid dengan maulid Ad Dhiyaa Al Laami’ , dengan Ratib dan dengan Al qur’an dengan shalat lima waktu , di masjid-masjid di daerah sungguh hal ini merupakan sesuatu yang sangat menakjubkan , di wilayah Kokoda tidak ada listrik , tidak ada angkutan entah itu motor atau mobil , yang ada hanya perahu motor yang mengantar dari pulau ke pulau . Saya menempuh perjalanan enam jam dari Sorong dengan kendaraan di jalanan yang rusak , lalu meneruskan perjalanan 200 Km ke Kokoda dengan perahu motor, kemudian mampir ke Nebes perjalanan 1 jam dengan rakit . Meskipun perjalanan ini melelahkan tetapi sangat menyenangkan karena penuh dengan kesuksesan .
Ketika kami kembali ke Kokoda yang biasanya masjid sepi menjadi penuh , ketika shalat Maghrib jamaah penuh, shalat Isya’ dan Subuh juga demikian .
Dan setelah kami pulang hujan deras tiga kali berturut-turut yang membuat orang semakin asyik dan semakin takjub . Sesampainya di kota Teminabuan , penduduk disana mengira saya akan mengadakan majelis setelah shalat maghrib , maka ketika itu masjid besar dipenuhi orang , mereka membawa air untuk minta didoakan mereka tidak tau bahwa saya sudah pulang ,
kenapa saya pulang karena saya sudah kelelahan dan sudah tidak kuat lagi dan penyakit peradangan otak saya cepat kambuh karena panasnya cuaca maka saya harus cepat pulang . Dan majelis diteruskan di Makassar , kunjungan di Al Habib Mahmud Al Hamid setelah mengunjungi beberpa majelis kami kembali ke Jakarta . Mohon maaf kemarin sore saya baru tiba di Jakarta dan tidak bisa hadir majelis di Cakung , mohon maaf kepada segenap panitia karena sangat kelelahan dan saya belum pernah merasakan selelah ini , baru ini dakwah yang paling melelahkan, tetapi tidak membuat saya kapok . Santri-santri yang ada di sini semoga diberi kemudahan dalam belajarnya dan segera kembali ke Papua , dan akan datang minggu depan 40 santri lagi ke Jakarta dari Kokoda , Teminabuan , Bintuni dan lainnya bersama KH. Ahmad Baihaqi , semoga diberi keselamatan oleh Allah subhanahu wata’ala dan kesuksesan dalam perjuangannya , Amin Ya Rabbal ‘Alamin .
Hadirin hadirat Yang dimuliakan Allah
Ada satu hal yang menyangkut dan sedikit menyakiti hati saya, dalam perjalanan saya di pesawat dari Makassar ke Sorong , saya sebangku dengan seorang bapak kira-kira usia 50 ke atas , kemudian saya di foto berkali-kali , saya heran wartawankah ? dia bilang “ bukan , sebentar ustadz “ lalu dia perkenalkan diri dan berkata : “ ustadz, saya satu jam terhambat macet saat majelis ustadz semalam , karena saya sangat terburu-buru maka saya buka rantai dan saya putar balik, ratusan mobil yang terhambat saat majelis ustadz bubar , maka say berdoa kepada Allah “ wahai Allah pertemukan saya dengan ustadz ini , dan Alhamdulillah sekarang saya bertemu maka saya foto wajahnya “, maka saya berkata : “ saya mohon maaf , saya mohon ridha , Rasulullah itu menyingkirkan duri dari jalan bukan menutup jalan , kami tidak pernah menutup jalan , tapi jalan tertutup sendiri karena massanya banyak . Dan saya katakan bahwa saya akan kordinasi dengan Polda Metrojaya untuk mengatur jama’ah supaya teratur saat bubar, jadi jangan sampai menutup jalan selama 1 jam .
Jadi nanti akan ada personil dari Polda Metrojaya dan krew kita yang mengatur supaya jalan bisa buka tutup , jangan malah ditutup total . Kita juga tidak mau mengganggu orang-orang umum , karena yang menanggung adalah saya, kelak yang akan dituntut di hari kiamat adalah saya yang memimpin Majelis Rasulullah , mungkin diantara mereka ada yang terburu-buru karena sakit atau yang lainnya , saya bisa minta maaf pada yang menegur saya , tapi yang lain saya tidak bisa meminta maaf karena tidak bisa ketemu ,
jadi kasihani saya tolong tertibkan jalan terutama di saat bubar , itu yang pertama. Yang kedua kita terus berusah mensukseskan acara agung kita pada tanggal 26 Februari 2010 yaitu 12 Rabiul Awal di Monas , ada satu jamaah bermimpi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beliau berkata “ sampaikan salamku pada Munzir aku titipkan 1 juta ummatku di Monas “. Acara di Monas itu InsyaAllah akan dihadiri 1 juta muslimin, (entah acara kita yg saat ini atau tahun mendatang) , maka ikutlah untuk meramaikan demi terciptanya Jakarta Kota Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam . Terimakasih kepada tamu-tamu kita yang hadir , kita teruskan acara dengan mendoakan muslimin muslimat , Yatafaddhal Masykuuraa.


Sabtu, 06 Februari 2010

pantaskah kita merayakan hari valentine

PDF Print E-mail
SocialTwist Tell-a-Friend

ditulis oleh: berbagai sumber
 sabtu, 6 februari 2010

                             Pantaskah kita merayakan hari VALENTINE???


 Assalamu'alaikum warrohmatullahi wabbarokatuh.......

Semoga Allah Subhannahu wa Ta’ala senantiasa menjadikan hidup kita penuh dengan kecintaan dan kasih sayang yang tulus, yang menjadi jembatan untuk masuk ke dalam Surga yang hamparannya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Semoga Allah Subhannahu wa Ta’ala menjadikan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang disebutkan: “Kecintaan-Ku adalah bagi mereka yang saling mencintai karena Aku, yang saling mengunjungi karena Aku dan yang saling berkorban karena Aku.” (Al-Hadits).

Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan. Semoga Allah melindungi kaum muslimin dari segala fitnah (ujian hidup), yang tampak ataupun yang tersembunyi dan semoga meliputi kita semua dengan bimbingan-Nya.”
Maka adalah wajib bagi setiap orang yang mengucapkan Dua Kalimat Syahadat untuk melaksanakan wala’ dan bara’ ( loyalitas kepada muslimin dan berlepas diri dari golongan kafir) yang merupakan dasar akidah yang dipegang oleh para salaf shalih. Yaitu mencintai orang-orang mu’min dan membenci dan menyelisihi (membedakan diri dengan) orang-orang kafir dalam ibadah dan perilaku.

