Terima Kasih, Anda sudah mengunjungi blog Pecinta Rasulullah SAW, semoga Allah selalu Menanamkan Rasa Cinta dan Rindu kepada Allah SWT dan Sayyidina Muhammad SAW kepada Diri kita Hingga kita Wafat dalam Khusnul Khotimah AAMIIN.........
kritik dan saran : mufe.majelis@gmail.com_____Alamat lengkap Majelis Rasulullah SAW: jl. Cikoko Barat V, RT 03/05, NO 66, Kelurahan Cikoko, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan (12770),

Senin, 18 April 2011

NIKMAT ALLAH YANG MANAKAH YANG KITA DUSTAKAN?

NIKMAT ALLAH YANG MANAKAH YANG KITA DUSTAKAN?


Ibnu Qudamah dalam bukunya yang terkenal, At Tawwabin, mengetengahkan kisah kalajengking, kodok, dan pemabuk, seperti disampaikan oleh Dzun Nun Al-Mishri. Pertma kali saya mengetahui kisah ini dari novel Bumi Cinta karya Habiburrahman yang kemudian saya telurusi sumber aslinya.

Suatu ketika, Dzun Nun berjalan di tepian sungai. Ia melihat seekor kalajengking melompat ke punggung seekor katak. Kemudian sang katak berenang menyeberangi sungai. Dzun Nun dengan firasatanya yang tajam berkata, “Sepertinya ada sesuatu yang akan terjadi dengan kalajengking ini.”

Dzun Nun terus mengikuti perjalanan kedua mahkluk Allah tersebut hingga sampai di daratan. Lalu, Dzun Nun melihat seorang pemabuk sedang teler akibat menunggak minuman keras sementara ada ular besar yang melilit pemabuk yang pingsan itu.

Di sinilah terjadi hal yang luar biasa. Kalajengking melompat ke ular. Terjadilah pertarungan yang luar biasa sengitnya. Saling menyerang, mencabik, dan berusaha membunuh. Kalajengking dan ular sama-sama berusah saling menghabisi dan mengoyak tubuh lawannya. Namun akhirnya, ular terkapar kalah tak bernyawa.

Dzun Nun membangunkan pemuda teler ini. Ia berkata: “Hai anak muda, lihatlah betapa besar kasih sayang Allah yang telah sudi menyelamatkanmu. Lihatlah kalajengking yang telah diutus-Nya untuk membinasakan ular yang hendak membunuhmu.”

Pemuda ini berkata, “Duhai Ilahi, begitu kasihnya engkau kepada hamba yang penuh dosa ini, bagaimana halnya kasihMu kepada hamba yang taat kepada-Mu?

Sebuah kisah menarik. Sarat pelajaran dan hikmah yang layak menjadi bahan renungan bagi siapa saja. Membaca kisah tersebut membuat kita yang doyan lalai ini menghela nafas, mengingat rahmat Allah yang melekat pada kita. Padahal kita acap mengolok-olok Allah, tapi Allah tetap sayang pada kita. Tidak berhenti sedetikpun kecuali anugerah-Nya melengkapi hidup ini.

Kita bisa menemukan kasih sayang Allah pada tubuh kita. Cobalah membaca buku 7 Pilar Kehidupan yang ditulis oleh M. Ratib An-Nabulsi. Di dalamnya, terpapar keteraturan struktur tubuh kita. Cukuplah di sini kita sebut beberapa di antaranya: mulai dari rambut di kepala, selaput jala mata, telinga, lidah, ludah, aliran darah, liver, sampai permukaan kulit.

Di kepala kita terdapat 300 ribu helai rambut yang tiap helainya menyimpan akar, pembuluh darah, otot, saraf, kelenjar lunak, dan kelenjar kromoson. “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

Di selaput jala mata kita terdapat 10 lapisan yang di dalamnya terdapat 130 juta sel dengan 400 ribu serat saraf. Di telinga kita terdapat 30 ribu sel pendengar yang memindahkan suara terhalus. Di permukaan lidah kita terdapat papilla yaitu bagian menonjol pada selaput yang berlendir di bagian atas lidah yang dengannya kita dapat merasakan manis, asam, pahit, dan asin. “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

Dan tahukah kita bahwa di dalam ludah mulut, terdapat 500 ribu sel yang di tiap lima detiknya yang digantikan dengan setengah juta sel baru? Di dalam setiap 1 mm darah terdapat 500 juta keeping berputar di dalam darah dengan 1.500 putaran, menempuh jarak 1.150 km. “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

Di dalam liver (hati) ada 300 miliar sel yang melakukan regenerasi dalam jangka waktu 4 bulan. Tanpa liver selama 3 jam sudah cukup sebagai akhir kehidupan kita.“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

Di bawah permukaan kulit terdapat 15 juta pengatur suhu tubuh, yang disebut sebagai kelenjar keringat. Pada setiap kelenjar keringat terdapat satu pengatur satu pengatur suhu untuk mengatur suhu kulit dan menormlkan kelembabannya. “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

Semua ada karena Allah. Jantung, mata, hati, ginjal, telinga, hidung, lidah, tangan, ludah, aliran darah, dan anggota tubuh lainnya yang melekat pada diri ini adalah titipan-Nya yang diberikan secara cuma-cuma.

Wahai kita yang amalnya sedikit dibanding maksiatnya, nikmat Allah yang manakah yang telah kita dustakan? “Dan pada dirimu sendiri, apakah kamu tidak memperhatikannya.” (Qs. Adz-Dzariyaat: 21)

“Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” (Al-Araf: 23)


Mencintai Kota Madinah

Image
Mencintai Kota Madinah




قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْمَدِينَةَ كَحُبِّنَا مَكَّةَ أَوْ أَشَدَّ
(صحيح البخاري)
“Wahai Allah, jadikan kami mencintai Madinah, seperti kami mencintai Makkah atau lebih dari mencintai Makkah.” ( Shahih Al Bukhari )
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبـَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِي هَذَا الشَّهْرِ اْلعَظِيْمِ وَفِي الْجَلْسَةِ الْعَظِيْمَةِ نَوَّرَ اللهُ قُلُوْبَنَا وَإِيَّاكُمْ بِنُوْرِ مَحَبَّةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَخِدْمَةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَاْلعَمَلِ بِشَرِيْعَةِ وَسُنَّةِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
Limpahan puji kehadirat Allah Yang Maha Luhur, Yang Maha melimpahkan kemuliaan dan Maha membagi-bagikan rahmat dengan keinginannya setiap waktu dan saat, Yang Maha mengakhiri kehidupan alam semesta dengan goncangan yang dahsyat, seraya berfirman :
الْقَارِعَةُ ، مَا الْقَارِعَةُ ، وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ ، يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ ، وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوشِ
( القارعة : 1 – 5 )
“ Hari kiamat, apakah hari Kiamat itu?, tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?, pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran, dan gunung-gunung bagaikan bulu yang dihambur-hamburkan.” ( QS : Al Qaari’ah : 1-5 )
Goncangan yang dahsyat dan suara bergemuruh yang menakutkan, sehingga mampu membuat hati dan sanubari hancur. Al Qaari’ah adalah hari kiamat, yaitu hari dimana manusia tindih menindih antara satu sama lain bagaikan serangga-serangga yang keluar dari perut bumi dan dimuntahkan oleh bumi, semua manusia yang wafat dari masa nabi Adam hingga manusia yang terakhir hidup di muka bumi, mereka semua keluar untuk mendatangi panggilan Allah subhanahu wata’ala. Dan ketika itu gunung-gunung yang kekar dan kokoh tertiup bagaikan butiran debu. Di saat itu manusia yang pernah hidup di muka bumi kembali hidup kemudian digiring ke padang mahsyar, dimana sebagian mereka ada yang berubah menjadi wajah hewan, ada yang berbau busuk, ada yang menjerit, ada yang menyesali dosa-dosa yang lalu atau mencari orang-orang yang pernah berbuat jahat padanya, dihari itu satu sama lain saling menuntut. Kemudian Allah subhanahu wata’ala berfirman :
فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ ، فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ
( القارعة : 6-7 )
“ Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada dala kehidupan yang memuaskan,
Dan barangsiapa yang amal pahalanya lebih berat maka dia akan berada dalam kehidupan yang sejahtera , kesejahteraan yang abadi yang semakin detik semakin indah, semakin mulia dan semakin suci. Sebagaimana dalam riwayat bahwa manusia ada yang bertemu dengan Allah seribu tahun sekali di dalam surga Allah, padahal tidak ada kenikmatan yang lebih nikmat daripada memandang keindahan dzat Allah, ada pula yang diberi kesempatan memandang Allah dalam seratus tahun sekali, dan ada yang diberi kesempatan selama 10 tahun sekali untuk melihat Allah, ada yang bisa melihat Allah setiap setahun sekali, ada pula yang sebulan sekali, dan adapula yang diizinkan melihat Allah setiap hari Jum’at, dan ada yang diizinkan Allah untuk memandang Dzat-Nya kapan pun di waktu yang ia kehendaki. Ketika para sahabat bertanya : “wahai Rasulullah, bagaimana agar kelak kami banyak melihat Allah?” maka Rasulullah menjawab : “ Jagalah shalat 5 waktu dan sempurnakan shalat Asar” . Maka shalat 5 waktu adalah modal untuk bisa bertemu dengan Allah, semakin malas seseorang melakukan shalat maka semakin sedikit kesempatan untuk berjumpa dengan Allah. Semoga aku dan kalian termasuk orang yang semakin hari semakin asyik dan menikmati shalat, semakin asyik dengan sujud, amin.
وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ ، فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ ، وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ ، نَارٌ حَامِيَةٌ
( القارعة : 8 – 11 )
“ Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah, dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?(yaitu) api yang sangat panas”. ( QS: Al Qaari’ah : 8-11 )
Adapun orang yang amal dosanya lebih berat dari amal pahalanya maka tempat tinggalnya adalah neraka jahannam yaitu api yang yang sangat panas yang membakar kulit dan setiap detik kulit itu hancur kemudian digantikan dengan kulit yang baru. Dijelaskan dalam firman Allah yang lainnya bahwa api itu menceraikan tulang satu sama lain, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala dalam surat Al Ma’aarij bahwa di saat itu manusia berharap siksa api neraka tidak bisa ditukar dengan keluarga, kerabat atau sahabat, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala :
يُبَصَّرُونَهُمْ يَوَدُّ الْمُجْرِمُ لَوْ يَفْتَدِي مِنْ عَذَابِ يَوْمِئِذٍ بِبَنِيهِ ، وَصَاحِبَتِهِ وَأَخِيهِ ، وَفَصِيلَتِهِ الَّتِي تُؤْوِيهِ ، وَمَنْ فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ يُنْجِيهِ ، كَلَّا إِنَّهَا لَظَى ، نَزَّاعَةً لِلشَّوَى ، تَدْعُوا مَنْ أَدْبَرَ وَتَوَلَّى ، وَجَمَعَ فَأَوْعَى
( المعارج :11- 18 )
“ Sedang mereka saling melihat, orang kafir ingin kalau sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya, dan isterinya dan saudaranya, dan kaum familinya yang melindunginya (di dunia), dan orang-orang di atas bumi seluruhnya, kemudian (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya, sekali-kali tidak dapat. Sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergejolak, yang mengelupaskan kulit kepala, yang memanggil orang yang membelakang dan yang berpaling (dari agama), serta mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya”. ( QS : Al Ma’aarij : 11- 18 )
Di saat itu (hari kiamat ) satu persatu manusia akan menghadap Allah subhanahu wata’ala, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala :
إِنْ كُلُّ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ إِلَّا آَتِي الرَّحْمَنِ عَبْدًا ، لَقَدْ أَحْصَاهُمْ وَعَدَّهُمْ عَدًّا ، وَكُلُّهُمْ آَتِيهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَرْدًا
( مريم : 93-95 )
“ Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba, sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti, dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri”. ( QS : Maryam : 93-95)
Semua yang ada di langit dan bumi akan datang menghadap kepada Allah sebagai hamba, dan Allah telah mengetahui semua jumlah mereka, dan mereka akan datang menghadapAllah satu persatu, “ Fulan bin Fulan maju kehadapan Allah “, maka di saat itu beruntunglah orang-orang yang mencintai sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Dijelaskan dalam tafsir Al Imam Ibn Abbas bahwa para sahabat berkata : “ tidak ada ayat yang lebih menggembirakan kami melebihi dari firman Allah subhanahu wata’ala ” :
وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَى
( الضحى : 5 )
“ Dan kelak pasti Rabbmu memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas”. ( QS : Ad Dhuha : 5 )
Karena kami ( para sahabat ) tahu bahwa nabi Muhammad belum ridha jika masih ada satu ummat nya yang di neraka. Sungguh beruntung pengikut sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, beruntunglah nama-nama mu yang telah dipilih Allah untuk menjadi pengikut nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam . Maha Suci Engkau wahai Rabbi yang telah mengumpulkan kami dalam perkumpulan orang-orang yang mencintai sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Hadirin hadirat, perkumpulan –perkumpulan majelis dzikir seperti ini akan dibanggakan oleh Allah kelak di hari kiamat . Adapun hadits yang kita baca tadi, doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْمَدِينَةَ كَحُبِّنَا مَكَّةَ أَوْ أَشَدَّ
“Wahai Allah, jadikan kami mencintai Madinah, seperti kami mencintai Makkah atau lebih dari mencintai Makkah.”
Menunjukkan bahwa mencintai Madinah Al Munawwarah lebih dari kecintaan kepada Makkah Al Mukarramah maka hal itu diperbolehkan , bukan justru hal yang syirik. Di zaman sekarang jika ada orang yang berangkat Umrah mereka tidak mengunjungi Madinah, padahal Makkah tidak akan menjadi qiblat jika tidak dipilih oleh sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, Rasulullah lah yang memilih qiblat ke Ka’bah, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala :
قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ
( البقرة : 144 )
“ Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit , maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al-Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Rabb-nya; dan Allah sekali-kali tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan”. ( QS : Al Baqarah : 144 )
Dan bukan berarti nabi Muhammad lebih mulia dari Allah, tetapi Allah menginginkan arah kiblat seperti yang dikehendaki oleh nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Jika nabi Muhammad tidak memintanya maka Masjidil Haram tidak menjadi kiblat sampai saat ini. Oleh sebab itu Rasulullah berdoa kepada Allah untuk mencintai Madinah lebih dari kecintaan pada Makkah, ada apa di Madinah? ada jasad sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam , maka berdoalah Rasulullah dengan doa ini :
اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْمَدِينَةَ كَحُبِّنَا مَكَّةَ أَوْ أَشَدَّ
“ Wahai Allah, jadikan kami mencintai Madinah, seperti kami mencintai Makkah atau lebih dari mencintai Makkah.”
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Saya tidak bisa berpanjang lebar dalam tausiah karena tamu-tamu kita akan boarding jam 10.00 WIB, jadi harus segera berangkat ke Bandara. Dan jangan lupa malam Minggu yang akan datang Dzikir Akbar Majelis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dzikir “Ya Allah” 1000 x dan ziarah kubra di makam Al Habib Abdurrahman Al Habsyi Cikini . Alhamdulillah acara di Sukabumi waktu yang lalu sukses dan 3 orang dari Singapora ikut hadir disana. Dan acara itu bertepatan dengan hari jadi kota Sukabumi yang ke-94, Alhmadulillah hadir pada acara itu sekitar 20.000 muslimin muslimat di wilayah tersebut, dan sambutan mereka sangat baik dan mengharapkan kedepannya untuk diadakan lagi acara disana, dan Insyaallah di waktu yang akan datang akan kita adakan acara-acara di daerah sekitar. Selanjutnya kita berdzikir bersama, semoga Allah subhanahu wata’ala menyelamatkan kita di dunia dan akhirat. Di saat kita dipanggil oleh Allah subhanahu wata’ala “ Fulan bin Fulan datang kehadapan Alla”, disaksikan oleh semua nenek moyang dan semua keturunannya hingga akhir zaman untuk mempertanggungjawabkan semua kehidupannya di dunia, semoga kita tidak di debat oleh Allah dengan hujjah, semoga kita tidak datang sebagai hamba yang menghadap kepada Allah dengan muka yang cemberut, karena Allah subhanahu wata’ala berfirman :
إِنَّا نَخَافُ مِنْ رَبِّنَا يَوْمًا عَبُوسًا قَمْطَرِيرًا
( الإنسان : 10 )
“ Sesungguhnya kami takut akan (azab) Rabb kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan”. ( QS : Al Insan : 10 )
Disaat nama kita dipanggil, dalam keadaan bagaimana Allah menyambut kedatangan kita, dalam keadaan murka atau dalam kerinduan?!. Orang yang disaat hidup ia berdzikir memanggil nama Allah dan meneteskan air mata rindu kepada-Nya maka Allah pun rindu kepadanya . Sebagaimana firman Allah dalam hadits qudsi:
مَنْ أَحَبَّ لِقَائِيْ أَحْبَبْتُ لِقَاءَهُ
“ Barangsiapa yang rindu berjumpa denganKu, maka Aku pun rindu berjumpa dengannya “.
Wahai Allah jadikanlah kami sebagai hamba yang datang kepada-Mu dalam keadaan hamba yang dirindukan-Mu, bukan hamba yang Engkau murkai…
فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا
Ucapkanlah bersama-sama
يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم ...لاَإلهَ إلَّاالله...لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ اْلعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ...لاَ إِلهَ إِلَّا الله رَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِ...لاَ إِلهَ إلَّا اللهُ رَبُّ السَّموَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ اْلعَرْشِ اْلكَرِيْمِ...مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ،كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ.
Selanjutnya qasidah penutup “ Muhammadun” , kemudian talqin dan doa penutup oleh guru kita Al Habib Hud bin Muhammad Baqir Al Atthas, tafaddhal masykuuraa…


