Terima Kasih, Anda sudah mengunjungi blog Pecinta Rasulullah SAW, semoga Allah selalu Menanamkan Rasa Cinta dan Rindu kepada Allah SWT dan Sayyidina Muhammad SAW kepada Diri kita Hingga kita Wafat dalam Khusnul Khotimah AAMIIN.........
kritik dan saran : mufe.majelis@gmail.com_____Alamat lengkap Majelis Rasulullah SAW: jl. Cikoko Barat V, RT 03/05, NO 66, Kelurahan Cikoko, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan (12770),

Selasa, 19 Januari 2010

muslim yang paling utama

PDF Print E-mail
SocialTwist Tell-a-Friend
Ditulis Oleh: Munzir Almusawa   
Saturday, 16 January 2010
Muslim Yang Paling Utama
Senin, 11 Januari 2010


عَنْ أَبِيْ مُوْسَى رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ ، قَالُوْا ياَ رَسُوْلَ اللهِ أَيُّ اْلِإسْلاَمِ أَفْضَلُ ؟ قاَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
( صحيح البخاري )
Para sahabat bertanya kepada Rasulullah, "Muslim manakah yang paling utama ?" Maka Rasulullah sahallallahu 'alaihi wasallam menjawab : " seseorang yang orang-orang muslim lainnya selamat dari lidah dan tangannya " ( Shahih Al Bukhari )


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ واَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجمَعِ اْلعَظِيْمِ وَفِيْ هذَا الْجَمْعِ اْلعَظِيْمِ...
Limpahan puji ke hadirat Allah subhanahu wata'ala Yang Maha Luhur , Maha membangun kerajaan alam semesta , cahaya keindahan yang menerbitkan kebahagiaan yang fana dan kebahagiaan yang kekal , cahaya tunggal yang menerbitkan segala keindahan yang ada di alam semesta , cahaya kenikmatan sumber dari segala kenikmatan berpadu seluruh keluhuran pada keagungan nama Allah , dan terbukalah rahasia keindahan Ilahi dan semerbak keagungan-Nya , dengan keagungan " Laa ilaaha illallah Muhammadun Rasulullah " , terbuka semerbak keagungan Rabbul 'Alamin dan cahaya kecintaan dan kasih sayang-Nya dengan kalimat " Tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah " , itulah gerbang keluhuran yang pertama , yang jika seseorang memasukinya maka ia telah berada dalam koridor muslimin dan berada dalam cahaya rahmat Ilahi siang dan malam tinggallah ia berusaha menuju dan mendekat ke hadirat Allah sepanjang waktu dalam hidupnya , hidup yang berada diantara alam rahimnya dan alam barzakhnya yaitu alam kehidupan dunia .
Alam kehidupan dunia yang diawali dari air mani dan diakhiri dengan bangkai , itulah awal kita . Awal kita adalah air mani dan akhirnya adalah bangkai lalu apa diantara keduanya ? apakah tetap di dalam kehinaan hawa nafsu atau bangkai atau di dalam keluhuran dan kemuliaan ? . Bisa terbuka cahaya keluhuran Ilahi di dalam kehidupan ini , namun jangan biarkan kita terus berada dalam kehinaan . Hingga hadirlah kita di malam mulia ini , di majelis agung ini dengan harapan hal ini bisa menjadi pembuka bagi tabir-tabir yang menutup kita menuju keluhuran , kebahagian , kedamaian , dan semoga dengan kehadiran kita di malam mulia ini juga Allah tutupi segala musibah dan semua hal yang menghalangi kita , dan kesulitan yang akan datang pada kita di dunia dan akhirah , Amin Ya Rabbal 'Alamin .
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Tidak terlewat satu detik pun terkecuali bumi telah menyaksikan jasad seorang pendosa telah dipendam ke dalamnya . Tidak satu detik pun terkecuali bumi menyaksikan bayi yang baru terlahir ke muka bumi . Demikian kehidupan terbit dan terbenamnya matahari , kelahiran dan kematian terus bergulir . Berputar antara kematian orang yang shalih , maka ia mengawali kematiannya dengan keluhuran yang kekal , namun kematian orang yang fasik maka ia mengawali kematian dengan musibah yang kekal . Dan pemisah dari keduanya ini adalah tuntunan sang Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam , beruntung mereka yang berada dalam tuntunan sang Nabi , berada dalam kecintaan kepada sang Nabi dan kecintaan kepada Allah subhanahu wata'ala tentunya , maka ia berada dalam keberuntungan yang kekal . Dijelaskan di dalam Shahih Al Bukhari bahwa ketika jasad dibaringkan ke dalam lahatnya dan ketika ruh ditinggal sendiri oleh para kerabat yang telah menguburkan , ruh itu masih mendengar hentakan kaki orang-orang yang meninggalkan kuburnya , kemudian ruh itu bertemu dengan dua malaikat yang menanyakannya :
مَا عِلْمُكَ بِمُحَمَّدٍ ؟
" Apa pengetahuanmu tentang Muhammad ?" Maksudnya , pengetahuan dia tentang Muhammad sampai dimana ? demikian riwayat Shahih Al Bukhari . Kalau ia menjawab : " Aku beriman kepadanya , aku mengikuti ajarannya dan aku mencintainya " , maka malaikat berkata : " Tidurlah dengan tenang wahai orang shalih , kami sekarang mengetahui bahwa engkau adalah orang yang beriman " . Tetapi orang yang tidak beriman ketika ditanya oleh malaikat : " Siapa Muhammad " ? , maka ia akan menjawab : " aku tidak tau siapa nabi Muhammad " , karena selama di muka bumi ia selalu berpaling dari majelis-majelis nabi Muhammad , selalu berpaling dari masjid , selalu menjauh dari majelis ta'lim , selalu menghindar dari majelis zikir , selalu menjauh dari hal-hal yang mulia dan selalu ingin pada hal yang hina , maka disaat itu ia tidak mengenal dengan sang pembawa kemuliaan . Maka ketika ia ditanya oleh malaikat ia berkata : " Laa adrii " ( aku tidak tahu ) , maka ia akan mendapatkan musibah yang kekal di dalam kuburnya sampai hari kiamat ( wal 'iyaadzubillah ) .
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Sampailah kita pada hadits agung ini , dijelaskan oleh Abu Musa Al Asy'ari bahwa ia mendengar para sahabat bertanya kepada Rasulullah :
أَيُّ اْلإِسْلاَم أَفْضَلُ ؟
Al Imam Ibn Hajar Al Asqalany di dalam Fathul Baari bisyarh Shahih Al Bukhari mensyarahkan makna hadits ini , yang dimaksud adalah :
أَيُّ الْمُسْلِمِيْنَ أَفْضَلُ
" Muslim yang mana yang paling utama "
Karena Al Imam Ibn Hajar mengkaitkan dengan beberapa riwayat Shahih Muslim dan lainnya bahwa hadits ini juga teriwayatkan dengan shighah :
أَيُّ الْمُسْلِمِيْنَ أَفْضَلُ
" Muslim manakah yang paling utama ? " Maka Rasulullah sahallallahu 'alaihi wasallam menjawab :
مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
" seseorang yang orang-orang muslim lainnya selamat dari lidah dan tangannya "
Seorang muslim dilihat kadar kebaikannya adalah dengan selamatnya orang lain sebab ucapan dan tangannya . Muslim yang lain tidak terganggu dengan tangan atau lidahnya , tangan bisa mengganggu dengan memukul , menyebar fitnah dengan sms hal itu juga termasuk mengganggu dengan tangan , bisa juga dengan ucapan fitnah dan lain sebagainya . Muslim lain tidak terganggu sebab ucapannya dan tangannya , ini adalah derajat terendah . Namun yang dimaksud dalam hadits ini demikian luas maknanya yang dijelaskan oleh Al Imam Ibn Hajar . Maksudnya adalah , orang muslim lain selamat sebab lidah dan tangannya , bisa dengan doa karena ia mendoakan muslim lainnya dan ia mengangkat kedua tangannya bermunajat kepada Allah untuk muslimin lainnya , maka Allah selamatkan muslim lainnya dengan doanya , maka ini juga termasuk ke dalam hadits ini , inilah afdhaliyah seorang muslim .
Semakin mulia seorang muslim maka semakin banyak ia memberi manfaat untuk orang-orang muslim lainnya . Siapa yang paling banyak menyelamatkan muslim lainnya ? dialah sayyidina Muhammad shallallahu 'laihi wasallam . Hadits ini sungguh memendam rahasia makna bahwa orang-orang yang mulia itu menyelamatkan muslim lainnya menuju keluhuran , baik dengan tangannya walaupun sekedar sms aja , atau dengan ucapan lembut yang menasehati saudaranya , dengan hartanya , dengan langkahnya atau dengan yang lainnya . Semakin ia memberikan manfaat kepada muslim lainnya maka semakin afdhal keislamannya . Hadirin hadirat , kita melihat kalimat hadits ini yang sedemikian ringkas , tetapi ia mencakup hampir seluruh kemuliaan amal ibadah , semakin banyak seseorang beribadah maka semakin banyak memberi manfaat untuk muslimin yang lainnya , diantara ibadah itu ketika dalam shalat kita telah mendoakan muslim yang lainnya dengan ucapan :
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ
( الفاتحة : 6-7 )
" Tunjukkan kami jalan yang lurus ( yaitu ) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya , bukan jalan mereka yang Engkau murkai , dan bukan pula jalan mereka yang sesat " . ( QS . Al Fatihah : 6-7 )
itu adalah nafas-nafas doa sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam untuk keturunan Adam yang ada di masa beliau hingga akhir zaman agar diberi hidayah oleh Allah . Seseorang yang mau berdoa dengan niat makna seperti ini maka ia satu cita-cita dan satu perasaan dengan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam . " Ya Allah , tunjukkan kami ( seluruh keturunan Adam ) ke jalan yang lurus , yang masih dalam kemaksiatan , yang sedang berzina , yang akan berzina , yang mau berjudi , yang sedang berjudi , yang dalam kemunkaran , yang menyembah selain Allah , yang mengakui ada Tuhan selain Allah " , maka semua nama itu terkena doa itu , semua nama itu terkena ucapan itu ketika kita perdalam maknanya . Karena doa itu telah mencakup untuk semua muslimin yang terkena musibah baik itu gempa , kebakaran , kecurian dan segala musibah kesedihan , maka semua itu telah kau doakan agar Allah selamatkan mereka menuju keluhuran . Semua ini adalah cita-cita nabi Muhammad , inilah jiwa nabi Muhammad dan ucapan itu terlafazhkan dalam setiap rakaat shalat kita .
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Oleh sebab itu Allah berfirman di dalam hadits qudsy riwayat Shahih Muslim , bahwa ketika seseorang dalam shalatnya mengucapkan :
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
Maka Allah subhanahu wata'ala menjawab :
هَذَا لِعَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَل
" Ini untuk hamba-Ku , dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta "
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Paling tidak jika kita mendoakan seluruh orang yang terkena musibah , yang dalam kesulitan , yang dalam kesesatan , yang dalam dosa , yang belum mendapat hidayah . Diantara milyaran nama penduduk bumi , ada satu namamu disitu dan nama itu pastilah yang disayangi Allah karena mendoakan milyaran nama lainnya . Hadirin hadirat , jadilah satu nama diantara milyaran nama yang mendoakan milyaran nama-nama tersebut .
Kita bayangkan Allah melihat permukaan bumi di barat dan timur ini , yang disana ada yang tobat , ada yang bermaksiat , ada yang menyembah selain Allah , ada yang masuk Islam , ada yang mencaci , dan ada yang memaafkan , Allah melihat semua itu dan Allah melihat ada satu jiwa yang mendoakan , semuanya didoakan oleh satu orang dengan berkata : " Ya Rabb jadikanlah kami semua dalam kenikmatan , yang dalam kenikmatan tambahkan kenikmatannya , yang belum mendapat hidayah berilah hidayah , yang dalam musibah berikan kemudahan , yang dalam kesesatan berikan hidayah " , satu jiwa mendoakan seluruh nama itu maka yang satu ini dipandang oleh Allah daripada yang lainnya . Maka paling tidak Allah akan memberi untuknya kenikmatan , hidayah dan jauh dari kesesatan karena telah satu perasaan dengan sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam .
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Demikian indahnya alam ma'rifah , semakin kita dalami makna kehidupan ini , semakin kita dalami makna ucapan yang yang kita ucapakn maka akan semakin indah hari-hari kita , semakin mulia kehidupan kita . Oleh sebab itu tidaklah mustahil jika orang-orang yang ma'rifah billah itu , yang nampaknya tidak terlalu banyak ibadahnya tetapi derajat mereka terus meningkat demikian cepatnya karena getaran jiwanya . Ketika seseorang mengucapkan Fatihah seribu kali , ia mengucapkannya sekali tetapi dengan makna yang begitu dalam dia rangkum seluruh nama penduduk bumi di dalam doanya , sungguh sangat jauh berbeda , semakin tinggi derajat sanubari dalam tangga-tangga keluhuran Ilahi , maka semakin luhur setiap getaran ucapannya , semakin luhur setiap getaran perasaannya . Inilah indahnya tuntunan nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang terus mendoakan ummatnya dengan doa :
اَللّهُمَّ اهْدِ قَوْمِيْ فَإِنَّهُمْ لاَ يَعْلَمُوْنَ
" Ya Allah berilah hidayah kepada kaumku , sesungguhnya mereka tidak mengetahui "
Yang didoakan adalah orang yang memerangi beliau , beliau tidak diam atas musuh-musuh yang memerangi beliau dan membahayakan muslimin beliau tetap membela diri , namun beliau masih ingin musuh-musuh itu masuk Islam , jika tidak mungkin anak-anaknya . Rasulullah lebih sayang kepada musuhnya daripada musuhnya terhadap diri mereka sendiri , Rasulullah fikirkan keturunannya , kalau tidak mereka mungkin anak-anak mereka yang akan masuk Islam . Anak-anak orang yang memerangi beliau , yang mengejar dan melempari beliau , orang-orang yang meludahi beliau . Rasul masih ingin menyelamatkan mereka , kalau tidak mereka maka anak-anaknya yang selamat , demikian indahnya budi pekerti makhluk terindah ciptaan Allah subhanahu wata'ala , sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam . Jika musuh-musuhnya tidak selamat paling tidak anak-anaknya yang selamat , inilah indahnya budi pekerti sang Nabi . Semoga jiwa agung dan luhur seperti ini tersebar luas dalam penduduk bumi di saat ini , maka akan menjadi rahmah bagi alam sekitar , karena keberadaan orang seperti ini yang terus ia di dalam shalatnya mengucapkan :
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
Dia telah berdoa membawa seluruh nama penduduk bumi , dia sudah membawa doa sang nabi , dia sudah limpahan-limpahan doa untuk seluruh masalah yang ada di seluruh permukaan bumi yang menimpa manusia , baik yang muslim atau yang non muslim . Yang di luar Islam agar dapat hidayah ke dalam Islam , yang dalam keislaman jika ia dalam musibah agar diberi kemudahan , yang dalam kesesatan aqidah supaya diberi petunjuk , yang dalam kenikmatan supaya ditambah kenikmatannya . Demikian indahnya doa surah Al Fatihah , oleh sebab itu ketika di majelis-majelis terus baca surah Alfatihah diulang-ulang , karena maknanya sangat agung dan luhur , hal ini membuka rahasia keluhuran yang membuat kita sangat dekat ke hadirat Rabbul 'alamin subhanahu wa'alaa .
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah

