Terima Kasih, Anda sudah mengunjungi blog Pecinta Rasulullah SAW, semoga Allah selalu Menanamkan Rasa Cinta dan Rindu kepada Allah SWT dan Sayyidina Muhammad SAW kepada Diri kita Hingga kita Wafat dalam Khusnul Khotimah AAMIIN.........
kritik dan saran : mufe.majelis@gmail.com_____Alamat lengkap Majelis Rasulullah SAW: jl. Cikoko Barat V, RT 03/05, NO 66, Kelurahan Cikoko, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan (12770),

Rabu, 30 Oktober 2013

NASEHAT HATI SANG SULTHONUL QULUB ALHABIB MUNZIR ALMUSAWA

Nasehat Hati Sang Sulthonul Qulub Habib Munzir
Al Musawa.

Habibana berkata :
Saudaraku yang ku muliakan,
Hidup kita bahagia, tenang dan damai dengan
tuntunan Sayyidina Muhammad SAW .

Sebagaimana diriwayatkan di dalam Shahih Al
Bukhari, Rasul SAW bersabda :
ﻣَﻦْ ﻟَﺎ ﻳَﺮْﺣَﻢُ ﻟَﺎﻳُﺮْﺣَﻢُ

“ Barangsiapa yang tidak mengasihani, maka ia
tidak dikasihani “

Jadi semakin kita bengis kepada orang lain, hati-
hati takdir Allah semakin bengis kepada kita.

Maka
semakin kita berlemah lembut kepada orang lain,
Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang makin
berlemah lembut kepada kita.
Maka berlemah lembutlah kepada orang lain
semampunya , dan berusahalah jika orang-orang
berbuat jahat kepada kita doakan agar dia diberi
hidayah, karena banyak dari teman dan saudara
kita itu berbuat kemungkaran karena dijebak oleh
syaitan, hatinya tidak mau, hatinya ingin baik,
mungkin ia melihat kalian hadir ke majelis hatinya
terpanggil walaupun dia sedang dalam keadaan
mungkar dan dosa , (si pendosa berkata dalam
hatinya) “aku ingin seperti dia hadir ke majelis”
namun dikalahkan oleh kekuatan syetan,,”ah nanti
saja lain waktu”, nah hal seperti ini yang perlu
dikasihani, hidayah ada di hatinya tapi ia
dikalahkan oleh kekuatan syetan maka perlu
dikasihani, diseru dengan kelembutan dan diajak
kepada keluhuran.

Warisi perjuangan Nabi kita Muhammad SAW
dalam hari-hari kita, bukan berarti harus menjadi
Da’i semua namun jadilah penyeru ke jalan
keluhuran di rumah, di tetangga, di pekerjaan, di
sekolahan, kenalkan budi pekerti yang baik pada
ayah bunda,
“kenapa ayah ibu saya selalu kasar pada saya?”
Kalau kau berlemah lembut pada mereka sekali,dua
kali, tiga kali, seminggu dua minggu, belum satu
bulan engkau berlemah lembut pada ayah ibu mu,
kau akan menjadi orang kesayangannya, dan kau
tidak akan disakiti perasaanmu karena kau menjadi
anak yang di banggakan, kenapa ? karena sangat
berlemah lembut pada Ayah Bunda nya.

Hampir semua orang yang bengis kepada orang
lain, kalau ia di lemah lembut maka ia akan
berubah menjadi baik, kenapa? Karena, pedang
akhlak dan budi pekerti itu adalah pedang cahaya,
kalau pedang besi hanya bisa merobek dada atau
jantung, membunuh…, paling banyaknya tidak bisa
lebih dari itu,
tapi pedang cahaya itu bisa menembus sanubari ,
merubah hati yang keras menjadi hati yang lembut
penuh cahaya, membuat orang yang bengis menjadi
orang yang sangat sering menangis, membuat
orang yang selalu berbuat jahat menjadi orang
yang selalu berbuat baik, membuat musuh terjahat
menjadi teman tersetia, itulah pedang cahaya
akhlak Sayyidina Muhammad SAW .