Di antara dampak buruk menyerupai mereka adalah:
Ikut mempopulerkan ritual-ritual mereka sehingga terhapuslah nilai-nilai Islam. Dampak buruk lainnya, bahwa dengan mengikuti mereka berarti memperbanyak jumlah mereka, mendukung dan mengikuti agama mereka, padahal seorang muslim dalam setiap raka’at shalatnya membaca :
“Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (Al-Fatihah:6-7)

Bagaimana bisa ia memohon kepada Allah agar ditunjukkan kepadanya jalan orang-orang yang mukmin dan dijauhkan darinya jalan golongan mereka yang sesat dan dimurkai, namun ia sendiri malah menempuh jalan sesat itu dengan sukarela.

Lain dari itu, mengekornya kaum muslimin terhadap gaya hidup mereka akan membuat mereka senang serta dapat melahirkan kecintaan dan keterikatan hati. Allah Subhannahu wa Ta’ala telah berfirman, yang artinya :

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Al-Maidah:51)

Dan dilain Ayat-Nya
“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya.” (Al-Mujadilah: 22)

Memang … Keinginan untuk ikut-ikutan slalu ada dalam diri manusia, akan tetapi hal tersebut menjadi tercela atau tidak dalam Islam apabila orang yang diikuti berbeda dengan kita dari sisi keyakinan dan pemikirannya. Apalagi mengikuti dalam perkara akidah, ibadah, syi’ar dan kebiasaan. Padahal Rasul Shallallaahu alaihi wa Salam telah melarang untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam: “Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut.” (HR. At-Tirmidzi).

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata, “Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram.
Semisal : Memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, “Selamat hari raya!” dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah, dan artinya setuju dengan kemusyrikan yang dijalani seseorang yang diberikan ucapan selamat. Perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas dosa minum khamar atau dosa membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Seperti orang yang memberi selamat kepada orang lain atas perbuatan maksiat, atau kekufuran maka ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah.”

Bila demikian, sangat disayangkan banyak teman-teman kita remaja putra-putri Islam yang terkena penyakit ikut-ikutan mengekor budaya Barat dan acara ritual agama lain.
Padahal Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta tangggung jawabnya” (Al Isra’ : 36)
Benarkah ia hanya kasih sayang belaka ?


“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, nescaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (Surah Al-An’am : 116)


Hari 'kasih sayang' yang dirayakan oleh orang-orang Barat pada tahun-tahun terakhir disebut 'Valentine Day' amat popular dan merebak di pelusuk Indonesia bahkan di Malaysia juga. Lebih-lebih lagi apabila menjelangnya bulan Februari di mana banyak kita temui jargon-jargon (simbol-simbol atau iklan-iklan) tidak Islami hanya wujud demi untuk mengekspos (mempromosi) Valentine. Berbagai tempat hiburan bermula dari diskotik(disko/kelab malam), hotel-hotel, organisasi-organisasi mahupun kelompok-kelompok kecil; ramai yang berlumba-lumba menawarkan acara untuk merayakan Valentine. Dengan dukungan(pengaruh) media massa seperti surat kabar, radio mahupun televisyen; sebagian besar orang Islam juga turut dicekoki(dihidangkan) dengan iklan-iklan Valentine Day.

SEJARAH VALENTINE:

Sungguh merupakan hal yang ironis(menyedihkan/tidak sepatutnya terjadi) apabila telinga kita mendengar bahkan kita sendiri 'terjun' dalam perayaan Valentine tersebut tanpa mengetahui sejarah Valentine itu sendiri. Valentine sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut 'Syuhada') yang kerana kesalahan dan bersifat 'dermawan' maka dia diberi gelaran Saint atau Santo.

Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya (pertelingkahan) dengan penguasa Romawi pada waktu itu iaitu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cubaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai 'upacara keagamaan'.


Tetapi sejak abad 16 M, 'upacara keagamaan' tersebut mulai beransur-ansur hilang dan berubah menjadi 'perayaan bukan keagamaan'. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari.


Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani(Kristian), pesta 'supercalis' kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai 'hari kasih sayang' juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropah bahwa waktu 'kasih sayang' itu mulai bersemi 'bagai burung jantan dan betina' pada tanggal 14 Februari.


Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang bererti 'galant atau cinta'. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, seorang 'martyr' bernama St. Valentino mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya(jauh dari erti yang sebenarnya). Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine lewat (melalui) greeting card, pesta persaudaraan, tukar kado(bertukar-tukar memberi hadiah) dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu.


Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa moment(hal/saat/waktu) ini hanyalah tidak lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha merosak 'akidah' muslim dan muslimah sekaligus memperkenalkan gaya hidup barat dengan kedok percintaan(bertopengkan percintaan), perjodohan dan kasih sayang.

PANDANGAN ISLAM

Sebagai seorang muslim tanyakanlah pada diri kita sendiri, apakah kita akan mencontohi begitu saja sesuatu yang jelas bukan bersumber dari Islam ?


Mari kita renungkan firman Allah s.w.t.:

“ Dan janglah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya”. (Surah Al-Isra : 36)


Dalam Islam kata “tahu” berarti mampu mengindera(mengetahui) dengan seluruh panca indera yang dikuasai oleh hati. Pengetahuan yang sampai pada taraf mengangkat isi dan hakikat sebenarnya. Bukan hanya sekedar dapat melihat atau mendengar. Bukan pula sekadar tahu sejarah, tujuannya, apa, siapa, kapan(bila), bagaimana, dan di mana, akan tetapi lebih dari itu.


Oleh kerana itu Islam amat melarang kepercayaan yang membonceng(mendorong/mengikut) kepada suatu kepercayaan lain atau dalam Islam disebut Taqlid.

Hadis Rasulullah s.a.w:“ Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”.
Firman Allah s.w.t. dalam Surah AL Imran (keluarga Imran) ayat 85 :“Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.

HAL-HAL YANG HARUS DIBERI PERHATIAN:-

Dalam masalah Valentine itu perlu difahami secara mendalam terutama dari kaca mata agama kerana kehidupan kita tidak dapat lari atau lepas dari agama (Islam) sebagai pandangan hidup. Berikut ini beberapa hal yang harus difahami di dalam masalah 'Valentine Day'.


1. PRINSIP / DASAR
Valentine Day adalah suatu perayaan yang berdasarkan kepada pesta jamuan 'supercalis' bangsa Romawi kuno di mana setelah mereka masuk Agama Nasrani (kristian), maka berubah menjadi 'acara keagamaan' yang dikaitkan dengan kematian St. Valentine.


2. SUMBER ASASI
Valentine jelas-jelas bukan bersumber dari Islam, melainkan bersumber dari rekaan fikiran manusia yang diteruskan oleh pihak gereja. Oleh kerana itu lah , berpegang kepada akal rasional manusia semata-mata, tetapi jika tidak berdasarkan kepada Islam(Allah), maka ia akan tertolak.