Kemuliaan Membaca Al Qur'an

Image
Kemuliaan Membaca Al Qur'an




قَرَأَ رَجُلٌ، الْكَهْفَ، وَفِي الدَّارِ الدَّابَّةُ، فَجَعَلَتْ تَنْفِرُ، فَسَلَّمَ، فَإِذَا ضَبَابَةٌ، أَوْ سَحَابَةٌ، غَشِيَتْهُ، فَذَكَرَهُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ رسول الله صلى الله عليه وسلم: اقْرَأْ فُلَانُ، فَإِنَّهَا السَّكِينَةُ، نَزَلَتْ لِلْقُرْآنِ، أَوْ تَنَزَّلَتْ لِلْقُرْآنِ (صحيح البخاري)
“seseorang membaca surat Al Kahfi diwaktu malam dikediamannya, dan dikediamannya terdapat pula seekor keledai dikandangnya, maka keledai itu mengamuk beringas dan melarikan diri, maka ia menghentikannya dan mempercepat shalatnya, lalu ia melihat seperti awan atau kabut putih tebal melingkupinya, maka ia mengadu pd Rasulullah saw, dan bersabda Rasulullah saw : “Bacalah wahai engkau, sungguh itu adalah sakinah/ketenangan (para malaikat yg membawakannya), turun sebab kemuliaan bacaan Alqur’an” (Shahih Bukhari)
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبـَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِي هَذَا الشَّهْرِ اْلعَظِيْمِ وَفِي الْجَلْسَةِ الْعَظِيْمَةِ نَوَّرَ اللهُ قُلُوْبَنَا وَإِيَّاكُمْ بِنُوْرِ مَحَبَّةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَخِدْمَةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَاْلعَمَلِ بِشَرِيْعَةِ وَسُنَّةِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
Limpahan puji kehadirat Allah Yang mengumpulkan kita dalam cahaya terluhur, cahaya termulia yang diciptakan Allah untuk menerangi jiwa hamba-hamba-Nya yaitu cahaya iman yang berpijar dari sosok hamba termulia sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, cahaya yang menerangi hamba-hamba-Nya hingga dengannya muncullah keinginan untuk bersujud dan melakukan hal-hal yang luhur dan meninggalkan hal-hal yang hina menuju sifat-sifat yang sangat sulit dicapai bagi hamba yang lain, menuju kerinduan kepada Allah lalu diizinkan baginya untuk rindu kepada Allah lalu kerinduannya pun diterima oleh Allah subhanahu wata’ala, sebagaimana yang sering kita dengar sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam riwayat Shahih Al Bukhari :
مَنْ أَحَبَّ لِقَاءَ اللهِ أَحَبَّ اللهُ لِقَاءَه
ُ " Barangsiapa yang merindukan berjumpa dengan Allah, maka Allah rindu berjumpa dengannya" (Shahih Al Bukhari)
Diriwayatkan juga dalam hadits qudsi :
مَنْ أَحَبَّ لِقَائِيْ أَحْبَبْتُ لِقَاءَهُ مَنْ كَرِهَ لِقَائِيْ كَرِهْتُ لِقَاءَه
ُ “ Barangsiapa yang ingin perjumpaan dengan-Ku maka Aku pun rindu berjumpa dengannya, barangsiapa yang benci untuk berjumpa dengan-Ku Aku pun benci berjumpa dengannya ”
Mengapa saya sering mengulang-ulang hadits ini?, agar kita sering mengingat betapa agungnya rindu kepada Allah, seseorang yang cinta kepada Allah maka dia tidak akan bosan mendengar kabar tentang Allah. Semakin seseorang cinta kepada Allah maka ia akan semakin asyik jika mendengar nama Allah disebut, terlebih lagi kabar tentang kerinduan-Nya kepada hamba-Nya, maka hal itu menenangkan hati seorang hamba. Ya Allah, dalam cahaya keluhuran ini kami berkumpul di dalam rahasia pengampunan-Mu, yang Engkau munculkan di majelis-majelis dzikir yang bergemuruh menyebut nama-Mu. Seagung dan seindah-indah nama yang maha membuka seluruh rahasia kebahagiaan dunia dan akhirah, kebahagiaan yang fana dan yang abadi, ribuan pintu rahmat terbuka dari pintu rahmat-Mu Ya Allah. Sejak alam semesta dihamparkan dari tiada, kemudian alam semesta diasuh oleh pengasuhan Allah, bulan dan matahari berada dalam pengasuhan Allah , demikian pula seluruh daratan dan lautan dan semua yang ada di alam semesta berada dalam pengasuha Allah. Allah subhanahu wata’ala berfirman:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
( الروم : 41 )
“ Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). ( QS. Ar Ruum : 41 )
Disebabkan perbuatan manusia itulah Allah subhanahu wata’ala munculkan bencana agar mereka kembali kepada Allah, kita belum pernah melihat dahsyatnya api neraka maka lihatlah betapa dahsyatnya api gunung berapi, belum melihat dahsyatnya guncangan hari kiamat maka lihatlah dahsyatnya gempa bumi yang membunuh ratusan ribu orang , belum melihat alam kubur namun lihatlah jasad orang yang paling miskin atau paling kaya sekalipun mereka akan tetap berada di bawah pijakan kaki, itulah yang dikehendaki Allah. Dan segala sesuatu dari musibah atau kenikmatan dan lainnya yang terjadi, kesemuanya muncul dengan kehendak Allah supaya mereka mau kembali kepada Allah subhanahu wata’ala. Jadi bentuk-bentuk musibah yang terjadi pada manusia dan selama dia mengakui “ Laa ilaaha illallah Muhammadun Rasulullah” maka baginya adalah penghapusan dosa. Dan kita yang tidak mendapatkan musibah seperti mereka maka hal itu sebagai pelajaran bagi kita agar kitasegera kembali kepada Allah subhanahu wata’ala dan tidak pergi terlalu jauh dari-Nya, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala :
فَفِرُّوا إِلَى اللَّهِ إِنِّي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ مُبِينٌ
( الذاريات : 50 )
“ Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.” ( QS. Ad Dzaariyaat : 50 )
Menghindarlah sejauh-jauhnya dari segala musibah menuju Allah subhanahu wata’ala, tempat menghindar yang paling indah dan paling aman dari segala musibah hanyalah Allah, satu-satunya yang paling bisa melindungi hanyalah Allah subhanahu wata’ala, sebagaimana firman-Nya dalam hadits qudsi:
لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ حِصْنِى فَمَنْ دَخَلَ اَمِنَ مِنْ عَذَابِى
“ Laa ilaaha illallah adalah benteng-Ku, maka barangsiapa masuk ke benteng-Ku, niscaya dia selamat dari siksa-Ku”
Riwayat hadits ini dha’if ( lemah ) namun diperkuat dengan hadits riwayat Shahih Al Bukhari :
مَنْ قَالَ لَاإلهَ إِلَّا الله خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ فَقَدْ حَرَّمَهُ اللهُ مِنَ النَّارِ
( صحيح البخاري )
“ Barangsiapa yang mengucapkan “Laa ilaaha illallah” dengan ikhlas dari hatinya maka Allah haramkan ia dari api neraka ”( Shahih Al Bukhari )
Walaupun ada yang datang dan menumpahkan gunung emas di depanku, maka aku tidak akan mau menyembah tuhan selain-Mu Ya Allah, maka dalam keadaan yang seperti itu engkau telah diharamkan dari api neraka, itulah janji Rabbul ‘Alamin. Ikhlas dari dalam hatinya maka ia diharamkan dari api neraka oleh Allah subhanahu wata’ala karena setia kepada Allah. Semua manusia bisa berlaku tidak setia dan jika seseorang setia kepada Allah maka Allah akan lebih setia kepadanya. Manusia bisa berbuat untuk tidak setia namun Allah tidak demikian, bukan berarti Allah tidak bisa namun Allah tidak mau untuk berbuat tidak setia karena Allah Maha Sempurna.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Segala sifat yang tidak baik itu tidak diperbuat oleh Allah, oleh karena itu Al Imam Abdullah bin ‘Alawy Al Haddad berkata di dalam qasidah yang sering kita baca :
كُلُّ فِعْلِكَ جَمِيْلٌ
“ semua perbuatan-Mu indah”,
Bagi pendosa pun perbuatan Allah tetap indah karena bagi mereka para pendosa masih ditawarkan pengampunan dan disiapkan penghapusan dosa, masih ditawarkan kemuliaan untuk dekat kepada Allah sebelum mencapai sakaratul maut, namun manusia lebih memilih kehidupan yang fana daripada kehidupan yang kekal, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala berfirman :
كَلَّا بَلْ تُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَ ، وَتَذَرُونَ الْآَخِرَةَ
( القيامة : 20-21 )
“Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia, dan meninggalkan (kehidupan) akhirat” ( QS : Al Qiyamah : 20-21 )
Mereka lebih memilih kehidupan dunia yang fana dibandingkan dengan memilih Allah Yang Maha Abadi dan memiliki keindahan. Jika ada seseorang yang sangat kaya raya dengan segala hartanya dan dia sangat dermawan selalu memberikan hartanya di setiap waktu siang dan malam kepada yang dikenal atau pun yang tidak dikenal, kemudian kita datang kepadanya maka tentunya kita akan mendapatkan pemberian darinya, maka dalam keadaan yang seperti ini apakah tidak merugi jika kita meninggalkan orang kaya itu dan sebagai gantinya mencari orang yang pekerjaannya adalah meminta-minta dari orang kaya itu, dan meninggalkan si dermawan orang yang kaya raya. Tentunya hal seperti ini adalah sesuatu yang perlu dibenahi secara logika dan secara syari’ah, layaknya kita lebih memikirkan Allah dan jangan sampai kita terjebak, pemahaman yang perlu dibenahi jika ada yang berkata : “jangan memikirkan akhirat terus kita kan hidup di dunia!”, justru sebaliknya janganlah terus memikirkan dunia karena kita akan hidup kekal di akhirat. Namun tidak pula kita harus meninggalkan kehidupan dunia dan sama sekali tidak memikirkannya sehingga membawa celaka kehidupan di dunia nya. Adapun orang yang selalu memikirkan akhirah dan berniat ingin selalu dekat dengan Allah dan ingin selalu beribadah namun dia tetap memaksakan untuk beraktifitas dan bekerja karena kewajiban memenuhi kebutuhan keluarganya maka dia akan mendapatkan keberkahan yang jauh lebih mulia daripada orang yang tidak memiliki niat dan keinginan untuk dekat kepada Allah. Kenapa? karena Allah cemburu jika seorang hamba diliputi dengan masalah maka dia akan lupa kepada Allah maka Allah mencabut masalah-masalahnya, demikianlah perbuatan Allah terhadap hamba-Nya. Namun manusia lebih menyukai sesuatu yang fana daripada yang kekal, yaitu mereka orang-orang yang fasik, mudah-mudahan tidak satu pun dari kita yang termasuk kelompok mereka. Ketika manusia melupakan kehidupan akhirah dan lebih memilih kehidupan dunia yang sementara maka Allah memanggil sanubari yang terdalam agar bergetar, Allah subhanahu wata’ala tidak murka dengan hal ini namun Allah berfirman dalam kelanjutan ayat tadi :
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ ، إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ
( القيامة : 22-23 )
“ Wajah-wajah (orang-orang mu'min) pada hari itu berseri-seri, Kepada Tuhannyalah mereka melihat “ ( QS. Al Qiyamah : 22 – 23 )
Pernahkan terbayang dalam benakmu untuk memandang Allah, jangan pernah membayangkan bentuk Allah subhanahu wata’ala adalah pencipta bentuk dan tidak terikat dengan segala bentuk. Manusia dan benda-benda lainnya memiliki bentuk karena kesemuanya diciptakan dan Allah subhanahu wata’ala Maha menciptakan segala bentuk bahkan kalimat bentuk pun tidak bisa mengikat Allah, begitu pula kalimat “waktu”, tidak bisa kita berkata : “kapan Allah itu ada?” ,,, karena Allah yang menciptakan kalimat “kapan”. Namun kesempatan untuk melihat Allah subhanahu wata’ala itu ada waktunya, dan diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari bahwa kenikmatan yang terbesar dari segala kenikmatan di surga adalah memandang Allah subhanahu wata’ala, diantara penduduk surga ada hamba yang tidak mendapat bagian untuk melihat Allah kecuali hanya setahun sekali, dan ada yang hanya sebulan sekali bisa melihat Allah, ada yang seminggu sekali melihat Allah yaitu setiap hari Jum’at dan ada yang setiap hari, dan ada yang selalu berhadapan dengan Allah, sebanyak dzikir nya ( kepada Allah ) selama di dunia maka sebanyak itulah kelak seseorang akan melihat Allah. Kemudian Allah subhanahu wata’ala berfirman :
وَوُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ بَاسِرَةٌ، تَظُنُّ أَنْ يُفْعَلَ بِهَا فَاقِرَةٌ
( القيامة : 24-25 )
“ Dan wajah-wajah (orang kafir) pada hari itu muram, mereka yakin bahwa akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang amat dahsyat.” ( QS. Al Qiyamah : 24 – 25 )
Dan ketika itu ada pula wajah-wajah muram dan merengut, mengapa ? karena mereka mengetahui bahwa mereka akan menghadapi kesusahan yang abadi. Kemudian Allah subhanahu wata’ala berfirman :
كَلَّا إِذَا بَلَغَتِ التَّرَاقِيَ ، وَقِيلَ مَنْ رَاقٍ ، وَظَنَّ أَنَّهُ الْفِرَاقُ
( 26-28 )
“ Sekali-kali jangan. Apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai ke kerongkongan, dan dikatakan (kepadanya): "Siapakah yang dapat menyembuhkan?", dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia). “ (QS : Al Qiyamah : 26 – 28 )
Ingatlah jika ruh telah sampai ke tenggorokan dan di saat itu manusia berkata : “siapa yang bisa menolongku dengan membuat usia ku bertambah meskipun satu detik untuk aku bisa menyebut nama Allah, menambah sedikit waktu untuk aku bersujud dan bertobat kepada Allah”. Ketika ruh telah sampai di tenggorokan maka seseorang tidak mampu lagi untuk beribadah, di saat itu fahamlah dia bahwa telah tiba waktu untuk berpisah dengan dunia. Kemudian Allah subhanahu wata’la berfirman :
وَالْتَفَّتِ السَّاقُ بِالسَّاقِ ، إِلَى رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ الْمَسَاقُ
( القيامة : 29 – 30 )
"Dan bertaut betis (kiri) dan betis (kanan), kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau.” ( QS : Al Qiyamah : 29 – 30 )
Terdapat 2 penafsiran terhadap ayat ini, yang pertama adalah ketika manusia meninggal maka kedua kakinya dirapatkan kemudian dibungkus dengan kain kafan, namun pendapat yang lebih kuat adalah bersentuhannya antara lutut dengan lutut yaitu kelak di padang mahsyar. Kemudian Allah subhanahu wata’ala berfirman :
فَلَا صَدَّقَ وَلَا صَلَّى، وَلَكِنْ كَذَّبَ وَتَوَلَّى، ثُمَّ ذَهَبَ إِلَى أَهْلِهِ يَتَمَطَّى، أَوْلَى لَكَ فَأَوْلَى، ثُمَّ أَوْلَى لَكَ فَأَوْلَى
( القيامة : 31 – 35 )
“ Dan ia tidak mau membenarkan (Rasul dan Al-Qur'an) dan tidak mau mengerjakan shalat,  tetapi ia mendustakan (Rasul) dam berpaling (dari kebenaran), kemudian ia pergi kepada ahlinya dengan berlagak (sombong), kecelakaanlah bagimu (hai orang kafir) dan kecelakaanlah bagimu, kemudian kecelakaanlah bagimu (hai orang kafir) dan kecelakaanlah bagimu” ( QS : Al Qiyamah : 31 – 35 )
Sungguh celakalah mereka karena di masa hidupnya ia meninggalkan shalat dan tidak pula berbuat baik dengan bershadaqah, melainkan mereka terus mendustakan hari kiamat dan terus berpaling dari kebenaran, dinatara mereka jika melihat orang lain melakukan shalat bukannya justru iri dan ingin melakukan seperti mereka. Iri ada dua macam iri terhadap kebaikan untuk mendapatkan kemuliaan akhirah dan itu adalah hal yang terpuji, dan ada pula iri yang tercela yaitu iri terhadap kenikmatan orang lain dan ingin kenikmatan itu hilang darinya. Namun banyak diantara manusia yang tidak iri melihat orang lain berbuat baik sehingga tidak ingin berbuat baik sepertinya, namun mereka hanya santai bersama keluarganya tanpa iri melihat mereka yang melakukan kebaikan seperti yang hadir di majelis dzikir diantara mereka ada yang kepanasan dan ada yang parkir motornya jauh, dan ada pula yang berangkat dari tempat-tempat yang jauh seperti Bogor, Depok , Bekasi dan lainnya, dan belum lagi saudara-saudara kita ada yang melihat acara ini di website dengan memasang proyektor dan menyaksikannya bersama-sama seperti yang dilakukan saudara-saudara kita yang di Banjarmasin, maka tidak hanya acara sepak bola saja yang disaksikan beramai-ramai namun majelis malam Selasa ini juga mulai disaksiakn beramai-ramai, Alhamdulillah. Kemudian Allah berfirman :
أَيَحْسَبُ الْإِنْسَانُ أَنْ يُتْرَكَ سُدًى، أَلَمْ يَكُ نُطْفَةً مِنْ مَنِيٍّ يُمْنَى، ثُمَّ كَانَ عَلَقَةً فَخَلَقَ فَسَوَّى، فَجَعَلَ مِنْهُ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْأُنْثَى ، أَلَيْسَ ذَلِكَ بِقَادِرٍ عَلَى أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَى
( القيامة : 36 – 40 )
“Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?,bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya ,lalu Allah menjadikan daripadanya sepasang: laki-laki dan perempuan, bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?” ( QS : Al Qiyamah : 36-40)
Manusia mengira setelah melewati kehidupan mereka akan dibiarkan begitu saja tanpa pertanggung jawaban, padahal mereka hanya diciptakan dari sebutir sel yang tiada berarti yang kemudian dijadikan gumpalan darah kemudian gumpalan daging sehingga berbentuk tubuh yang sempurna kemudian Allah jadikan mereka berpasang-pasangan sebagai suami istri, dan Allah Maha mampu menghidupkan kembali tulang belulang yang telah mati. Ayat-ayat ini saya sampaikan karena minggu lalu belum saya bahas sampai selesai maka saya bahas malam ini.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Sampailah kita pada hadits yang diriwayatkan oleh Al Imam Al Bukhari dimana seorang lelaki membaca surat Al Kahfi di malam hari, dan dirumahny terdapat kandang keledai yang satu atap dengan rumahnya, tiba-tida di saat ia membaca surat Al Kahfi dalam shalatnya ketika itu keledainya menjadi beringas dan kabur, maka ia pun mempercepat shalatnya, dan ketika tiba waktu subuh lelaki itu mengabarkannya kepada Rasulullah, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata :
اِقْرَأ يَا فُلَانُ اِقْرَأْ يَا فُلَانْ اِقْرَأْ يَا فُلَانْ
“ Bacalah wahai Fulan, bacalah wahai fulan, bacalah wahai fulan”
Bacalah terus surat Al Kahfi karena surat itu adalah ketenangan yang Allah turunkan bagi orang yang membacanya, sehingga para sahabat melihat kabut mengelilingi ketika surat Al Kahfi di baca, dimana mereka adalah para malaikat yang sedang asyik mendengarkan bacaan Al Qur’an. Diriwayatkan di dalam Shahih Muslim dimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُوْرَةِ الْكَهْفِ، عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ
“ Barangsiapa yang hafal sepuluh ayat pertama dari surat al-Kahfi, maka dia terjaga dari fitnah Dajjal.”
Dajjal akan muncul dan menguasai seluruh dunia dan hanya orang-orang tertentu saja yang akan menaiki gunung untuk bersembunyi dari Dajjal, dan yang lainnya berada dalam kekuasaan Dajjal kecuali beberapa tempat yang tidak bisa disentuh oleh Dajjal yaitu Makkah, Madinah dan Masjidil Aqsha.

Hadirin hadirat saya tidak berpanjang lebar dalam menyampaikan tausiah karena waktu kita sangat sempit, dan malam Selasa yang akan datang kita akan membahas tentang keberadaan Dajjal dan tanda-tandanya serta hikayat-hikyat yang ada dalam hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam . Selanjutnya kita bermunajat bersama, memohon kepada Allah subhanahu wata’ala agar mata kita tidak diharamkan dari melihat kemulian dan keindahan dzat Allah. Tanpa engkau sadari ketika matamu berlinang karena ingin melihat keindahan Allah maka tanpa kau sadari ketika itu hajat-hajat yang kau inginkan dan hajat-hajat yang belum engkau ketahui pun akan Allah beri tanpa perlu engkau memintanya. Jika engkau punya kekasih dan kau tau sesuatu yang dia sukai maka sebelum ia memintanya pun pastilah kau menghadiahkannya terlebih dahulu itulah sifat sang kekasih maka terlebih lagi Allah subhanahu wata’ala yang melihat hamba-Nya rindu kepadanya maka Allah akan memberikan kepada hamba-Nya sesuatu yang membuat hamba-Nya senang untuk menenangkan hamba-Nya supaya tidak terus menerus meminta kematian karena ingin berjumpa dengan Allah. Seperti anak kecil (bukan berarti saya memberikan contoh dengan ajaran-jaran non muslim) yang mau ditinggal oleh ibunya pergi, maka anak itu diberi mainan atau hal yang menyenangkan baginya, bukan diberi sesuatu yang tidak disukainya seperti sambal misalnya, karena anak itu akan menangis dan justru akan mencari ibunya. Maka terlebih lagi perbuatan Allah subhanahu wata’ala kepada hamba yang merindukan-Nya dengan memberikan untuk hamba-Nya sesuatu yang menjadikannya tenang dalam beribadah kepada Allah subhanahu wata’ala, semoga kita termasuk diantara mereka, amin…
فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا
Ucapkanlah bersama-sama
يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم ...لاَإلهَ إلَّاالله...لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ اْلعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ...لاَ إِلهَ إِلَّا الله رَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِ...لاَ إِلهَ إلَّا اللهُ رَبُّ السَّموَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ اْلعَرْشِ اْلكَرِيْمِ...مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ،كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ.
Kita berdoa kepada Allah subhanahu wata’ala semoga Allah memberikan kemudahan dalam perjuangan kita, perjuangan kita di Cirebon, perjuangan kita di Sentul, perjuangan kita untuk santri-santri Papua, dan perjuangan kita bersama Al Habib Quraisy Baharun di Cirebon, begitu pula perjuangan kita di Jakarta ini. Alhamdulillah kita baru mengontrak tanah seluas 3000 M2 di sebelah Markas dan akan digunakan sebagai kios-kios nabawy atau mungkin tempat steam motor atau yang lainnya, dan jamaah majelis yang tidak memiliki pekerjaan bisa ikut bergabung disana, begitu juga kita harus mencari tanah yang lebih luas untuk menampung majelis malam Selasa karena semakin lama tempat ini tidak akan memadai untuk menampung para jama’ah, dan ntuk hal itu membutuhkan budget lebih dari 30 M, namun jumlah itu sangatlah kecil dan tiada artinya bagi Allah. Semoga Allah semakin membukakan rahmat dan kemuliaan untuk kita, dan semoga semakin memperindah Jakarta sebagai kota yang tertib, damai dan aman, amin allahumma amin. Dan malam Minggu yang akan datang ada 2 acara yang bersamaan waktunya, Maulid dan Dzikir Akbar “Ya Allah” 1000 x dan doa untuk bangsa akan diadakan di Lapangan Merdeka Sukabumi pukul 20.00 WIB, dan Haul yang ke 15 Sayyid Al Walid Al Habib Utsman bin Alwy bin Utsman bin Yahya di kediaman Al Habib Ali bin Utsman bin Yahya dan waktunya bersamaan, maka yang tidak bisa ke Sukabumi hadir ke tempat Al Habib Yahya jadi tidak keluyuran kemana-mana. Selanjutnya kita dengarkan qasidah Ya Arhamarrahimin, kita doakan juga saudra-saudara kita yang jauh, Alhamdulillah acara di Kuala Lumpur di Masjid Al Bukhari dan di Masjid Sah Alam berjalan sukses dan mereka puas. Kita akan menjalin hubungan supaya bisa diadakan tabligh akbar Majelis Rasulullah di masjid tersebut setiap sebulan sekali, insyaallah. Selanjutnya doa penutup oleh Fadhilah Al Walid Al Habib Abdurrahaman Al Habsyi yatafaddhal masykura.