Demikian banyak saya tidak bisa sebutkan satu
persatu, riwayat Shahih Bukhari dan lainnya ; orang
yang berkata kepada Nabi Muhammad SAW tidak
ada orang yang lebih kubenci dari Muhammad
SAW, tapi setelah keramahan beliau berubah
menjadi orang yang paling dicintainya adalah
Sayyidina Muhammad SAW .

Demikian nasehat dari Sulthonul Qulub Habib
Munzir Al Musawa.
Semoga bermanfaat.


NASEHAT HATI SANG SULTHONUL QULUB ALHABIB MUNZIR ALMUSAWA

Nasehat Hati Sang Sulthonul Qulub Habib Munzir
Al Musawa.

Habibana berkata :
Saudaraku yang ku muliakan,
Hidup kita bahagia, tenang dan damai dengan
tuntunan Sayyidina Muhammad SAW .

Sebagaimana diriwayatkan di dalam Shahih Al
Bukhari, Rasul SAW bersabda :
ﻣَﻦْ ﻟَﺎ ﻳَﺮْﺣَﻢُ ﻟَﺎﻳُﺮْﺣَﻢُ

“ Barangsiapa yang tidak mengasihani, maka ia
tidak dikasihani “

Jadi semakin kita bengis kepada orang lain, hati-
hati takdir Allah semakin bengis kepada kita.

Maka
semakin kita berlemah lembut kepada orang lain,
Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang makin
berlemah lembut kepada kita.
Maka berlemah lembutlah kepada orang lain
semampunya , dan berusahalah jika orang-orang
berbuat jahat kepada kita doakan agar dia diberi
hidayah, karena banyak dari teman dan saudara
kita itu berbuat kemungkaran karena dijebak oleh
syaitan, hatinya tidak mau, hatinya ingin baik,
mungkin ia melihat kalian hadir ke majelis hatinya
terpanggil walaupun dia sedang dalam keadaan
mungkar dan dosa , (si pendosa berkata dalam
hatinya) “aku ingin seperti dia hadir ke majelis”
namun dikalahkan oleh kekuatan syetan,,”ah nanti
saja lain waktu”, nah hal seperti ini yang perlu
dikasihani, hidayah ada di hatinya tapi ia
dikalahkan oleh kekuatan syetan maka perlu
dikasihani, diseru dengan kelembutan dan diajak
kepada keluhuran.

Warisi perjuangan Nabi kita Muhammad SAW
dalam hari-hari kita, bukan berarti harus menjadi
Da’i semua namun jadilah penyeru ke jalan
keluhuran di rumah, di tetangga, di pekerjaan, di
sekolahan, kenalkan budi pekerti yang baik pada
ayah bunda,
“kenapa ayah ibu saya selalu kasar pada saya?”
Kalau kau berlemah lembut pada mereka sekali,dua
kali, tiga kali, seminggu dua minggu, belum satu
bulan engkau berlemah lembut pada ayah ibu mu,
kau akan menjadi orang kesayangannya, dan kau
tidak akan disakiti perasaanmu karena kau menjadi
anak yang di banggakan, kenapa ? karena sangat
berlemah lembut pada Ayah Bunda nya.

Hampir semua orang yang bengis kepada orang
lain, kalau ia di lemah lembut maka ia akan
berubah menjadi baik, kenapa? Karena, pedang
akhlak dan budi pekerti itu adalah pedang cahaya,
kalau pedang besi hanya bisa merobek dada atau
jantung, membunuh…, paling banyaknya tidak bisa
lebih dari itu,
tapi pedang cahaya itu bisa menembus sanubari ,
merubah hati yang keras menjadi hati yang lembut
penuh cahaya, membuat orang yang bengis menjadi
orang yang sangat sering menangis, membuat
orang yang selalu berbuat jahat menjadi orang
yang selalu berbuat baik, membuat musuh terjahat
menjadi teman tersetia, itulah pedang cahaya
akhlak Sayyidina Muhammad SAW .