Firman Allah swt dalam Surah Al Baqarah ayat 120 :“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.

Katakanlah : “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemahuan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.


3. TUJUAN
Tujuan mencipta dan mengungkapkan rasa kasih sayang di persada bumi adalah baik. Tetapi bukan seminit untuk sehari dan sehari untuk setahun. Dan bukan pula bererti kita harus berkiblat kepada Valentine seolah-olah meninggikan ajaran lain di atas Islam. Islam diutuskan kepada umatnya dengan memerintahkan umatnya untuk berkasih sayang dan menjalinkan persaudaraan yang abadi di bawah naungan Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Bahkan Rasulullah s.a.w. bersabda :“Tidak beriman salah seorang di antara kamu sehingga ia cinta kepada saudaranya seperti cintanya kepada diri sendiri”.


4. OPERASIONAL
Pada umumnya acara Valentine Day diadakan dalam bentuk pesta pora dan huru-hara.
Perhatikanlah firman Allah s.w.t.:“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaithon dan syaithon itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”. (Surah Al Isra : 27)

Surah Al-Anfal ayat 63 yang berbunyi : “…walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia (Allah) Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.


Sudah jelas ! Apapun alasannya, kita tidak dapat menerima kebudayaan import dari luar yang nyata-nyata bertentangan dengan keyakinan (akidah) kita. Janganlah kita mengotori akidah kita dengan dalih toleransi dan setia kawan. Kerana kalau dikata toleransi, Islamlah yang paling toleransi di dunia.


Sudah berapa jauhkah kita mengayunkan langkah mengelu-elukan(memuja-muja) Valentine Day ? Sudah semestinya kita menyedari sejak dini(saat ini), agar jangan sampai terperosok lebih jauh lagi. Tidak perlu kita irihati dan cemburu dengan upacara dan bentuk kasih sayang agama lain. Bukankah Allah itu Ar Rahman dan Ar Rohim. Bukan hanya sehari untuk setahun. Dan bukan pula dibungkus dengan hawa nafsu. Tetapi yang jelas kasih sayang di dalam Islam lebih luas dari semua itu. Bahkan Islam itu merupakan 'alternatif' terakhir setelah manusia gagal dengan sistem-sistem lain.


Lihatlah kebangkitan Islam!!! Lihatlah kerosakan-kerosakan yang ditampilkan oleh peradaban Barat baik dalam media massa, televisyen dan sebagainya. Karena sebenarnya Barat hanya mengenali perkara atau urusan yang bersifat materi. Hati mereka kosong dan mereka bagaikan 'robot' yang bernyawa.


MARI ISTIQOMAH (BERPEGANG TEGUH)
Perhatikanlah Firman Allah :
“…dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim”.


Semoga Allah memberikan kepada kita hidayahNya dan ketetapan hati untuk dapat istiqomah dengan Islam sehingga hati kita menerima kebenaran serta menjalankan ajarannya.

Tujuan dari semua itu adalah agar diri kita selalu taat sehingga dengan izin Allah s.w.t. kita dapat berjumpa dengan para Nabi baik Nabi Adam sampai Nabi Muhammad s.a.w.

Firman Allah s.w.t.:
“Barangsiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya maka dia akan bersama orang-orang yang diberi nikmat dari golongan Nabi-Nabi, para shiddiq (benar imannya), syuhada, sholihin (orang-orang sholih), mereka itulah sebaik-baik teman”.


Berkata Peguam Zulkifli Nordin (peguam di Malaysia) di dalam kaset 'MURTAD' yang mafhumnya :-

"VALENTINE" adalah nama seorang paderi. Namanya Pedro St. Valentino. 14 Februari 1492 adalah hari kejatuhan Kerajaan Islam Sepanyol. Paderi ini umumkan atau isytiharkan hari tersebut sebagai hari 'kasih sayang' kerana pada nya Islam adalah ZALIM!!! Tumbangnya Kerajaan Islam Sepanyol dirayakan sebagai Hari Valentine. Semoga Anda Semua Ambil Pengajaran!!! Jadi.. mengapa kita ingin menyambut Hari Valentine ini kerana hari itu adalah hari jatuhnya kerajaan Islam kita di Sepanyol..


Selasa, 02 Februari 2010

KOKODA , irian barat

PDF Print E-mail
SocialTwist Tell-a-Friend
Ditulis Oleh: Munzir Almusawa   
Sunday, 31 January 2010