Rasul shallallahu 'alihi wasallam bersabada :
لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ
“Belum sempurna iman kalian sampai aku lebih dicintainya dari ayah dan ibunya, dari anak- anaknya, dan dari seluruh manusia”.
Karena cintanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kepada kita lebih dari cintanya semua orang yang cinta kepada kita , ayah ibu kita tidak melebihi cintanya Rasulullah kepada kita . Dan orang yang cinta kepada ayah ibunya , berbakti kepada ayah ibunya , berbakti kepada semua keluarganya , itu semua mengikuti tuntunan nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam . Kalau seseorang mencintai Rasul maka seorang istri tidak akan menghianati suami , anak akan taat kepada ayah ibunya , dan ayah ibu tidak akan khianat pada amanah atas anaknya , karena ia mencintai sayyidina Muhammad dan mengikuti sang Nabi dan Allah tuntun ia menuju ke jalan-jalan luhur . Oleh karena itulah Rasul shallallahu 'alaihi wasallam menganjurkan kita untuk selalu mencintai beliau shallallahu 'alaihi wasallam , kalaupun seandainya terjebak dalam dosa kelak di akhir zaman , tetap orang yang mencintai akan bersama orang yang dicintai , kalau ia mencintai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam maka ia akan bersama beliau shallallahu 'alaihi wasallam , maka keluarganya , ayah ibu dan anak-anaknya bisa ia tolong dengan memohonkan syafaat kepada Rasul shallallahu 'alaihi wasallam karena ia mencintai Rasul shallallahu 'alaihi wasallam dan Rasul pun mencintainya .
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari bahwa Rasul tidak mengusir orang yang hendak masuk ke rumahnya , walaupun ia seorang yahudi yang mau masuk ke rumahnnya . Seorang yahudi datang ke rumah nabi dan berkhidmah di rumah nabi Muhammad , maka beliau memberinya izin . Seorang yahudi yang musyrik ingin masuk ke rumah beliau dan tinggal di rumah baliau , maka beliau shallallahu 'alaihi wasallam tidak menolaknya . Kalau kita renungkan demikian indah budi pekerti sang Nabi , bagaimana kalau kita yang memohon izin untuk masuk ke rumah Rasulullah , maka mustahil beliau akan menolaknya . Semoga aku dan kalian diizinkan masuk ke istana Firdaus , karena istana yang paling megah di surga adalah istana nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam .
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Sayyidina Hassan bin Tsabit Ra adalah seorang yang suka memuji Rasulullah dengan syair , dan Rasul sahallalllahu 'alaihi wasallam mengizinkan untuk membacakan syairnya baik di dalam masjid atau di luar masjid . Bahkan di Masjid Nabawy diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari bahwa Hassan bin Tsabit membaca syair pujian untuk sang nabi , maka hal ini kita teruskan sampai sekarang , jadi membaca syair atau maulid Nabi yang ini adalah pujian kepada Allah dan Rasul di dalam masjid itu sudah ada di masa Rasul dan diperbolehkan oleh Rasul , namun sudah mulai tidak dikenal lagi di masa ini bahkan dianggap bid'ah , maka hal ini harus kita teruskan lagi , karena akhir zaman itu tanda-tandanya adalah yang sunnah dikatakan bid'ah , dan yang bid'ah dikatakan sunnah , ulama' dikatakan jahil dan yang jahil dikatakan ulama' , orang yang shalih dikatakan penyihir dan penyihir dikatakan orang yang shalih , inilah keadaan akhir zaman . Oleh sebab itu kita hidupkan lagi sunnah nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam .
Teriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari ketika salah seorang sahabat tidak menyukai Hassan bin Tsabit maka sayyidah Aisyah menghardik sahabat yang tidak menyukai sayyidina Hassan bin Tsabit seraya berkata : Jangan kalian mencaci sayyidina Hassan bin Tsabit karena dia dulu selalu memuji Rasulullah di hadapan beliau maka Rasulullah bangga dan senang terhadap Hassan bin Tsabit bahkan di doakan oleh Rasulullah . Sebagaimana yang diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari Rasulullah mendoakannya :
اَللّهُمَّ أَيِّدْهُ بِرُوْحِ اْلقُدُسِ
" Ya Allah tolonglah Hassan dengan perantara Jibril As "
Belum pernah Rasul mendoakan seorang sahabat dengan doa sedahsyat ini , sampai meminta agar Jibril menolong langsung Hassan bin Tsabit , orang yang asyik memuji Rasul shallallahu 'alaihi wasallam . Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Dalam riwayat yang tsiqah ( kuat ) bahwa pada beberapa waktu yang lalu Syaikh Farazdaq orang yang selalu memuji Rasul shallallahu 'alaihi wasallam . Ia terus menerus memuji Rasul , kalau kita sekarang pujian-pujian itu seperti qasidah , maka setiap tahun dia selalu datang ke maqam Rasul di Masjid Nabawy dan membaca syair-syair pujian kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan setelah itu pulang , setiap tahunnya seperti itu . Dan setelah beberapa tahun datanglah seseorang menegurnya dan mengundangnya makan malam ke rumahnya.
Di Negara-negara timur tengah merupakan hal yang biasa jika ada orang asing di kampung mereka kemudian di undang ke rumah mereka untuk makan bersama , itu adalah hal yang umum disana . Maka Farazdaq sampailah di suatu tempat di luar kota Madinah dan masuklah ia ke dalam sebuah rumah besar , kemudian ia dipegangi oleh beberapa pengawal orang yang mengundangnya , dan orang yang mengundang itu berkata : " aku benci jika engkau memuji Rasulu , sekarang akan aku gunting lidahmu agar kau tidak bisa lagi membaca syair untuk memuji Rasul " maka ia pun memaksanya dan mengeluarkan lidahnya dan menggunting lidah Farazdaq dan melepaskannya dan memberikan lidah itu kepada Farazdaq kemudian menyuruhnya pergi .
Maka Farazdaq pergi dan menangis menahan sakit bathin dan sakit zhahirnya , sakit zhahirnya bagaimana rasa sakit jika lidah digunting , dan sakit bathinnya karena ia tidak bisa lagi membaca syair untuk memuji Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam . Sebagaimana biasa maka ia pun pergi ke makam Rasulullah dan ia bersandar di hadrah as syarif di dalam masjid nabawy , dan ia berkata di dalam doanya : " Wahai Allah , kalau shahibul maqam ini ( Rasulullah ) memang benci dengan perbuatanku ini maka biarkan aku agar tidak lagi memujinya , tetapi jika Engkau meridhai dan shahibul maqam ini ( Rasulullah ) senang jika aku terus memujinya dengan syair maka sembuhkanlah aku " , maka ia pun dalam tangisnya tertidur dan didalam tidurnya ia bermimpi Rasulullah shallallahu 'alihi wasallam berhadapan dengannya dan berkata : " mana lidahmu yang digunting oleh orang itu , ? kemudian diambil oleh Rasul dan beliau berkata : " buka mulutmu " dan dikembalikan ke mulutnya dan Rasul berkata : " aku gembira dengan perbuatanmu , maka teruskanlah dakwahmu dan syairmu " , maka ia terbangun dan ia dapati lidahnya telah kembali pada posisinya .
Kemudian di tahun berikutnya syaikh Farazdaq kembali lagi ke maqam Rasul dan memujinya sebagaimana biasa ia lakukan tiap tahun , dan ada lagi orang yang mengundang untuk makan malam di rumahnya dan ia pun menerima undangan itu dan ia pun dibawa ke rumahnya , ketika dilihat rumah itu adalah rumah yang tahun lalu pernah ia datangi , maka syaikh Farazdaq tidak mau masuk , maka orang itu berkata : " aku ingin kau masuk , kau jangan risau aku tau kau adalah orang yang baik dan kau lihat aku adalah orang yang jujur " , maka Syaikh Farazdaq masuk dan dilihat di dalam rumah itu ada sebuah penjara dari besi dan di dalamnya ada seekor kera (monyet) besar dan kera itu terus memandangi dan mengamuk melihat syaikh Farazdaq , maka berkatalah orang yang mengundang syaikh Farazdaq : " Wahai syaikh taukah engkau siapa yang di dalam kerangka besi itu " ? maka Farazdaq menjawab : " itu kera " , maka lelaki itu berkata : " itu ayahku yang dulu setahun yang lalu menggunting lidahmu , setelah ia melakukan itu maka Allah merubahnya menjadi seekor kera , wahai syaikh tolong doakan ayahku itu supaya diampuni Allah dan diwafatkan , kasian karena dia telah berubah menjadi kera " , Maka Syaikh Farazdaq menangis dan mendoakannya dan wafatlah seekor kera itu .
Hal seperti ini tidak mustahil , karena teriwayatkan di dalam Alqur'an dan Hadits shahih tentang keramat-keramat para shahabat dan juga orang-orang terdahulu , sebagaimana Allah berfirman ketika Nabi sulaiman meminta agar singgasana ratu Balqis di pindah ke hadapannya :
قَالَ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ أَيُّكُمْ يَأْتِينِي بِعَرْشِهَا قَبْلَ أَنْ يَأْتُونِي مُسْلِمِينَ ¤ قَالَ عِفْريتٌ مِنَ الْجِنِّ أَنَا آَتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَنْ تَقُومَ مِنْ مَقَامِكَ وَإِنِّي عَلَيْهِ لَقَوِيٌّ أَمِينٌ ¤ قَالَ الَّذِي عِنْدَهُ عِلْمٌ مِنَ الْكِتَابِ أَنَا آَتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَنْ يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ فَلَمَّا رَآَهُ مُسْتَقِرًّا عِنْدَهُ قَالَ هَذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ وَمَنْ شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيٌّ كَرِيمٌ
( النمل : 38 – 40 )
" Berkata Sulaiman: "Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya (Ratubalqis) kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri " , berkata `Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: "Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya , lalu berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Kitabullah : "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip". Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, ia pun berkata: "Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barang siapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barang siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia ". ( QS. An Naml : 38-40 )
Maka seseorang yang memiliki ilmu dari Al Kitab itu dalam sekejap mata telah mendatangkan singgasana ratu Balqis di hadapan nabi Sulaiman . Inilah keramat yang disebutkan di dalam Alqur'an dan juga banyak teriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari dan Shahih Muslim tentang keramat para shahabat Radhiallahu 'anhum . Hadirin hadirat , hal seperti ini tidak mustahil karena Yang Maha Memberi mampu memberi .
Kalau seandainya di masa sekarang orang tidak percaya jika ada orang yang hafal 100.000 hadits dengan sanadnya , tetapi di zaman dulu jumlahnya puluhan ribu orang yang seperti ini . Di zaman sekarang hampir mustahil , tetapi kalau kita bicara di masa lalu ada satu juta hadits dalam micro chip sebesar ujung jari , orang zaman dahulu tidak akan percaya apa mungkin satu juta hadits bisa disimpan dalam micro chip sebesar ujung telunjuk?? , itu adalah hal yang mustahil di masa itu , tetapi di masa sekarang hal itu masuk akal . Demikian pula zaman sekarang jika orang menghafal 100.000 hadits mungkin itu sulit , tetapi tentunya sangat mungkin terjadi .
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Semoga Allah subhanahu wata'ala memuliakan hari-hari kita dengan keindahan , dengan kemuliaan . Rabbi , kami bermunajat demi cahaya keindahan-Mu maka perindah hari-hari kami , perindah jiwa perindah sanubari kami , perindah siang dan malam kami , perindah pemikiran dan lintasan jiwa kami , perindah usia kami , perindah masa mendatang kami .
Ya Allah , kami menyeru nama-Mu yang tiada seorang pun yang menyeru nama-Mu lalu Kau kecewakan , karena Kau Maha menjawab doa dan kami telah berharap dan Kau telah berfirman di dalam hadits qudsy :
ياَابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِيْ وَرَجَوْتَنِيْ غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كاَنَ مِنْكَ وَلَا أُبَالِيْ
“ Wahai keturunan Adam, jika kau berharap kepada-Ku dan kau berdoa kepada-Ku dan berharap kepada-Ku, Ku-hapus dosa kalian tanpa Ku-pertanyakan lagi "
Maka ingatlah dan panggillah nama-Nya , ingatlah firman Allah subhanahu wata'ala di dalam hadits qudsy kepada nabi Daud As :
ياَدَاوُد لَوْ يَعْلَمُ الْمُدْبِرُوْنَ عَنِّيْ شَوْقِي لِعَوْدَتِهِمْ ، وَمَحَبَّتِيْ فِيْ تَوْبَتِهِمْ ، وَرَغْبَتِيْ فِي إِناَبَتِهِمْ لَطاَرُوْا شَوْقًا إِلَيَّ ، يَادَاوُد هَذِهِ رَغْبَتِيْ فِى الْمُدْبِرِيْنَ عَنِّي ، فَكَيْفَ تَكُوْنُ مَحَبَّتِيْ فِى الْمُقْبِلِيْنَ عَلَيَّ...؟
“Wahai Daud : Seandainya orang-orang yg berpaling dari-Ku mengetahui kerinduan-Ku atas kembalinya mereka, dan cinta-Ku akan taubatnya mereka, dan besarnya sambutanku atas kembalinya mereka pada keridhoan Ku, niscaya mereka akan terbang karena rindunya mereka kepada-Ku. Wahai Daud, demikianlah cinta-Ku kepada orang-orang yg berpaling dari Ku (jika mereka ingin kembali), maka bagaimanakah cinta-Ku kepada orang-orang yg datang (mencintai dan menjawab cinta Allah ) kepada-Ku?”
فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا...
Katakanlah bersama-sama..
يَا اللهْ يَا اَللهْ يَا اللهْ...يَا اللهُ يَا رَحْمَنُ يَا رَحِيْمُ...لاَإلهَ إِلاَّ الله... مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوْتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالىَ مِنَ اْلأَمِنِيْنَ
Hadirin hadirat kita bertawassul kepada Ahlul Badr , Al Habib Sofyan menyampaikan kepada saya, beliau ini usianya lebih dari 80 tahun , dulu ketika beliau berjuang memberantas PKI di Banyuwangi senjatanya adalah Shalawat Badr , Shalawat Badr itu membawa kemenangan dan Fath untuk memberantas komunis dan Malam ini kita bertawassul kepada Ahlul Badr semoga Allah memberi kemenangan dalam kehidupan kita , Allah limpahkan kebahagiaan bagi kita , Allah bahagiakan hari-hari kita , sebelum Shalawat Badr dikumandangkan , kita bacakan Al Fatihah untuk Al marhum salah seorang ayah dari santri kita dari Papua semoga ruh beliau dimuliakan di alam barzakh , dan semoga putranya diberi ketabahan . Dan semoga kita semua yang hadir di malam hari ini bersama Majelis Rasulullah arwahnya dikumpulkan malam ini bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam . Amin