Demikian banyak saya tidak bisa sebutkan satu
persatu, riwayat Shahih Bukhari dan lainnya ; orang
yang berkata kepada Nabi Muhammad SAW tidak
ada orang yang lebih kubenci dari Muhammad
SAW, tapi setelah keramahan beliau berubah
menjadi orang yang paling dicintainya adalah
Sayyidina Muhammad SAW .

Demikian nasehat dari Sulthonul Qulub Habib
Munzir Al Musawa.
Semoga bermanfaat.


Sabtu, 26 Oktober 2013

SYAIR QASIDAH GUBAHAN ISTRI TERCINTA

Syair Qasidah Gubahan Sang Istri tercinta

Kabulkanlah bagi kami segala permohonan dengan
keberkahan sebaik-baik Hamba ( Rasulullah SAW )

Kabulkanlah bagi kami segala permohonan dengan
keberkahan Munzir Fuad

Wahai Tuhan kami sesungguhnya Engkau lebih
mengetahui Akan kesedihan dan musibah kami dan
apa-apa yg ada didalam hati kami dari kekeruhan
dan keresahan.

Atas perpisahan dengan kekasih kami Sayyid
Munzir Fuad, Beliau Guru kami dan penyambung
disini ( dunia ) dan kelak di hari kiamat.

Maka hati - hati kami sedih dan menangis dan
pedihnya sakit ini ada dalam sanubari - sanubari
kami dan kami ridho terhadap ketentuan-Mu dan
keridhoan-Mu Ɣªήğ kami harapkan.

Maka perbaiki kami untuk menjadi sebaik khalifah
( penerus ) bagi beliau, Wahai Tuhan kami bersama
anak - anak beliau dan orang - orang yg mencintai
beliau Ɣªήğ mencari dan mengharapkan anugerah-
Mu.

Kekuatan dan kekuasaan adalah Milik-Mu. Wahai
Ɣªήğ Maha Tinggi lagi Dermawan kekasih kami
telah berjalan sebagaimana jejak kakek - kakek
beliau.

Dan bagi Majelis Rasulullah, beliau telah
membangunnya, beliau mengajarkan kami cinta
terhadap Musthofa SAW, sebelum cinta kepada
keluarga dan anak - anak kami.

Beliau menyinari sanubari kami dan menyinari
seluruh kota dengan nasihat dan kelembutan serta
cinta bagi mereka yg berhati keras dan bercerai
berai ( pun disinari oleh beliau )
Kemuliaan dan kedermawanan dari beliau telah
meluas pada setiap saat, memberi dan berinfaq
senantiasa tanpa membatasi ataupun menghitung.

Dan dengan senyuman beliau mengajarkan kami
beliau berikan (senyuman) bagi mereka yg cinta
maupun mereka yg hasad (dengki) dan dengan
Lafadz Jallah "Ya Allah" kami semua bersandar
pada beliau.

Dan Habib Umar adalah gurunya, Wahai Tuhanku
tambahkanlah anugerah pada beliau ( Al Habib
Umar ), secara zohir dan bathin senantiasa , Wahai
Tuhan kami berikanlah pertolongan dengannya ( Al
Habib Umar ).

Dan kumpulkanlah kami bersama dengan beliau,
Wahai Tuhan Wahai Ɣªήğ Maha Mulia, senantiasa
disetiap saat, saat ini ( didunia ) dan kelak di hari
kiamat.

Wahai kesedihan hatiku dan kerinduanku terhadap
Sayyid Munzir Fuad dengan Rahmat-Mu Ya Allah
sayangi beliau, kekasih kami yg berada dalam
sanubari kami.

Dan tinggikanlah kedudukan beliau dan jadikanlah
beliau pendampig sebaik-baik hamba ( Rasulullah
saw ) dan tempatilah beliau dalam tenda
perkumpulan Sang Thaha, Niscaya kebahagiaan
beliau akan bertambah
Betapa beruntungnya engkau Wahai Sayyidi telah
kau raih, derajat yg tinggi dalam cinta dan
kesedihan, kelelahan dan keresahan telah menjauh
darimu wahai Sayyidi.

Ya Rabb limpahkanlah sholawat dan salam tanpa
batas maupun hitungan atas Sayyidina Musthofa
saw dan keluarga beliau dan sahabat - sahabat
beliau serta bagi putera Fuad ( Al Habib Munzir bin
Fuad Almusawa).