K O K O D A, Irian Barat



 Image  Image  Image  Image



ImagePk 6.00 WIB (Waktu Indonesia bagian Barat) Selasa 26 Januari 2010 kami empat personil, Munzir Almusawa, Saeful Zahri, Hamidi Sanusi, Muhamad Ainiy, kami meninggalkan Bandara Soekarno hatta Jakarta dengan penerbangan Garuda Air menuju Makasar (ujungpandang), kami diantar oleh beberapa Crew penyambutan khusus Divisi Majelis Rasulullah saw dari para staf Bandara Soekarno untuk diantarkan ke pintu pesawat dan memperlancar segala sesuatunya, mereka pula yg selalu menjadi crew penyambutan kedatangan para tamu Majelis Rasulullah saw, termasuk saat kedatangan Guru Mulia ke Jakarta. Pesawat lepas landas tepat 06.00 WIB menuju Makasar untuk meneruskan menuju Sorong Irian Barat dengan penerbangan Merpati Air
Kami tiba tepat waktu skedul, yaitu 9.15 WITA (Waktu Indonesia bagian tengah, yaitu 8.15 WIB) di Bandara Hasanudin Makasar, lalu segera berpindah ke pesawat Merpati Air dg skedul keberangkatan pk 9.35 WITA (8.35 WIB), keberangkatan tepat waktu menuju Sorong, saya duduk di sebuah kursi bersebelahan dengan Bang Ipul (Saeful Zahri), lalu tiba tiba seorang penumpang mengarahkan foto pada saya dan memfoto sambil terburu buru izin memfoto, selepas itu saya tanyakan padanya apakah ia wartawan?, ternyata bukan wartawan, dan beliau (saya tidak berkenan menyebut namanya sebab tidak sempat minta izin untuk menampilkan namanya di laporan ini risau beliau tidak berkenan), ia seorang karyawan disuatu perusahaan penerbangan dan merupakan orang yang berada, terbukti pengakuannya bahwa beliau ke Sorong adalah untuk Tamasya Memancing, beliaupun dari Jakarta bersama temannya.
Beliau sangat mengejutkan saya ketika saya Tanya siapa diri beliau, bapak setengah baya itu berkata : “Saya (…..) saya semalam terjebak macet 1 jam di Pancoran Pasar Minggu saat majelis ustaz berlangsung..!”.
Saya bagai disambar halilintar, saya gemetar walau ia tak melihatnya, saya bertanya : maksudnya terhambat atau bagaimana pak?, ia berkata dengan jelas : “saya terjebak macet tidak bergerak mobil saya 1 jam lebih saat bubaran majelis bapak ustaz”, saya pun mohon ampun dan ridho, dan terus beristighfar pada Allah swt, saya sangat takut dan sudah berkali kali menyampaikan pada crew dan aktifis, agar lalu lintas tak tertutup saat majelis, sungguh itu dosa besar yang harus saya tanggung, dan berapa ratus orang yang akan memintai pertanggungan jawab dihari kiamat pada saya akan hal ini..??
Saya terus menjelaskan bahwa sungguh kami tak bermaksud demikian, namun saat bubaran memang massa tak tertampung, saat majelis berlangsung pun Masjid Almunawar tidak bisa menampung Jamaah yang kini berjumlah sekitar 30.000 personil setiap malam selasanya dan terus bertambah, maka saat bubaran massa yang menyeberang dan lain sebagainya mungkin membuat jalan tertutup, dan itu ternyata bukan kemungkinan, tapi sudah terjadi, dan mungkin sudah berkali kali terjadi, saya terus minta maaf padanya dan iapun dengan lapang dada memaafkan dan membuat kami semakin akrab, ia tinggal di depok, dan selama saya berbicara akrab airmata saya terus mengalir karena sedih dan takut, bagaimana dengan ratusan orang lainnya yang saya tak sempat minta maaf padanya..??, neraka bagi munzir pendosa ini…!,
saya berjanji pada diri saya dan padanya bahwa malam selasa yang akan datang kami akan berusaha membenahi Lalu lintas dengan sebaik baiknya, bersama personil dari Polda Metro Jaya dan Polres Jaksel dan Polsek setempat.
ImageKami mendarat tepat waktu di Bandara………… Sorong, yaitu 12.35 WIT (Waktu Indonesia Timur yaitu 10.35 WIB), disambut oleh KH Ahmad Baihaqi yang sudah mendahului kami seminggu yang lalu.
Kami kunjung kerumah Bapak seorang anggota DPRD yg almarhum ayah dan kakeknya membangun beberapa masjid di Sorong dan ia meneruskan perjuangan mereka, sekilas saya terhenyak mendengar keadaan keputusan banyak hal yang lebih cenderung berfihak pada non muslim dalam beberapa keputusan dan kebijaksanaan yang diambil pemerintah setempat, saya bertanya : apakah anggota DPRD setempat kebanyakan non muslim?, iya menjawab : Ya.
Saya bertanya lagi, apakah muslimin minoritas di Sorong?, ia menjawab : “tidak, bahkan mayoritas..”
Lalu kenapa anggota DPRD nya kebanyakan non muslim?,
Beliau menjawab sambil menunduk malu : “saudara saudara kita muslimin yg memilih mereka”. Saya terhenyak kaget, airmata tak bisa tertahan lagi, ingin rasanya saya menangis sekeras kerasnya atas kejadian ini.
ImageKami dijamu makan siang dirumahnya, ia menyiapkan mobil mobilnya untuk menjemput dan mengantar kami, semoga Rahmat dan kebahagiaan selalu berlimpah padanya dan keluarga beliau, amiin,. dan kami meneruskan perjalanan ke Teminabuan, sekitar 200 km dari Sorong, kami mengendarai mobil sewaan, (Mitsubishi Ranger 4X4) sopirnya adalah saudara Asri, ia polos dan baik, pemuda itu sangat santun dan membuat saya akrab dengan nya, ia asli Makasar yg bekerja sebagai Sopir sewaan mobil di Sorong.
Perjalanan kami memakan waktu 6 jam karena kondisi jalan yang banyak rusak dan berkelok kelok, walau sebagian jalan sudah baik namun sebagian masih dalam pembenahan, namun jauh lebih baik kondisinya dibanding perjalanan saya 2 tahun yg lalu antara Manokwari Bintuni.
Disepanjang jalan diluar kota Sorong kami tak menemukan kampung Muslimin, hanya wilayah Non Muslim dan tempat peribadatan mereka yang megah yang terus terlihat sepanjang jalan, namun masyarakat ramah, walau kami semua berpakaian islami namun mereka tetap ramah walau mereka non Muslim.
Ditengah perjalanan mobil kami berhenti, karena seorang Tokoh Agama non muslim wanita yang sudah berusia sekitar 50 an ingin menumpang ke Taminabuan, maka Asri memohon izin saya menaikkannya, karena mobil sudah di carter untuk kami, tentu saya mengizinkan, maka Ibu biarawati tersebut naik di Bak belakang mobil 4X4 itu bersama barang.