Sabtu, 16 Januari 2010

cinta sejati yang tak mungkin terbalas

PDF
Print
SocialTwist Tell-a-Friend


Bismillahirrahmanirrahim...
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..
Hayatilah kisah cinta yang mungkin tak terbalas, iaitu...
Love Muhammad

Detik-detik Rasulullah SAW Menghadapi Sakaratul Maut.

Ada sebuah kisah tentang cinta yang sebenar-benar cinta yang dicontohkan Allah melalui kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbatas memberikan kutbah, "Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Ku wariskan dua perkara pada kalian, Al-Qur'an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku." Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu.

Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar adanya naik turun menahan nafas dan tangisnya. Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. "Rasulullah akan meninggalkan kita semua," keluh hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Disaat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu.

Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. "Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Ku haramkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, kerana sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. "Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku?, peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu." Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan."Ummatii, ummatii, ummatiii" - "Umatku, umatku, umatku" Dan berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesedaran untuk mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencintai kita..insya ALLAH

Cinta sejati tidak memusnahkan atau merosakkan diri kekasih
yang dicintai.Malah ia menjaga agar kekasih tetap suci dan
selamat sebagaimana sucinya cinta itu sendiri...wallahu'alam..


Selasa, 12 Januari 2010

sejuta pemuda putihkan jakarta

PDF Print E-mail
SocialTwist Tell-a-Friend
Kontributor: muhammad alfaqir 
Sunday, 10 January 2010

Sejuta Pemuda Putihkan Jakarta
Bersama Guru Mulia


ImageDua perhelatan spektakuler digelar secara marathon oleh Majelis Shalawat dan Dzikir pemuda terbesar di Jakarta yaitu Majelis Rasulullah SAW. Sebuah Majelis yang sangat aktif membina para pemuda untuk selalu mengedepankan kedamaian dan keluhuran dalam setiap aktifitasnya. Dan sudah seringkali membuat acara-acara Dzikir dan Shalawat Akbar bukan hanya di seantero wilayah Jabodetabek bahkan hingga jauh ke pelosok kota luar Jabodetabek.
Perhelatan pertama bertepatan dengan malam pergantian tahun masehi, acara digelar di Pintu Utama Gelora Bung Karno. Acara kali ini sangat istimewa karena di hadiri langsung oleh Al Allamah Al Musnid Al Habib Umar Bin Hafidz, tokoh ulama pendidik dari Kota Tarim, Hadramaut, Yaman. yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat muslim Indonesia dan Dunia. sebagai ulama pembawa kedamaian dan kelembutan, Jamaah yang sebagian besar adalah pemuda terlihat sangat antusias menyambut kehadiran Beliau sebagai tokoh panutan yang selalu dirindu kehadirannya. Acara dimulai dengan pembacaan Syair Maulid Adhiya Ullami karya Al Habib Umar Bin Hafidz, kemudian dilanjutkan dengan pengantar tentang apa dan siapa Al Habib Umar Bin Hafidz yang disampaikan oleh Habib Munzir bin Fuad Al Musawa. Setelah itu barulah acara inti berupa Tausyiah dari Al Habib Umar Bin Hafidz. Dalam tausyiahnya, Habib Umar Bin Hafidz mengajak seluruh jamaah untuk merenungi kembali sebab-sebab apa yang mendatangkan musibah dan bencana yang terjadi di seluruh dunia, yaitu semakin menjauhnya kaum muslimin dari tuntunan dasar yang disarikan dari Al Quran dan Hadist yg selalu mesti didasari kelembutan dan kasih sayang. Jamaah menyimak satu-persatu nasihat Habib Umar Bin Hafidz yang diterjemahkan oleh dua muridnya di Indonesia yaitu Habib Munzir Bin Fuad Al Musawa dan Habib Jindan Bin Naufal Jindan.
Acara kemudian diakhiri dengan Dzikir bersama yang dipimpin Al Habib Umar bin Hafidz, terasa betul suasana khidmat jamaah menyimak dan mengikuti Dzikir-dzikir itu. Wilayah Gelora bung Karno yang biasanya pada malam pergantian tahun diramaikan oleh pemuda yang berhura-hura dengan terompet dan kembang apinya, malam itu berubah putih karena ratusan ribu pemuda pemudi pemuda berbondong-bondong penuh semangat menghadiri acara yang penuh dengan kemuliaan dan keberkahan tersebut.
Pada beberapa malam berikutnya, tepatnya hari senin malam tanggal 4 januari 2010, kembali sebuah perhelatan akbar digelar, kali ini mengambil tempat di Lapangan Monumen nasional (MONAS), tepat di jantung Kota Jakarta. Kurang Lebih satu juta pemuda pemudi kembali berbondong datang bergelombang dari seluruh penjuru Jabodetabek bahkan banyak pemuda yang sengaja datang dari wilayah-wilayah di Pulau Jawa dan Luar Jawa.
Selain dihadiri Al Habib Umar Bin Hafidz beserta rombongan, terlihat juga hadir beberapa pejabat pemerintah, seperti Menteri Agama dan beberapa Menteri Kabinet dan Gubernur DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Bapak Fauzi Bowo yang dalam sambutannya mengatakan bahwa Majelis Rasulullah SAW telah menjadi bagian tak terpisahkan dari wajah Jakarta, karena seringkali sukses menggelar acara yang positif untuk membina para pemuda dan menciptakan suasana damai dan religius di wilayah Jakarta.
Acara Inti diisi dengan Tausyiah Al Habib Umar Bin Hafidz yang mengajak seluruh jamaah untuk kembali dalam keluhuran dan menerapkan tuntunan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, kemudian di Akhir tausiahnya, Habib Umar Bin Hafidz memimpin Dzikir yang menggetarkan hati semua jamaah. Acara ditutup dengan doa bagi kebaikan seluruh bangsa, mendoakan kemakmuran dan dijauhkan dari segala musibah dan bencana, tangis dan gemuruh hadirin menyambut doa sang Imam mulia.
Di penghujung acara, Habib Munzir Al Musawa selaku Pimpinan Majelis Rasulullah SAW menyampaikan amanat berupa undangan dari Al Habib Umar Bin Hafidz untuk kembali menghadiri Acara Akbar yang Akan di gelar bertepatan dengan hari Lahirnya Rasulullah SAW di bulan Februari yang akan datang tepatnya pada 12 rabiul awal (26 februari 2010).
Dua perhelatan akbar telah usai, namun semangat dan nuansa kemuliaannya akan terus terasa dalam kalbu kurang lebih sejuta pemuda yang menghadirinya. (RE)


Jumat, 08 Januari 2010

wasiat habibana munzir bin fuad almusawa

PDF Print E-mail
SocialTwist Tell-a-Friend
Wasiat dan Pesan Habibana Munzir Al-Musawa


Berikut akan saya sampaikan Wasiat dan Pesan yang saya dapat dari milis MR (Majelis Rasulullah SAW. Setelah Membaca Message ini, mohon semuanya untuk mendo'akan kebaikan bagi Habibana Munzir Al-Musawa (Majelis Rasulullah SAW)
-------------------------------------------------------------------------------------

Wasiat Dan Pesan Habibana Munzir Almusawa
Bagikan
Forwardkan pada kekasih kekasihku di milis..