Baik-Buruknya Jasad Seseorang

Image
Baik-Buruknya Jasad Seseorang




قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ (صحيح البخاري)
Sabda Rasulullah saw: “Ketahuilah bahwa pada jasad terdapat segumpal daging, jika ia baik maka baiklah seluruh jasadnya, jika ia buruk maka buruklah seluruh jasadnya, ketahuilah itu adalah hati” (Shahih Bukhari)
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبـَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِي الْجَلْسَةِ الْعَظِيْمَةِ نَوَّرَ اللهُ قُلُوْبَنَا وَإِيَّاكُمْ بِنُوْرِ مَحَبَّةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَخِدْمَةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَاْلعَمَلِ بِشَرِيْعَةِ وَسُنَّةِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata’ala Yang telah menyambungkan kita untuk melangkah dan hadir ke majelis yang langsung berhubungan dengan rantai terkuat, sang pemimpin luhur, yang dikenal sebagai Imam Qubbah Al Khadraa' ( Kubah Hijau ) dialah sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Setiap penziarah yang mengunjungi Madinah Al Munawwarah akan melihat di sisi kanan dan kiri bangunan yang mewah, jalan-jalan yang indah dan pernak-pernik keindahan, namun ketika matanya terbentur melihat pada Kubah Hijau Masjid An Nabawy maka bergetarlah jiwa dengan mahabbah dan kerinduan kepada sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, air mata tak terbendung ketika memandang Qubbah Al Khadhra’ ( Kubah Hijau ) yang dibawahnya dimakamkan jasad luhur sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, yang selalu menjawab hamba-hamba yang mengucapkan salam kepada beliau. Diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : " Jika seseorang dalam shalatnya mengucapkan " Assalamu 'alainaa wa 'alaa 'ibaadillahi as shaalihin ( salam sejahtera bagi kita sekalian dan hamba-hamba Allah yang shalih )", maka Allah subhanahu wata'ala akan menyampaikannya kepada seluruh hamba yang shalih di langit dan di bumi ". Hal ini menunjukkan bahwa hamba yang shalih bukan hanya di alam barzakh atau alam dunia yang hidup, namun juga berada di langit diantara mereka adalah para malaikat, para shiddiqin ( orang-orang yang benar) dan para muqarrabin ( yang mendekat kepada Allah). Dan juga terbukti dari riwayat Shahih Al Bukhari dimana ketika salah seorang syuhada' Badr, ketika ia wafat maka ibunya menangisinya kemudian datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan berkata : “wahai Rasulullah, jika seandainya anakku masuk ke dalam surga maka aku akan tenang, namun jika kematiannya sia-sia dan belum jelas kemana ruhnya maka sungguh aku tidak akan pernah merasa tenang hingga aku wafat”, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab :
إِنَّ ابْنَكِ فِي فِرْدَوْسِ اْلأَعْلَى
“ Sungguh putramu berada di surga Firdaus yang tertinggi ”
Kecintaaan para sahabat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melebihi kecintaan mereka kepada semua makhluk yang dicintainya, dan cinta kepada Allah tiada akan pernah tercapai kecuali dengan cinta kepada kekasih Allah, sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Sebagaimana sabda beliau riwayat Shahih Al Bukhari:
 لَايُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ
“Belum sempurna iman salah seorang diantara kalian, hingga aku lebih dicintainya dari ayah ibunya, anaknya, dan seluruh manusia” 
Dalam riwayat lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
لَايُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ نَفْسِهِ وَأَهْلِهِ وَمَالِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ
“ Belum sempurna iman salah seorang diantara kalian, hingga aku lebih dicintainya dari dirinya sendiri, keluarganya, dan seluruh manusia ” 
Hadirin hadirat, hal itu merupakan derajat yang sulit untuk kita capai namun kita telah memasuki pintunya dengan hadirnya kita di majelis ini, karena tidak ada satu pun yang hadir di majelis ini yang membenci sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dan tidak ada satu pun yang tidak ingin melihat wajah sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, tidak seorang pun yang tidak rindu untuk melihat wajah yang paling indah, wajah yang paling ramah dan paling baik yang tidak ingin mengecewakan perasaan orang lain, sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dan manusia selain beliau pastilah mempunyai banyak kesalahan, siapa pun dia selama dia bukan nabi atau rasul maka dia tidaklah ma'sum, dan pasti memiliki kesalahan. Maka yang menjadi dalil bahwa di langit ada para shalihin adalah perkataan Rasulullah kepada seorang ibu yang anaknya wafat dalam perang Badr, beliau mengatakan bahwa putranya berada di surga Firdaus yang tertinggi, semoga Allah jadikan aku dan kalian berada di antara mereka, dimana ketika wafat hanya melewati alam barzakh sebentar kemudian lansung ke Firdaus Al A’laa, amin allahumma amin. Ketika surga Firdaus terbuka maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam masuk kedalamnya bersama orang-orang yang didizinkan Allah, dan semoga kita yang menyambutnya, amin allahumma amin. Hadirin hadirat, cita-cita yang luhur akan mendapatkan pahala yang luhur pula, sedangkan cita-cita yang hina akan membuat kehidupan masa depan kita menjadi hina, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda agar berhati-hati terhadap lintasan pemikiran, karena bisa saja Allah memberi apa-apa yang sedang terlintas di dalam pemikiranmu, ketika pemikiranmu baik maka bisa saja Allah memberikan kebaikan itu kepadamu tanpa engkau memintanya. Jika tiba-tiba lintasan pemikiranmu menghina si fulan maka dalam sekejap bisa saja dalam waktu selanjutnya engkau akan melewati nasib yang serupa dengan si fulan.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Allah subhanahu wata’ala berfirman :
لَا أُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيَامَةِ ، وَلَا أُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ ، أَيَحْسَبُ الْإِنْسَانُ أَلَّنْ نَجْمَعَ عِظَامَهُ ، بَلَى قَادِرِينَ عَلَى أَنْ نُسَوِّيَ بَنَانَهُ ، بَلْ يُرِيدُ الْإِنْسَانُ لِيَفْجُرَ أَمَامَهُ ، يَسْأَلُ أَيَّانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ ، فَإِذَا بَرِقَ الْبَصَرُ ، وَخَسَفَ الْقَمَرُ ، وَجُمِعَ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ ، يَقُولُ الْإِنْسَانُ يَوْمَئِذٍ أَيْنَ الْمَفَرُّ ، كَلَّا لَا وَزَرَ ، إِلَى رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ الْمُسْتَقَرُّ ، يُنَبَّأُ الْإِنْسَانُ يَوْمَئِذٍ بِمَا قَدَّمَ وَأَخَّرَ ، بَلِ الْإِنْسَانُ عَلَى نَفْسِهِ بَصِيرَةٌ ، وَلَوْ أَلْقَى مَعَاذِيرَهُ
( القيامة : 1- 15 )
“ Aku bersumpah demi hari kiamat, dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri), Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya?,  bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna, bahkan manusia itu hendak membuat maksiat terus menerus, Ia berkata: "Bilakah hari kiamat itu?",  Maka apabila mata terbelalak (ketakutan), dan apabila bulan telah hilang cahayanya, dan matahari dan bulan dikumpulkan, pada hari itu manusia berkata: "Ke mana tempat berlari?", sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung!, hanya kepada Tuhanmu sajalah pada hari itu tempat kembali, pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya, Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri , meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya" . ( QS. Al Qiyamah : 1-15 )
Manusia berani berbuat dosa dan maksiat di hadapan Allah, padahal tiada satu makhluk pun kecuali kesemuanya berada dalam penglihatan dan pemantaun Allah subhanahu wata'ala. Jika engkau menghayati dan mengulang-ulang ayat ini dimana engkau setiap detik dan waktu selalu dalam penglihatan-Nya. Tanpa malu mereka yang banyak melakukan dosa di hadapan Allah bertanya tentang hari kiamat kapan terjadi. Ingatlah ketika semua mata terbelalak karena takut akan ledakan yang muncul dari dalam bumi, lahar dan air lautan berpadu dan semua planet di angkasa raya satu persatu berbenturan dengan planet yang lainnya, bulan tiada lagi bercahaya dan ketika itu digabungkan menjadi satu dengan matahari, maka disaat itulah manusia bertanya dimanakah tempat berlindung, sungguh ketika itu tidak ada lagi tempat berlindung namun semua akan kembali kepada Allah dan mempertanggungjawabkan kehidupannya di dunia, dan ketika itu akan diberitahukan kepada manusia apa yang telah dia perbuat semasa di dunia dan apa yang akan dia terima sebagai balasannya. Semoga syafaat nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersama kita. Ya Allah, bagaimana keadaan kami kelak disaat Engkau tanyakan tentang satu kenikmatan melihat yang tidak akan terbayar meskipun dengan ribuan tahun ibadah, disaat itu diberitahukan semua dosa-dosa kami, dan ketika itu pula diberitahukan amal ibadah kami yang mungkin di dalamnya terdapat riya’, sombong, atau makanan syubhat dan lainnya. Al Imam Ghazali berkata bahwa ada orang-orang yang mendapatkan dosa riya’ padahal dia dalam keadaan sendiri, tidak ada orang yang melihatnya namun ia terkena dosa riya’, mengapa? Misalnya seseorang shalat sendiri namun dalam hatinya ia berkata jika ada orang yang melihat aku beribadah pastilah dia akan memujiku, maka terkenalah dia dosa riya’. Maka disaat itu (di hari kiamat) manusia akan menerima apa yang akan didapatkan setelah pertimbangan itu. Ya Allah berilah kami syafaat nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Sampailah kita pada hadits luhur, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
أَلاَ إِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ أَلاَ وَهِيَ القَلْبُ
“Ketahuilah bahwa di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging, bila ia baik niscaya seluruh jasad akan baik, dan bila ia rusak, niscaya seluruh jasad akan rusak pula, ketahuilah segumpal daging itu ialah hati “
Kalimat “qalb” dalam bahasa Indonesia artinya adalah yang berdetak yaitu jantung yang memompa darah ke seluruh tubuh, namun hadits ini mempunyai makna yang dalam, makna yang pertama adalah makna yang zhahir yaitu jika segumpal darah itu baik maka baiklah seluruh tubuhnya, dan jika segumpal darah itu buruk maka buruklah seluruh tubuhnya, maksudnya jika jantung itu memompa darah kurang baik maka akan berantakan seluruh tubuhnya. Namun secara bathin berarti bahwa jika segumpal darah itu baik yaitu penuh dengan sifat-sifat yang luhur maka ucapan, penglihatan, pendengaran, dan perbuatannya pun akan luhur, dan segala-galanya penuh dengan rahmat Allah, dan jika dia dipenuh dengan rahmat maka dia akan menjadi matahari rahmat Ilahi, sebagai pewaris dari para penyebar rahmat Ilahi, pewaris dari segala sumber rahmat Ilahi, sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, yang Allah sebut sebagai “Sirajan Muniira” yaitu pelita yang terang benderang, sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Semoga Allah menjaga matahari-matahari hidayah, pewaris nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang datang dari Allah subhanahu wata’ala. Semua dari para nabi dan rasul ingin bersama dengan kelompok para shalihin, sebagaimana doa nabi Ibrahim AS, firman Allah subhanahu wata’ala dalam surat As Syu'araa :