Perjalanan kami teruskan, lalu sekitar 1 jam kemudian rintik rintik hujan mulai turun, hati saya terasa tercekik, sungguh walau ia non muslim maka bagaimana ia seorang wanita yg usianya cukup tua duduk di Bak terbuka di belakang dengan terpaan hujan?, ia seorang pemuka dan guru agama non muslim, ia tabah dan berdakwah membela agamanya dengan semangat juang yg luar biasa, dari kampung ke kampung terus mengajar dengan sukarela sepanjang hidupnya mengabdi pada agamanya, sampai rela duduk di Bak belakang mobil dalam keadaan hujan dan panas, ia wanita, sudah cukup lanjut usia, demikian tabahnya Da’I non muslim ini, hati saya seperti tercabik cabik, saya malu, malu sekali..
Hujan mulai deras, saya tak tahan lagi dan memegang tangan Asri, “berhenti Asri, berhenti..”, maka Asri menghentikan mobil, saya katakan padanya : saya mau pindah ke belakang Bak terbuka menggantikan posisi ibu itu, biar ia naik di depan tempat saya duduk, Asri kaget dan marah : “Tidak mungkin habib turun pindah ke bak belakang..!, habib sudah carter mobil saya..!!, ini hujan habib..!!”,
3 personil yang bersama saya dan KH Ahmad Baihaqi yang duduk di Jok belakang, sayapun turun dan merekapun turun untuk beramai ramai pindah ke Bak belakang, saya memerintahkan mereka tetap dalam posisinya, cukup satu orang yang menemani saya di Bak Belakang, sudah ada satu orang penjaga Barang di belakang, dan mereka pun sangat bersempit sempit 4 orang di kursi belakang saya.
Ibu itu tak mau pindah, ia malu dan haru, maka saya terus memaksanya pindah atau saya tak mau naik mobil, maka iapun pindah ke depan, KH Ahmad Baihaqi bersama saya di belakang, perjalanan berlangsung sebentar maka mobil berhenti, Bang Ipul turun untuk meminta saya pindah ketempatnya maka saya tetap tidak mau, saya duduk dan mengatakan malas berdiri lagi, ganti saja KH Ahmad baihaqi kedepan, saya tidak mau pindah, maka demikian bergantian beberapa waktu terus 4 personil bergantian pindah ke belakang, dan saya tetap pada posisi saya tak mau pindah, mereka saja bergantian.
Saya duduk di bak Belakang untuk membalas pilu saya akan semangat seorang wanita tua itu yang penyeru kepada agama non muslim, aku seorang penyeru ke Jalan Allah, aku malu pada Allah.. patutnya aku berjalan kaki 200 km bukan duduk di Bak terbuka yg masih bisa santai.
Hujan menerpa wajahku dan angin, terakhir asri berhenti dan turun dari Mobil, “Habib saja bawa mobil, saya ingin gantikan posisi habib”, saya menghardiknya sambil bercanda : “tetaplah pada posisimu menyupir bang Asri, bawalah mobil sekencangnya, saya sedang menikmati perjalanan ini..!, Asri tidak mau lihat saya senang kah..??”, iapun menurut dan meneruskan perjalanan dengan sekencang kencangnya, mobil terhempas hempas di jalan dan saya sering memegangi peci saya agar tidak tertiup angin, derasnya hujan terus menerpa wajah ini, terpaksa saya buka kacamata karena terus dibasahi hujan, saya memakai Jaket majelis Rasulullah, dan saya membatin pada diri ini : “Kau di Jakarta dimanjakan, ribuan orang berebutan ingin mencium tanganmu, kau dimuliakan dan disanjung, perjuangan dakwahmu hanya sebatas naik turun mimbar dalam kemuliaan dan sanjungan, sekarang patut kau rasakan dakwah yang seperti ini, inilah medan seorang da’I penyeru ke Jalan Allah, wahai tubuh rapuh yg sakit sakitan, kau terlalu dimanjakan, kau harus merasakan juga dakwah yg seperti ini..!!, lalu syaitan membisikiku, kau sudah banyak penyakit, ada peradangan di otak belakang, Asma, bahkan pernah dua kali terkena stroke, sering tertatih tatih berjalan dan sering tidak mampu berdiri karena lemah saat menyampaikan ceramah, duduklah ditempat yg layak bagimu dikursi depan, maka kujawab dengan menghardik diriku sendiri, rasakan ledzatnya dakwah, duduk ditempat itu dan bertahan, wahai Munzir pendosa, pemalas dan manja..!!.
Tubuh serasa hancur dihempas hempas dalam speed tinggi di Bak belakang, angin terus menerpa, menggigil tubuh kedinginan terkena terpaan angin petang dan hujan, bertahanlah wahai munzir pemalas..!.
Kami tiba di Teminabuan pk 20.45 WIT (18.45 WIB), ibu itu turun dan mengucap terimakasih haru, saya hanya tersenyum, inilah kerukunan ummat beragama, muslim harus lebih sopan dari non Muslim, Da’I muslimin harus lebih berkorban demi kaum wanita apalagi sudah lanjut usia walau non muslim, semoga ia mendapat hidayah…, ia turun sambil tercenung dan berkata lirih berkata pada Asri sambil tertunduk malu : “pak haji itu baik sekali ya..”
aku teringat riwayat bahwa Sayyidina Ali kw tidak mau melewati seorang tua yg berjalan tertatih tatih, hingga ia terlambat menemui shalat Jamaah bersama Rasul saw, dan Rasul saw melamakan rukuknya, selepas shalat para sahabat bertanya : wahai Rasulullah (saw) kau melamakan rukuk tidak seperti biasanya?, Rasul saw menjawab : Bahuku ditahan oleh Jibril as untuk tidak I’tidal, demi menanti Ali bin Abi Thalib kw hingga ia tiba dan masuk di shaf, karena adab kesopanannya terhadap orang tua.
Aku teringat akhlak Rasul saw, yg ketika seorang yg selalu memusuhi dakwah beliau saw yaitu Tokoh Qureisy non Muslim membuat jebakan untuk beliau saw agar terpuruk dalam lobang, namun ia sendiri yg terjatuh dalam lobang yg digalinya, siapa yg menolongnya?, Rasulullah saw yg menolongnya dari jebakannya sendiri yg diperuntukkan untuk Rasul saw, padahal ia kuffar quraisy yg terus menyusahkan dan mempersulit dakwah Rasul saw.