Malam ini (Malam minggu 2/1/10,- red) aku tersandar di pembaringan dan terpaku bertafakkur…, airmata terus mengalir, alangkah lemahnya hamba ini menghadapi gelombak ombak…
Dihadapanku acara esok malam di monas, sedangkan acara malam minggu membuat dadaku pecah, ketika sakit dikepala belakangku kambuh, dan sakitnya terasa seluruh urat panas membara sampai ke kuku dan tulang… dan puncak sakitnya adalah di kepala bagian belakang…
Malam minggu biasanya kutemui 15-20 ribu muslimin, namun tubuh yg sudah rapuh ini terus merangkak menuju majelis yg kukira akan menemui jamaah yg lebih banyak..
Ternyata yg kutemui hanya sekitar 300 orang saja, serasa meledak dadaku karena sedih dan menahan sakit, ingin rasanya kujatuhkan tubuhku dipangggung dan terserah apa yg akan terjadi..
Dg tubuh yg terus menahan sakit aku bertahan, mataku nanar dan panas, wajah dan telinga serasa menjadi tebal bagai ditampar berkali kali.. keluhan sakit adalah sebab peradangan otak yg terus menjadi jadi
Aku terus menoleh kekiri dan kanan, berharap para kekasihku datang berbondong bondong meramaikan acara, namun hanya beberapa puluh saja duduk di shaf, dan sisanya belasan orang berdiri disekitar panggung…, gelombang jamaah tidak tiba juga, tak lama tiba konvoi pun mungkin hanya 50 orang saja
Aku terhenyak, kepalaku semakin sakit, seluruh tubuhku seakan berteriak kesakitan tak kuasa menahan sakitnya.. Allah.. Allah,..Allah… wahai tubuh penuh dosa kau harus bertahan…
Ceramah selesai ,, acara ditutup, aku melangkah ke mobil dg lemah dan ingin kuteriakkan pada semua orang jangan satupun menyentuh kulitku karena sangat terasa sakitnya.. namun aku harus menerima nasibku untuk dikerubuti, mereka datang dan setia padaku.., mereka orang orang berjiwa Muhammad saw, aku tak boleh kecewakan mereka
Aku membatin memandangi jumlah yg sangat sedikit dihadapan panggung besar dan lapangan bola ini……….. 12 tahun aku berdakwah, inilah hasil dakwahku, sisanya adalah buih di lautan..
Sampai dimarkas kerebahkan tubuh penuh derita dg hati yg hancur, ketika mata hampir terlelap maka aku terhentak bagai dibentak syaitan, esok malam acara monas, bagaimana nasibmu munzir….!, adakah akan seperti ini ini…????, hujan akan turun dank au terpaku kecewa dihadapan guru mulia..???
Aku bagai tersengat stroom tegangan tinggi, menangis sekeras kerasnya… sakit dikepalaku sudah tak tertahan, jika kuhantamkan kepala ini ke tembok hingga kepala ini hancur tdak akan terasa sakitnya karena sudah dikalahkan oleh sakit yg jaub lebih berat..
Tubuhku gemetar, lalu aku berkata : ainiy, bantu aku membuka jubah dan sorbanku dan gamisku, bantu aku rebah, ini sudah larut malam, makanan apa yg ada ainiy?, saya lapar, dan perlu makan sedikit untuk makan obat, ia berkata : jam segini wahai habib sudah tdk ada apa2, banyak restoran padang dan penjual makanana masih tutup pula karena liburan panjang..,
Baiklah, buatkan indomi saja, sekedar pengganjal untuk makan obat..
Prof sudah mengatakan, jika sakit di kepala tak mau hilang dg obat penahan sakit yg saya berikan, habib harus segera ke rscm untuk suntik otak…
Berkali kali memang ia menembuskan jarum sepanjang hampir 15cm itu kedalam otakku sedalam dalamnya.. ah,,, tidak ada waktu untuk opname.. aku harus bertahan…
Dihadapankau acara monas,pasrah pada Allah.. lalu saat mata hampir terpejam pikiranku dihentakkan lagi dg beban berikutnya, 12 rabiul awal pada 26 februari…., bulan depan…!!!, lalu kedatangan guru mulia pada sekitar maret….!!, mestilah ada acara akbar pula..!, lalu 27 rajab isra mikraj..!, lalu nisfu sya;ban..!!, lalu badr pada pertengahan ramadhan..!!, lalu habisnya massa kontrak markas MR dibulan juni…
Aku teringat mimpiku beberapa minggu yg lalu, aku berdiri dg pakaian lusuh bagai kuli yg bekerja sepanjang hari, dihadapanku Rasulullah saw berdiri di pintu kemah besar dan megah, seraya bersabda : "semua orang tak tega melihat kau kelelahan wahai munzir, aku lebih tak tega lagi…, kembalilah padaku, masuklah kedalam kemahku dan istirahatlah…
Ku jenguk dalam kemah mewah itu ada guru mulia, seraya berkata :kalau aku bisa keluar dan masuk kesini kapan saja, tapi engkau wahai munzir jika masuk kemah ini kau tak akan kembali ke dunia..
Maka Rasul saw terus mengajakku masuk, "masuklah.. kau sudah kelelahan.., kau tak punya rumah di dunia(memang saya hingga saat ini masih belum punya rumah) , tak ada rumah untukmu di dunia, karena rumahmu adalah disini bersamaku.., serumah denganku.., seatap dg ku…, makan dan mium bersamaku .. masuklah,,,
Lalu aku berkata : lalu bagaimana dg Fatah Jakarta? (Fatah tegaknya panji kedamaian Rasul saw), maka beberapa orang menjawab dibelakangku : wafatmu akan membangkitkan ribuan hati utk meneruskan cita citamu,..!!, masuklah,,,!
Lalu malaikat Izrail as menggenggamku dari belakang, ia memegang dua pundakku, terasa seluruh uratku sudah digenggamannya, seraya berkata : mari… kuantar kau masuk.. mari…
Maka kutepis tangannnya, dan aku berkata, saya masih mau membantu guru mulia saya…, maka Rasul saw memerintahkan Izrail as untuk melepaskanku..
Aku terbangun…
Semalam ketika aku rebah dalam kegelapan kulihat dua tamu bertubuh cahaya, namun wajahnya tidak bertentuk kecuali hanya cahaya, ia memperkenalkan bahwa ia adalah Izrail as..
Kukatakan padanya : belum… belum.. aku masih ingin bakti pada guru muliaku.. pergilah dulu, maka ia pun menghilang raib begitu saja
Tahun 1993 aku bermimpi berlutut dikaki Rasul saw, menangis rindu tak kuat untuk ingin jumpa, maka Sang Nabi saw menepu pundakku… tenang dan sabarlah..sebelum usiamu mencapaii 40 tahun kau sudah kumpul bersamaku"
Usia saya kini 37 tahuh pada 23 feb 73, dan usia saya 38 tahun pada 19 muharram ini.

Peradangan otak ini adalah penyakit terakhirku, aku senang wafat dg penyakit ini, karena Rasul saw beberapa bulan sebelum wafatnya terus nebgeluhkan sakit kepala..
Salam rinduku untuk kalian semua jamaah Majelis Rasulullah saw kelak, jika terjadi sesuatu padaku maka teruskan perjuanganku.. ampuni kesalahanku.., kita akab jumpa kelak dg perjumpaan yg abadi..
Amiin..
Kalau usiaku ditakdirkan lebih maka kita terus berjuang semampunya, tapi mohon jangan siksa hari hariku.. hanya itu yg kuminta..

=========================
nb: mksd dari jgn siksa hari2ku adalah selalu selepas beliau ceramah, jamaah selalu mengerubuti untuk salaman sampai desak2an. hal itu membuat beliau kadang sakit, ditambah penyakit yg bersarang di tubuhnya.


Senin, 04 Januari 2010

do'a malaikat kepada hamba hamba allah

PDF Print E-mail
SocialTwist Tell-a-Friend
Ditulis Oleh: Munzir Almusawa   
Friday, 01 January 2010
Do'a Malaikat Kepada Hamba Hamba Allah
Senin, 28 Desember 2009


قاَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ماَ مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ اْلعِبَادُ فِيْهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُوْلُ أَحَدُهُمَا اَللّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَيَقُوْلُ اْلآخَرُ اَللّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا .
( صحيح البخاري )
" Tiada suatu hari pada hamba-hamba Allah kecuali dua malaikat turun , seraya berdoa : Wahai Allah berilah para penderma keberhasilan , dan malaikat yang kedua berkata : Wahai Allah , berilah orang yang menahan hartanya ( kikir ) kehancuran " . ( Shahih Al Bukhari )