رَبِّ هَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ
( الشعراء : 83 )
“ Ya Allah, berikanlah kepadaku ilmu dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang shalih”. ( QS. As Syu’araa : 83 )
Dalam surat yang sama Allah subhanahu wata’ala berfirman :
يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ ، إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
( الشعراء : 88-89 )
" (yaitu) pada hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih “ ( QS. As Syu’araa : 88 – 89 )
Nabi Ibrahim AS tidak memohon untuk dijadikan sebagai orang shalih, namun meminta untuk dipertemukan dengan para shalihin karena beliau merasa sangat jauh dengan mereka, seakan-akan orang yang tertinggal dan berpisah dengan rombongannya dan ingin dipertemukan dengan menyusul mereka, demikianlah doa nabiyullah Ibrahim AS Abu Al Anbiyaa, beliau digelari demikian karena banyak keturunannya dari bani Israil yang menjadi nabi. Kemudian nabi Ibrahim juga memohon kepada Allah untuk diselamatkan di hari dimana tidak ada lagi gunanya harta dan keluarga, kecuali yang datang menghadap Allah dengan hati yang baik dan indah, hati yang indah adalah hati yang penuh cinta kepada sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, hati yang dipenuhi dengan cinta kepada Rasulullah itulah hati yang akan dituangi cinta kepada Allah subhanahu wata'ala, semoga Allah menjadikan kita diantara mereka. Jika kita tidak mampu untuk mencapai derajat itu namun kita telah mendengarnya, maka semoga Allah tidak mewafatkan kita kecuali kita telah mencapai derajat itu, amin.
Sungguh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah orang yang paling ingin agar kita selamat, maka ummatnya ditolong di dunia, di alam barzakh, dan di hari kiamat . Pertolongan rasulullah ketika hari kiamat, hal itu sudah sangat sering kita bahas di majelis-majelis dan dimana-mana. Adapun pertolongan Rasulullah di barzakh sebagaimana dalam riwayat Shahih Muslim Ketika Rasulullah bertanya tentang seorang wanita yang dalam kebiasaannya selalu menyapu masjid, dan ketika itu tidak lagi pernah kelihatan dan ternyata wanita itu wafat, maka Rasulullah marah dan berkata kepada para sahabat : " mengapa kalian tidak memberi tahu aku ", maka sahabat menjawab : " Wahai Rasulullah disaat itu kami menguburkannya sudah larut malam ,dan kami tidak ingin mengganggumu dengan membangunkanmu ", Rasulullah berkata : " Tunjukkan aku kuburnya ", kemudian sahabat mengantar beliau ke kuburan wanita itu lalu Rasulullah melakukan shalat ghaib di depan kuburnya bersama para sahabat, maka setelah selesai melakukan shalat Rasulullah berkata : " Perkuburan disini penuh dengen kegelapan, namun Allah menerangi kubur mereka semua karena aku menshalati mereka". Maka syafaat Rasulullah juga terdapat di alam kubur sebagaimana riwayat Shahih Muslim. Dan syafaat beliau shallallahu 'alaihi wasallam juga untuk para pendosa di dunia, sebagaimana riwayat Shahih Muslim ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah hijrah ke Madinah maka ada dua orang sahabat ingin menyusul Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk Hijrah dari Makkah, di tengah perjalanan salah seorang teman itu sakit parah, karena tidak bisa lagi menahan sakitnya maka ia mengambil pisau dan memotong urat nadinya, hal ini merupakan dosa besar karena telah melakukan bunuh diri, setelah dimakamkan temannya melanjutkan perjalanannya, dan di tengah perjalanan ia bermimpi bertemu temannya yang telah wafat kemudian ia berkata : " bagaimana keadaanmu?, kini aku melanjutkan perjalananku seorang diri menuju ke Madinah untuk berjumpa Rasulullah", maka temannya yang telah wafat menjawab : "Aku telah diampuni oleh Allah karena aku ingin hijrah kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, namun tangan yang aku gunakan untuk memotong urat nadiku ini tidak diampuni oleh Allah", maka setelah bangun tidur ia melanjutkan perjalanan ke Madinah dan sesampainya di Madinah ia bercerita kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang mimpi itu. Dalam ilmu hadits jika sudah diceritakan maka bukan lagi termasuk mimpi, bahkan setelah diceritakan kepada Rasulullah, beliau pun telah membenarkannya, kemudian Rasulullah berdoa berkali-kali : " Wahai Allah ampunilah tangannya". Demikianlah akhlak nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
صَلُّوْا كَمَا رَأَيْتُمُوْنِيْ أُصَلِّيْ
" Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat "
Kita tidak melihat langsung shalatnya Rasulullah, tetapi kita mempunyai guru dan sanad, namun tidak semua orang bisa melihat atau mengikuti guru-guru mereka secara mutlak, karena terkadang kita hanya mengikutinya saja dan ternyata guru kita lagi kurang sehat, misalnya diantara kita ada yang berkata : "guru saya kalau shalat duduk tahiyyat nya kok berbeda dengan yang lain, maka lebih baik saya mengikuti guru saya saja", tidak demikian namun harus kita tanyakan terlebih dahulu mungkin saja beliau pernah kecelakaan sehingga cara duduk nya berbeda dengan yang lain, maka jangan terburu-buru mentaqlid tanpa ilmu tapi tanyakanlah terlebih dahulu kepada guru kita. Dan kebetulan ada buku yang bagus tentang sifat-sifat shalat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, yang ditulis oleh sayyid Al Habib Ali Hasan As Saqqaf dari Jordan, dan buku itu sudah kita tarik kurang lebih 10.000 buku dan bisa didapatkan di kios nabawi bagi yang menginginkannya. Dalam buku itu dijelaskan bagaimana tata cara shalat nabi, rukuknya, sujudnya, duduknya dan lain serta dalil-dalinya, pengarangnya adalah termasuk Ahlu sunnah wal jamaah dan bermadzhab Syafi'i. Hadirin hadirat, saya mohon maaf dalam seminggu kemarin saya tidak bisa hadir majelis, mungkin karena banyaknya dosa sehingga Allah tidak mengizinkan saya untuk memandang wajah-wajah orang yang indah dengan niat-niat yang suci, tetapi Alhamdulillah malam hari ini Allah mengizinkan untuk hadir di Majelis Rasulullah.
Hadirin hadirat, ada beberapa pesan dari guru mulia Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafizh, ada hal-hal yang bisa saya sampaikan kepada jamaah ada ada yang tidak bisa saya sampaikan. Diantara hal yang bisa saya sampaikan adalah bahwa beliau menghimbau dan menginginkan kita semua untuk membuat halaqah-halaqah ( perkumpulan ) ibadah di rumah-rumah, mushalla atau di masjid. Misalnya si fulan sangat gemar membaca Al Qur'an maka buatlah halaqah Al Qur'an dengan mengajak teman-temannya ngaji 5 atau 6 orang atau lebih dengan cara berpindah-pindah dari rumah ke rumah setiap malam atau setiap minggu. Atau jika si fulan sukanya Ilmu Fiqh, maka carilah guru yang bisa mengajar Fiqh dan adakan pertemuan di rumah dengan berpindah-pindah dari rumah ke rumah, mengapa harus berpindah-pindah dari rumah ke rumah? supaya penduduk rumah itu yang tinggal di rumah itu atau yang kebetulan datang berkunjung, mereka juga ikut mendengarkannya. Begitu juga yang suka dzikir atau maulid maka buatlah perkumpulan antara 5, 10 atau 20 rumah, dan ketahuilah asal muasal majelis malam Selasa ini dimulai dengan halaqah-halaqah kecil seperti itu, berpindah dari rumah ke rumah yang semakin hari semakin banyak dan semakin besar. Dan beliau ( Al Habib Umar ) mengatakan jika hal ini terus berakar ke masyarakat dengan terus mengenalkan ibadah dan kedamaian maka akan muncul generasi-generasi yang gemar dzikir dan beribadah, politikus yang suka beribadah, pedagang yang suka beribadah, maka generasi-generasi selanjutnya adalah orang-orang yang tarbiyah ibadahnya hidup kembali seperti masa-masa yang lalu, maka tidak hanya hidup untuk dunia saja namun akhirat juga diperhatikan. Beliau berkata dengan gerakan-gerakan seperti ini akan banyak kebaikan yang muncul, insyaAllah. Dan selanjutnya beliau juga menyampaikan kepada kita untuk bersatu dan tidak berpecah belah dengan kelompok yang berbeda pendapat dengan kita, untuk terus menjalin persatuan antara kita dengan ulama' atau dengan majelis ta'lim yang lain, persatuan antar sesama muslim dan jauhkan bentrokan dengan ummat yang berbeda agama, juga jauhkan benturan dengan pemerintah dan lainnya, kecuali ada yang mengganggu kita maka dalam hal ini sudah ada instruksi dari Allah yaitu jika kita diperangi maka kita tidak boleh hanya diam saja, namun jika kita tidak diganggu dan tidak diperangi maka jangan sampai kita yang memulainya. Beliau menyampaikan salam ta'zhim untuk kita semua karena beliau tidak bisa datang ke Indonesia di tahun ini kecuali di Bulan Muharram tahun yang akan datang Insyaallah. Dan kita doakan beliau semoga selamat dalam perjalanan, perjalanan kali ini adalah perjalanan yang terlama dalam hidup beliau selama kurang lebih 3 bulan beliau akan keluar dari Hadramaut mengelilingi benua Eropa, Amerika dan Australia untuk menyebarkan dakwah sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam . Semoga Allah melimpahkan untuk beliau ketenangan dan kesuksesan dalam dakwahnya, Allah jadikan dakwah yang penuh dengan keluhuran dan kedamaian, dan selalu dalam lindungan Allah subhanahu wata'ala. Dan kita berdoa bersama semoga Allah memuliakan kita dan melimpahkan kepada kita kebahagiaan, kedamaian dan keluhuran, dan semua hajat dunia dan hajat akhirah kita dikabulkan oleh Allah subhanahu wata'ala, maka sebutkanlah semua hajatmu di dalam hati disaat menyebut nama Allah, dan tenggelamkan di samudera nama-Nya…
فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا
Ucapkanlah bersama-sama
يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم ...لاَإلهَ إلَّاالله...لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ اْلعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ...لاَ إِلهَ إِلَّا الله رَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِ...لاَ إِلهَ إلَّا اللهُ رَبُّ السَّموَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ اْلعَرْشِ اْلكَرِيْمِ...مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ،كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ.
Mohon maaf saya tidak hadir dalam acara TV One hari Minggu yang lalu, begitu juga majelis-majelis sebelumnya yang tidak bisa saya hadiri saya mohon maaf, namun jangan risau selama niatmu ikhlas maka keluhuran akan tetap terbit dalam setiap langkahmu, dan saya akan usahakan untuk terus hadir di majelis-majelis. Selanjutnya yang perlu saya sampaikan adalah ketertiban yang harus semakin kita terapkan, seperti pengendara sepeda motor harusla selalu memakai helm, jika ada yang berkata : “saya kemana-mana sudah terbiasa tidak pakai helm”, baiklah tidak apa-apa jika demikian namun kami harap jika hadir ke majelis-mejelis gunakanlah helm, supaya kita bisa menjadi panutan yang lain, dan yang tidak mempunyai rizki untuk membeli helm semoga dilimpahi rizki oleh Allah untuk membeli helm, amin. Kita terus berusaha semampunya untuk selalu menjaga nama baik majelis kita. Selanjutnya doa penutup oleh Al Habib Abdurrahman Al Habsyi, tafaddhal Masykuraa..