Kami masuk ke sebuah hotel, sederhana namun dilengkapi AC, saya cukup kaget mendengar harga sewa 1 kamar antara 300 hingga 400 ribu rupiah, kamar Standar hotel berbintang tiga di Jakarta seharga itu, namun jauh lebih mewah dari ini, kamar seperti ini di Jakarta mestilah berkisar 100 ribu atau kurang, namun karena jauhnya dari Jakarta dan susah serta mahalnya barang barang karena Jauh dari Ibukota, membuat semua harga menjadi mahal disini, sebagaimana sewa mobil 4X4 itu sebesar 1,5jt rupiah, itupun sudah dikorting oleh Asri karena kami muslimin sebgaimana iapun seorang muslim, saya membayar dg sedikit melebihkannya, Asri menangis, ia tertegun : “habib sudah duduk di bak belakang, bagaimana habib membayar lebih pula…”, saya katakan sungguh karena saya senang dalam perjalanan ini, dan saya menyayangi Asri yg berbudi baik dan polos, iapun diberi Peci putih oleh H Hamidi, ia gembira memakainya dan tertawa tawa bangga, kami semakin akrab, saya tunjukkan cuplikan beberapa detik majelis besar Event Majelis Rasulullah saw di Monas 4 februari 2010 lalu dari hp saya, ia bertakbir dan menjerit dan menangis, haru betapa dahsyatnya dan jumlah massa ratusan ribu yg terlihat hadir, dan lebih haru bahwa orang yg dihadapannya adalah pimpinan Majelis itu.
Lalu kami masuk hotel itu untuk mandi dan shalat jamak Magrib dan Isya, lalu kunjung ke undangan makan malam dirumah Bpk Syamsuddin, dihadiri pula oleh Raja Tarof, (ketua kampong Tarof) dan beberapa tokoh sepuh setempat, jamuan akrab dan airmata tak berhenti mengalir haru melihat hangatnya jamuan mereka, dan keesokan harinya, Rabu 27 Januari 2010, kami bertolak dengan kapal sewaan menuju kokoda, sekitar 200 km lagi yang mesti kami tempuh dalam perjalanan menyusuri pantai dan sungai menuju Kokoda, biaya sewa kapal yang dilengkapi 4 motor itu sekitar 10 juta rupiah, namun bapak Syamsuddin berkata bahwa tidak perlu keluarkan biaya, ia yg menanggungnya, hancur hati ini.,. wahai Allah, muliakan ia dengan semulia mulia keadaan, dunia dan akhirat, aku malu, di Jakarta seorang muslim sulit mengeluarkan uang sepuluh ribu rupiah untuk membantu dakwah Nabi saw, namun disini seorang tokoh masyarakat yang bukan merupakan ulama besar, bukan pula pengusaha besar, rela mengorbankan dana sebesar itu demi sampainya saya ke Kokoda, Wahai Allah, Jamulah ia setiap detik dalam keluhuran dan kebahagiaan, dan sebagaimana ia menjamin perjalanan kami maka jaminlah ia dan keluarganya dunia dan akhirat dalam jamuan kebahagiaan.., amiin..
Pendanaan keberangkatan ini dari sebagian dari Partisipasi jamaah Milis Majelis Rasulullah saw sebesar 16 juta rupiah, dan sisanya dari beberapa donator dan pribadi, dan sisanya pinjam dari beberapa Jamaah Majelis Rasulullah saw
ImageRabu, 27 Januari 2009, dinihari saya terbangun untuk memuji Nya, lalu saya menulis laporan dikursi plastik, menghadap sungai yg demikian derasnya dibawah hotel ini, dan saya tumpahkan semua yg masih terekam difikiran saya hari itu, lalu kami shalat subuh di Masjid dekat hotel Nusa Indah, Teminabuan, kira kira beberapa orang saja yg hadir, lalu selepas subuh mereka meminta saya menyampaikan sedikit Tausiyah, lalu jamaah berpisah dan kami kembali ke hotel, meneruskan dzikir, dan pukul 7 pagi waktu setempat kami dijamu sarapan dirumah Bpk Syamsudin, kami membaca Maulid Dhiya’ullami yg pertama kalinya dikumandangkan di Teminabuan, sekaligus mendoakan rumah barunya itu yg kelak akan ditinggalinya, selepas maulid saya menyampaikan tausiyah sekilas, lalu sarapan pagi, selepas itu tampak Bapak Syamsudin kebingungan saat menerima telpon, wajahnya pucat dan bingung : “Maaf habib, kapal yg mesti habib tumpangi kandas dipantai…!”, sayapun kaget, lalu kami bersama sama diikuti Asri menuju Pelabuhan, benar saja, kapal itu kandas di pemarkiran kapal, sebab semestinya semalam nakoda menyiapkannnya di Dermaga, namun ia ketiduran, maka kapal dibiarkan di pemarkiran kapal, maka saat pagi laut surut dan kapalpun kandas.
ImageIa tampak risau dan bingung, para muslimin pun berteriak teriak : “Kita dorong bersama sama..!”, merekapun turun.. Subhanallah… saya diminta menunggu di Masjid dekat pantai, saya bisa ke toilet atau I’tikaf di Masjid sementara menunggu kapal didorong, usaha baru selesai jam 9.30 WIT, saya turun dari Masjid kapal sudah di Dermaga siap mengantar kami.
Kami meluncur menuju Kokoda, Kapal Dishub adalah yg terbaik di Teminabuan, ia dilengkapi 3 mesin, maka perjalanan menjadi lebih cepat, umumnya membutuhkan waktu 8-12 jam, namun jam 13.30 WIT kami sudah tiba di Kokoda, sepanjang 4 jam perjalanan saya terus termangu mangu memikirkan keadaan, wilayah yg terpencil, telepon belum masuk, listrik baru di Teminabuan dan itupun hanya malam saja, guru pengajar berupa ulama atau pesantren tidak ada di Taminabuan, namun mereka bertahan dg bimbingan dari Bpk Syamsudin dan Raja Tarof, ditengah derasnya hempasan kekuatan dakwah agama non muslim, sekolah sekolah non muslim bahkan Universitas berdiri, dan Muslimin terlihat sangat terkucil di wilayah ini dan terus semakin terpuruk, saya percaya kedua orang baik dan beberapa gelintir orang mulia dan beriman di wilayah itu akan terus bertahan, semoga santri santri yg dibawa ke Jakarta akan segera kembali dan berdakwah pula di Teminabuan, Semoga Matahari Dakwah telah terbit dengan berkumandangnya Maulid Dhiya’ulllami di Teminabuan… Amiin..
Kami meluncur menuju kokoda, wilayah muslim ketiga yang dimasuki ulama Hadramaut yang tiba dari Gujarat ke Fak fak, lalu Babo, lalu Kokoda, mereka membangun Masjid Annur di Kokoda, dan kata kata yang masyhur dari ucapan para ulama Hadramaut itu adalah : “Kami Taruhkan Cahaya di Kokoda”, maka disana terdapat masjid Annur, saya semakin penasaran untuk sampai di Kokoda, wilayah yg ratusan tahun yg lalu dikunjungi para habaib, dari keluarga Assegaf, Alhabsyi, Alhamid, dll, yg kemudian tidak disentuh para Habaib ratusan tahun berselang..
ImageImageKonon wilayah kokoda semakin tak mengenal shalat lima waktu, hanya sholat Jumat yg masih dikenal di wilayah itu, namun kedatangan KH Ahmad Baihaqi membawa beberapa santri dari kokoda, dan kembali kesana beberapa waktu yg lalu, benar benar membuat hidup masyarakat kokoda, mereka para sepuh dan dan tetua kampung terharu dan mendukung penuh dengan semangat yg kembali terbit, setelah ratusan tahun tempat itu tak pernah lagi dikunjungi para habaib.