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ الحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ واَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجمَعِ اْلكَرِيْمِ وَاْلحَمْدُلِلهِ الَّذِيْ جَمَعَنَا فِيْ هَذِهِ الْجَلْسَةِ اْلعَظِيْمَةِ...
Limpahan puji ke hadirat Allah subhanahu wata'ala yang Maha Luhur , Yang Maha Agung , Yang Maha Mengungguli segenap keagungan yang berawal dan bersumber dari-Nya segala keagungan serta berakhir kepada-Nya segala kewibawaan dan keagungan , karena Yang Maha Agung adalah Tunggal milik Allah dan yang lain adalah bias , yang lain adalah pantulan baik itu berupa keindahan atau kewibawaan , kedudukan , kekayaan atau apapun maka kesemuanya itu hanyalah bias dan bayangan saja , sedangkan yang asli hanyalah satu yaitu Allah subhanahu wata'ala .
Alam semesta ini hanyalah bayangan kewibawaan Ilahi , bayangan keindahan Allah , hakikatnya bukan alam semesta tapi hakikatnya adalah Al Wujud Jalla wa 'Alaa subhanahu wata'ala Yang Maha Ada . Bagaimana kita mengetahui antara bayangan dan yang asli , kita butuh cahaya yang terang , apa cahaya yang terang ? maka carilah cahaya yang paling terang di alam semesta yaitu sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam , inilah cahaya yang paling terang benderang hingga kau bisa melihat Zat Al Wujud , Zat Yang kau bersujud kepada-Nya , Yang selalu melihat kita , apakah mungkin manusia melihat Allah sebelum wafat ? tentunya sangat mungkin . Karena Rasul shallallahu 'alaihi wasallam bersabda di riwayatkan dalam dalam Shahih Al Bukhari :
اَلإِحْسَانُ أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ
" Ihsan yaitu engkau mengabdi kepada Allah seperti engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.” Al Ihsan derajat tertinggi dalam keimanan , yaitu beribadah kepada Allah seakan ia melihat Allah tapi jika ia tidak mampu melihat Allah maka ia sungguh meyakini bahwa ia dilihat oleh Allah . Itulah derajat yang paling sempurna .
Hadirin hadirat , barangkali dalam setiap detik-detik puluhan tahun penuh kegelapan dan dosa , kita ingin detik-detik saat ini jiwa kita merasa dilihat oleh Yang Maha Melihat , dilihat dosa-dosa kita untuk dihapuskan , dilihat musibah kita untuk diganti dengan anugerah , dilihat kesedihan kita untuk diganti dengan kenikmatan , dilihat segala musibah kita untuk diganti dengan kebahagiaan dunia dan akhirah itulah harapan kami wahai yang melihat jiwa kami . Kami sadari ataupun tidak , Engkau tetap melihat kami , kami sadari ataupun tidak Engkau tetap mengatur kami , maka aturlah kami dengan sebaik-baik pengaturan . Allah memberi satu lorong kehidupan besar bagi mereka yang mau mencapai kesempurnaan hidup , dan Allah bukakan satu pintu besar bagi mereka yang memilih kesulitan hidup , seraya berfirman :
فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى ، وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى ، فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى
( الليل :5-7 )
" Maka barangsiapa ( memberikan hartanya di jalan Allah ) dan bertakwa , dan membenarkan adanya pahala yang terbaik ( surga ), maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan ( kebahagiaan )" . ( QS. Al Lail : 5-7 )
Maka barangsiapa yang banyak mengeluarkan hartanya dalam bershadaqah , bukan hanya bershadaqah saja , tetapi juga bertakwa dan memperbanyak ibadah dan juga membenarkan hal-hal yang baik , terkadang ada juga yang banyak bershadaqah , banyak beribadah tetapi tidak membenarkan hal yang baik , ketika datang waktunya maulid hal ini dikatakan bid'ah dan syirik , maka yang seperti itu bukanlah yang termasuk dalam firman Allah : " Washaddaqa bil Husnaa " .
Maka jika tiga syarat ini dilengkapi ; ia banyak bershadaqah , ia perbanyak ibadah semampunya , dan ia membenarkan hal-hal yang baik , tidak ia pungkiri . Misalnya ada orang yang memakai siwak , ( mungkin ) ada yang berkata : " Waduh siwak itu ketinggalan zaman , itu zaman Nabi sekarang sudah ada sikat gigi jadi tidak perlu lagi memakai siwak ", pakai siwak dan sikat gigi dipakai juga . ( Mungkin ) ada yang kalau memakai siwak ia merasa giginya tidak bersih , berbeda karena di masa lalu makanannya tidak bermacam-macam seperti sekarang , oleh karena itu zaman sekarang gigi tidak bersih jika dengan siwak , maka harus dengan sikat gigi . Maka gunakan sikat gigi untuk membersihkan gigi dan menggunakan siwak untuk mendapatkan pahala sunnah karena Rasululullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
اَلسِّوَاكُ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ مُطَهَّرَةٌ لِلْفَمِ مغْضَبَةٌ لِلشَّيْطَانِ
" Siwak keridhoan bagi Allah dan kebersihan bagi mulut serta kebencian bagi syaitan " Siwak membawa keridhaan Allah , serta kebersihan bagi mulut dan kebencian syaitan , karena muncul pengampunan dari Allah atas dosa-dosa dari bibir dan lidahnya . Hadirin hadirat , maka jika seseorang membenarkan hal-hal yang baik seperti itu , dan banyak bertakwa , banyak bershadaqah , maka apa yang akan dilakukan oleh Allah terhadap orang-orang yang berbuat seperti itu ? firman-Nya :
فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى
( الليل : 7 )
" maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan ( kebahagiaan ) . ( QS. Al Lail : 7 )
Allah mudahkan jalan hidupnya , jika Allah telah berjanji " Akan Aku mudahkan jalan menuju kemudahan " , maka apa saja yang ada di hadapannya baik itu rumah tangga , pekerjaan , sekolahnya , usahanya dan apa pun yang ada di hadapannya maka Allah akan menjadikannya mudah , ditumpah ruahkan anugerah tanpa ia sadari , sebagaimana firman Allah subhanahu wata'ala :
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا ، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
( الطلاق : 2-3 )
" Siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia ( Allah ) akan membukakan jalan keluar baginya , dan Dia memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka " . ( QS. At Thalaq : 2-3 )
Limpahan anugerah Ilahi tercurah seluas-luasnya , dengan kita memperbanyak shadaqah , memperbanyak ibadah dan membenarkan hal- hal yang baik , dan sebaliknya firman Allah subhanahu wata'ala :
وَأَمَّا مَنْ بَخِلَ وَاسْتَغْنَى ، وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَى ، فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَى
( اليل : 8-10 )
" Dan adapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup , serta mendustakan ( pahala ) yang terbaik , maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kesukaran ( kesengsaraan ) " . ( QS. Al Lail : 8-10 )
Sudah termasuk orang yang kikir , juga malas beribadah dan mendustakan pula hal-hal yang baik . Berkumpul untuk berzikir atau kalau ngaji malam hari dikritik ( ngapain ngaji malam-malam , lebih baik di rumah saja ) , tetapi siang juga tidak ngaji , maka tentunya orang seperti ini adalah orang yang tidak baik yang hanya berbicara dengan hawa nafsunya .
Maka jika tiga hal ini ada pada seseorang ; sudah kikir , malas juga beribadah , ketika disampaikan hadits tentang keutamaan shalat lima waktu , maka ( mungkin ) ia berkata : " nanti saja shalatnya kalau lewat 40 " , ketika disampaikan hadits tentang larangan hubungan buruk antara pria dan wanita , mungkin ia berkata " Itu kan kalangan santri ", terus saja merasa malas untuk beribadah , serta mendustakan hal-hal yang baik , dalam tafsir juga ada yang menafsirkan bahwa maksudnya adalah tidak menerima kalimatullah al 'ulya ( tidak menerima Islam ) , maksudnya " kufur " . Jika tiga hal ini berpadu , maka firman Allah subhanahu wata'ala :
فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَى
( اليل: 10 )
" Maka akan Kami ( Allah ) mudahkan baginya jalan menuju kesukaran ( kesengsaraan ) " . ( QS. Al Lail : 10 )
Rumah tangganya dipersulit , pekerjaannya sulit , kehidupan dunianya sulit , akhiratnya juga sulit dan ia akan menemui kesulitan yang abadi . Hadirin hadirat , Takdir Allah diserahkan kepada mu , mau memilih jalan yang mana . Kita tidak bisa kemana-mana , kita harus memilih salah satu diantara dua jalan . Yaitu jalan yang baik , jika kita memilih jalan yang ini maka kita akan menemui sedikit hambatan dan kemudian kemudahan dan kemudahan hingga kemudahan yang abadi , atau memilih jalan yang satunya , yang tidak kelihatan kesulitannya , tampaknya mudah , tetapi ujungnya adalah jurang . Masih beruntung jika ujungnya hanya sekedar jurang , tapi jika itu adalah jurang neraka , yang tidak mati tetapi digantikan kulitnya yang telah hangus , digantikan lagi terus seperti itu ( na'uzubillah ) dari banyaknya dosa yang diperbuat . Dan kita memohon kepada Allah semoga semua wajah yang hadir pada malam hari ini diberi kemudahan dunia dan akhirat , semua yang ada ini dibimbing oleh Allah menuju jalan kemudahan , Ya Rahman Ya Rahim Ya Zal Jalaali wal Ikram .
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah Sampailah kita pada hadits agung ini , dimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan : " Bahwa setiap hari kedua malaikat diturunkan oleh Allah kepada setiap hamba-Nya , seraya berdoa :
اَللّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا
" Wahai Allah para penderma keberhasilan ( pengganti dari yang telah diinfakkan ) " . Dan malaikat yang lainnya berkata :
اَللّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا
" Wahai Allah , berilah pada orang yang menahan hartanya (kikir ) kehancuran "
Malaikat yang pertama berdoa agar orang-orang yang berderma itu diberi kemenangan , kesuksesan dan digantikan dengan yang lebih baik dari harta yang ia dermakan . Sedangkan malaikat yang kedua berdoa agar Allah memberikan kesulitan dan kehancuran hidup kepada orang yang kikir , dan Allah mencabut keberkahan rizkinya . Bayangkan kalau seandainya kita berderma , ketahuilah di saat itu malaikat sedang mendoakan kita sebelum orang lain mendoakan kita , tapi di saat kita menahan harta kita maka di saat itu malaikat juga mendoakan kehancuran bagi kita , inilah sabda Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dan di sinilah Allah membuka lagi gerbang-gerbang keluhuran , keberhasilan dan kesuksesan bagi orang-orang yang beriman .
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari , ketika seorang wanita bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam : " Ya Rasulallah ibuku telah wafat , jika aku mengirimkan amal untuk dia apakah pahalanya akan sampai ? " , maka Rasul shallallahu 'alaihi wasallam berkata : " betul, sampai " , demikian riwayat Shahih Al Bukhari . Ini adalah salah satu dalil dari belasan dalil shahih dari Shahih Al Bukhari dan Muslim tentang sampainya amal pahala kepada orang yang telah wafat , dan seluruh mazhab telah bersepakat tentang sampainya kiriman amal kepada yang wafat . Bahkan sebagian Ulama' mengatakan bahwa mengirim amal dari yang hidup kepada yang masih hidup juga sampai . Sebagian berkata hanya khusus seperti ibadah haji saja , misalnya ada yang sudah tua renta tidak mampu untuk pergi haji , maka yang lain yang pergi maka juga sampai pahalanya kepada yang tua renta tadi, padahal orang nya masih hidup .
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Di riwayatkan juga dalam Shahih Al Bukhari , disampaikan oleh sayyidina Abdallah bin Umar bahwa ketika Rasulullah melihat sayyidina Utsman tidak hadir dalam perang Badr , maka sayyidina Utsman berkata kepada Rasulullah seraya menangis : " Wahai Rasulullah , aku menjaga putrimu yang sedang sakit , sehingga aku tidak bisa hadir dalam perang Badr " , maka Rasulullah berkata : " Bagimu pahala Badr dan bagimu pula kemuliaan Ahlul Badr " , padahal sayyidina Utsman tidak hadir dalam perang Badr tapi pahalanya dikirim oleh Rasul shallallahu 'alaihi wasallam , jadi mengirimkan pahala itu sampai baik kepada yang hidup atau yang sudah wafat . Dan pengiriman amal itu banyak , jadi kalau kita mau berbakti kepada orang tua yang sudah wafat maka kirimkan amal ibadah kita , kalau kita mengirimkan amal ibadah kita , maka amal ibadah kita tidak akan berkurang , terkadang orang berfikir jika amalnya dikirimkan maka amal ibadahnya akan habis , tidak demikian karena Allah subhanahu wata'ala berfirman :
وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا
( الكهف : 49 )
" Dan mereka dapati ( semua ) apa yang telah mereka kerjakan , dan Tuhanmu tidak menzhalimi seorang pun " . ( QS. Al Kahfi : 49 )
Maka hari kiamat kelak semua yang kita perbuat akan hadir . Abu Hurairah radiyallahu 'anhu berkata : " Wahai Rasulullah ku jadikan semua amal pahala ku untukmu " , maka Rasulullah berkata : " Kalau begitu cukuplah cintamu kepadaku " ( ) dan saat Abu Hurairah dipanggil Allah di hari kiamat maka yang hadir bukan amalnya melainkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam . Demikian pula Abu Al Abbas bin Ishaq As Tsaqafi yang mana ia memberi 12 ekor kambing di hari Idul Adha dan pahalnya diberikan khusus untuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam , Ada yang mengkhatamkan Al qur'an 12000 kali dan pahalanya untuk Rasullullah sahallallahu 'alaihi wasallam , dan orang ini adalah murid Al Imam Ahmad bin Hanbal Ar , demikian indahnya . Dan Rasul shallallahu 'alaihi wasallam bersbada diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari ; " Hendaklah diantara kalian bershadaqah " , maka seorang sahabat berkata : " Ya Rasulallah , kalau ia tidak punya ?" , maka Rasul berkata : " kalau ia tidak punya maka bekerja lalu bershadaqahlah " , lalu sahabat bertanya lagi : " kalau sudah mencari pekerjaan tetapi tidak mendapatkan ? " , maka Rasulullah berkata : " maka membantu orang yang susah " , misalnya ada seorang penjual buah sedang mendorong gerobaknya , maka bantu ia mendorong karena hal itu juga shadaqah , meskipun bukan harta yang dikeluarkan . Maka ada sahabat yang bertanya lagi : " Ya Rasulullah jika yang seperti juga tidak ada ? ", maka Rasul berkata : " meperbanyak amal baik dan menjauhi larangan Allah " .
Jadi jika tidak ada yang bisa dishadaqahkan , harta tidak ada , pekerjaan juga tidak ada , membantu orang tidak bisa , maka hendaklah ia memperbanyak amal baik dan menjauhi larangan Allah , karena hal itu merupakan shadaqah baginya .
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Ada satu hal yang perlu saya nukil dalam masalah shadaqah ini , ketika para sahabat bertanya maka Allah yang mewahyukan kepada sang Nabi Yang berfirman :
وَيَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ قُلِ الْعَفْوَ
( البقرة : 219 )
" Dan mereka bertanya kepada mu ( Muhammad ) tentang apa yang ( harus ) mereka infakkan , katakanlah kelebihan dari apa yang diperlukan " . ( QS. Al Baqarah : 219 )
Para shahabat sudah banyak berinfaq , kaum Anshar sudah berinfaq dari setengah hartanya , kaum Muhajirin bahkan telah meninggalkan seluruh hartanya di Makkah tapi mereka masih ingin berinfaq , maka Allah subhanahu wata'ala berfirman :
قُلِ اْلعَفْوَ
" Katakanlah ( Muhammad ), berinfaklah dengan maaf ". Kalau mau berinfak , berinfaklah dengan maaf dan itu adalah infak yang termahal . Jika seseorang memiliki sepuluh mobil dan menginfakkan 5 mobilnya , maka hal itu masih lebih kecil di banding ia harus memberi maaf kepada orang yang paling ia benci , ( mungkin ) lebih baik jika ia mempunyai dua rumah maka ia berikan rumah itu satu untuk orang fakir , baginya lebih ringan daripada memaafkan orang yang ia benci . Jadi infak yang paling berat adalah memaafkan orang-orang yang bersalah kepada kita . Jadi maafkan orang yang pernah salah terhadap kita , kenapa kita harus memaafkan orang yang salah kepada kita ? karena kita juga banyak berbuat jahat kepada Allah , tidak malukah kita yang banyak berbuat jahat kepada Allah jika tidak mau memaafkan orang yang berbuat jahat kepada kita ?! .
Kita berharap Allah memaafkan kejahatan kita kepada Allah , bagaimana kita tidak mau memaafkan orang yang berbuat jahat kepada kita , bagaimana jika kelak kita ditanya di hadapan Allah : " Engkau yang meminta maaf dariKu sedangkan kau tidak mau memaafkan hambaKu yang lainnya , bukankah ia juga ciptaanKu " ? , orang yang jahat terhadap kita siapa yang telah menciptakannya , Allah juga yang menciptakannya sebagai ujian bagi kita , untuk apa ? mengapa Allah menciptakan keindahan , mengapa Allah menciptakan dia bersifat buruk , bengis , licik dan penuh kejahatan ? yaitu supaya menjadi alat bagi kita untuk mendekat kepada Allah , yang dengan itu kita akan mencapai derajat orang yang paling dicintai Allah subhanahu wata'ala .
Hadirin hadirat , saya tidak berpanjang lebar disini telah hadir guru kita Al Habib Alwi bin Yahya yang akan meneruskan majelis hingga doa penutup , karena saya akan meninggalkan majelis dan saya mohon para jamaah untuk tetap tertib, Majelis Rasulullah tetap berlanjut , kepada Al Habib Alwi falyatafaddal masykura .


Senin, 28 Desember 2009

orang yang berhijrah

PDF Print E-mail
SocialTwist Tell-a-Friend
Ditulis Oleh: Munzir Almusawa   
Monday, 28 December 2009
Orang Yang Berhijrah
Senin, 21 Desember 2009


أَنَّ أَعْرَابِيًّا سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْهِجْرَةِ فَقَالَ وَيْحَكَ إِنَّ شَأْنَهَا شَدِيدٌ فَهَلْ لَكَ مِنْ إِبِلٍ تُؤَدِّي صَدَقَتَهَا قَالَ نَعَمْ قَالَ فَاعْمَلْ مِنْ وَرَاءِ الْبِحَارِ فَإِنَّ اللَّهَ لَنْ يَتِرَكَ مِنْ عَمَلِكَ شَيْأً
(صحيح البخاري)
“Seorang dusun bertanya pada Rasulullah saw mengenai Hijrah, maka beliau saw bersabda : duh.. engkau ini, itu masalah besar, apakah engkau mempunyai onta yg kau keluarkan sedekahnya?, ia berkata : Ya, maka Rasul saw bersabda : Maka beramallah dari belakang lautan, sungguh Allah tak sedikitpun menyia nyiakan amalmu” (Shahih Bukhari)