Jumat, 25 Oktober 2013

AKU BERMIMPI NABI SEKITAR 80 KALI

AKU MIMPI NABI SEKITAR 80 KALI

“Kenangan Al-Habib Husein Nabil Assegaf
Tentang Sahabat Karibnya, Al-Habib Mundzir Al-
Musawa”
Jadi teringat 2 peristiwa yang aku saksikan
sendiri dengan dua mataku tentang keutamaan
sahabatku ini. Suatu ketika datang seorang
shaleh dan memiliki kelebihan di sisi Allah yang
bermarga al-Haddad ke masjid at-Takwa di desa
Aidid Tarim.
Ya, saat itu Dar al-Mustafa belum dibangun, jadi
kami tinggal di ruangan kosong di atas masjid
selama setahun. Orang shaleh itu mendatangi
kami dan berbicara tentang mimpi Nabi Saw. Ia
mengatakan bahwa mereka yang ingin bermimpi
Nabi juga harus mengikuti akhlaknya dan
meresapi bacaan shalawat.
“Ahh, habib ini menyindir aku.” Kataku di dalam
hati yang saat itu sedang berusaha, tetapi belum
juga memimpikan Nabi. Lalu ia menoleh ke wajah
sahabatku dan memaksanya untuk menyebutkan
berapa kali ia memimpikan Nabi, atau jika tidak
mau maka habib itu sendiri yang akan
menyampaikan. Sahabatku berkata: “Aku mimpi
Nabi sekitar 80 kali.”
Begitupula saat Dar al-Mustafa baru selesai
dibangun, aku ingat Habib Umar bin Hafidz
mengabsen nama kita satu-persatu untuk
menentukan kamar. Saat menyebut nama
sahabatku, ia tersenyum dan kulihat tatap
matanya dalam ke arah wajahnya sambil berkata:
“Mundzir (pemberi peringatan), kelak engkau akan
menjadi pemberi peringatan.”
Selamat jalan sahabatku, semoga Rasul dan ahl
baitnya, serta para salaf pendahulu yang shaleh
saat ini akan menyambutmu dengan bangga.
Selamat jalan sahabat, yang memenuhi waktunya
dengan perbuatan yang istimewa di sisiNya.
Semoga Allah mengampuni, merahmati dan
memaafkanmu. Semoga kelak kita bisa bertemu
dalam keadaan yang diridhai oleh Allah dan
RasulNya.
Al-Habib Husein Nabil Assegaf adalah salah
seorang murid al-Habib Umar bin Hafidz. Beliau
satua angkatan dengan al-Habib Mundzir bin
Fuad al-Musawa. Kini beliau aktif di dunia
dakwah dan aktif menulis. Akun fb beliau adalah:

https://www.facebook.com/husin.nabil


Sungguh Kau akan berpisah dengannya tanpa peduli,.