Salah seorang santri yg dibawa ke Jakarta mengirim surat pada ayahnya di Kokoda, diantara tulisan di suratnya : “Ayah, jangan tinggalkan shalat lima waktu, dan pesan Habib Munzir perbanyak dzikir Yaa Allah Yaa Allah.., sejak itu ayahnya dan keluarganya tak lagi minum minuman keras, mulai mendirikan shalat lima waktu, subhanallah…
Kami mendekat ke kokoda, pemandangan yg sangat mengharukan, 3 perahu rakit dengan bendera Majelis Rasulullah saw menyambut kami dengan para anak anak murid didik KH Ahmad Baihaqi dari Jakarta yg sudah berada dilokasi menjemput kedatangan kami dengan Tholaal Badru alaina..
Kami merapat di pelabuhan Kokoda pk 14.30 WIT, maka masyarakat seluruhnya sudah ramai di pelabuhan menyambut kedatangan kami, mereka bertakbir dan sholawat, ucapan Takbir dan sholawat adalah ucapan sambutan terhangat untuk tamu tamu besar, para tokoh Masyarakat bahkan Ketua Tokoh Agama yaitu Ayahanda Bapak Abas Totorago, yg merupakan anak dari Bapak Raja Tarof turut menyambut kedatangan kami, kami terus diarak dengan hadroh ke Masjid Annur, sambutan sekilas, lalu kami dipersilahkan ke rumah yg disediakan khusus untuk kami, pemilik rumah sudah wafat beberapa waktu yg lalu, rumah ini cukup bagus di wilayah kokoda, namun tidak ada listrik, tidak ada Jaringan handphone apalagi telepon.
KH Ahmad baihaqi membawa mesin diesel untuk penerangan kami dirumah ini, kampung ini keseluruhannya mayoritas muslimin, dan seberang kampung adalah mayoritas nasrani, namun tidak ada permusuhan, kerukunan ummat beragama sangat terjaga di wilayah ini.
ImageImageMagrib jamaah sudah memenuhi Masjid, setelah diumumkan saya akan menyampaikan Tausiyah di Masjid Annur, pria dan wanita sudah ramai, shalat Magrib berjamaah dilakukan dengan sangat tertib dan khusyu, banyak orang muslim yg baru pertama kali sholat walau mereka sudah lanjut usia, dan masih tersisa banyak yg duduk dirumah saja tanpa ikut shalat.. segala puji bagi Mu Wahai Allah…
Kemudian saat adzan Isya dikumandangkan, semakin banyak masyarakat berdatangan, mereka yg saat Magrib tidak datang mungkin merasa terpanggil untuk datang, juga diajak oleh teman temannya, maka para anak anak, pemuda pemudi, sampai yg sudah lanjut usia memenuhi masjid dan Masjid Annur tidak lagi bisa menampung jumlah mereka, bahkan ketua Kampung datang, dan para Imam dari wilayah kabupaten Kokoda Sorong Selatan pun berdatangan setelah mendapat info dari KH Ahmad Baihaqi bahwa saya akan datang di wilayah ini.
Mereka senang, Bangga, dan gembira, dengan lapang dada Ayahanda Putra Raja Tarof menyampaikan sambutan, bahwa sudah ratusan Tahun Kokoda tidak lagi dikunjungi para habaib, dan kini habib tiba bersama kita, acara diteruskan dg Maulid Dhiya’ullami, mereka semakin semarak dan gembira, lalu saya menyampaikan Tausiyah, mereka termenung, menangis, dan terharu, saat acara selesai pk 21.15 WIT, maka airmata masih mengalir diwajah mereka, berebutan gembira untuk bersalaman pun terjadi sebagaimana di Jakarta, mereka berdesakan maju untuk bersalaman dengan saya, setelah kesemuanya kebagian bersalaman, kami makan malam dirumah bapak Kadir Anggiluli, ia sangat membantu kami lalu kembali kerumah yg disediakan untuk beristirahat, kami beristirahat..
Pk 3 dinihari WIT, saya terbangun dan diantar KH Ahmad Baihaqi ke kamar kecil (toilet), konon itu adalah satu satunya toilet yg ada, dan sebagian mereka bersuci dan mencuci di sungai.
Kutulis laporan ini dg haru, kami dijaga oleh 6 orang penjaga, yaitu dua orang di depan, dua orang di pintu belakang, dan dua orang disamping rumah, demikian perintah ketua kampung, saya mengatakan agar tak perlu kami dijaga, namun mereka bertahan : “Kami menjaga hamba Tuhan, kami menjaga Tamu Allah, kami gembira”.
ImagePagi ini kami Insya Allah akan subuh di Masjid Annur, lalu makan pagi dan meneruskan perjalanan ke Nebes, wilayah yg juga pernah dikunjungi para habaib dari Gujarat yg berasal dari hadramaut Yaman, perjalanan kira kira 1 jam dg perahu motor kecil.. Insya Allah..
Pagi Kamis 28 januari 2009, subuh berjamaah yg cukup banyak dan merupakan subuh terbanyak setelah ratusan tahun hampir tak ada shalat Subuh di Masjid Annur, suatu hal yg menarik dan mengejutkan adalah hewan hewan yg berkhidmat pada kami, ketika saya keluar menuju Masjid untuk shalat subuh sungguh hati ini membatin : Wahai Allah, rumah ini tidak ada kuncinya, terbuka begitu saja hanya dilengkapi pengganjal pintu dari dalam dan luar, sedangkan di kamar ada Leptop dan benda benda elektronik berharga lainnya, dan para penjaga semua shalat subuh, kutititpkan pada Mu Wahai Allah..”, sepulang saya dari masjid saya kaget, di pos penjagaan depan rumah duduk dua ekor kambing yg bangun sambil duduk menjaga dengan kepala tegak, lalu seekor kambing lagi duduk siaga didepan pintu rumah sambil bersimpuh, tak ada orang bisa masuk kecuali harus menginjaknya lebih dahulu..
Saya terpana, sungguh jika sekilas merupakan hal biasa, namun jika difikirkan dengan logika, tak ada kambing berkeliaran di pagi buta, apalagi dua ekor duduk bersimpuh di pos Jaga yg kosong, dan satu di pintu rumah dg keadaan duduk bersimpuh dengan keadaan siaga, yaitu kepala terangkat, saya teringat Laba laba yg menjaga Rasulullah saw, dan teringat cerita nyata sahabat saya yg berdakwah ke Pulau Komodo , Nusa Tenggara, tidak ada orang yg datang ke Masjid, saat Maulid dikumandangkan maka tak satupun orang hadir, maka keluarlah rusa rusa liar dari hutan, berdatangan ke luar Masjid, dan banyak komodo bahkan Raja Komodo yg sudah 40 tahun tak pernah keluar dan terlihat, hewan sangat besar dan langka itu datang dan muncul bersimpuh di dekat masjid mendengarkan Maulid Nabi saw hingga selesai, masyarakat dan turis yg sedang di Pulau komodo berdatangan bukan ingin hadir maulid tapi kaget menonton Raja Komodo itu.