أَنَّ أَعْرَابِيًّا سَأَلَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْهِجْرَةِ فَقَالَ وَيْحَكَ إِنَّ شَأْنَهَا شَدِيْدٌ فَهَلْ لَكَ مِنْ إِبِلٍ تُؤَدِّيْ صَدَقَتَهَا قَالَ نَعَمْ قاَلَ فَاعْمَلْ مِنْ وَرَاءِ اْلبِحَارِ فَإِنَّ اللهَ لَنْ يَتِرَكَ مِنْ عَمَلِكَ شَيْئًا .
( صحيح البخاري ) Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ الحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبـَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِي هَذَا الْجَمْعِ اْلعَظِيْمِ .
Limpahan Puji ke hadirat Allah Subhanahu wata'ala Maha Raja langit dan bumi , Yang Maha melimpahkan anugerah kepada hambaNya , Yang senantiasa menunggu doa dan munajat , rahasia keluhuran doa munajatlah yang membuat Allah mempertahankan usia alam semesta , rahasia kemuliaan doa dari jiwa seorang muslim yang membuat alam semesta ini tetap bertahan dengan kehendak Ilahi , karena masih ada jiwa yang berdoa dan berzikir dari ummat sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam . Hadirin hadirat , diriwayatkan di dalam Shahih Muslim :
لاَتَقُوْمُ السَّاعَةُ عَلَى رَجُلٍ يَقُوْلُ " الله الله "
" tiada akan datang hari kiamat menimpa seseorang yang menyebut " ALLAH , ALLAH " Maka kiamat tidak akan datang selama masih ada di muka bumi yang menyebut nama Allah , memanggil nama Allah , berzikir kepada Allah . Doa dan zikir mereka itu menahan kehancuran alam semesta beserta isinya , demikianlah lemahnya bibir bergetar menyebut nama Allah , demikian tersembunyinya dan tidak berartinya jiwa-jiwa yang mengingat Allah , itu secara zhahirnya . Namun secara bathin justru lidah , bibir dan jiwa seperti itulah yang menahan kehancuran alam semesta , karena telah disabdakan oleh sang Nabi :
لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى أَنْ لاَ يُقَالَ فِي اْلأَرْضِ " الله الله " , وَلاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ عَلَى رَجُلٍ يَقُوْلُ " الله الله
“ Tiada akan datang hari kiamat selama masih ada di muka bumi yang memanggil nama ALLAH, ALLAH dan kiamat tidak akan datang menimpa orang yang menyebut nama ALLAH , ALLAH . ( Shahih Muslim )
Kiamat tidak akan terjadi , bahkan terhindar sejauh-jauhnya dengan kewibawaan rahasia nama Allah Yang Maha Luhur , Yang Maha Abadi Yang Maha Kuat dan menguasai seluruh kekuatan alam semesta , Yang menebar pengasuhan sempurna terhadap seluruh alam dan semua planet yang ada . Hadirin hadirat , kalau para Ilmuwan saat ini menemukan bahwa jarak awal langit yang bisa diketahui itu , yang terjauh adalah sembilan juta tahun cahaya , itu yang bisa diketahui oleh manusia . Sembilan juta kecepatan cahaya , satu kecepatan cahaya itu sama dengan 300.000 km/detik . Maka satu kecepatan cahaya itu = 300.000 km/detik dan dikalikan 60 supaya menjadi satu menit , dikalikan 60 supaya menjadi satu jam, dikalikan 24 supaya menjadi satu hari dan dikalikan 9 juta tahun cahaya , maka bagaimana jauh dan luasnya kerajaan alam dicipta oleh Yang Maha memiliki keluasan .
Dan dijanjikan akan datangnya kehancuran , dimana seluruh planet di alam semesta ini akan saling hantam satu sama lain , tetapi hal itu ini akan tertunda dan tertahan selama ada jiwa yang memanggil namaNya , alangkah tidak berartinya alam beserta isinya di bandingkan dengan satu sebutan nama Allah . Hadirin hadirat , Allah subahanahu wata'ala berfirman :
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيْبٌ أُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ
( البقرة : 186 )
" Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu ( Muhammad ) tentang Aku , maka sesungguhnya Aku dekat , Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepadaKu . ( QS. Al Baqarah : 186 )
Allah Maha dekat , lebih dekat dari semua yang dekat kepada hamba , bukan dekat dengan sentuhan , dan tidak terbatas dengan waktu , jarak , dan tempat , dekatnya Allah lebih dekat dari semua yang ada di hati kita . Kalau di hati kita melintas ada mobil yang berwarna merah ( misalnya ), hal itu berarti lebih dekat dari mobilnya , meskipun mobil itu tidak ada bersama kita tapi ada di dalam hati kita .
Kalau saya melihat tiang di hadapan saya itu dekat bagi saya , tetapi jauh jika dibanding dengan mereka yang lebih dekat duduknya dengan tiang itu , tapi kalau saya ingat dengan tiang itu dan tiang itu ada di dalam hati saya , maka tiang itu lebih dekat dari semua yang bersama saya . Orang-orang yang mencintai sesuatu atau mencintai makhluk , maka semua yang dicintainya itu berada di hatinya , lebih dekat kepada dirinya dari berupa sentuhan , padahal tidak ada percakapan, tidak ada gerakan atau yang lainnya tetapi ada di hati maka hal itu lebih dekat dibanding dengan yang bersama kita .
Dan dari semua yang dekat di hati itu , maka Allah lebih dekat kepadanya dari semua yang diingat di dalam hati kita , dan ketika kita sampai menembus gerbang luhur itu maka muncullah cahaya yang akan menerangi kita dan menerangi semua yang ada di hati kita , berpijarlah cahaya sifat yang indah dan padamlah sifat-sifat yang hina , itulah cahaya Rabbul 'Alamin . Allah selalu menjawab seruan doa-doa hambaNya , inilah janji dari Allah subhanahu wata'ala bahwa orang yang berdoa kepada Allah akan di jawab , dijawab dengan anugerah yang di minta , dilebihkan lagi dengan tambahan pahala , dilebihkan lagi dengan tambahan keridhaan Allah dan penghapusan dosa , sebagaimana firmanNya di dalam hadits qudsy :

يَاابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِيْ وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كاَنَ مِنْكَ فَلاَ أُبَالِي
" Wahai keturunan Adam , jika engkau berdoa dan berharap kepadaKu niscaya Kuampuni dosa-dosa kalian tanpa Kupertanyakan lagi ". Inilah cahaya zikir , inilah cahaya doa , inilah harapan kepada Allah , maka beruntung yang menerimanya dengan seribu keberuntungan yang kekal , dan merugilah mereka yang menolaknya dengan kerugian yang abadi .
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Inilah hari-hari hijrah , inilah hari-hari keluhuran hijrah , cahaya keluhuran hijrah terus menerangi muslimin muslimat dan menuntun kepada keluhuran untuk berhijrah dari kegelapan kepada cahaya terang benderang , berhijrah dari dosa menuju pengampunan Allah , berhijrah dari segala kesalahan menuju tobat , dari samudera kerisauan atas dosa menjadi samudera harapan dan cinta kepada Allah subhanahu wata'ala . Maka dengar dan fahamilah _bukan ucapan yang saya sampaikan , tapi isi dari ucapan ini dan renungkanlah bahwa cahaya hijrah setiap detik menanti di setiap waktu , usia semakin pendek dan kematian sudah semakin dekat dan malaikat Izrail sudah semakin dekat yang akan memisahkan ruh dengan jasad , dan setelah itu apa yang ada ? jawabannya hanya satu yaitu " Ya Allah " , sebelum sakaratul maut adalah kalimat " Laa Ilaaha Illallah " kemudian wafat , dan setelah wafat Allah juga yang akan menemaninya . Maka mau kemana lagi ?!.
Hadirin hadirat , diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari bahwa Sayyidatuna Aisyah radhiyallahu 'anha wa ardhaha berkata : " saat itu aku masih sangat kecil , setiap hari Rasulullah datang ke rumah kami setiap pagi atau sore , begitu terus setiap harinya , maka ketika turun perintah shalat , tiga tahun sebelum hijrah , ketika itu Rasul shallallahu 'alaihi wasallam masih di Makkah , dan ketika sayyidina Abu Bakr As Shiddiq melakukan shalat dan dilarang oleh kuffar Qurays . Karena melakukan shalat ini adalah hal yang wajib , maka Abu Bakr meninggalkan Makkah agar jangan sampai ia meninggalakan shalatnya .
Mana yang lebih lebih beliau cintai shalat atau kampung halamannya dan harta nya ?! . Maka mereka tinggalkan kampungnya , keluarganya , hartanya demi untuk sujud dan mendekat kepada Allah , mereka keluar ke Habsyah diantaranya ada Abu Bakr As Shiddiq . Mereka tidak mempunyai harta dan keadaan disana tidak seperti sekarang , kalau zaman sekarang orang mau keluar dari Jakarta melewati pintu yang mana saja bisa , bisa lewat Tangerang , Depok , Bekasi , Bogor , lewat dari mana saja bisa , tetapi zaman dahulu jika itu gerbang masuknya maka itu juga tempat keluarnya , tidak boleh ada orang yang keluar masuk sembarangan .
Orang yang berhijrah karena mengikuti Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam tidak boleh membawa harta , pergi dengan apa yang ada di badannya , dengan bekal secukupnya yang kira-kira dia akan mati kehausan dan kelaparan di dalam perjalanan . Maka Abu Bakr As Shiddiq keluar dari Makkah terpaksa , karena ia lebih mencintai shalat daripada harta dan nyawanya , maka ia keluar meninggalkan kekasihnya sang Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam , namun di tengah jalan berjumpa dengan Ibn Dufnah , demikian riwayat Shahih Al Bukhari , kemudian ia berkata : " Wahai Aba Bakr engkau mau kemana? , Abu Bakr menjawab : " Aku mau hijrah " , lantas dia bertanya lagi : " hijrah kemana dan untuk apa ? " , Abu Bakr menjawab : " Hijrah ke Habsyah ( di Afrika ), untuk beribadah mengikuti ajaran Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam , tapi di Makkah tidak boleh beribadah ", lantas dia berkata : " Kenapa tidak kau teruskan beribadah , kau takut mati dengan membela ibadahmu ? " , maka Abu Bakr As Shiddiq berkata : " kalau kami beribadah di Makkah , yang akan disiksa adalah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam , sedangkan shalat adalah hal yang wajib dilakukan oleh kami maka tidak boleh kami tinggalkan , tapi jika kami melakukan maka Nabi Muhammad akan di bantai maka lebih baik kami keluar untuk menyelamatkan Rasul " .
Mereka tinggalkan semua keluarga , kerabat dan hartanya , demi cinta mereka kepada Allah dan RasulNya . Kemudian Ibn Dufnah tidak terima dan berkata " Wahai Abu Bakr , engkau keluar dari Makkah , padahal kau orang baik , dermawan dan kaya raya , menyambung silaturrahmi , maka kembalilah ke Makkah aku yang akan menjamin . Maka Rasul ikut kembali ke Makkah , kemudian Ibn Dubnah datang kepada Abu Jahl , Abu Lahab dan semua pembesar Qurays di datangi . Mereka kuffar Qurays itu sombong , kehormatan dirinya , harga dirinya lebih tinggi dari segala-galanya bagi mereka . Jadi kalau mereka mengatakan " A " , lantas ada orang yang menjadikan diri mereka terganggu maka perkataan itu akan berubah menjadi " Z " , seratus delapan puluh derajat bisa berubah jika sudah disinggung harga dirinya, karena sombong .
Maka Ibn Dubnah berkata kepada kuffar Qurays : " kalian ini ternyata hanya banci-banci yang tidak mempunyai kemampuan apa-apa , tidak sanggup menghadapi satu orang saja , padahal dia tidak membawa senjata dan tidak memiliki pasukan , kaya raya dan dermawan serta menyambung silaturrahmi , dan tidak pernah berbuat salah apa-apa , yang hanya ingin melakukan ibadah untuk mengikuti kepercayaannya , tetapi kalian sudah ketakutan hingga mengusirnya , sungguh kalian pengecut !! , maka kuffar Qurays berkata : " bukan begitu maksudnya , tetapi kami tidak senang kalau mereka beribadah disini karena yang lain nanti akan ikut kepada ajarannya ", maka Ibn Dubnah berkata : " Aku yang jamin hal itu , biarkan dia tetap beribadah di tempatnya jangan kalian mengusirnya ", akhirnya mereka terdiam .
Maka Abu Bakr As Shiddiq mulai membuat tempat shalat ( mushalla ) kemudian shalat dan membaca Al Qur'an di tempat itu , dan dia tidak pernah bisa menahan diri dari tangisnya ketika membaca Al Qur'an , maka mulailah kaum wanita , pemuda dan anak-anak asyik mendengar , karena Al Qur'an berbahasa Arab jadi mereka faham bacaannya . Mendengar hal itu , maka Kuffar Qurays marah dan memanggil Ibn Dubnah dan berkata : " Wahai Ibn Dubnah dulu kau yang akan menjamin , sekarang anak-anak , pemuda dan kaum wanita mulai mengikuti Abu Bakr As Shiddiq , maka cepat engkau keluarkan dia dari tempat ini, atau kami yang akan mengambil keputusan ", maka Ibn Dubnah berkata : " baiklah nanti saya akan membicarakannya dengan Abu Bakr As Shiddiq " . Ketika Abu Bakr diberi tau oleh Ibn Dubnah , maka beliau menghadap kepada Rasulullah dan berkata " Wahai Rasulullah aku akan hijrah " , maka Rasul menjawab : " tunggu wahai Aba Bakr , barangkali Allah akan menurunkan izin bagiku untuk hijrah , maka tidak lama kemudian Rasul shallahu 'alihi wasallam bersabda :