Demi Allah, Pencipta hidup dan mati, berkehendak
mencegah dan memberi, memuliakan atau
menghinakan diri, melimpahkan kekuasaan atau
mencabutnya tanpa kompromi, cintailah siapa yang
ingin kau cintai, sesungguhnya kau akan berpisah
dengannya tanpa peduli.
Akhir-akhir ini, kematian membangunkanku dari
mimpi, memecutku berkali-kali. Berapa banyak
tetesan air mata berderai, mengantarkan setiap
mayat yang terkulai. Sungguh kusaksikan
ketidakberdayaan di setiap sisi. Wahai manusia,
kemanakah kau akan pergi? Apakah yang kau cari?
Puaskah kau dengan megahnya rumah di bumi?
Banggakah kau dengan tunggangan yang kau beli?
Muliakah kau dengan jabatan duniawi? Amankah
kau dengan sahabat, kerabat, anak dan istri?
Berapa banyak manusia wanita dan lelaki, dulu
hidup tegak berdiri, dan memiliki jati diri. Saat ini,
hilang ditebas mati. Terkubur dalam tanah yang
gelap dan sunyi, sempit dan sepi.
Berapa banyak manusia yang dulu gagah dan
berotot besi, namun menggigil gelisah dan lemah
lunglai, saat terdengar denting maut berbunyi.
Berapa banyak mereka yang dulu dielu-elukan,
dipuja dan dipuji, lalu menjadi hina tak berarti, saat
dijemput mati.
Maha Tinggi Allah, lagi Maha Suci. Anak, sahabat,
istri, dan dokter tak mampu menolong atau
memberi. Tangan mereka sangat lemah untuk
menarik kembali umur yang telah dilalui, atau
menambahnya walau hanya sehari. Mati akan
membawanya pergi, tanpa ada yang menemani.
Maut akan menjerumuskannya ke perut bumi
sendiri.
Mereka yang hidup beramal baik dan menghindari
segala duri, akan kembali dengan indah lagi
berseri. Namun yang berhati busuk dan lalai,
berada dalam siksa, pedih, sakit yang tak pernah
berhenti.
Kembali ….. kembali ke jalan Sang Pembawa
Wahyu yang Suci, Muhammad yang berbudi.
Allahumma Shalli `ala sayyidinaa Muhammad wa
`alaa aalihi wa shahbihi.

HABIB HUSIN NABIL.


Senin, 21 Oktober 2013

PERJUANGAN HABIBANA MUNZIR ALMUSAWA

Sulthonul Qulub Al Habib Munzir Al Musawa :

Dalam hal ini ingin saya sampaikan akan suatu
hal, mungkin banyak yang menyangka bahwa
Majelis Rasulullah tidak peduli dengan
perkembangan
Ahmadiyah, padahal tidak demikian adanya,
sebagaimana MR telah mengeluarkan dana
sebesar 60.000 USD untuk membantu
perkembangan pesantren (Aswaja) yang
berlokasi paling dekat dengan markas
Ahmadiyah.
Siapa yang mengatakan bahwa MR tidak peduli
dengan kedatangan Lady Gaga ke Indonesia,
justru saya langsung yang menghubungi Habib
Riziq dan saya sampaikan supaya saya diberi
tempo waktu dalam 3 hari untuk bertindak dan
jika kunjungan tersebut tidak juga dibatalkan
maka silahkan Habib Riziq bertindak,
Alhamdulillah yang akhirnya di hari ketiga dari
tempo waktu yang saya minta, kunjungan Lady
Gaga ke Indonesia dibatalkan. Maka tanpa
perlu ribut dan bentrok dengan massa dan
lainnya, namun cukup dengan menghubungi
beberapa pejabat yang berkepentingan dan
sampaikan kepada mereka secara baik-baik
bahwa kunjungan orang tersebut akan
menimbulkan kontra diantara masyarakat,
dengan cara demikian permasalahan
terselesaikan dengan baik
tanpa harus menimbulkan percekcokan antara
satu kelompok dan yang lainnya.
Muncul juga perkataan terhadap Majelis
Rasulullah, yaitu mengapa MR menghadirkan
Dubes Amerika pada acara Maulid Nabi
Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam,
bukankah dahulu ketika Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam
berdakwah, belum ada diantara mereka yang
beriman, hanya beliau shallallahu ‘alaihi
wasallam
sendiri yang beriman,
namun beliau shallallahu ‘alaihi wasallam
ketika itu mengundang orang-orang non
muslim dan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam
juga di datangi oleh orang-orang yahudi dan
beliau shallallahu ‘alaihi wasallam juga
mendatangi orang-orang yahudi untuk
menyampaikan dakwah kepada mereka.
Begitu juga kedatangan Duta Besar Amerika
Serikat juga sudah disetujui oleh guru mulia Al
Musnid Al Arif billah Al Habib Umar bin
Muhammad Al Hafizh, dan beliau berkata dan
berdoa bahwa yang datang berkunjung dan
para personilnya akan masuk Islam.
Oleh sebab itu jangan gegabah bersangka buruk
atas langkah-langkah kita, karena itu semua
bukanlah sembarang langkah namun langkah-
langkah itu adalah mengikuti langkah guru
mulia Al Habib Umar bin Salim Al Hafizh.