Demikianlah alam, mereka tunduk dan hormat pada Sayyidina Muhammad saw dan dakwah sang Nabi saw, teringat pula kisah seorang sahabat ra, yg ketika ia tersesat dalam dakwah setelah wafatnya Rasul saw, maka seekor singa besar datang, lalu sahabat Rasul saw itu bekata : Aku adalah Khadim (pembantu) Rasulullah saw..!, maka singa itu menunduk dan merendahkan kepalanya dan punggungnya sambil mengaum pelahan, seakan memerintahkan sahabat Rasul saw itu naik ke punggungnya, maka iapun naik, dan singa mengantarnya ke pemukiman terdekat. Sedemikian banyak riwayat Shahih lainnya akan hal ini.
Imagepk 7.30 WIT kami meluncur ke Nebes (Negara Besar), kira kira 90 menit dengan perahu kecil dari kokoda, mengunjungi wilayah yg cukup terpencil namun mayoritas muslimin, juga wilayah yg pernah dikunjungi para habaib terdahulu dan terdapat masjid tua Al Jihad pula disana, hadir pula menyambut kami Imam Dobak Bapak Aliman Gogoba dan Imam Kopdan Bapak Ahmad kokoba, kiri saya Ketua kampung Kokoda yaitu Bapak Rauf Biyawa, dan beberapa santri akan dibawa dari Nebes, Kokoda, Teminabuan, Bintuni dll, Insya Allah minggu depan mereka menuju Jakarta dg Kapal Laut bersama KH Ahmad Baihaqi. Kami juga sempat melewati dua masjid yg baru ada pancangnya yg akan dibangun di Nebes, kami berdoa.
Semalam kami sempat berjumpa dengan Imam Siwatori Bapak Muharam Namugur, beliau mengundang dan meminta kami kunjung Ke Siwatori, namun dengan sangat menyesal kami tak bisa, karena waktu dan jauhnya perjalanan yg mesti ditempuh 4 jam berjalan kaki dari Kokoda kw Siwatori, tidak ada angkutan dengan kecuali berjalan kaki.
ImagePerjalanan sungguh sangat berat, khususnya saat pulang, matahari panas terik hutan tropis menyorot tepat ke belakang kepala ini, maka sakit kepala saya mulai kambuh, Ketua Kampung Kokoda yg ikut dg kami memayungi saya dan saya menolak, biarlah sama sama dengan nya karena ia lebih sepuh, saya hanya bisa menutupkan rida (kain sorban) di kepala dan leher belakang demi matahari tidak terus menyoroti belakang kepala saya, yg memang terkena peradangan di otak belakang beberapa waktu berselang, saya menahan sakit terus sepanjang jalan karena obat obatan ditinggal di Kokoda, kami tiba di Kokoda pk 10.30 WIT, langsung menuju Teminabuan dengan Perahu Speed Boat selama 5 jam, saya sempat rebah tak berdaya di Speed Boat, dan setiba di Teminabuan pk 16.30 kami shalat Dhuhur dengan Asar Jamak, dan makan di sebuah restoran dan meneruskan pulang ke Sorong bersama Asri.
400 km dari kokoda ke sorong kami tempuh, 200 km dengan Speed Boat, 200 km dengan mobil, cukup membuat tubuh terasa hancur terkena hempasan ombak sungai, Laut, dan Jalanan hingga tiba di Sorong.
Laporan ini saya tulis di penginapan di Sorong Dinihari Jumat 28 Januari 2010, Esok Jumat siang pesawat Insya Allah membawa kami ke Makasar, untuk Menghadiri Majelis Majelis Besar di Makasar bersama Hb Mahmud Al Hamid di Makasar.
Jumat siang, 28 Januari 2010, kami sudah di Bandara Sorong, pelukan haru dan tangis keras KH Ahmad Baihaqi yg berat sekali berpisah dengan kami, ia akan meneruskan tugas ini sendiri, belum lagi ongkos membawa 30 santri ke Jakarta, dari Kokoda, Teminabuan, Nebes, Bintuni, dll. Saya akan coba membantunya dari Jakarta jika ada kelebihan dana akan saya kirimkan, belum lagi menghadapi orang tua murid yg barangkali tidak mudah begitu saja melepas kepergian anaknya kecuali dengan perjanjian berat.
Kami berangkat menuju Makasar dan tiba di Makasar sore, disambut oleh Hb Mahmud Alhamid, seorang penggerak dakwah di kota Makasar, usianya diatas saya beberapa tahun saja, namun semangatnya sangat berkobar menerobos wilayah yg hampir pudar dari gelombang dakwah Sang Nabi saw, beliau menyiarkan Maulid, Gasidah dll di Masjid Masjid Makasar yg hampir pudar dari hal hal yg berbau ahlussunnah waljamaah, semoga Allah swt mencurahkan keluhuran, kemudahan, dan kesuksesan pada perjuangan beliau di kota Makasar, amiin.
Saya tiba di Bandara Soekarno hatta sore Sabtu 29 Januari 2010, hati terus termenung dan risau, wilayah wilayah seluruh Indonesia bahkan dunia sangat butuh para penyeru untuk masuk dan memberi mereka kejelasan, mereka haus dan siap menanti kedatangan para Da’I, namun dilain fihak keterbatasan semangat, waktu dan dana yg membuat terhambatnya perluasan dakwah ini, tangisan airmata dan doa selalu untukmu wahai Kokoda, wahai Teminabuan, Wahai Nebes, Wahai Makasar, Wahai Denpasar, Wahai Jakarta, wahai seluruh wilayah barat dan timur, semoga Allah swt memberi kekuatan dan kemudahan pada hamba dhoif pendosa ini yg tertatih tatih berusaha dg segala kedhoifannya membenahi wilayah semampunya, juga semoga kemudahan dan semangat terhujankan kepada seluruh para Da’I dimuka bumi untuk bersama sama bangkit membenahi ummat di wilayahnya dan wilayah wilayah muslimin, amiin..
Kami baru mendapat kontak dengan KH Ahmad Baihaqi, beliau mengabarkan bahwa 15 menit setelah kami meninggalkan Kokoda, terjadi hujan deras, lalu panas sesaat, lalu hujan deras lagi, demikian hingga tiga kali berturut turut, hingga masyarakat berebutan mengambil air hujan.
Sementara itu di Masjid Attaqwa Teminabuan, masyarakat memenuhi Masjid waktu magrib hari itu karena menyangka saya akan hadir menyampaikan Tausiyah di Masjid tsb, mereka memenuhi masjid dan semua banyak membawa aqua untuk minta air doa, mereka kecewa karena saya sudah meninggalkan Teminabuan sore itu menuju Sorong…
Subhanallah.. Munzir pendosa telah meninggalkan mereka, namun Allah swt akan terus merahmat mereka… Amiin..
* Dapatkan DVD Perjalanan Dakwah Majelis Rasulullah ke Wilayah Kokoda Irian Barat, Hanya di Kios Nabawy (Persediaan Terbatas)
Terakhir Diperbaharui ( Monday, 01 February 2010 )


Peduli Acara MAJELIS RASULULLAH SAW Bank syariah mandiri 061-7121-494 a/n Munzir Almusawa_______Majelis Nisa di seketariat MAJELIS RASULULLAH SAW, setiap hari minggu pkl 14.00 WIB s/d selesai. Tausiah akan disampaikan langsung oleh AL ALAMAH ALHABIB MUNZIR BIN FUAD ALMUSAWA. majelis kusus nisa/WANITA
Related Posts with Thumbnails
Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More