رَأَيْتُ فِي اْلمَنَامِ أَنِّي أُهَاجِرُ مِنْ مَكَّةَ إِلَى أَرْضٍ بِهَا نَخْل .
" Aku melihathat di dalam mimpiku , bahwa aku akan hijrah ke tempat yang hijau yang terdapat banyak pohon kurma ". Maka semua orang tahu bahwa tempat yang dimaksud adalah kota Yatsrib yaitu Madinah Al Munawwarah . Maka mulailah para sahabat hijrah . Hadirin hadirat , perlu diketahui bahwa hijrahnya Rasul itu bukan di bulan Muharram tetapi pada tanggal 1 Rabi'ul Awwal . Lantas mengapa 1 Muharram dijadikan awal perhitungan hijriah , karena pada saat 1 Muharram itulah munculnya izin bagi Rasul untuk hijrah , dan para sahabat mulai hijrah ke Madinah pada 1 Muharram diantaranya adalah sayyidina Utsman dan sahabat lainnya mulai hijrah , tetapi Rasulullah masih bertahan di Makkah , beliau masih sibuk mengatur , meskipun rumah beliau sempit tetapi beliau memiliki kantor juga , kantor untuk penitipan amanat , jika ada yang akan pergi ke luar Makkah untuk beberapa lama maka barang-barang berharga akan dititipkan disana , atau mungkin ada yang mempunyai anak dan membutuhkan orang yang bisa menyusuinya maka meminta bantuan kepada Rasulullah untuk mencarikannya , inilah shahibul amanah maka Rasul shallallahu 'alaihi wasallam masih bertahan di Makkah Al Mukarramah menyelesaikan amanahnya terlebih dahulu , yaitu barang-barang yang dititipkan kepada beliau shallallahu 'alaihi wasallam , termasuk juga barang-barang Abu Lahab dan Abu Jahl dan semua musuh-musuhnya juga menaruh amanah kepada Rasul shallallahu 'alaihi wasallam karena beliau adalah orang yang paling amanah ,
dan ketika telah selesai semua amanahnya , barang-barang dikembalikan kepada pemiliknya , maka Rasul mulai melakukan hijrah , malam itu malam 1 Rabi'ul Awwal beliau keluar sebagaimana riwayat Shahih Al Bukhari , Sirah Ibn Hisyam dan lainnya , dan menginap di goa Tsaur selama tiga malam dan pada hari ketiga melanjutkan perjalanan dan dikejar oleh Suraqah , sebelum ia masuk Islam , Suraqah mempunyai ketajaman di dalam memahami jejak , jadi kalau ada sepuluh langkah maka Suraqah ini bisa membedakan , biasanya kita bertanya yang mau kita cari ciri-cirinya bagaimana , tinggi badannya , umurnya dan lainnya . Tapi Suraqah bisa mengetahui langkah kudanya atau keledainya , bukan langkah orangnya karena orang-orang zaman dahulu tidak jalan kaki .
Di setiap harinya ratusan orang keluar Makkah , maka Suraqah berkata : " tidak perlu orang lain , aku sendiri yang akan mengejar Muhammad " yang lain tidak usah ikut mengejar , kalau sudah Suraqah yang mengejarnya maka yang lain tidak ada gunanya . Maka Suraqah keluar mencari dan kemudian menemukannya , karena memang pakarnya , kalau dalam bahasa kita adalah bagian tim penyelidik , pencari jejak . Abu Bakr As Shiddiq orang yang sangat cinta kepada Rasul shallallahu 'alaihi wasallam yang selalu menjaga Rasul dari bahaya , yang terkadang di depan Rasul , terkadang di samping beliau , terkadang di belakang beliau . Beliau di belakang Rasul berfikir kalau ada jurang yang tajam di depan Rasul atau ada pegunungan barangkali ada orang di atas sana yang ingin memanah , maka Abu Bakr lari ke depan supaya kalau ada panah maka akan terkena ke beliau bukan terkena Rasul shallallahu 'alaihi wasallam , dan ketika ia melihat di sebelah kiri banyak pohon kaktus maka ia lari ke sebelah kiri khawatir ada orang yang menyerang Rasul dari kiri , terus seperti itu yang dilakukan Abu Bakr As Shiddiq karena risau dan cintanya kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam .
Ketika Abu Bakr melihat ke belakang ternyata ada orang yang mengikuti mereka maka Abu Bakr berkata : " Ya Rasulullah ada orang yang mengejar kita di belakang " , tapi Rasulullah tetap berjalan dengan tenang sambil membaca Al Quran Al Karim , Rasul adalah orang yang paling damai dan tenang tidak risau dengan segala yang terjadi di alam semesta , di hadapannya keagungan Allah subhanahu wata'ala maka Rasulullah tetap santai saja berpaling pun tidak , sedangkan Abu Bakr berkata dengan risau : " Wahai Rasulullah orangnya semakin mendekat " , tapi Rasulullah tetap diam .
Yang ketiga kalinya Abu Bakr berkata : "Wahai Rasulullah yang datang adalah orang yang bersenjata , dia pakai perisai , membawa pedang dan tombak ". Maka Rasulullah hanya melirik sedikit dan berjalan maka Suraqah dan kudanya di pendam oleh bumi sampai ke lutut kudanya , Suraqah tidak bisa maju lagi , maka Rasulullah terus berjalan dan Abu Bakr terus melihat ke belakang , terlihat Suraqah mundur maka Suraqah keluar dari pendaman tanah itu , dan ketika dia maju lagi untuk mengejar Rasulullah ia pun terpendam lagi oleh tanah , terus saja begitu , ketika ia mundur ia terbebas dari pendaman tanah dan ketika ia maju maka ia kembali di pendam oleh tanah . Maka ia berkata : " Wahai Muhammad " , maka Rasululullah pun menoleh sedikit dan Suraqah pun terlepas dari pendaman tanah itu , kemudian ia kembali mengejar dan ketika semakin dekat ia di pendam lagi oleh bumi , maka ia berkata : " Wahai Muhammad " , maka Nabi Muhammad menoleh seakan-sekan memberikan isyarat kepada bumi untuk melepaskan Suraqah , kemudian berjalan lagi , maka Suraqah terbebas dari pendaman bumi . Dan yang ketiga hampir tombak Suraqah mengenai belakang kuda Abu Bakr As Shiddiq , maka Abu Bakr berkata : " Wahai Rasulullah orang itu sudah dekat dengan kita " , maka Rasulullah berkata : " Ya Allah pendam dia sampai setengahnya " , maka terpendamlah Suraqah sampai ke leher kudanya , maka Suraqah tidak bisa bergerak , mundur tidak bisa , maju pun tidak bisa , maka ia mengangkat tombaknya dan berkata : "Aku menyerah , aku menyerah " . Maka Rasul berdoa dan Suraqah keluar dari tempatnya , kemudian Suraqah berkata : " wahai Muhammad , aku tidak akan mengejarmu lagi , tapi sebelum aku pergi berikan aku secarik surat bahwa aku pernah berjumpa denganmu " , maka disimpanlah surat itu oleh Suraqah kemudian pulang . Maka kuffar Qurays berkata : " Wahai Suraqah sudah kau temukan Muhammad ? , jika tidak maka kami siap mencarinya " , maka Suraqah berkata : " kalau aku sudah mencarinya dan tidak ketemu apalagi kalian , mereka sudah pergi tidak tau kemana arahnya , entah ke Syam , entah ke Persia , entah ke Baghdad entah kemana saya tidak tau , jejaknya tidak ketemu " . Maka Rasulullah terus melanjutkan perjalanannya dan ketika waktu dhuha , dan terik matahari mulai terasa maka mereka mencari tempat untuk berteduh , kemudian Abu Bakr As Shiddiq menaruh rida'nya ( sorban ) di buka dan dibentangkan di tanah dihadapan Rasulullah , karena tanah itu panas terkena sinar matahari . Maka rida'nya yang tebal dibentangkan supaya Rasulullah duduk tidak terkena tanah yang panas itu , maka Rasulullah beristirahat .
Kemudian Abu Bakr pergi ke beberapa penjuru barangkali ada air atau susu , maka beliau membeli air dan susu dari penggembala yang jauh dari tempat itu . Dan beliau kembali membawa susu itu yang ditutup dengan rida'nya yang satunya , dan ia mempunyai kain lain yang juga menutupi air agar jangan sampai terkena debu , sampai beliau duduk dihadapan sang Nabi maka ia meniup tutup dari bejana susu itu supaya bersih dari debu , barulah kemudian dihadapkan ke Rasulullah , " Minumlah wahai Rasulullah " , maka Rasulullah meminumnya lantas setelah itu Abu Bakr As Shiddiq memberikan air, dan Abu Bakr As Shiddiq berkata : " Wahai Rasulullah mari kita berjalan lagi " , maka Rasulullah berjalan sampai di suatu goa dan Rasul shallallahu 'alahi wasallam masuk ke goa itu untuk beristirahat , terlihat di dalamnya terdapat banyak lubang dan itu adalah sarang ular , maka Abu Bakr mulai menutupinya dengan batu , tanah dan kain bahkan pakaiannya ada yang disobek untuk menutupi lubang-lubang itu , tertinggal satu lubang belum tertutup .
Kemudian Rasulullah tidur di pangkuan Abu Bakr As Shiddiq maka Abu Bakr tertuju kepada satu lubang itu yang belum ditutup dan yang lain aman , begitu ia melihat ada yang bergerak dan ternyata seekor ular yang keluar maka ditutup dengan tangannya dan ular itu menggigit dan terus menggigit tangan Abu Bakr . Abu Bakr As Shiddiq hanya diam tidak berani bergerak , karena tidak ingin membangunkan Rasulullah shallallahu 'alihi wasallam yang tidur di paha beliau . Ia biarkan tangannya hancur terkena gigitan ular itu yang sakit dan pedihnya tidak bisa ia tahan namun tidak berani bersuara apalagi bergerak , karena takut membangunkan sayyidina Muahammad shallallahu 'alaihi wasallam , maka ketika air mata mengalir tidak tahan merasa sakit yang demikian dahsyat , maka airmata itu terjatuh terkena ke wajah Rasulullah , maka Rasulullah terbangun dan berkata : " kenapa kau wahai Abu Bakr ? maka Abu Bakr menjawab : " ular wahai Rasulullah " , maka Rasulullah berkata : " Angkat tanganmu " , maka tangannya diangkat kemudian Rasulullah meludahi tangan bekas luka yang hancur karena gigitan ular , dan tangan sayyidina Abu Bakr As Shiddiq sembuh seperti semula , lalu Abu Bakr As Shiddiq membunuh ular itu .
Para Ulama' mengatakan di antaranya guru mulia kita Al Musnid Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafizh , beliau mengatakan bahwa ular itu datang bukan ingin menggigit atau mengganggu Rasul , tetapi ular itu datang ingin melihat wajah Nabi Muhammad shallallahu 'alihi wasallam , mencari lubang di sana sini semua tertutup , dan ketika ada lubang terbuka ternyata ada orang yang menghalanginya untuk memandang wajah Rasulullah maka ular itu menggigit berkali-kali , karena biasanya ular berbisa itu kalau menggigit hanya sekali saja tidak berkali-kali , tetapi ular ini menggigit terus agar tangan Abu Bakr melepaskan tangannya dan ular itu bisa melihat wajah nabi Muhammad shallallahu 'alaihin wasallam . Seluruh makhluk mencintai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam .
Maka perjalanan dilanjutkan sampai pada hari yang ke- 12 hari Senin 12 Rabiul Awal , dan Rasul shallallahu 'alaihi wasallam masuk ke Madinah Al Munawwarah maka di saat itu disambut dengan qasidah :
طَلَعَ اْلبَدْرُ عَلَيْنَا مِنْ ثَنِيَّةِ اْلوَدَاع
Kemudian Rasul mencari tempat untuk membangun rumah sekaligus masjid beliau di sebelahnya . Maka sampailah ke suatu tempat yang di sebut tanah penyimpanan gudang korma milik dua orang yang bernama Sahal dan Suhail , maka Rasul ingin membelinya tapi Suhail berkata : " tidak wahai Rasulullah kami hadiahkan tanah kepadamu " , tetapi Rasulullah menjawab : " tidak , tetapi harus dengan harga " , maka dibayarlah kepada Suhal dan Suhail , dan mulailah di bangun masjid dan rumah Rasul shallallahu 'alaihi wasallam yang sekarang di kenal dengan Masjid Nabawy dan saat itu Rasul ikut mengambil batu bata dan memindahkannya satu persatu dengan tangan beliau dan beliau sambil membaca qasidah . Tetapi zaman sekarang orang-orang mengatakan qasidah itu bid'ah , karena dangkalnya pemahaman mereka terhadap ilmu hadits , qasidah dibacakan oleh Rasul , Rasul berkata :
اَللَّهُمَّ لاَ عَيْشَ إِلاَّ عَيْشَ اْلأخِرَةِ فَاغْفِرْ لِلْأَنْصَارِ وَالْمُهَاجِرَةِ
" Wahai Allah tiada kehidupan yang lebih sempurna melebihi kehidupan akhirah , maka ampunilah kaum Anshar dan Muhajirin ". maka di jawab oleh para sahabat , tapi orang sekarang berkata " iya zaman Rasul membaca syair dan pujian kepada Allah dan Rasul diperbolehkan , karena Rasul sendiri yang membacanya " , perkataan yang seperti ini karena mereka tidak mengetahui ilmu hadits , di dalam riwayat Shahih Al Bukhari ketika Rasul membaca qasidah , maka para sahabat menjawabnya beramai-ramai :
نَحْنُ الَّذِيْنَ بَايَعْنَا مُحَمَّدًا عَلَى الْجِهَادِ ماَ بَقِيْنَا أَبَدًا
Kami yang bersumpah setia untuk Islam dan Jihad , maka kami siap untuk selalu membela Nabi Muhammad , demikianlah yang sampaikan oleh para sahabat .Jadi qasidah yang dibaca bersaut-sautan itu bukan bid'ah tetapi itu adalah sunnah yang sudah mulai tidak di kenal lagi sehingga di anggap bid'ah . Sebagaimana sabda Rasul shallallahu 'alaihi wasallam , bahwa salah satu tanda hari kiamat adalah : Yang menganggap bid'ah sebagai sunnah , dan sunnah dianggap bid'ah , yang mengatakan bahwa tukang sihir adalah , dan wali Allah dikatakan sebagai tukang sihir , hal itu adalah salah satu dari tanda-tanda hari kiamat . Dan yang demikian telah terjadi sekarang , hal yang sunnah dilarang di Masjid karena kedangkalan pemahaman terhadap syariat muthahharah .