Minggu, 20 Oktober 2013

SECUIL KISAH DARI SAMUDERA KELEMBUTAN HABIB UMAR BIN HAFIDH DAN HABIB MUNZIR ALMUSAWA

Secuil kisah dari
Samudera kelembutan Habib Umar bin Hafidz
dan Habib Mundzir bin Fuad al-Musawa .

Suatu saat Habib Umar bin Hafidzh ingin
melakukan perjalanan dakwah ke pedalaman
Afrika. Ketika itu beliau ditemani oleh seorang
muallaf bernama Khomis. Khomis adalah salah
satu di antara orang-orang yang masuk Islam
melalui perantara tangan Habib Ahmad Masyhur
bin Thoha Al-Haddad dan sering membantu
kegiatan dakwah beliau selama di daerahnya.

Pedalaman Afrika yg ingin dikunjungi oleh Habib
ini harus melewati hutan belantara, yg mana
hutan belantara Afrika terkenal akan hewan
buasnya. Tapi dengan mantap Habib Umar bin
Hafidzh memberikan isyarat utk segera
berangkat. Dimulailah perjalanan dakwah beliau.
Sebelum masuk ke dlm hutan, beliau beserta
rombongan dihentikan oleh beberapa org polisi
yg sdg berjaga di sebuah pos dekat dg hutan yg
ingin dilalui oleh Habib.

Mereka hendak memperingatan agar Habib tdk
memasuki hutan krn hari sdh malam. Ditakutkan
beliau & rombongan akan diserang oleh
beberapa hewan buas yg keluar utk mencari
mangsa di saat malam tiba. Habib pun keluar
dari mobil yg ditumpanginya dan berdiri di
samping mobil tersebut. Serta merta Habib
memerintahkan sesorang utk menggelar tikar di
dekat mobil dan memerintahkan rombongan utk
membaca Maulid Habsyi. Pembacaan maulid pun
dimulai. Karena para polisi yg berjaga di pos itu
beragama kristen, mereka pun hanya bisa
menonton dari kejauhan.

Setelah pembacaan maulid selesai, Habib
mendapat isyaroh utk melanjutkan perjalan
malam itu juga. Para polisi itu tetap berusaha
utk mencegah Habib, tapi Habib bersikeras ingin
melanjutkan perjalanannya. Para polisi pun kalah
argumen dan berinisiatif utk mengikuti Habib
dari belakang menggunakan mobil lain, takut
kalau tejadi apa2 dg Habib &rombongan.
Di tengah perjalanan hal yg dikhawatirkan pun
terjadi. Di depan mobil yg ditumpangi oleh Habib
muncul seekor singa (ketika itu Habib duduk di
kursi depan). Mulailah singa itu mengitari mobil
tersebut, walaupun demikian sang Habib tetap
tenang, berbeda dg rombongan lain yg mulai
menunjukkan rasa ketakutannya. Tak lama
kemudian singa itu berhenti di depan jendela
sebelah tempat duduk Habib, lalu menaikkan kaki
depannya ke atas jendela.

Habib pun tetap tenang tanpa menunjukkan rasa
ketakutan sedikit pun. Lalu beliau berkata kpd
supir, "Turunkan jendela ini!!". Supir pun
menjawab dg ketakutan, "Ya Habib ini singa".
Tapi Habib tetap ingin agar dia menurunkan
jendela tersebut. Kaca jendela pun diturunkan,
suatu kejadian menakjubkan pun terjadi, Habib
mengajak bicara singa tersebut, "Hai singa!!
Kami ini adalah utusan Rasulullah SAW".

Kemudian Habib mengambil sebuah pisang dan
memberikannya kpd singa itu. Singa yg biasanya
makan daging, kali ini mau memakan pisang yg
diberikan Habib (Subhanallah).
Setelah memakan pisang itu, singa
mengangguk2kan kepalanya lalu pergi
meninggalkan Habib & rombongan. Perjalanan
pun kembali dilanjutkan. Tak lama kemudian
Habib & rombongan sampai ke tempat tujuan.