Senin, 21 Maret 2011

Perjalanan Kerinduan Safar Mahabbah

Perjalanan Kerinduan Safar Mahabbah



ImageMajelis induk bagi Majelis Dzikir dan dakwah Majelis Rasulullah saw, yaitu yang diadakan setiap minggunya pada Senin malam di Masjid Raya Almunawar, Jalan Raya Pasar Minggu Pancoran, Jakarta Selatan, malam ini dipenuhi jamaah berkisar lima puluh ribu muslimin muslimat, dan sebagaimana biasa acara majelis dimulai pada 20.30 wib dan berakhir pada 22.00 wib.
Sekilas hamba menyampaikan tausiyah mengenai kemuliaan anugerah Rasul saw dari Allah swt berupa Telaga alkautsar, dengan menukil sabda beliau saw riwayat shahih Bukhari yang memperjelas hal tersebut.
Majelis hening dan khidmat dari awal hingga akhirnya, dan di penghujung majelis hamba mengumumkan dan mohon doa, untuk pamitan meninggalkan Jakarta beberapa hari untuk menghadap Guru Mulia Almusnid Al Arif billah Alhabib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidh di Dubai, lalu menuju Kairo, lalu menuju Jeddah untuk Umrah dan Ziarah Rasul saw di Madinah Almunawarah.
Sebenarnya tujuan hamba adalah berjumpa dengan guru mulia di Tarim, Hadramaut Yaman, namun karena beliau berencana bepergian ke Kairo, lalu Maroko, dan akan terus melanjutkan perjalanan menuju Amerika Serikat, Spanyol dan negeri negeri Eropa, Afrika dan Australia, lalu dikabarkan baru akan pulang pada Mei 2011, maka sungguh hati ini tidak mampu menahan rindu dan menatap wajah yang paling kucintai dimuka bumi ini, dan belum pernah hamba temukan seorangpun yang lebih lembut, ramah, dan berwajah sejuk seperti beliau, tatapan mata yang teduh dan memancarkan aura kedamaian yang menyelimuti jiwa, belum lagi beberapa hal penting yang mesti dimusyawarahkan dengan beliau untuk mendapat jawaban akan langkah langkah apa yang mesti diambil dalam menghadapi hal hal tersebut
Maka dikarenakan beliau akan meninggalkan kediaman beliau di kota Tarim pada senin malam waktu setempat (minus 4 jam dengan wib), beliau akan menuju Bandara Mukalla insya Allah dengan kendaraan dengan jarak tempuh sekitar 4 – 5 jam , dan lalu menuju Bandara Dubai, insya Allah dijadwalkan tiba di Dubai pada Selasa 8 Februari 2011 pukul 13.00 waktu Dubai (minus 3 jam dengan wib). Lalu insya Allah dijadwalkan akan menuju Kairo pada pukul 15.35 waktu Dubai, untuk transit beberapa jam di Kairo lalu meneruskan ke Maroko.
Image Maka hamba tak tahan menanti hingga bulan Mei, hamba pun tak bisa menunda lagi karena jika tak safar secepatnya maka beliau telah ke wilayah yang semakin jauh, maka hamba segera mengambil inisiatif untuk menghadap beliau di Dubai, walau beberapa menit, sekedar menikmati memandang wajah sejuk beliau, mencium tangan yang hampir tak pernah berhenti berdoa, dan memohon wejangan wejangan atas hal hal yang dihadapi, lalu hamba akan melanjutkan ke Saudi Arabia untuk Ziarah Rasul saw di Madinah dan Umrah di Makkah, lalu berziarah ke kota Tarim, Hadramaut.
Namun sungguh hal yang membuat hamba kecewa, bandara Dubai sangat luas, Guru Mulia akan masuk di terminal 1, dan berangkat ke Kairo juga dari terminal 1, sedangkan penerbangan hamba yaitu Emirate Air, yang akan mendarat di terminal 3, dan tidak diizinkan untuk bisa masuk ke terminal 1, karena luasnya bandara, hamba tidak bisa ke terminal 1 kecuali memiliki tiket penerbangan keluar dubai dengan penerbangan yang berangkat dari terminal 1 pula, maka hamba memilih penerbangan yang sama dengan guru mulia, dan insya Allah bersama beliau dalam pesawat yang sama menuju Kairo, dan dai Kairo beliau akan menuju Maroko, sedangkan hamba akan menuju Jeddah.
Sebenarnya hal ini merupakan hal yang musykil (rumit dan sulit), sebab penerbangan Dubai – Jeddah, jauh lebih dekat daripada Dubai – Kairo – Jeddah, penerbangan dubai jeddah akan memakan waktu 2 jam saja, sedangkan penerbangan Dubai- Kairo – jeddah kami diskedulkan berangkat 15.35 dan baru akan tiba di Jeddah pd 02,30 dinihari rabu 9 maret 2011.
Namun walau cara ini membuat perjalanan semakin jauh dan melelahkan, namun itu tiada berarti dibandingkan duduk berdampingan dengan Guru Mulia nan luhur dan lembut penuh kasih sayang dalam perjalanan antara Dubai – Kairo.
Maka hamba memilih demikian..
Hamba menulis catatan ini sedangkan kami di penerbangan emirate air, dengan ketinggian 32.000 kaki atau 9.700 meter diudara, dengan kecepatan 950 km / jam. Pesawat ini melaju, hamba melirik jam tangan yang menunjukkan pk 02.20 dinihari dengan masih mengikuti waktu jakarta, kami meninggalkan Majelis di masjid raya almunawar pk 22.00wib dan menuju bandara, dan kami lepas landas pada pk 00.15wib, perjalanan akan ditempuh dalam waktu berkisar 7 jam dan 30 menit. Dan Insya Allah akan tiba di Bandara Dubai pd pk 5.30 waktu Dubai.
Kerinduan terus membara, menghadap sang Guru yang tak henti henti bayangan senyum dan kelembutannya menerangi jiwa, membangkitkan semangat, dan menguras airmata.
Duhai.. Maha Suci Engkau wahai Allah swt yang mengizinkan hamba pendosa ini kembali bertatap muka, mendapat wejangan, bahkan 1 pesawat dengan beliau dengan kesempatan berbincang yang cukup lama.
Lalu hamba akan menghadap pula hamba yang paling kau cintai, Sayyidina Muhammad saw, kota Madinah yang penuh sejarah keluhuran, berziarah dan mendekatkan tubuh ini hingga berjarak beberapa meter saja dari Jasad Rasul saw, Jasad Sayyidina Abubakar Shiddiq ra, Jasad Sayyidina Umar ra, lalu menuju pemakaman Baqi’ yang selalu sering diziarahi Rasul saw dimasa hidup beliau saw, yang dimakamkan banyak para sahabat dari Muhajirin dan Anshar, bahkan Putri Rasul saw tercinta, Sayyidah Fatimah Azzahra ra. Juga banyak jasad Ahlu Badr dan Ahlul Uhud.
Kami tiba tiba di Bandara Dubai pukul 05.30 waktu Dubai, kami menuju Terminal Lalu menuju Miiqat dan menggunakan Ihram, untuk menunaikan ibadah Umrah di Makkah Almukarramah, dengan tawaf, melewati langkah langkah Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as ketika keduanya membangun ka’bah, lalu sa'i dari bukit Shafa menuju Marwa sebanyak tujuh kali hingga berakhir di Shafa, mengikuti langkah Siti Hajar as, yang bersabar atas perintah Allah swt untuk menjaga putranya yang masih kecil ditengah lembah Makkkah yang belum dihuni siapapun, ditinggalkan oleh suaminya yaitu Nabi Ibrahim as yang diperintahkan menuju Palestina, lalu sekembalinnya Nabi Ibrahim as ke Makkah, putranya yaitu nabi Ismail as sudah dewasa, dan Siti Sarah as sudah lama wafat.
Lalu tahallul, menggunting sedikit rambut, lalu bersiap siap meninggalkan Makkah menuju Jeddah, dan menuju kota Tarim Hadramaut, berziarah pd Imam Ahmad Almuhajir, Imam Faihil Muqaddam, Imam Abdurrahman Assegaf bin Muhammad Mauladdawiilah, Imam Abdullah bin Alwi Alhaddad, imam Abdullah alaidrus, Imam Fakhrul Wujud Abubakar bin salim, dan para imam imam arif billah disana. Lalu kembali ke indonesia.
Kami tiba tiba di Bandara Dubai pk 05.30 waktu dubai, kami melakukan shalat subuh berjamaah, lalu di bandara yang sangat luas itu kami terus menuju Terminal 1, dari posisi kedatangan kami di terminal 3, kami berjalan kaki sekitar 1 km dari jauhnya jarak, hingga kami sudah berada di pintu (Gate) 15, tempat penumpang Egypt Air akan boarding menuju pesawat tujuan Kairo.
Kami minum kopi dan makan makanan ringan sambil duduk menanti.., kami lelah, kantuk, namun tak satupun dari kami kecuali terus dalam hati penuh gembira menanti kedatangan Sang Guru Mulia, setelah 7 jam duduk menanti, pukul 12.30 waktu Dubai kami mulai menuju ruang boarding, dan kami melihat putra dari Guru Mulia sedang di meja boarding pula, habib salim bin Umar bin Hafidh, beliau tersenyum cerah melihat hamba, kami berpelukan, dan ia terheran heran dan berkata : Darimana kau datang dan akan kemana?, hamba katakan hamba dari Jakarta dan ingin jumpa ayahanda Guru mulia, lalu ke Kairo.
Habib salim tersenyum gembira, lalu berkata : "Ada acara apa di Kairo?", hamba katakan : "tidak ada acara apa apa, hanya ingin sepesawat dengan ayahannda guru mulia...", beliaupun tersenyum lagi dan berkata : "ayah di toilet disana, sebentar lagi beliau keluar, silahkan perbuat apa yang ingin kau perbuat...", habib salim tertawa canda dan meninggalkan hamba untuk kembali ke meja boarding, hamba langsung mengarahkan pandangan kearah toilet..,
Beberapa detik kemudian keluarlah Guru Mulia dari arah Toilet, dengan langkah cepat namun tidak terburu buru, bagai angin semilir yang berhembus indah.... Allahu Akbar... Guru Mulia kekasihku sudah dihadapanku.., dengan senyum penuh ramah dan kelembutan, mengalir ucapan lembutnya dengan suara sangat sangat lembut setengah berbisik.. “ahlan wa sahlan.., bagaimana kabarmu sayyid (tuan) munzir..”, seraya mengulurkan tangan beliau, hamba menyambut tangan itu dan menciuminya, tangan lembut nan mulia itu sudah basah dengan airmata hamba, kutumpahkan airmata rindu, cinta, gembira, dan ledakan haru.., beliau membiarkannya seakan tak tega untuk melepas tangan beliau dari wajah hamba.

ImageImageImage




Demikian akhlak Rasul saw, beliau saw tak pernah melepaskan tangan orang yang menyalaminya kecuali terus bersabar sampai orang tersebut yang melepaskannya, sampai hamba mundur dan melepasnya, tak tega mengotori tangan mulia itu dengan derasnya airmata, dan mempersilahkan beliau menuju tempat duduk, beliau duduk, lalu hamba diperintahkan duduk disebelah beliau, hamba tidak berani, dan hamba tetap berdiri, beliau mempersilahkan lagi, hamba tetap berdiri dan hanya menunduk.., kali ketiga beliau memerintahkan hamba duduk disebelahnya, maka hamba duduk, lalu beliau menerima hubungan telepon sambil menjulurkan kedua kaki, maka hamba melihat teman teman yang bersama hamba dari tim inti Majelis Rasulullah saw, hamba bisikkan untuk memijiti kaki Guru Mulia satu persatu, merekapun gembira dan terus memijiti kedua telapak kaki dan betis beliau bergantian, Lama kelamaan hamba mulai cemburu, hambapun ingin turun dari kursi untuk memijiti beliau pula, namun beliau bangkit berdiri dan menuju musholla agar kami shalat, tak ada orang lain dari jamaah di Dubai atau lainnya yang bersama beliau, kecuali kami, beliau, dan putra beliau, kami shalat bersama, jamak dhuhur dan ashar, lalu menuju ruang tunggu lounge VIP, untuk menanti keberangkatan menuju Kairo, kami sengaja duduk berjauhan, karena menurut putra beliau, beliau akan beristirahat/tidur sesaat, maka kamipun segera menjauh walau masih sama sama di Lounge VIP.
Hati hamba berfikir keras, menyesal tidak sempat memijiti kaki beliau, menyesal belum sempat bicara dan mengajukan pertanyaan dan meminta wejangan dan tuntunan dalam menghadapi masalah masalah hamba, namun hamba menghibur diri bahwa toh hamba sudah jumpa, dalam keadaan termenung, tiba tiba kami melihat beliau bangkit dari kursi diujung sana, dan berjalan bergegas tampak mengarah pada kami, kami kira beliau akan ketoilet karena toilet berada ditengah tengah, namun ternyata beliau memang benar benar mengarah pada kami, lalu dengan senyum cerah beliau duduk, kami semua berdiri, tak satupun berani duduk di sofa besar nan luas berbentuk segi empat itu, namun beliau mengatakan : “duduklah..”, maka hamba tak menyia nyiakan lagi, hamba berdiri dan membungkuk untuk berbicara dengan beliau, lalu mengambil kesempatan dengan terus bicara, hamba pelahan lahan merendahkan tubuh sedikit demi sedikit, tanpa beliau sadari hamba sudah duduk dilantai, bersimpuh, dihadapan kaki beliau, jika hamba langsung duduk dilantai kemungkinan besar beliau akan melarang hamba, namun hamba membuat sedikit strategi, dengan mulut terus bicara, namun tubuh pelahan pelahan turun dan akhirnya duduk bersimpuh dilantai, kedua tangan hamba langsung menjangkau telapak kaki beliau dan memijatnya dengan penuh cinta dan gembira.
Kami sama terdiam beberapa saat setelah terbentur hal yang rumit, hamba diam menanti jawaban, dan Guru Mulia nanlembut dan bijaksana merenungkan jalan keluar yang termudah dan tepat..
ImageImageImage




Guru mulia mulai menanyakan kabar maulid Akbar Majelis Rasulullah saw, pada Selasa 12 Rabiul awal 1432 H / 15 Febuari 2011. Hamba melaporkan kehadiran Presiden Republik Indonesia dan Wakil Presiden dan 25 Kabinet Menteri, Kapolri dan Panglima TNI, juga para Ulama sepuh diantaranya Kyai Sepuh Idris Lirboyo, Kyai Abuya Abdullah Mukhtar Sukabumi, Kyai Muhyiddin Sumedang namun terlambat tiba, dan Kyai Abdullah Faqih Langitan yang sedang sakit dan undur diri dari hadir. Lalu hamba memperlihatkan trailer / cuplikan acara tersebut dari Handphone hamba, Guru mulia sangat gembira, memandangnya dengan tajam, bertakbir, mengucap Alhmadulillah, dan Laa ilaha illallah. Beliau terus mengulang ulang memuji Allah swt dan terus memandangi dengan teliti cuplikan acara tersebut dengan memegang HP hamba dengan waktu yang cukup lama. Hamba ditanyai lagi laporan dan kabar dakwah lainnya, beliau terus bertanya dan bertanya dan hamba terus memperjelas dan memperjelas, kemudian hamba mulai menumpahkan banyaknya kendala yang dihadapai yang dalam beberapa hal hamba masih ragu mengambil keputusan mana yang harus diambil, beliau menyimak dengan teliti dan terus mendalami seakan menembus perasaan hamba yang terdalam, dan menjawab .

Image


Hamba terus menyampaikan keluhan dan menghujani beliau dengan pertanyaan dan beliau dengan tenang menjawab dengan bijaksana, dan kedua tangan hamba tak menyia nyiakan kesempatan, kecuali terus memijiti telapak kaki beliau, dengan cinta, senang dan sangat menyayangi beliau dengan gelora yang dahsyat, jika hamba harus wafat berjumpa beliau maka bagi hal itu sangat remeh, dan 1000 nyawa hamba tak mampu menyaingi gembiranya memijiti kedua telapak kaki beliau, sampai hamba mulai merenggang dari pertanyaan, maka beliau bangkit dan meninggalkan kami ke toilet, lalu kami bersama sama menuju ruang boarding, dan menaiki pesawat egypt air menuju Kairo, kami satu pesawat dengan beliau, dan di pesawat hamba lebih banyak lagi diberi tugas dan wejangan untuk langkah langkah kedepan dari apa yang perlu dilakukan oleh Majelis Rasulullah saw, dan beliau sangat serius dalam hal yang satu ini,
dan kesimpulan dari wejangan dari instruksi beliau adalah tetap bertahan dengan kelembutan dan terus maju tanpa ragu, terus menyayangi dan menyeru hampa pendosa dan terus menembus hamba yang terjebak kedalam kehinaan, mulai mengarah kepada instruksi inststuksi berat yang membuat tenggorokan hamba kering, beban sangat berat dilimpahkan pada hamba untuk melanjutkan tugas dengan lebih berhati hati, lebih jeli, lebih perhatian, lebih awas,. Lebih lembut, lebih nabawiy, lebih tidak terpengaruh dengan mereka yang mengacau rencana dan perjuangan yang telah diinstruksikan beliau, dan dengan menjalankan apa apa yang diperintahkan maka insya Allah akan terbit cahaya limpahan kebaikan yang dahsyat dan hal hal yang sangat agung...
Tak lama Guru mulia bangkit dan izin untuk istirahat, kami melihat jam maka kami hanya saling lirik, bagaimana mau istirahat/tidur padahal waktu take off 20 menit lagi, namun beliau tetap merebahkan tubuh beliau di sofa dan tidur, tepat 15 menit beliau bangun dan dengan sigap menuju toilet dan kamipun bersama sama menuju pintu (Gate) 15 untuk menuju Kairo, dan kami satu pesawat dengan beliau, dan beribu syukur hamba mempunyai waktu kembali berbincang dengan beliau karena kebetulan duduk berdampingan, dan kini pembicaraan mulai lebih mendalam dan lebih serius, menuju pada strategi strategi dakwah nabawiy yang penuh ketelitian, penuh kejujuran, penuh tawakkal, dan sungguh sangat rentan dan lemah jika ditranslit kepada logika, namun salah satu contoh adalah Nabi saw.
Kami menanti di Kairo hingga pukul 23.30 waktu Kairo, lalu menuju jeddah dan tiba 2.30 dinihari waktu Jeddah, dan karena padatnya jamaah Umroh yang berdatangan maka hamba baru bisa keluar dari bandara King Abdul Aziz pada pukul 8.30 pagi, hamba kelelahan dan istirahat di Jeddah sampai pukul 02.00 dinihari, lalu menuju Madinah, lalu menuju Makkah dan Menuju Jeddah untuk berangkat dengan pesawat.
Sejuknya sunggguh menenangkan pancaran cahaya Madinah Almunawarah, dan hingga kini kesejukannya belum sirna, hamba berdoa untuk jamaah Majelis khususnya, dan muslimat muslimat di barat dan timur..
Hamba meneruskan perjalanan ke San’a dari Jeddah, lalu menuju Seiyun, kami berziarah pd Imam Faqihil Muqaddam, Imam Haddad, Imam Imam Al;aydrus, Imam Assegaf, Imam Fakhru Wujud, dan para imam lainnya.
Sabtu pukul 15.00 waktu Seiyun kami meluncur pulang dengan Yemenia Air menuju Jakarta, dengan transit di Dubai 2 jam, lalu transit di Kuala Lumpur 90 menit, lalu menuju Jakarta, kami tiba di Jakarta siang hari ahad.
Wahai pemilik Alam semesta, Kau perjalanankan kami dari kota mulia ke kota mulia, dengan waktu yang sangat singkat, maka perjalanankan kami menuju keluhuran demi keluhuran dalam waktu yang singkat, bagiku dan semua yang membaca risalah ini, amiin.
(Munzir almusawa)