Hadirin hadirat , hijrah tidak berhenti di saat itu walaupun delapan tahun kemudian Rasul shallallahu 'alaihi wasallam kembali menuju Fath Makkah , dan di saat itu Suraqah termasuk orang yang di tangkap , dan para sahabat tahu bahwa orang itu adalah yang dulu mengejar Rasul shallallahu 'alaihi wasallam di saat hijrah , maka mereka pun menangkap Suraqah . Setelah ditangkap Suraqah berkata : " bebaskan aku , aku tamu mulia Rasulullah " , maka para sahabat bertanya : " bagaimana kamu mengaku sebagai tamu mulia Rasulullah ? ", maka Suraqah menjawab : " ini aku punya surat sebagai bukti bahwa aku pernah berjumpa dengan Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam saat beliau hijrah bersama Abu Bakr As Shiddiq , surat ini sebagai bukti yang akan membawaku ke hadapan Rasulullah shallahu 'alaihi wasallam sekarang " , dan setelah bertemu dengan Rasul , maka Rasulullah memeluk Suraqah teringat beberapa tahun yang lalu berjumpa dengan Suraqah di saat beliau hijrah , maka Rasul berkata : " Suraqah dibebaskan ".
Hadirin hadirat , inilah indahnya sunnah sayyidina Muhammad , inilah indahnya budi pekerti beliau dan Rasul shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
لاَ هِجْرَةَ بَعْدَ اْلفَتْحِ
" Tidak ada lagi hijrah setelah Fath Makkah " Maksudnya adalah tidak ada lagi hijrah setelah Fath Makkah karena Makkah sudah menjadi kota suci , dan sudah disucikan dari berhala maka tidak perlu lagi orang-orang hijrah dari Makkah ke tempat lain karena Makkah itu sudah menjadi temapat suci . Tapi ada hijrah – hijrah agung yang ditawarkan kepada kita diantaranya sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang tadi telah kita baca, yang mana datang seorang dusun kepada Rasulullah dan berkata : " aku ingin dibaiat untuk hijrah " , maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata : " Apa kau tidak salah bicara , hal itu adalah masalah yang sangat berat dan dahsyat , apakah engkau sudah keluarkan zakatmu ? " , maka orang itu menjawab : " sudah wahai Rasulullah ", maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata : " maka beramallah dari belakang lautan , karena Allah tidak akan menyia-nyiakan amalmu sedikitpun ".
Demikian indahnya cinta Allah subhanahu wata'ala menghargai amal perbuatan kita , maksudnya adalah , Al Imam Ibn Hajar Al Asqalany di dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa walaupun kita beramal dari tempat yang jauh dari Makkah , jauh dari medan hijrah , jauh dari zaman para sahabat sungguh Allah tidak akan menyia-nyiakan amal kita , maka hijrah masih ditawarkan kepada kita , hijrah terus berlangsung setelah selesainya masa Khulafaa Ar Rasyidin . Maka hijrahlah Al Imam Ahmad Al Muhajir ke Hadramaut , sesampainya di Hadrmaut di cela oleh para ulama' lainnya _ ini Imam besar , berbudi baik dan keturunan Rasul shallallahu 'alaihi wasallam mengapa justru melarikan diri dan menghindar , apakah dia takut dengan mati syahid , kenapa lari ke Hadramaut ?! , arti hadramaut itu adalah " hadir dan meninggal " , karena demikian tandusnya disaat itu tidak pepohonan disana maka disebut Hadramaut . Yang ingin menguasai Negara Yaman ia tidak bisa menguasai Hadramaut , karena kalau masuk kesana maka akan meninggal sebab begitu tandusnya , padang pasir yang sangat panas karena merupakan bagian dari Arab Tsamud yang pernah turun bala' disana di masa-masa yang lalu . Al Imam Ahmad Muhajir pindah kesana bersama keluarganya , banyak orang yang mencelanya karena saat itu di Baghdad terjadi banyak masalah , bukannya membantu menyelesaikan masalah ummat justru pindah dan membawa keluarganya ke Hadramaut .
Maka Al Imam Ibn Hajar masuk ke celah-celah tempat tandus yang tidak ada pepohonan , dan dia mulai tinggal di sana di bumi Hadramaut hingga ia wafat . Orang-orang berkata bahwa Al Imam Ahmad Al Muhajir adalah ulama' besar tapi ia pendam ilmunya di Hadramaut , dan meninggal di tengah padang tandus , ternyata tidak demikian , justru keluarganya Al Imam Muhammad bin Isa yaitu saudara kandung Al Imam Ahmad Al Muhajir yang wafat fi sabilillah , tapi keturunannya berkesinambungan , diantaranya Al Imam Ali khali' Qasm dan keturunan selanjutnya muncullah di kota Tarim ,kenapa dia memilih Hadramaut kota Tarim , karena di saat Rasul shallallahu 'alaihi wasallam wafat maka kekhalifahan di pegang oleh sayyidina Abu Bakr As Shiddiq dan ada orang di Hadramaut yang memberontak atas kekhalifahan Abu Bakr , maka Abu Bakr As Shiddiq mengirim utusan ke wilayah-wilayah yang banyak memberontak terhadap kepemimpinan Abu Bakr As Shiddiq , diantaranya yaitu ke Hadramaut di wilayah Yaman yang mana Abu Bakr mengirim ratusan sahabat dan belasan diantaranya adalah Ahlul Badr ( yang hadir di perang Badr ) untuk membela Tarim dan Hadramaut dari para pemberontak , dan di kota Tarim ada gunung yang disebut Jabal khailah ( gunung kuda ) , kalau kita datang dari wilayah Seun dan masuk menuju ke wilayah Aidid , maka posisi gunung itu di sebelah kanan berhadapan dengan perkuburan Ahlul Badr , yang mana disitu adalah tempat turunnya pasukan kuda Ahlul Badr dan para sahabat dari Madinah Al Munawwarah .
Jadi , jalan terdekat menuju Madinah jika menggunakan onta atau keledai adalah melewati Jabal Khailah , karena disitulah tempat turunnya para sahabat pasukan berkuda dari Madinah , maka disebut dengan Jabal Khailah . Maka mereka berjihad dan di antara yang wafat dikuburkan di Tarim , dan ketika meninggal Al Imam Ali bin Alwy Khali' Qasm keturunan dari Al Imam Ahmad Al Muhajir ia meminta dikuburkan dekat dengan Ahlul Badr , seperti itulah keadaan para shalihin kita . Ahlul Bait tidak ada rasa benci terhadap para sahabat , demikian pula sahabat sangat mencintai Ahlul Bait , inilah umat sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam . Al Imam Ali Khali' Qasm meminta supaya dikuburkan dekat dengan Ahlul Badr , maka diwakafkan tanah yang luas dikhususkan untuk keluarganya agar berdampingan dengan Ahlul Badr , mereka kaum Muhajirin dan Anshar bersama di Madinah , di perang Badr bersama hingga sampai di Hadramaut mereka bersama .
Demikianlah hingga sampai kepada Al Imam Al Faqih Muqaddam Muhammad bin Ali Baa'alawy pimpinan Thariqah Alawiyah yang sebenarnya pemimpin Thariqah 'Alawiyah ini adalah Sayyidina Muhammad shallallahu 'alihi wasallam , karena memadukan antara hakikat dan syariah , kalau thariqah lainnya kebanyakan hanya cenderung kepada hakikat saja , tetapi thariqah Alawiyah memadukan antara syariah dan hakikat . Maka di antara keluarga dan keturunan Al Faqih Muqaddam Muhammad bin Ali Baa'alawy di kota Tarim , banyak yang berangkat menuju Gujarat kemudian merapat ke Jawa dan masuk ke Tegal , Gersik , Pekalongan dan lainnya . Daerah sembilan wali yang kita kenal , mereka itu adalah keluarga dari Al Faqih Muqaddam Muhammad bin Ali Baa'alawy .
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Demikianlah rahasia hijrah , dari Makkah ke Madinah , dari Madinah ada sebagian yang hijrah ke Baghdad , dari Baghdad Al Imam Ahmad Al Muhajir hijrah ke Hadramaut , dan dari Hadramaut sebagian keturunannya hijrah ke pulau Jawa , lalu apa yang terjadi di pulau Jawa ini ? , maka jadilah negeri ini Negara muslimin terbesar di muka bumi , karena rahasia keagungan hijrah . Mereka datang tidak dengan senjata atau pasukan , tetapi mereka datang membawa niat untuk menuju keluhuran Allah subhanahu wata'ala .
Semoga Allah subhanahu wata'ala memuliakan kita dengan kemuliaan hijrah , karena kekuatan hijrah ini menundukkan semua kekuatan yang ada di permukaan bumi , Allah jadikan para jiwa yang memiliki sifat ingin selalu hijrah , dari kehinaan menuju keluhuran , dari keluhuran menuju keluhuran yang lebih luhur lagi , dari kegelapan menuju cahaya , dari cahaya menuju cahaya yang lebih terang lagi , demikianlah keadaan orang –orang yang berhijrah . Semoga Allah selalu menghijrahkan kita setiap waktu , ada yang setiap tahun berhijrah berpindah menuju keluhuran , ada yang hijrah setiap bulan , ada yang setiap minggu , ada yang setiap malam bahkan ada yang setiap detik hijrah ke hadirat Allah , semakin dekat kepada Allah subhanahu wata'ala , kepada cahaya keluhuran , kepada cahaya khusyu' , kepada cahaya kebahagiaan , kepada cahaya kedamaian , kami meminta agar kami berada di kelompok mereka wahai Allah , yang setiap detiknya kau hijrahkan menuju keluhuran yang lebih lagi , hijrahkan kami wahai Rabby dari kesulitan menuju kemudahan , hijrahkan kami dari segala musibah menuju segala kenikmatan , hijrahkan kami dari segala permasalahan menuju kebahagiaan , hijrahkan kami dari dosa menuju pahala , hijrahkan kami dari kemurkaanMU menuju ridha dan cintaMu , hijrahkan kami kepada cahaya Yang Maha Luhur . Wahai Allah Yang menamakan Dirimu An Nur , Wahai Yang Maha Bercahaya , wahai yang menutup zatNya dengan tabir cahaya ,
فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا...
Katakanlah bersama-sama..
يَا اللهْ يَا اَللهْ يَا اللهْ...يَا اللهُ يَا رَحْمَنُ يَا رَحِيْمُ...لاَإلهَ إِلاَّ الله... مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوْتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالىَ مِنَ اْلأَمِنِيْنَ
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Yang perlu saya jelaskan bahwa beberapa malam lagi akan datang malam hari raya non muslim , saya menghimbau sebagaimana himbauan guru mulia kita Al Musnid Al Habib Umar bin Muhammad bin Hafizh , barangsiapa yang menginginkan kekerasan maka itu bukanlah kita , mereka yang melakukannya dengan kekerasan bukan musuh kita tetapi juga bukan cara kita . Jadi sasudara-saudara kita yang mau menjalani cara seperti itu silahkan saja kita tidak memusuhi tapi kita punya cara lain , masing-masing memiliki cara . Kalau ada orang yang jatuh ke jurang maka apa yang kita perbuat ? ada yang mengulurkan tali , atau mungkin ada yang turun langsung ke dasar jurang , keduanya sama niatnya untuk menyelamatkan , cuma caranya berbeda .
Demikian hadirin hadirat , Majelis Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lepas dari segala yang bersifat kekerasan atau demonstrasi , hal itu tidak diajarkan oleh sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam . Mereka yang lain yang berfatwa untuk berbuat demikian tentu mereka juga mempunyai dalil , bukan hanya kita saja yang mempunyai dalil jangan ada perpecahan pula antara kita dengan mereka , jadi kita jadikan kedamaian baik itu malam 25, malam 26 dan lainnya bagi kita tetap pemiliknya Allah subhanahu wata'ala , yang berbuat dosa dapat dosa dan yang berbuat pahala akan mendapat pahala , mereka yang dari non muslim yang mau merayakan malam 25 Desember silahkan saja , jangan kita yang merayakannya , tapi jangan kita mengganggunya , karena mereka pun tidak mengganggu acara – acara besar kita umat Islam .
Hadirin hadirat ynag dimuliakan Allah
Ajak mereka kepada Islam , beri mereka akhlak yang baik maka dengan itulah kau bersatu dengan cita-cita sayyidina Muhammad Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam , demikian himbauan saya . Tentunya malam selasa yang akan datang sudah dekat dengan akhir tahun setelah itu kehadiran guru mulia kita Al Musnid Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafizh , insyaallah acara kita sukses Amin Allahumma Amin . Kita lanjutkan dengan mengingat kembali indahnya sang Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam kemudian doa penutup oleh guru kita fadhilah As Sayyid Al Habib Hud bin Muhammad Baqir Al Atthas , yatafaddhal masykuuraa .


Peduli Acara MAJELIS RASULULLAH SAW Bank syariah mandiri 061-7121-494 a/n Munzir Almusawa_______Majelis Nisa di seketariat MAJELIS RASULULLAH SAW, setiap hari minggu pkl 14.00 WIB s/d selesai. Tausiah akan disampaikan langsung oleh AL ALAMAH ALHABIB MUNZIR BIN FUAD ALMUSAWA. majelis kusus nisa/WANITA
Related Posts with Thumbnails
Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More