Subhanallah..Setelah menyaksikan kejadian yg
luar biasa itu, para polisi yg sbelumnya
beragama kristen itu pun ingin mengikrarkan diri
mereka utk masuk ke dlm agama Islam.

Ternyata kejadian yg mereka saksikan menjadi
sebab hidayah Allah SWT Yang ingin
mengembalikan mereka ke dlm pelukan Islam.

# Pagi Kamis 28 januari 2009, Shubuh
berjamaah yang cukup banyak dan merupakan
Shubuh terbanyak setelah ratusan tahun hampir
tak ada shalat Shubuh di masjid an-Nur.

Suatu hal yang menarik dan mengejutkan adalah
hewan-hewan yang berkhidmat pada Habib
Mundzir. Ketika beliau keluar menuju masjid
untuk shalat Shubuh, beliau membatin dalam
hati: “Wahai Allah, rumah ini tidak ada kuncinya,
terbuka begitu saja hanya dilengkapi pengganjal
pintu dari dalam dan luar. Sedangkan di kamar
ada laptop dan benda-benda elektronik berharga
lainnya. Dan para penjaga semua shalat Shubuh.
Kutititpkan padaMu wahai Allah.”

Sepulang dari masjid Habib Mundizr kaget, di
pos penjagaan depan rumah duduk dua ekor
kambing yang bangun sambil duduk menjaga
dengan kepala tegak. Lalu seekor kambing lagi
duduk siaga di depan pintu rumah sambil
bersimpuh. Tak ada orang bisa masuk kecuali
harus menginjaknya lebih dahulu.
Beliau terpana, sungguh jika sekilas merupakan
hal biasa. Namun jika difikirkan dengan logika,
tak ada kambing berkeliaran di pagi buta, apalagi
dua ekor duduk bersimpuh di pos jaga yang
kosong, dan satu di pintu rumah dengan keadaan
duduk bersimpuh dengan keadaan siaga, yaitu
kepala terangkat. Beliau teringat laba-laba yang
menjaga Rasulullah Saw.
Dan teringat cerita nyata sahabat beliau yang
berdakwah ke Pulau Komodo, Nusa Tenggara,
tidak ada orang yang datang ke masjid.

Saat
maulid dikumandangkan maka tak satupun orang
hadir, maka keluarlah rusa-rusa liar dari hutan,
berdatangan ke luar masjid, dan banyak komodo
bahkan Raja Komodo yang sudah 40 tahun tak
pernah keluar dan terlihat. Hewan sangat besar
dan langka itu datang dan muncul bersimpuh di
dekat masjid mendengarkan Maulid Nabi Saw.
hingga selesai. Masyarakat dan turis yang
sedang di Pulau Komodo berdatangan bukan
ingin hadir maulid tapi kaget menonton Raja
Komodo itu.
Demikianlah alam, mereka tunduk dan hormat
pada Sayyidina Muhammad Saw
. dan dakwah
sang Nabi Saw.

Teringat pula kisah seorang
sahabat Ra. yang ketika ia tersesat dalam
dakwah setelah wafatnya Rasul Saw., maka
seekor singa besar datang. Lalu sahabat Rasul
Saw. itu bekata: “Aku adalah khadim (pembantu)
Rasulullah Saw.” Maka singa itu menunduk dan
merendahkan kepalanya dan punggungnya
sambil mengaum pelahan, seakan
memerintahkan sahabat Rasul Saw. itu naik ke
punggungnya. Maka iapun naik, dan singa
mengantarnya ke pemukiman terdekat.
Sedemikian banyak riwayat shahih lainnya akan
hal ini.

Penulis : Ibnu Abdillah Alkatiby


Peduli Acara MAJELIS RASULULLAH SAW Bank syariah mandiri 061-7121-494 a/n Munzir Almusawa_______Majelis Nisa di seketariat MAJELIS RASULULLAH SAW, setiap hari minggu pkl 14.00 WIB s/d selesai. Tausiah akan disampaikan langsung oleh AL ALAMAH ALHABIB MUNZIR BIN FUAD ALMUSAWA. majelis kusus nisa/WANITA
Related Posts with Thumbnails
Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More