Telaga Al Kautsar

Image Telaga Al Kautsar
Senin,07 Maret 2011



قَالَ رَسُوْلُ الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: بَيْنَمَا أَنَا أَسِيرُ فِي الْجَنَّةِ، إِذَا أَنَا بِنَهَر،ٍ حَافَتَاهُ، قِبَابُ الدُّرِّ الْمُجَوَّفِ، قُلْتُ: مَا هَذَا يَا جِبْرِيلُ...؟، قَالَ: هَذَا الْكَوْثَرُ، الَّذِي أَعْطَاكَ رَبُّكَ، فَإِذَا طِينُهُ مِسْكٌ أَذْفَرُ، (صحيح البخاري)
Sabda Rasulullah saw : “Ketika aku berjalan di sorga, maka kulihat telaga indah, dikelilingi kubah-kubah mutiara yang berlorong-lorong, kukatakan : “apa ini wahai Jibril..?”, ia menjawab :”Ini telaga Al kautsar, yang diberikan untukmu dari Tuhanmu wahai Muhammad (saw). Maka kulihat pasirnya dari misik yang harum dan wangi” (Shahih Bukhari)
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبـَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِي هَذَا الشَّهْرِ اْلعَظِيْمِ وَفِي الْجَلْسَةِ الْعَظِيْمَةِ نَوَّرَ اللهُ قُلُوْبَنَا وَإِيَّاكُمْ بِنُوْرِ مَحَبَّةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَخِدْمَةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَاْلعَمَلِ بِشَرِيْعَةِ وَسُنَّةِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata’ala Yang Maha Abadi, Maha Sempurna dan Tunggal dengan kesempurnaan, Tunggal dengan keluhuran , Tunggal dengan cahaya keabadian dan kebahagiaan, Yang menghamparkan alam semesta beserta isinya dari tiada kemudian membagikan kehidupan bagi yang dikehendaki-Nya, dan membuat hamba-hamba-Nya bicara, melihat, mendengar dan bergerak bagi yang dikehendaki-Nya. Tiada satu hamba pun yang mampu berbicara kecuali dengan anugerah-Nya, tiada pula seorang hamba bisa melihat kecuali dengan anugerah-Nya, tiada pula seorang hamba bisa mendengar kecuali dengan anugerah-Nya dan tiada pula seorang hamba bisa bergerak kecuali dengan anugerah-Nya. Tidak ada hamba yang mampu menciptakan penglihatan dari tiada, tiada pula seorang hamba yang mampu menciptakan pendengaran dari tiada , tiada seorang hamba mampu menciptakan tubuh bisa bergerak, dan jika berkehendak Allah mampu mencabut semua itu hingga berhentilah fungsi penglihatan, pendengaran dan gerakannya meskipun mata, telinga dan jasadnya ada, kesemuanya akan diam dan tidak mampu berfungsi dengan kehendak Allah, Yang Maha membatasi kehidupan dengan kehendak-Nya, Maha Lembut dan berkasih sayang khususnya kepada ummat sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Di masa-masa lalu ummat mencapai usia diatas 1000 tahun. Diriwayatkan bahwa nabi Nuh mencapai usia 2500 tahun dan mengemban risalah kenabian selama 950 tahun. Berapa banyak umat terdahulu yang mencapai usia ratusan atau ribuan tahun, ummat yang terpendek usianya adalah ummat nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dan sangat sedikit sekali yang mencapai usia 100 tahun, namun amal pahala mereka dilipatgandakan 10 hingga 700 kali lipat, itulah kelebihan ummat nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka jika seseorang hidup selama 60 tahun seakan-akan ia seperti hidup 600 tahun, itulah anugerah Allah untuk kita ummat nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Segala Puji bagi-Mu wahai Allah Yang telah memilih kami sebagai pengikut sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Meskipun kehidupan yang singkat di muka bumi ini namun Allah melipatgandakan pahala ummat menjadi 10 hingga 700 kali lipat, demikian riwayat Shahih Al Bukhari, bahkan dalam riwayat Shahih Muslim bahwa amal pahala bisa dilipatgandakan hingga 700 kali lipat atau lebih , maka jika 10 tahun usia kita dan kita beribadah selama itu maka ibadah selama 10 tahun itu bisa berubah menjadi 7000 tahun ibadah dengan kehendak Allah. Dan Allah juga memberi anugerah yang lebih baik dari itu yaitu malam Lailatul Qadr, dimana ibadah di malam itu pahalanya lebih dari 1000 bulan. Allah Maha Mampu memberi lebih dari semua itu, bahkan mereka yang telah memiliki tumpukan gunung dosa dan kesalahan, dan jika mereka bertobat Allah akan menggantikan kesalahan-kesalahan mereka dengan kebaikan, sebagaimana firman Allah :
إِلَّا مَنْ تَابَ وَآَمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
( الفرقان : 70 )
“ Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. ( QS. Al Furqan : 70 )
Orang yang beriman dan yang beramal shalih, Allah akan menggantikan tumpukan gunung-gunung dosa dan kesalahan mereka dengan gunung-gunung pahala. Tidak pernah kita temukan tumpukan dosa diganti menjadi pahala , yang kita tahu jika seseorang berbuat salah maka ia akan dimaafkan tanpa diberi hadiah, namun Allah tidak hanya memaafkan tetapi juga menggatikan dosa-dosa mereka dengan pahala, bahkan Allah memuliakan hamba-hamba yang bertobat . Diriwayatkan didalam Shahih Al Bukhari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda bahwa Allah subhanahu wata’ala menerima hamba yang bertobat dengan kegembiran dan cinta-Nya, Rasulullah bertanya kepada para sahabat tetang seseorang yang pergi membawa seluruh hartanya dengan tunggangannya dan setelah ia kelelahan ia pun tertidur dan ketika terbangun, tunggangan dan semua hartanya tidak ada, maka Rasulullah bertanya kepada para sahabat bagaimana kesedihan orang itu, maka para sahabat berkata : “pastilah orang itu sangat sedih wahai Rasulullah”, maka setelah orang itu berjalan jauh dan tidak pula menemukan tunggangannya ia pun kelelahan dan tertidur, setelah ia terbangun ia melihat harta dan tunggangannya ada di hadapannya, maka Rasulullah bertanya bagaimana kegembiraan orang itu, para sahabat menjawab : “pastilah dia sangat gembira wahai Rasulullah”, maka Rasulullah menjawab : “Sungguh Allah lebih gembira menerima taubat seseorang yang penuh dosa dibandingkan kegembiraan seseorang yang kehilangan seluruh hartanya kemudian hartanya kembali kepadanya”. Allah tidak membutuhkan taubat kita, namun samudera kasih sayang-Nya memeluk dan mencintai hamba yang bertobat, oleh sebab itu hamba yang paling dicintai oleh Allah subhanahu wata’ala adalah sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dimana beliau selalu beristighfar sebanyak 70 kali dalam setiap harinya, padahal Rasulullah tidak mempunyai dosa, namun beliau hanya ingin lebih mencapai derajat yang mulia sebagaimana firman Allah :
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
( البقرة : 222 )
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri” ( QS. Al Baqarah : 222 )
Jika muncul bisikan syaitan yang berkata: “jika engkau taubat dari sekarang, kemudian kembali berbuat dosa, maka engkau termasuk dalam kelompok orang-orang munafik”. Sungguh demi Allah tidak demikian, karena Allah tidak akan pernah berhenti dan bosan menerima tobat hamba-Nya. Allah berfirman dalam riwayat Al Imam Ahmad :
 يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوْبُكَ عَنَانَ السَّماَءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ
“ Wahai anak Adam seandainya dosa-dosamu (sebanyak) awan di langit kemudian engkau minta ampun kepada-Ku niscaya akan Aku ampuni engkau”
Jika dosa seorang hamba memenuhi hingga ke ujung langit pun Allah tetap akan mengampuni, saat ini baru ditemukan galaksi terbaru, yang bernama galaksi Andren yang jaraknya 70 tahun kecepatan cahaya, dan kecepatan cahaya adalah 300.000 Km/detik namun belum juga ditemukan ujung langit,,, Allah berfirman jika dosa hamba menumpuk hingga memenuhi langit maka akan Allah ampuni. Adakah yang lebih indah dari Allah, adakah yang lebih pemaaf dari-Nya, adakah Yang lebih berhak dicintai dan dirindui dari diri-Nya, dan indahnya sambutan Allah terhadap hamba yang merindukan-Nya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda riwayat Shahih Al Bukhari:
مَنْ أَحَبَّ لِقَاءَ اللهِ أَحَبَّ اللهُ لِقَاءَهُ
“ Barangsiapa yang ingin berjumpa dengan Allah, maka Allah pun ingin berjumpa dengannya”
Jika seseorang rindu kepada Allah maka Allah pun rindu kepada-Nya, inginkah melihat Yang Maha Indah dan Maha Baik Yang menciptakanmu dari tiada, dan senantiasa memaafkan dosa-dosa dan kesalahanmu, dan Yang menyiapakan istana-istana di surga yang semakin detik bertambah indah, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala :
فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
( السجدة : 17 )
“Tak seorangpun mengetahui berbagai ni'mat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan” ( QS. As Sajadah : 17 )
Manusia tidak mengetahui sesuatu yang telah disiapkan oleh Allah subhanahu wata’ala untuk mereka sebagai balasan amal-amal mereka. Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam hadits qudsy :
أَعْدَدْتُ لِعِبَادِيَ الصَّالِحِيْنَ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ
“ Telah Kusiapkan untuk hamba-hambaKu sesuatu yang tidak pernah dilihat mata, tidak pula didengar telinga, dan tidak pernah terlintas dalam sanubari manusia”
Abadi dalam keindahan di surga, dan keindahan itu dalam setiap waktu dan kejap semakin indah, itulah yang disiapakan untuk para perindu Allah, siapa mereka? Mereka adalah orang yang banyak megingat Allah,
مَنْ أَحَبَّ شَيْئًا كَثُرَ ذِكْرَهُ
" Barangsiapa yang mencintai sesuatu, maka banyak menyebutnya"
Maka beruntunglah mereka yang hadir di majelis dzikir , karena ia telah diizinkan Allah untuk duduk bersama orang-orang yang dirindukan dan merindukan Allah. Kebahagiaan, ketenangan, kesejahteraan, keluhuran, kesucian dan kemuliaan adalah milik-Nya yang diberikan kepada yang dikehendaki-Nya terlebih lagi kepada mereka yang memintanya. Dan rahasia keluhuran di malam hari ini, kita berkumpul dalam kemuliaan memenuhi undangan Allah untuk mencapai ridha-Nya, karena orang yang berdzkir bersama mengingat Allah maka Allah akan mengingatnya dalam perkumpulan yang lebih mulia di langit.
Langit mengenal nama-nama yang suka menyebut nama Allah . Semoga Allah mejadikan kita dalam kelompok mereka, kelompok orang yang banyak berdzikir . Orang yang banyak berzikir adalah orang-orang yang hatinya ditenangkan oleh Allah, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala :
الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
( الرعد : 28 )
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” ( QS. Ar Ra’d : 28 )
Dengan mengingat Allah hati akan tenang, bagaimana hati akan tenang jika permasalahan dan kesedihan masih merundung kita, maka hal ini menunjukkan bahwa orang yang berdzikir akan tenang hatinya dan berarti akan diselesaikan permasalahannya. Perbanyaklah dzikir dalam segala aktifitas dan dimana pun berada, setiap kali ada kesempatan. Jika iseng untuk kirim sms dengan teman boleh-boleh saja di waktu senggang namun tetap sambungkan hati dengan Allah, sehingga hati bergetar mengingat-Nya . Dan ingatlah detik-detik saat namamu dipanggil menghadap-Nya “Fulan bin fulan maju kehadapan Allah”.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Sampailah kita pada hadits yang kita baca tadi dan mengingatkan pada firman Allah subhanahu wata’ala :
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ ، فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ ، إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ
( الكوثر : 1-3 )
“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni'mat yang banyak, maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah, sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus “ ( QS. Al Kautsar : 1-3 )
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “ saat aku berada di surga ( di malam mi’raj ) , aku melihat telaga yang sangat indah dikelilingi kubah-kubah mutiara yang berlorong-lorong dan tanahnya adalah minyak wangi yang terharum”, mungkin akal tidak menerima bagaimana tanahnya berupa minyak wangi?, sungguh tidak terlintas dalam fikiran kita karena pijakan kaki pastilah berupa tanah atau benda keras, namun disini pijakan kakinya adalah minyak wangi. Bisa tenggelam dong? tidak akan tenggelam, dengan kehendak Allah air. Diriwayatkan oleh Al Imam Ibn Hajar Asqalany dalam Fathul Bari bisyarah Shahih Al Bukhari, berkaitan dengan hal ini beliau menukil riwayat lain dari sayyidina Anas bin Malik beliau berkata : “ Wahai Rasulullah ,aku memohon syafaat kepadamu” , maka Rasulullah berkata : “ Engkau akan bertemu denganku di mizan”. Rasulullah menunggu ummatnya di timbangan amal untuk memberikan syafaat, jika timbangan dosanya lebih berat dari amalnya maka akan diringkan oleh nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dengan sayafaatnya . Kemudian sayyidina Anas bin Malik berkata : “ wahai Rasulullah, jika aku selamat di mizan lalu bermasalah di tempat yang selanjutnya?”, maka Rasulullah menjawab : “ Aku juga akan berada di jembatan shirat saat ummatku melintas”. Dalam sebuah riwayat yang tsiqah setiap ummat nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam akan terjatuh ke jurang api neraka, rasulullah memegang tangannya, namun jika dia adalah pendosa besar yang belum sempat bertobat sebelum wafat, maka orang itu yang akan melepaskan tangan nabi sehingga ia pun terjerumus kea pi neraka. Maka sayyidina Anas bin Malik berkata : “ Wahai Rasulullah, jika aku mendapatkan kesulitan di alam selanjutnya maka dimana aku akan menemuimu?” Rasulullah menjawab : “aku berada di telaga haudh”, yang mana disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :
أَنَا فَرَطُّكُم عَلَى الْحَوْضِ مَنْ وَرَدَ شَرِبَ مِنْهُ، وَمَنْ شَرِبَ مِنْهُ لاَيَظْمَأُ بَعْدَهُ اَبَدًا
“Aku akan mendahuluimu datang di haudh siapa yang mendatanginya ia pasti akan minum darinya, dan siapa yang meneguknya ia tak akan haus selama-lamannya dan akan datang kepadaku beberapa kelompok yang sudah aku kenali mereka, lalu mereka dihalau dariku.”
Diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda tentang telaga Kautsar : “ Aku melihat cangkir-cangkir yang mengitari telaga Al Kautsar yang jumlahnya lebih banyak dari bintang di langit”. Kita mengetahui bahwa galaksi Bimasakti tempat bumi ini terdapat lebih dari 200 miliyar planet , dan galaksi itu jumlahnya mencapai milyaran, maka berapa jumlah cangkir yang mengitari telaga Al Kautsar milik sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Dalam riwayat yang tsiqah disebutkan bahwa jika satu cangkir pecah, dan pecahan cangkir itu jatuh ke bumi maka pecahan itu jauh lebih indah dan lebih berharga dari segala perhiasan yang ada di bumi. Terdapat dua pendapat tentang riwayat ini, yang pertama mengatakan bahwa telaga Kautsar berada di dalam surge, dan ini adalah pendapat yang lebih kuat, dan pendapat yang kedua mengatakan telaga Kautsar berada di surga dan bersambung dengan telaga Haudh yang berada di luar surge. Maka Al Imam Ibn Hajar memadukan dua pendapat ini dan berkata bahwa telaga Haudh adalah telaga dari telaga Al Kautsar yang ada di dalam surga dan bersambung hingga sampai ke telaga Haudh. Jadi telaga Haudh posisinya di luar surga tetapi airnya bersambung hingga ke dalam surga yaitu telaga Al Kutsar. Sedangkan telaga Haudh masih berada di luar surga karena di saat itu ada orang yang terusir dari telaga Haudh sehingga ia dijauhkan dari telaga Haudh dan tidak boleh meminumnya dan dia berada dalam kehinaan, hal itu menunjukkan bahwa telaga Haudh bukan berada di dalam surga. Telaga Kautsar airnya mengalir hingga ke luar surga dan itulah yang disebut telaga Haudh. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda, sungguh indahnya Allah dalam memuliakan nabi Muhammmad shallallahu ‘alaihi wasallam, sehingga beliau bersabda :
مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ وَمِنْبَرِي عَلَى حَوْضِي
“Tempat antara mimbarku dan rumahku adalah satu taman dari taman-taman surga. Dan mimbarku berada di atas telagaku.”
Demikian indahnya Raudhah As Syarif di Masjid An Nabawy di samping makam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Diantara makam beliau ( makam beliau ) dan mimbar lama beliau adalah taman dari taman-taman surga, mereka yang pernah berangkat Haji atau Umrah mengetahuinya. Al Imam Ibn Hajar Al Asqalany menjelaskan bahwa yang beribadah di tempat itu ia akan mendapatkan syafaat rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan jika sampai ke taman surga maka berarti pula telah masuk ke surga Allah subhanahu wata’ala. Bagi yang belum mempunyai kesempatan untuk berkunjung ke Raudhah As Syarif, meskipun jasad kita jauh namun jadikan hati kita selalu ingin berada di tempat itu, semoga Allah subhanahu wata’ala memasukkan kita dalam kelompok orang-orang yang beribadah di Raudhah As Syarif, di Masjid Al Haram dan tempat-tempat luhur lainnya, amin. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah makhluk yang paling dicintai Allah subhanahu wata’ala, dan beliau adalah makhluk yang paling mulia budi pekertinya, yang paling ramah, yang paling banyak tersenyum, jika beliau diundang oleh orang yang miskin maka beliau terburu-buru untuk segera datang, beliau tidak mau mnegcewakan perasaan siapa pun bahkan hewan pun tidak mau beliau mengecewakannya, demikian indahnya nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Diriwayatkan dalam kitab Adab Al Mufrad oleh Al Imam Al Bukhari ketika Rasulullah berkunjung kepada salah satu rumah kaum Anshar, ketika itu ada seekor burung yang berputar-putar sambil berkicau di atas kepala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan para sahabat ingin menangkapnya karena dianggap telah mengganggu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka Rasulullah berkata : “Siapa diantara kalian yang telah mengagetkan burung ini dengan mengambil telurnya?”, maka salah seorang sahabat berkata bahwa dia yang mengambil telur burung itu, maka Rasulullah memerintahkan untuk mengembalikannya. Tentunya seseorang diperbolehkan untuk mengambil telur seekor burung namun jika burung telah mengadu kepada sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, maka Rasulullah tidak akan mengecewakannya, sehingga telurnya pun kembali kepadanya, demikian indahnya budi pekerti sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Rasulullah adalah manusia yang paling baik kepada semua makhluk, kepada manusia yang shalih, yang fasik, yang beriman dan yang tidak beriman, yang muslim atau yang non muslim, tidak ada orang yang lebih sopan dari sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Disebutkan dalam riwayat Shahih Al Bukhari bahwa datang seorang pemuda kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam mengadukan dosa-dosanya, dan berkata : “wahai Rasulullah , berilah aku hukuman atas dosa-dosa yang telah aku perbuat”, namun Rasulullah hanya diam kemudian turunlah firman Allah subhanahau wata’ala :
إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ
( هود : 114 )
“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” ( QS. Hud : 114 )
Jika seseorang merasa memiliki banyak dosa maka perbanyakalah amal pahala, karena pahala itu akan menghapus dosa-dosanya. Jangan meremehkan pengampunan Allah, ketahuilah bahwa Allah paling mudah mengampuni dari semua makhluk-Nya, paling mudah memaafkan dari semua yang memaafkan, namun jangan meremehkan tawaran maaf Allah, karena jika Allah membalik hati kita untuk tidak lagi memohon maaf kepada-Nya maka kekallah kita dalam kehinaan, wal ‘iyadzubillah.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Dalam kemuliaan wanginya majelis-majelis dzikir, disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam riwayat Shahih Al Bukhari bahwa perumpamaan orang yang duduk diantara orang-orang yang berdzikir dan berdoa bagaikan orang yang duduk dengan penjual minyak wangi, tidak membeli minyak wanginya namun ia mendapatkan aroma wanginya, sebaliknya orang yang duduk bersama orang yang sedang berbuat maksiat bagaikan orang yang duduk dengan seorang pandai besi yang sedang bekerja, dimana ia tidak menyentuh besinya, namun ia terkena percikan bara apinya. Maka duduk di mejelis seperti ini namanya akan diingat dan digemuruhkan oleh Allah subhanahu wata’ala ,duduk di majelis ini dilimpahi pengampunan oleh Allah subhanahu wata’ala, duduk di majelis ini mempercepat untuk mencapai tangga-tangga keluhuran dan meninggalkan dosa-dosa. Jika diantara kita masih ada yang belum mampu untuk menjalankan ajaran agama Islam dengan baik, masih sering meninggalkan shalat, masih belum mampu melakukan hal-hal yang diwajibkan dan meninggalakan hal-hal yang diharamkan, maka perbanyaklah doa kepada Yang Maha memberi kekuatan. Manusia adalah tempat kelemahan, tidak ada manusia yang tidak memiliki kesalahan, kecuali para nabi dan Rasul. Rasulullah adalah makhluk terindah dan panutan terindah yang diciptakan oleh Allah subhanahu wata’ala agar kita mencapai keindahan yang terindah yaitu keridhaan Allah subhanahu wata’ala dan memandang indahnya Allah subhanahu wata’ala. Ketika manusia berada di surga yang demikian indah dengan keindahan yang terus bertambah, Allah memanggil penduduk surga sebagaimana riwayat Shahih Al Bukhari :
يَا عِبَادِيْ أَلَا أُعْطِيْكُمْ أَفْضَلُ مِنْ ذَلِكَ ؟
“ Wahai hamba-hamba-Ku , maukah kalian Kuberi yang lebih baik dari itu ( surga yang megah dan indah) ? “
Maka hamba-hamba itu berkata :
ياَرَبِّ وَأَيُّ شَيْئٍ أَفْضَلُ مِنْ ذَلِكَ ؟
“ Wahai Allah , apalagi yang lebih baik dari itu ? “
Maka Allah menjawab :
أُحِلَّ عَلَيْكُمْ رِضْوَانِيْ فَلاَ أَسْخَطُ عَلَيْكُمْ بَعْدَهُ أَبَدًا
“ Aku halalkan untuk kalian keridhaan-Ku dan Aku tidak akan murka kepada kalian selama-lamanya “
Keridhaan Allah ditawarkan di masa hidup kita, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam riwayat Al Imam Abu Daud bahwa siapa yang membaca :
 رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا وَ بِالإسْلاَمِ دِيْنًا وَ بِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَ رَسُوْلاً
"Aku ridha Allah sebagai Tuhan, Aku ridha Islam sebagai agama dan Aku ridha Muhammad sebagai  Nabi dan utusan (Allah)”
Maka pastilah dia mendapatakan keridhaan Allah subhanahu wata’ala, mungkin kita memandang hal itu terlalu jauh,sebenarnya tidak demikian, jika kita ucapkan dan kita niatkan maka kita akan mendapatkannya, hanya godaan syaitan yang selalu menghampiri kita, mungkin syaitan berbisik : “jika engkau ridha Allah sebagai Tuhanmu maka kau harus melakukan semua yang diperintahkan dan tidak ada yang ditinggalakan, jika tidak, maka jangan mengucapkan Aku ridha Allah menjadi tuhanku” . Bagaimana kita tidak ridha Allah menjadi Tuhan kita?! Jika kita tidak ridha jika Allah menjadi tuhan kita maka tentunya kita akan menyembah tuhan yang lain, namun jika kita menyembah Allah berarti kita ridha Allah menjadi Tuhan kita. Begitujuga jika kita tidak ridha kepada Islam sebagai agama kita maka tentunya kita akan keluar dari Islam , dan jika kita ridha kepada nabi Muhammad sebagai nabi kita maka kita akan memilih nabi lain, namun hal ini adalah tangga yang pertama, semakin dalam cintamu kepada Allah, Rasulullah dan kepada Islam, maka semakin tinggi keluhuranmu.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Saya tidak berpanjang lebar, sekalian mau pamit malam ini malam ini saya akan berangkat ke Dubai penerbangan jam 00.30 WIB untuk menghadap guru mulia Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafizh, kemudian menuju ke Kairo lalu ke Madinah Al Munawwarah selanjutnya ke Tarim Hadramaut, Insyaallah hari Sabtu atau Minggu sudah tiba di Jakarta. Dan selama saya tidak di Jakarta, Majelis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tetap berjalan dan banyak guru-guru yang akan menggantikan saya untuk hadir di majelis-majelis ini, maka saya titipkan majelis ini kepada jamaah, jangan sampai seperti kejadian di zaman nabi Musa, dimana ketika nabi nya pergi pengikutnya kacau balau, maka saya harap tidak terjadi seperti itu. Selanjutnya kita berdoa bersama semoga Allah subhanahu wata’ala memberikan keselamatan bagi yang akan berangkat safar untuk Umrah dank e Madinah kemudian perjumpaan dengan Al Allamah Al Arif billah Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafizh, dan yang disini semoga selalu dalam penjagaan Allah subhanahu wata’ala…
فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا
Ucapkanlah bersama-sama
يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم ...لاَإلهَ إلَّاالله...لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ اْلعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ...لاَ إِلهَ إِلَّا الله رَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِ...لاَ إِلهَ إلَّا اللهُ رَبُّ السَّموَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ اْلعَرْشِ اْلكَرِيْمِ...مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ،كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ.
Selanjutnya qasidah Muhammadun kemudian doa penutup dan talqin oleh guru kita Al Habib Hud bin Muhammad Baqir Al Atthas, yatafaddhal Masykuraa.


Peduli Acara MAJELIS RASULULLAH SAW Bank syariah mandiri 061-7121-494 a/n Munzir Almusawa_______Majelis Nisa di seketariat MAJELIS RASULULLAH SAW, setiap hari minggu pkl 14.00 WIB s/d selesai. Tausiah akan disampaikan langsung oleh AL ALAMAH ALHABIB MUNZIR BIN FUAD ALMUSAWA. majelis kusus nisa/WANITA
Related Posts with Thumbnails
Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More